18. Mobil Bikin Cemas

Akbar menjemput Ibu Sekar dan Enin dengan kendaraan Alphard. Cocok untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh. Jam tujuh pagi, ia sudah berada di rumah Rama. Sesuai permintaan Ibu Sekar kemarin, akan berangkat pagi.

"Nitip Ibu sama Enin ya, Bar!" Rama mengantar sampai ke teras bersama dengan Puput.

"Oke, Bro." Akbar mengacungkan satu jempolnya. Ia beralih menyaksikan Ibu Sekar dan Enin yang berpelukan, perpisahan dengan Rama dan Puput. Waktunya pergi.

"Bar, Enin mau di belakang aja sendirian. Biar bisa tiduran." Enin menolak duduk di jok baris tengah.

Akbar menurut. Kebetulan ada satu bantal yang biasa ia pakai bila perjalanan jauh. Rencana mau duduk di samping sopir, berubah menjadi duduk di baris tengah bersama Ibu Sekar. Tersenyum samar. Ada bagusnya bisa semakin dekat dengan ibunya Ami, pikirnya.

"Bar, ke Tasik ada acara apa? Kok sendiri, tidak sama gantungan kunci?" Tanya Enin memecah kesunyian saat mobil sudah melaju di jalan raya.

Ibu Sekar mengerutkan kening. Menoleh ke belakang dan bertanya, "Gantungan kunci apa, Enin?"

Akbar terkekeh. "Enin bisa aja ngasih istilah, Bu. Maksudnya Enin itu Leo." Ia yang mewakili menjawab. Membuat Ibu Sekar ikut terkekeh dan geleng-geleng kepala.

"Gini nih efek gaul sama Ami. Dia tuh kalau nginep ada aja lawakannya. Itu juga istilah dari Ami. Enin harus banyak humor biar awet tua, katanya." Enin pun sama terkekeh-kekeh.

Akbar tersenyum simpul. "Ami, kamu memang mood booster untuk semua orang," ucap batinnya penuh bangga.

"Akbar ke Tasik mau sidak hotel, Nin. Leo nggak bisa ikut karena ada acara dengan istrinya." Akbar beralasan menjawab pertanyaan Enin.

"Oh, kirain ada gadis Tasik yang mau diapelin malam minggu." Sahut Enin.

Akbar hanya menanggapi dengan kekehan. Padahal ucapan Enin hampir tepat. Cuma salah kota.

Sementara di Ciamis, Ami dan Aul baru tiba di rumah, pulang lari pagi. Keringat bercucuran tidak hanya di badan, tetapi juga di wajah kedua gadis cantik itu. Mempunyai skil beladiri silat mengharuskannya selalu menjaga kebugaran tubuh. Biar tetap prima.

"Ibu sama Enin udah berangkat, Mi. Jadinya numpang bareng di mobilnya Kak Akbar." Aul menyampaikan pesan yang diterimanya dari Ibu. Ia baru sempat mengecek ponsel.

Ami yang sedang minum langsung tersedak. Terbatuk-batuk sampai matanya berair. Kaget.

"Makanya minum tuh jangan sekali teguk. Harus sesuai sunnah. Ambil nafas tiga kali waktu minum." Tegur Aul yang baru bersiap minum.

"Iya sesuai sunnah kok. Barusan barengan tiba-tiba tenggorokan gatel, jadinya keselek air." Kilah Ami menutupi alasan sebenarnya. Mengelap bibir dan hidungnya dengan tisu sambil menenangkan jantung yang masih berdetak cepat usai olahraga lari.

Ami naik ke kamarnya untuk mengecek ponsel. Ada banyak pesan dari grup kelasnya tapi tidak ada pesan dari Panda.

Kak Akbar kok nggak bilang sama aku ya.

Ami termenung dengan pipi menggembung. Daripada menduga-duga, ia memilih bertanya langsung pada orangnya.

[Kak, katanya Ibu pulang sama Kak Akbar. Benarkah?]

Sambil menunggu pesannya dibalas, Ami membaca pesan di grup kelasnya yang menumpuk puluhan. Tidak ada informasi yang penting. Hanya postingan kegiatan beberapa orang di sabtu pagi ini yang saling berbalas pesan.

[Iya, Mi. Kak Akbar mendadak ada urusan pekerjaan di Tasik. Jadi sekalian aja ajak Ibu n Enin pulang bareng]

Ami tersenyum membaca balasan dari Panda. Tapi juga mendadak deg degan membayangkan nanti bakalan ketemu.

Ami : [Oh gitu. Pakai mobil or pesawat, Kak?]

Akbar: [Mobil]

Ami : [Duh, mobil itu kendaraan yang bikin aku cemas 🤧]

Akbar: [Why? 🤔]

Ami: [Mobilang cinta tapi takut ditolak 🤪🤭]

Mobil Akbar mulai antri memasuki gerbang tol. Ia baru sekali tegukan meminum air mineral, dengan mata tak lepas menatap layar ponsel yang dipegang di tangan kiri. Dan balasan dari Ami sukses membuat dirinya tersedak dan Terbatuk-batuk. Uhuk-uhuk.

"Perlu tisu, nak?" Ibu Sekar mengeluarkan kemasan tisu dari dalam tasnya. Mengulurkannya kepada Akbar yang belum berhenti terbatuk-batuk.

"Makasih, Bu. Duh, maaf. Lagi minum tiba-tiba gatel tenggorokan." Akbar beralasan. Ia menarik selembar tisu untuk mengelap bibir dan sudut mata yang berair.

"Ini gara-gara anak Ibu." Alasan yang hanya diucapkan Akbar di dalam hati.

Sudah reda batuknya. Akbar membalas pesan Ami dengan emoji senyum pipi merona.

Ami salahmu sendiri mancing-mancing mulu. Awas aja kamu akan jatuh pada pesonaku.

Monolog dalam hati Akbar, membuat senyum tipis terbit menghiasi wajah tampannya.

***

Sudah pukul satu siang. Ami sudah dua kali memantau perjalanan dengan bertanya pada Ibu, posisi sudah sampai mana.

[Duhur dulu di masjid Babussalam]

Ami membaca balasan dari ibunya dengan mata melebar. "Satu jam an lagi nyampe dong," gumamnya. Ia mematut diri di depan cermin. Menilai keseluruhan penampilan.

"Kerudung harus ganti deh. Hmm....baju juga. Ini udah sering dipakai." Ami bermonolog menatap pantulan dirinya di cermin. Bergegas membuka lemari baju. Memilih dari tumpukan baju yang dilipat juga menilik yang berderet di gantungan.

Sementara mobil Akbar kembali melaju keluar dari parkiran masjid Babussalam. Setelah sebelumnya istirahat makan siang di rumah makan khas sunda dengan menu khas nasi liwet. Padahal tadi bisa saja sekalian sholat di mushola rumah makan. Namun Enin memilih masjid itu karena ada rindu dengan keindahan arsitektur serta kenyamanannya.

Jalan raya yang dilalui mulai menurun dan berkelok-kelok. Perlu kewaspadaan sopir jika ingin salip menyalip kendaraan di depannya. Karena dari arah berlawanan akan sering berpapasan dengan truk-truk pengangkut pasir juga bus-bus antar kota antar provinsi. Mengisi waktu perjalanan dengan berbincang santai, hingga tak terasa mobil tiba di depan rumah Enin.

"Bar, nanti tidur di sini aja ya!" Pinta Enin yang masuk ke dalam pekarangan dan sampai di teras dengan diantar oleh Ibu Sekar dan Akbar.

"Liat sikon nanti ya, Nin." Akbar belum bisa memberi jawaban pasti. Ia dan Ibu Sekar pamit usai bertemu Panji yang membukakan pintu rumah.

Giliran mobil berbalik arah menyusuri jalan menurun. Keluar dari jalan desa. Hanya dalam waktu lima belas menit melaju di jalan raya, mobil pun tiba di depan rumah Ibu Sekar.

"Alhamdulillah." Ibu Sekar tersenyum lega. Perjalanan jauh akhirnya tiba di rumah dengan selamat. "Akbar masuk dulu ya! Istirahat di rumah Ibu," sambungnya begitu sliding door terbuka otomatis.

"Baik, Bu." Sahut Akbar sigap. Tentu tidak akan menolak. Kedatangannya memang sebagai jawaban dari pertanyaan jebakan Ami tentang spelling huruf A dan U (I miss you).

Di dalam rumah, Ami mengintip dari jendela ruang tamu ke arah luar. Mendadak jantungnya berdebar-debar melihat Panda nya memasuki pekarangan bersama Ibu.

"Huft. Bismillah...bismillah." Ami menggosok-gosok kedua telapak tangan yang mendadak dingin. Menarik nafas dari hidung, menghembuskan dari mulut secara perlahan, sebelum membukakan pintu.

Pintu pun dibuka oleh Ami dengan lebar. Pandangan mata langsung bersirobok dengan Akbar yang berjalan di belakang Ibu Sekar. Sama-sama tersenyum dengan ekspresi wajah yang berbeda. Jika Akbar terlihat tenang, lain halnya dengan Ami yang kentara grogi dan malu-malu dengan wajah merona.

"Assalamu'alaikum." Ucapan salam Ibu menyelamatkan Ami dari salah tingkahnya. Ia segera mencium punggung tangan sang ibu. Kemudian beralih menyalami Akbar dengan menyentuhkan tangan sang coach ke keningnya.

"Mangga masuk, Kak." Ami senyum-senyum sambil bergeser memberi jalan. Kedua tangan meremas kain rok plisket yang dikenakannya. Ibu lebih dulu ke dalam sambil mengambil alih tas pakaian yang dibawakan oleh Akbar.

Akbar tersenyum dan mengangguk. Namun ia masih bergeming berdiri di teras, menunggu dulu Ibu Sekar sampai ke ruang tengah.

"Ami kayaknya abis lari siang, ya?" Ucap Akbar pelan dan tenang. Ia menatap intens wajah Ami yang berdiri di samping kusen pintu.

Ami menggeleng. "Siang nggak kemana-mana, di rumah aja. Sengaja nungguin Ibu pulang. Lari mah tadi pagi sama Teh Aul," jawabnya jujur.

"Oh, kirain abis lari. Soalnya wajah putih Ami merah banget kayak tomat. Makin cantik." Akbar menatap lembut dan tersenyum simpul. Waspada juga sekilas melihat ke dalam.

"Masa sih." Ami tersipu. Ia menangkup kedua pipinya yang kini terasa memanas.

"Akbar, kenapa masih di luar? Ayo masuk!" Seru Ibu Sekar dari arah ruang tengah. Posisi Ami tidak terlihat dari dalam. Hanya terlihat Akbar yang berdiri dengan kepala menoleh ke sebelah kiri.

Akbar meluruskan pandangan ke dalam. Padahal ia sedang menikmati kepolosan Ami yang wajahnya semakin memerah dan salah tingkah. Ia mengangguk ke arah Ibu Sekar. Mulai melangkahkan kaki sambil melirik Ami dengan iringan kedipan mata. Mengajak masuk.

Terpopuler

Comments

Yeti Kosasih

Yeti Kosasih

laah gimna inii,jdi ikut²an saltiiingg...owh dagdigduug..😘🤩🤩🤩

2025-02-07

0

Aira Azzahra Humaira

Aira Azzahra Humaira

adduh dagdigdug deh

2024-11-14

0

Vita Liana

Vita Liana

/Grin/

2024-11-01

0

lihat semua
Episodes
1 1. Ami Selimut
2 2. Menuju Tasik
3 3. Coach Akbar Speechless
4 4. Ya Salam
5 5. Dapoer Ibu
6 6. Boneka Panda
7 7. Nikah Yuk!
8 8. Sabar
9 9. Tidak Sabar
10 10. Seperti Dancow
11 11. Obrolan Minggu
12 12. Terngiang-ngiang
13 13. Tumben
14 14. Siapa Panda?
15 15. Malam Mingguan
16 16. I Miss You
17 17. Selamat Berjuang
18 18. Mobil Bikin Cemas
19 19. Balonku Ada Lima
20 20. Efek Pisang
21 21. Ikan Arwana Terbang Melayang
22 22. Ibarat Nama Kota
23 23. Ketagihan
24 24. Layang-Layang Terbang Bermanuver
25 25. Awalnya Hampa Jadinya Kaget
26 26. Ada Apa Dengan Ami
27 27. Room Sebelah
28 28. I Like You So Much
29 29. Virus MU
30 30. Mengkudu
31 31. Apapun Kulakukan
32 32. Berangkat Bareng
33 33. Hari Lamaran
34 34. Apa Aku Jatuh Cinta
35 35. Kado Panda
36 36. Sweet Seventeen
37 37. Dikira Calon, Ternyata?
38 38. Mind Mapping
39 39. Ternyata Mimpi
40 40. Step by Step
41 41. Resepsi Siang
42 42. Jebakan Sang Coach
43 43. Belum Waktunya Just Be Mine
44 44. Sarapan Pagi Kita
45 45. Kucing Yang Bikin Deg Degan
46 46. Be Calm, Babe
47 47. Kegelisahan Ami
48 48. Ami Melunak
49 49. Menuju Pertandingan Silat
50 50. Aku halusinasi?
51 51. Hadiah Pepaya
52 52. Undangan
53 53. Kiriman Paket
54 54. Resepsi Aiko
55 55. Resepsi Aiko (2)
56 56. Bismillah, Aku Siap
57 57. Reaksi Mama Mila
58 58. Menunggu Ibu
59 59. Sampai Bertemu Besok
60 60. Cerita Cinta Mekkah
61 61. Surprise Tanpa Bilang-bilang
62 62. Mikirin Mobil
63 63. Bakwan
64 64. Kartu Mengejutkan
65 65. Ada Paket
66 66. Hayuk Ke KUA
67 67. Masih Suasana Lebaran
68 68. Lebaran Kedua
69 69. Tentang Izin
70 70. Ambyar
71 71. Pertemuan Yang Kuimpikan
72 72. Berburu Rusa Ke Bukit Barisan
73 73. Blasteran
74 74. