13. Tumben

Ami selesai mengikuti kegiatan Rohis di hari jum'at terakhir ini bersama Kia. Karena senin, semua murid kelas X dan XI mulai mengikuti ujian. Mang Kirman tidak bisa menjemput karena sedang mengantarkan pesanan nasi kotak ke daerah Ciamis Utara. Jadilah ia akan pulang dengan memesan taksi online.

"Hei-hei, mau kemana? Kita bareng!" Ami menarik tangan Kia yang hendak kabur lebih dulu. Ia lebih awas melihat temannya itu yang selalu sungkan jika diajak pulang bersama. Ia mengajak Kia duduk di bangku Taman Jomblo untuk memesan dulu taksi online.

"Hai, Mi!" Almond yang datang dengan berlari, duduk di bangku yang ada di hadapan Ami. "Kenapa belum pulang? Nunggu aku ya?" sambungnya dengan percaya diri.

Ami urung membuka aplikasi. Menatap Almond dengan bibir mencebik. "Pede selangit kamu, Mon. Aku mau pesan taksi. Mang Kirman gak bisa jemput."

"Aku antar aja, Mi. Mobil jemputan udah datang. Yuk, mau sekarang?" Ajak Almond.

Ami menggeleng. "Jalur kita berlawanan arah, Mon."

"No problem. Sekalian pengen tau rumah kamu, Mi. Please, jangan nolak! Kita kan friend." Keukeuh Almond.

Ami berpikir sejenak. "Tapi harus sama Kia juga. Kia turunnya di lampu merah. Boleh ikut ya, Mon?"

"Nggak usah. Nggak apa-apa aku naik angkot aja." Kia berdiri lebih dulu. Ia tak berteman akrab dengan Almond. Berpapasan di koridor sekolah pun tak pernah bertegur sapa. Murid MiPA 1 itu terkesan angkuh menurutnya. Membuatnya sungkan jika harus menumpang.

"Kia, ayo ikut juga!" Ucap Almond tegas. Ia mengajak pergi sekarang. Jadilah bertiga berjalan menyusuri koridor menuju parkiran.

Saat Kia lebih dulu turun di lampu merah, Almond berpindah duduk yang tadinya di samping sopir beralih ke jok belakang di samping Ami. "Mi, nanti liburan mau kemana?"

"Aku mau ke Jakarta. Teteh aku udah lahiran. Pengen lihat keponakan baru." Ami tersenyum lebar. Teringat tadi melihat postingan kakak iparnya di grup keluarga. Mengirimkan sebuah foto bayi diiringi caption ucapan syukur atas kelahiran putra kedua bernama Rayyan Naufal Adyatama.

"Aku juga bakal pulang ke Jakarta. Nanti kita ketemuan ya, Mi?" Almond menatap dengan sorot mata berbinar.

"Beli pizza dan gulali," ucap Ami santai.

"ARTINYA?" Almond sudah tahu gaya joke Ami. Padahal belum dijawab tapi sudah ingin tersenyum lebih dulu.

"Kita lihat saja nanti." Sahut Ami diiringi kekehan.

"Beli gulali ke Cikarang. Gak mau nanti, harus jawab sekarang!" Balas Almond.

Ami melebarkan mata. "Wow, Emon. Sejak kapan kamu bisa pantun? Biasa lempeng kayak penggaris, kaku kayak kanebo kering," ledeknya.

Almond mendengkus. Ekspektasi akan mendapat pujian. Faktanya mendapat ledekan. "Gaul sama kamu jadi kebawa somplak gue. Tapi bagus sih, kamu bawa vibes positif," ujarnya sambil mengacungkan jempol diiringi tersenyum simpul.

Ami terkekeh. "Mon, kamu tuh tambah cakep kalo senyum. Biasakan banyak senyum gitu biar gak dikira anak sombong. Biar banyak teman. Kia aja tadi takut sama kamu. Padahal sebenarnya kamu tuh baik. Tapi orang lihat tampangmu killer."

"Nggak mau ah. Nanti dikira tebar pesona. Setelan gini aja banyak cewek caper. Apalagi kalo murah senyum, bisa pada baper," ujar Almond dengan santai dan percaya diri.

Ami urung membalas ucapan Almond karena ponsel dalam tasnya berdering. Ia merogohnya dan spontan berucap kaget saat melihat nama yang tampil di layar, "Ya ampun."

