10. Seperti Dancow

Perasaan baru tadi magrib, sekarang sudah jam delapan lebih. Waktu terasa berjalan terlalu cepat, keluh Akbar dalam hati, saat menatap jam tangannya. Ia masih betah duduk di gazebo. Menikmati malam mingguan yang cerah bersama Ami yang lawak. Tidak ada matinya stok candaan gadis periang dan supel itu.

"Keburu malam, Bro." Leo mengingatkan waktunya pulang ke Jakarta. Jus mangga yang masih tersisa, disedot sampai habis. Sudah tiga kali ia mengingatkan Akbar untuk segera berangkat pulang ke Jakarta.

Akbar mengangguk meski bo kong berat untuk beranjak. "Mi, bisa suruh pegawai anterin bill nya kesini?" Ia menyimpan dompet di meja. Bersiap untuk membayar.

"Kata Ibu free, Kak." Ami lebih dulu turun dari gazebo. Bergegas memakai sandalnya. Ia lambaikan tangan, lebih dulu berjalan.

Akbar terkejut. Segera memakai sepatu kets nya dan mengejar langkah Ami. "Jangan dong, Mi. Kak Akbar mau bayar nggak mau gratis. Mana udah ngerepotin Ami sampai nemenin makan."

Ami menghentikan langkah. Membuat Akbar pun ikut berhenti dan saling berhadapan. "Kata Ibu emang Free, Kak. Kalau Kak Akbar maksa, Ibu akan tersinggung, aku juga. Nama Kak Akbar akan diblacklist tidak boleh datang lagi ke rumah Ibu. Gimana, hayoh?" Ami menaik turunkan alisnya dengan kedua tangan terlipat di dada.

"Wah, ancamannya mengerikan. Oke deh, Kak Akbar ngalah." Akbar mensejajari lagi langkah Ami meninggalkan area gazebo. Leo yang berada di belakangnya tersenyum samar.

Saat berpamitan kepada Ibu Sekar, bersamaan dengan Aul yang baru datang ditemani seorang pria yang tak lain adalah Anggara. Membuat Akbar mengerutkan kening melihat Aul malam mingguan dengan orang lain.

"Kak Akbar mau pulang ke Jakarta?" Tanya Aul yang berdiri di samping Ibu Sekar dan Ami.

"Iya, Aul. Permisi ya semuanya." Akbar menyalami Aul dan Anggara. Kepada Ibu Sekar dan Ami sudah bersalaman lebih dulu. Hal yang sama dilakukan Leo. Ia pun berucap salam dan melambaikan tangan.

"Bu, aku juga mau langsung pulang udah malam. Mohon doanya Bu, lusa berangkat ke Semarang dan berdinas di sana." Ucap Anggara yang sudah kenal lama dengan Ibu Sekar, yaitu sejak berteman dengan Puput.

"Wah dinasnya jauh ya sekarang. Semoga sukses dimanapun berada. Sehat selamat." Ibu Sekar mendoakan dengan tulus. Ia memang akrab dengan teman-teman dari semua anak-anaknya yang suka bermain ke rumah.

"Aamiin, Bu." Anggara pun berlalu usai pamit juga kepada Aul dan Ami. Pergi dengan berucap salam.

Aul lebih dulu masuk ke dalam dan masuk ke kamarnya. Merebahkan diri di kasur diiringi senyum lebar. Lega. Semua yang mengganjal di hati sudah diungkapkan. Begitu juga Anggara sudah berbesar hati dan menerima hubungan tetap berlanjut sebagai sahabat.

Waktunya besok bertemu Kak Panji.

Aul bangun dan terduduk sambil memeluk bantal guling dan menyembunyikan senyum. Tidak sabar menunggu pagi.

Begitu pagi menyapa, Aul segera menghubungi nomor Panji saat jam menunjukkan pukul tujuh. Tak ada jawaban meski tiga kali diulang. Bisa jadi Panji sedang joging, pikirnya.

[Kak Panji, bisakah datang ke rumah jam 10?]

Aul menyimpan ponsel usai mengirimkan sebuah pesan. Menyimpan kembali di nakas dan berlalu menuju Dapoer Ibu untuk mengecek kegiatan memasak. Hari minggu pengunjung akan bertambah banyak dibandingkan hari kerja. Porsi masakan selalu dibuat lebih banyak.

Di lantai atas, musik Bollywood sedang dimainkan. Ami sedang melakukan senam pagi dengan iringan lagu India yang enerjik. Hari minggunya cukup santai. Hanya menunggu enam orang teman sekolah akan main ke rumah jam 10 nanti.

Keringat sudah bercucuran. Dirasa cukup melakukan senam selama setengah jam itu. Ami beralih membuka aplikasi pesan, melihat update status orang-orang. Ia tersenyum begitu melihat status Akbar. Sebuah video tanpa caption memperlihatkan kegiatan sedang ngegym.

Padahal semalam di sini , eh sekarang udah di Jakarta aja.

Ami senyum-senyum dan mengirimkan balasan status , [Semangka 💪]

Aul keluar dari dapur rumah makan, menghampiri Ibu Sekar yang sedang berada di taman mawar. Taman kecil di sudut area gazebo yang sengaja Ibunya buat karena kecintaannya berkebun bunga mawar.

"Bu, tadi malam aku udah ngobrol sama Kak Angga, memperjelas semuanya." Aul berdiri di samping Ibu Sekar. Ikut membantu membuang daun yang kering.

"Terus gimana?" Ibu Sekar menoleh sesaat lalu melanjutkan memotong batang yang sudah tinggi dengan gunting khusus. Aul sama seperti Puput, selalu terbuka bercerita urusan pribadi.

"Aku tanyain maksud dari selama ini ngasih hadiah. Kak Angga ngaku suka sama aku. Tapi aku udah minta maaf gak bisa nerima karena kita beda haluan, beda mimpi, aku juga gak ada rasa khusus. Akhirnya dia ngerti. Intinya kita tetap berteman baik." Jelas Aul.

"Syukurlah. Tadi malam juga Ibu lihat wajah Angga biasa aja. Berarti dia menyadari dan nerima ya."

Aul mengangguk.

Ibu Sekar beralih keluar dari taman bunga mawar yang dipasang pagar setinggi 70 cm. Untuk menjaga pengunjung anak masuk tanpa pengawasan karena tangkai berduri. Ia mengajak Aul duduk di bangku panjang yang suka dijadikan para pengunjung berswafoto. "Terus sama Panji gimana? Ibu rasa udah waktunya ngasih kepastian."

"Iya, Bu. Aku udah suruh Kak Panji datang ke rumah nanti jam 10."

"Diterima nih?" Ibu Sekar tersenyum tipis sambil menaikkan satu alisnya.

Aul mengulum senyum dengan wajah merona. "Liat aja nanti." Ia pun beranjak lebih dulu karena tidak mau lagi digoda Ibunya. Bergegas menuju rumah. Penasaran ingin mengecek ponsel yang disimpan di kamar. Sudah adakah balasan dari Panji?

Sementara itu Panji baru pulang lari pagi menyusuri jalan desa. Masuk ke dalam kamar dan membuka kaosnya yang basah. Ia meraih ponsel yang tergeletak di sofa. Termenung menatap 3 kali misscall dan satu pesan dari Aul. Tidak ada lagi semangat menggebu untuk menunggu waktu bertemu. Merasa sudah tahu jawaban yang akan didapat. Ia abaikan, belum ingin membalas. Tidak bersemangat.

Panji keluar dari kamar mandi dengan rambut setengah basah dan telanjang dada. Bagian bawah hanya tertutupi handuk sampai pinggang. Tiba-tiba tangannya berhenti saat memilih baju. Kesegaran usai mandi membuat otaknya bisa berpikir jernih. Merasa sikapnya salah karena tidak membalas chat Aul.

[Iya aku akan datang]

Sebuah balasan sudah dikirim. Tidak ingin menjadi pria pengecut. Ia sudah janji mau menunggu sehari. Apapun kalimat yang akan diucapkan Aul nanti, ia akan berbesar hati.

***

Ami menuruni tangga usai mandi dan merapihkan tempat di atas untuk tempat belajar bersama. Bersantai di ruang tamu menunggu teman-temannya datang. Baru juga rebahan, terdengar notif pesan masuk.

[Hai Mi, lagi ngapain?]

Ternyata sebuah pesan dari Akbar. Membuat Ami tersenyum dengan sorot mata berbinar. Segera mengetikkan balasan.

Ami : [Lagi nunggu friends, Kak. Mau belajar bersama persiapan ujian]

Akbar: [Good. Semangat belajarnya ya. Yakin deh rank 1 lagi. Ami gitu lho]

Ami : [Aamiin. Motivasi Coach Akbar sama dengan susu Dancow deh]

Akbar: [Waduh. Kenapa sama dengan susu dancow? 🤔]

Ami : [Dancow hadir mengubah segalanya menjadi lebih indah 🎶 🤭]

Nun jauh berjarak ratusan kilometer. Tepatnya di Jakarta, seorang pria yang sedang bersantai tiba-tiba tertawa lepas sambil memegang ponsel. Mengagetkan dua orang yang berada di sofa hadapannya yang kemudian saling tatap dengan sorot penuh tanya.

"Mam, Mas Akbar pagi ini Iko lihat wajahnya ada yang beda. Fall in love kah dia?" Tanya Iko berbisik, yang merupakan panggilan nama Aiko. Merupakan adiknya Akbar satu-satunya. Ia baru datang dari Singapura kemarin disaat sang kakak berada di Tasik.

"Moga aja. Itu yang Mama harepin. Mungkin aja kakakmu udah kesambet mojang Tasik. Doa Mama dikabulkan sepertinya." Mama Mila balas berbisik dengan wajah semringah. Tidak ingin mengganggu Akbar yang sedang rebahan dengan menumpuk dua bantal sofa sebagai sandaran kepala. Kini asyik lagi mengetikkan pesan sambil senyum-senyum.

Akbar beberapa kali melakukan ketik hapus, ketik hapus. Bingung membalas gombalan receh Ami dengan apa. Ia tidak bisa dan tidak biasa menggombal.

[Nyerah, Mi. Speechless]

[But, makasih udah bikin Kak Akbar happy 😉]

Akbar dengan cepat mengirimkan dua balasan berturut-turut, dengan bibir yang masih melengkungkan senyum.

Ami : [Hi hi hi 🙃. Eh Kak, udah dulu ya. Teman-teman udah datang]

Akbar : [Oke, Mi. Btw, berapa orang temannya?]

Ami : [ 6 orang]

Akbar: [Ok. Semangat belajar!]

Akbar beranjak bangun dan beralih posisi menjadi duduk bersila.

"Mas, Iko mau ngomong. Udah dulu pegang hapenya." Aiko menatap kakaknya yang masih saja belum selesai dengan gadgetnya itu.

"Bentar, dek. Order go food dulu." Sahut Akbar dengan pandangan masih fokus mengamati layar yang menampilkan deretan gambar makanan.

Terpopuler

Comments

Ta..h

Ta..h

baca yang sekarang aku pengen cepet baca part ami aul ku lewati 😅😅😅 aku senyum2 mas akbar aku jadi ke bawa bawa bahagia nya mas akbar 🤩.

2024-10-19

0

Jamaliah

Jamaliah

aku senyum-2 sendiri kalau baca pas ami lagi gombalin cowok

2024-07-25

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Akbar berasa ABG lagi nih... 🤭🤭🤭 baper gak abis² krn gombalan Ami..

2023-09-26

1

lihat semua
Episodes
1 1. Ami Selimut
2 2. Menuju Tasik
3 3. Coach Akbar Speechless
4 4. Ya Salam
5 5. Dapoer Ibu
6 6. Boneka Panda
7 7. Nikah Yuk!
8 8. Sabar
9 9. Tidak Sabar
10 10. Seperti Dancow
11 11. Obrolan Minggu
12 12. Terngiang-ngiang
13 13. Tumben
14 14. Siapa Panda?
15 15. Malam Mingguan
16 16. I Miss You
17 17. Selamat Berjuang
18 18. Mobil Bikin Cemas
19 19. Balonku Ada Lima
20 20. Efek Pisang
21 21. Ikan Arwana Terbang Melayang
22 22. Ibarat Nama Kota
23 23. Ketagihan
24 24. Layang-Layang Terbang Bermanuver
25 25. Awalnya Hampa Jadinya Kaget
26 26. Ada Apa Dengan Ami
27 27. Room Sebelah
28 28. I Like You So Much
29 29. Virus MU
30 30. Mengkudu
31 31. Apapun Kulakukan
32 32. Berangkat Bareng
33 33. Hari Lamaran
34 34. Apa Aku Jatuh Cinta
35 35. Kado Panda
36 36. Sweet Seventeen
37 37. Dikira Calon, Ternyata?
38 38. Mind Mapping
39 39. Ternyata Mimpi
40 40. Step by Step
41 41. Resepsi Siang
42 42. Jebakan Sang Coach
43 43. Belum Waktunya Just Be Mine
44 44. Sarapan Pagi Kita
45 45. Kucing Yang Bikin Deg Degan
46 46. Be Calm, Babe
47 47. Kegelisahan Ami
48 48. Ami Melunak
49 49. Menuju Pertandingan Silat
50 50. Aku halusinasi?
51 51. Hadiah Pepaya
52 52. Undangan
53 53. Kiriman Paket
54 54. Resepsi Aiko
55 55. Resepsi Aiko (2)
56 56. Bismillah, Aku Siap
57 57. Reaksi Mama Mila
58 58. Menunggu Ibu
59 59. Sampai Bertemu Besok
60 60. Cerita Cinta Mekkah
61 61. Surprise Tanpa Bilang-bilang
62 62. Mikirin Mobil
63 63. Bakwan
64 64. Kartu Mengejutkan
65 65. Ada Paket
66 66. Hayuk Ke KUA
67 67. Masih Suasana Lebaran
68 68. Lebaran Kedua
69 69. Tentang Izin
70 70. Ambyar
71 71. Pertemuan Yang Kuimpikan
72 72. Berburu Rusa Ke Bukit Barisan
73 73. Blasteran
74 74. Buah tangan
75 75. Jaga Hati
76 76. Kemesraan Ini
77 77. I Love You 3000
78 78. Apotek Tutup
79 79. Hari Yang Ditunggu
80 80. Happy Birthday To You
81 81. Sekuntum Mawar Merah
82 82. Rejeki Si Bungsu
83 83. Pernikahan Ibu
84 84. Pesta Usai
85 85. Usai Liburan
86 86. Awal Sekolah
87 87. Win Win Solution
88 88. Support System
89 89. Ayo Curhat
90 90. Hari Ini Hari Yang Kau Tunggu
91 91. Gempar
92 92. Sikap Ami
93 93. Aku Datang
94 94. Panggil Ami!
95 95. Perjuangan Restu
96 96. Empat Mata
97 97. Deal
98 98. Mulai Menyebar
99 99. Cinta Tak Bisa Dipaksakan
100 100. Salaman Lagi
101 101. Tantangan
102 102. Menjelang Pulang
103 103. Bersiap Pulang Kampung
104 104. Obrolan Adik Kakak
105 105. Undangan Panji
106 106. Jawaban Penantian
107 107. Ditunggu di Singapura
108 108. Tamu Rabu
109 109. Ciamis - KL
110 110. Deep Talk Singapura
111 111. Apel Pertama
112 112. Welcome Desember
113 113. Zaky Pulang
114 114. Hari Lamaran
115 115. Melamarmu
116 116. Alarm Bunyi
117 117. Kisah Malam Minggu
118 118. Dua Orang Yang Pergi
119 119. Akbar ke Sekolah
120 120. Paturay Tineung
121 121. Ponsel
122 122. Jiwa Yang Bersedih
123 123. Summer In München
124 124. Ungkap
125 125. Jiwa Yang Berontak
126 126. Hangatnya Summer in München
127 127. Maybe
128 128. Kisah Kasih AmBar
129 129. Akad Nikah
130 130. Aku Bagimu
131 131. Menempuh Hidup Baru
132 Pemenang Giveaway BAJC
133 Extra Part 1
134 Extra Part 2
135 Extra Part 3
136 Extra Part 4
Episodes

Updated 136 Episodes

1
1. Ami Selimut
2
2. Menuju Tasik
3
3. Coach Akbar Speechless
4
4. Ya Salam
5
5. Dapoer Ibu
6
6. Boneka Panda
7
7. Nikah Yuk!
8
8. Sabar
9
9. Tidak Sabar
10
10. Seperti Dancow
11
11. Obrolan Minggu
12
12. Terngiang-ngiang
13
13. Tumben
14
14. Siapa Panda?
15
15. Malam Mingguan
16
16. I Miss You
17
17. Selamat Berjuang
18
18. Mobil Bikin Cemas
19
19. Balonku Ada Lima
20
20. Efek Pisang
21
21. Ikan Arwana Terbang Melayang
22
22. Ibarat Nama Kota
23
23. Ketagihan
24
24. Layang-Layang Terbang Bermanuver
25
25. Awalnya Hampa Jadinya Kaget
26
26. Ada Apa Dengan Ami
27
27. Room Sebelah
28
28. I Like You So Much
29
29. Virus MU
30
30. Mengkudu
31
31. Apapun Kulakukan
32
32. Berangkat Bareng
33
33. Hari Lamaran
34
34. Apa Aku Jatuh Cinta
35
35. Kado Panda
36
36. Sweet Seventeen
37
37. Dikira Calon, Ternyata?
38
38. Mind Mapping
39
39. Ternyata Mimpi
40
40. Step by Step
41
41. Resepsi Siang
42
42. Jebakan Sang Coach
43
43. Belum Waktunya Just Be Mine
44
44. Sarapan Pagi Kita
45
45. Kucing Yang Bikin Deg Degan
46
46. Be Calm, Babe
47
47. Kegelisahan Ami
48
48. Ami Melunak
49
49. Menuju Pertandingan Silat
50
50. Aku halusinasi?
51
51. Hadiah Pepaya
52
52. Undangan
53
53. Kiriman Paket
54
54. Resepsi Aiko
55
55. Resepsi Aiko (2)
56
56. Bismillah, Aku Siap
57
57. Reaksi Mama Mila
58
58. Menunggu Ibu
59
59. Sampai Bertemu Besok
60
60. Cerita Cinta Mekkah
61
61. Surprise Tanpa Bilang-bilang
62
62. Mikirin Mobil
63
63. Bakwan
64
64. Kartu Mengejutkan
65
65. Ada Paket
66
66. Hayuk Ke KUA
67
67. Masih Suasana Lebaran
68
68. Lebaran Kedua
69
69. Tentang Izin
70
70. Ambyar
71
71. Pertemuan Yang Kuimpikan
72
72. Berburu Rusa Ke Bukit Barisan
73
73. Blasteran
74
74. Buah tangan
75
75. Jaga Hati
76
76. Kemesraan Ini
77
77. I Love You 3000
78
78. Apotek Tutup
79
79. Hari Yang Ditunggu
80
80. Happy Birthday To You
81
81. Sekuntum Mawar Merah
82
82. Rejeki Si Bungsu
83
83. Pernikahan Ibu
84
84. Pesta Usai
85
85. Usai Liburan
86
86. Awal Sekolah
87
87. Win Win Solution
88
88. Support System
89
89. Ayo Curhat
90
90. Hari Ini Hari Yang Kau Tunggu
91
91. Gempar
92
92. Sikap Ami
93
93. Aku Datang
94
94. Panggil Ami!
95
95. Perjuangan Restu
96
96. Empat Mata
97
97. Deal
98
98. Mulai Menyebar
99
99. Cinta Tak Bisa Dipaksakan
100
100. Salaman Lagi
101
101. Tantangan
102
102. Menjelang Pulang
103
103. Bersiap Pulang Kampung
104
104. Obrolan Adik Kakak
105
105. Undangan Panji
106
106. Jawaban Penantian
107
107. Ditunggu di Singapura
108
108. Tamu Rabu
109
109. Ciamis - KL
110
110. Deep Talk Singapura
111
111. Apel Pertama
112
112. Welcome Desember
113
113. Zaky Pulang
114
114. Hari Lamaran
115
115. Melamarmu
116
116. Alarm Bunyi
117
117. Kisah Malam Minggu
118
118. Dua Orang Yang Pergi
119
119. Akbar ke Sekolah
120
120. Paturay Tineung
121
121. Ponsel
122
122. Jiwa Yang Bersedih
123
123. Summer In München
124
124. Ungkap
125
125. Jiwa Yang Berontak
126
126. Hangatnya Summer in München
127
127. Maybe
128
128. Kisah Kasih AmBar
129
129. Akad Nikah
130
130. Aku Bagimu
131
131. Menempuh Hidup Baru
132
Pemenang Giveaway BAJC
133
Extra Part 1
134
Extra Part 2
135
Extra Part 3
136
Extra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!