Almond menoleh dengan kening mengkerut. "Siapa, Mi? Kenapa gak diangkat?"

"Sodara vc. Nanti aja deh di rumah. Tanggung bentar lagi mau sampe," ujar Ami beralasan. Ia mengirimkan pesan begitu nada dering berhenti dengan sendirinya.

[Maaf Kak, lagi di jalan udah mau sampe rumah. Nanti aku chat kalo udah di rumah]

Sepintas Ami membaca balasan 'Oke' dari nama Kak Akbar yang sepintas tampil di layar atas.

Mobil pun tiba di depan rumah Ami. Almond yang ikut turun, memperhatikan sekeliling. "Mi, rumah makan itu punya Ami juga?" tanyanya penasaran melihat lahan antara samping rumah dan rumah makan adalah parkiran motor.

"Iya punya keluarga aku. Kapan-kapan makan ke sini, Mon. Ajak teman-teman or keluarga. Jangan lupa nanti kasih review di Mbah Ugel ya!" Ucap Ami sekaligus promosi.

"Oke, Mi. Nanti aku ajak teman ke sini paling abis ujian." Binar mata Almond menyiratkan antusias.

Ami masuk ke rumah usai mengucapkan terima kasih dan melihat mobil Almond melaju putar arah. Buru-buru naik ke kamarnya dan mengunci pintu. Ia berkaca di cermin meja rias. Selembar tisu diusapkan ke wajah yang sedikit berminyak di bagian hidung.

[Kak, aku udah di rumah]

Namun pesan itu urung dikirimkan, dihapus lagi. Rasanya tidak percaya diri masih pakai batik seragam sekolah. "Mandi dulu ah," ujarnya bicara sendiri. Bergegas masuk ke kamar mandi.

Mandi cepat, pakai baju dan rok serta pasmina warna krem dililitkan di leher. Lantas menyapukan bedak tipis-tipis serta mengoles bibir dengan lip serum sehingga nampak merona pink lembab. Ami tersenyum di depan cermin. Kini ia percaya diri. Jempolnya pun menari, mengulang mengirim pesan kalimat tadi.

Ami tetap duduk di depan cermin dengan ponsel yang sudah dipasang di phone holder. Kembali memastikan penampilannya sambil menunggu ponsel berbunyi.

"Assalamu'alaikum, Kak." Ucap Ami usai dengan cepat menyentuh ikon video.

"Wa'alaikum salam." Wajah Akbar memenuhi layar. Kentara tersenyum tipis.

"Hm, ada apa Kak Akbar vc aku?" Ami merasa risih karena untuk beberapa detik lamanya, Akbar hanya memandang, belum berkata lagi.

"Gak ada yang penting sih. Tiba-tiba aja tadi ingat gombalan Ami waktu di kelas dulu. Jadi kangen pengen lihat orangnya dan denger suaranya lagi makanya vc. Kak Akbar ngeganggu tidak?"

Ami tersenyum simpul. "Nggak kok. Barusan pulang ekskul terus mandi dulu. Jadi sekarang udah santai."

"Pantesan fresh look dan makin cantik." Akbar tersenyum manis. Menatap lembut.

"Makasih." Ami tersipu malu. Bukan lagi Ami yang dulu. Yang biasanya dengan percaya diri menjawab 'Udah cantik dari orok'.

"Kalau Kak Akbar belum mandi, masih di kantor. Harap maklum kalau unfresh," ujar Akbar diiringi kekehan. Ia duduk santai di kursi kebesarannya.

Ami menjentikkan jari dengan mata berbinar. "Aman, Kak. Gantengnya gak pudar kok. Ibarat badak makan ikan hiu."

"Artinya?" tanya Akbar dengan senyum masih menghias wajah. Ini yang dirindukan dari seorang Ami. Gombalannya yang selalu ada stok.

"Badak makan ikan hiu. Mendadak I love you. Hihihi." Ami terkikik.

Akbar tertawa lepas. Tidak salah ia lebih dulu mengusir Gita dan Leo dari ruangannya. Karena wibawanya menjadi luntur jika berhadapan dengan Ami. Orang lain tidak boleh melihatnya seperti ini.

"Maaf ya, Kak. Just kidding." Ami mengacungkan dua jarinya. Bagaimana pun ada sungkan karena mencandai orang yang tidak sebagai dengannya.

"Jangan minta maaf. Kamu menyenangkan, Mi. Makasih lho udah bikin Kak Akbar terhibur. Jadi moodboster buat meeting malam ini." Akbar berkata jujur dari hati.

Ami tersenyum dan mengangguk. "Es bonbon campur kopi. I was born to make you happy. Hehehe."

Akbar tertawa lepas lagi. Ia geleng-geleng kepala. Hilang kata untuk menjawab gombalan Ami yang membuat hatinya menghangat dan penuh keriaan.

Tok tok tok.

"Amiii." Suara panggilan Aul terdengar usai pintu diketuk. Bahkan kemudian gagang pintu diputar.

Ami menoleh ke arah pintu dengan wajah kaget. "Kak, udahan dulu ya! Aku dipanggil Teh Aul," ujarnya kembali menatap layar.

"Oke. Thank you untuk waktunya ya, Mi. Happy weekend, Imut." Akbar mengedipkan sebelah mata, kemudian lebih dulu berucap salam.

Ami sejenak terpana dengan nafas tertahan. Kedipan yang membuat jantungnya berdenyut dengan debaran kencang.

Ami bergegas membuka pintu usai menjawab salam dan mengunci layar. "Ada apa, Teh?" Ia menatap kakaknya usai menetralkan wajahnya yang sempat memerah.

"Tumben pintu dikunci segala." Aul lebih dulu menyampaikan keheranannya. Menatap dengan menautkan kedua alisnya.

"Lagi pakai baju, kan abis mandi." Ami beralasan.

"Ayo kita makan! Sekalian jadi juri ya. Teteh nemu buku resep jadul punya Ibu di gudang. Barusan nyobain bikin sop gurame ala buku. Bumbunya ada yang beda sama resep bisa." Aul mengajak Ami turun.

"Aku sih yes." Ami mengekori langkah Aul keluar dari kamar.

Aul menghentikan langkah. Memutar tubuh. "Harus jadi juri serius, Mi. Ini mau dimasukin menu cafe nanti."

Ami cengengesan. "Pokoknya Teh, kalau aku makan sampai habis itu berarti enak. Lulus audisi Chef Aulia," ujarnya dengan membulatkan telunjuk dan jempolnya.

Aul tersenyum samar, menyembunyikan rasa senangnya karena pujian Ami. Namun kemudian dahinya mengkerut memperhatikan penampilan adik bungsunya itu. "Ami mau pergi kemana?"

"Nggak kemana-mana. Kenapa emang?" Ami beralih menatap bingung.

"Ini dandan cantik kayak mau keluar." Aul memperhatikan dari atas sampai bawah.

Ami menelan ludah. Lupa, biasanya kalau di rumah pakai kaos oblong dengan celana jogger. Ini malah mengenakan blouse warna pink dan rok motif floral "Oh ini, lagi pengen dandan aja. Hayu lah keburu dingin sop gurame nya." Ia mendorong lengan Aul agar melanjutkan berjalan menuruni tangga.

Terpopuler

Comments

Aira Azzahra Humaira

Aira Azzahra Humaira

ah pokoknya terus semangat Thor

2024-11-13

0

Naya

Naya

tingkah Ami mengingatkan masa remaja kita 😀😀

2024-07-16

1

Normahasrul

Normahasrul

Akbat sudah baper digombalin mulu

2024-04-05

0

lihat semua
Episodes
1 1. Ami Selimut
2 2. Menuju Tasik
3 3. Coach Akbar Speechless
4 4. Ya Salam
5 5. Dapoer Ibu
6 6. Boneka Panda
7 7. Nikah Yuk!
8 8. Sabar
9 9. Tidak Sabar
10 10. Seperti Dancow
11 11. Obrolan Minggu
12 12. Terngiang-ngiang
13 13. Tumben
14 14. Siapa Panda?
15 15. Malam Mingguan
16 16. I Miss You
17 17. Selamat Berjuang
18 18. Mobil Bikin Cemas
19 19. Balonku Ada Lima
20 20. Efek Pisang
21 21. Ikan Arwana Terbang Melayang
22 22. Ibarat Nama Kota
23 23. Ketagihan
24 24. Layang-Layang Terbang Bermanuver
25 25. Awalnya Hampa Jadinya Kaget
26 26. Ada Apa Dengan Ami
27 27. Room Sebelah
28 28. I Like You So Much
29 29. Virus MU
30 30. Mengkudu
31 31. Apapun Kulakukan
32 32. Berangkat Bareng
33 33. Hari Lamaran
34 34. Apa Aku Jatuh Cinta
35 35. Kado Panda
36 36. Sweet Seventeen
37 37. Dikira Calon, Ternyata?
38 38. Mind Mapping
39 39. Ternyata Mimpi
40 40. Step by Step
41 41. Resepsi Siang
42 42. Jebakan Sang Coach
43 43. Belum Waktunya Just Be Mine
44 44. Sarapan Pagi Kita
45 45. Kucing Yang Bikin Deg Degan
46 46. Be Calm, Babe
47 47. Kegelisahan Ami
48 48. Ami Melunak
49 49. Menuju Pertandingan Silat
50 50. Aku halusinasi?
51 51. Hadiah Pepaya
52 52. Undangan
53 53. Kiriman Paket
54 54. Resepsi Aiko
55 55. Resepsi Aiko (2)
56 56. Bismillah, Aku Siap
57 57. Reaksi Mama Mila
58 58. Menunggu Ibu
59 59. Sampai Bertemu Besok
60 60. Cerita Cinta Mekkah
61 61. Surprise Tanpa Bilang-bilang
62 62. Mikirin Mobil
63 63. Bakwan
64 64. Kartu Mengejutkan
65 65. Ada Paket
66 66. Hayuk Ke KUA
67 67. Masih Suasana Lebaran
68 68. Lebaran Kedua
69 69. Tentang Izin
70 70. Ambyar
71 71. Pertemuan Yang Kuimpikan
72 72. Berburu Rusa Ke Bukit Barisan
73 73. Blasteran
74 74. Buah tangan
75 75. Jaga Hati
76 76. Kemesraan Ini
77 77. I Love You 3000
78 78. Apotek Tutup
79 79. Hari Yang Ditunggu
80 80. Happy Birthday To You
81 81. Sekuntum Mawar Merah
82 82. Rejeki Si Bungsu
83 83. Pernikahan Ibu
84 84. Pesta Usai
85 85. Usai Liburan
86 86. Awal Sekolah
87 87. Win Win Solution
88 88. Support System
89 89. Ayo Curhat
90 90. Hari Ini Hari Yang Kau Tunggu
91 91. Gempar
92 92. Sikap Ami
93 93. Aku Datang
94 94. Panggil Ami!
95 95. Perjuangan Restu
96 96. Empat Mata
97 97. Deal
98 98. Mulai Menyebar
99 99. Cinta Tak Bisa Dipaksakan
100 100. Salaman Lagi
101 101. Tantangan
102 102. Menjelang Pulang
103 103. Bersiap Pulang Kampung
104 104. Obrolan Adik Kakak
105 105. Undangan Panji
106 106. Jawaban Penantian
107 107. Ditunggu di Singapura
108 108. Tamu Rabu
109 109. Ciamis - KL
110 110. Deep Talk Singapura
111 111. Apel Pertama
112 112. Welcome Desember
113 113. Zaky Pulang
114 114. Hari Lamaran
115 115. Melamarmu
116 116. Alarm Bunyi
117 117. Kisah Malam Minggu
118 118. Dua Orang Yang Pergi
119 119. Akbar ke Sekolah
120 120. Paturay Tineung
121 121. Ponsel
122 122. Jiwa Yang Bersedih
123 123. Summer In München
124 124. Ungkap
125 125. Jiwa Yang Berontak
126 126. Hangatnya Summer in München
127 127. Maybe
128 128. Kisah Kasih AmBar
129 129. Akad Nikah
130 130. Aku Bagimu
131 131. Menempuh Hidup Baru
132 Pemenang Giveaway BAJC
133 Extra Part 1
134 Extra Part 2
135 Extra Part 3
136 Extra Part 4
Episodes

Updated 136 Episodes

1
1. Ami Selimut
2
2. Menuju Tasik
3
3. Coach Akbar Speechless
4
4. Ya Salam
5
5. Dapoer Ibu
6
6. Boneka Panda
7
7. Nikah Yuk!
8
8. Sabar
9
9. Tidak Sabar
10
10. Seperti Dancow
11
11. Obrolan Minggu
12
12. Terngiang-ngiang
13
13. Tumben
14
14. Siapa Panda?
15
15. Malam Mingguan
16
16. I Miss You
17
17. Selamat Berjuang
18
18. Mobil Bikin Cemas
19
19. Balonku Ada Lima
20
20. Efek Pisang
21
21. Ikan Arwana Terbang Melayang
22
22. Ibarat Nama Kota
23
23. Ketagihan
24
24. Layang-Layang Terbang Bermanuver
25
25. Awalnya Hampa Jadinya Kaget
26
26. Ada Apa Dengan Ami
27
27. Room Sebelah
28
28. I Like You So Much
29
29. Virus MU
30
30. Mengkudu
31
31. Apapun Kulakukan
32
32. Berangkat Bareng
33
33. Hari Lamaran
34
34. Apa Aku Jatuh Cinta
35
35. Kado Panda
36
36. Sweet Seventeen
37
37. Dikira Calon, Ternyata?
38
38. Mind Mapping
39
39. Ternyata Mimpi
40
40. Step by Step
41
41. Resepsi Siang
42
42. Jebakan Sang Coach
43
43. Belum Waktunya Just Be Mine
44
44. Sarapan Pagi Kita
45
45. Kucing Yang Bikin Deg Degan
46
46. Be Calm, Babe
47
47. Kegelisahan Ami
48
48. Ami Melunak
49
49. Menuju Pertandingan Silat
50
50. Aku halusinasi?
51
51. Hadiah Pepaya
52
52. Undangan
53
53. Kiriman Paket
54
54. Resepsi Aiko
55
55. Resepsi Aiko (2)
56
56. Bismillah, Aku Siap
57
57. Reaksi Mama Mila
58
58. Menunggu Ibu
59
59. Sampai Bertemu Besok
60
60. Cerita Cinta Mekkah
61
61. Surprise Tanpa Bilang-bilang
62
62. Mikirin Mobil
63
63. Bakwan
64
64. Kartu Mengejutkan
65
65. Ada Paket
66
66. Hayuk Ke KUA
67
67. Masih Suasana Lebaran
68
68. Lebaran Kedua
69
69. Tentang Izin
70
70. Ambyar
71
71. Pertemuan Yang Kuimpikan
72
72. Berburu Rusa Ke Bukit Barisan
73
73. Blasteran
74
74. Buah tangan
75
75. Jaga Hati
76
76. Kemesraan Ini
77
77. I Love You 3000
78
78. Apotek Tutup
79
79. Hari Yang Ditunggu
80
80. Happy Birthday To You
81
81. Sekuntum Mawar Merah
82
82. Rejeki Si Bungsu
83
83. Pernikahan Ibu
84
84. Pesta Usai
85
85. Usai Liburan
86
86. Awal Sekolah
87
87. Win Win Solution
88
88. Support System
89
89. Ayo Curhat
90
90. Hari Ini Hari Yang Kau Tunggu
91
91. Gempar
92
92. Sikap Ami
93
93. Aku Datang
94
94. Panggil Ami!
95
95. Perjuangan Restu
96
96. Empat Mata
97
97. Deal
98
98. Mulai Menyebar
99
99. Cinta Tak Bisa Dipaksakan
100
100. Salaman Lagi
101
101. Tantangan
102
102. Menjelang Pulang
103
103. Bersiap Pulang Kampung
104
104. Obrolan Adik Kakak
105
105. Undangan Panji
106
106. Jawaban Penantian
107
107. Ditunggu di Singapura
108
108. Tamu Rabu
109
109. Ciamis - KL
110
110. Deep Talk Singapura
111
111. Apel Pertama
112
112. Welcome Desember
113
113. Zaky Pulang
114
114. Hari Lamaran
115
115. Melamarmu
116
116. Alarm Bunyi
117
117. Kisah Malam Minggu
118
118. Dua Orang Yang Pergi
119
119. Akbar ke Sekolah
120
120. Paturay Tineung
121
121. Ponsel
122
122. Jiwa Yang Bersedih
123
123. Summer In München
124
124. Ungkap
125
125. Jiwa Yang Berontak
126
126. Hangatnya Summer in München
127
127. Maybe
128
128. Kisah Kasih AmBar
129
129. Akad Nikah
130
130. Aku Bagimu
131
131. Menempuh Hidup Baru
132
Pemenang Giveaway BAJC
133
Extra Part 1
134
Extra Part 2
135
Extra Part 3
136
Extra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!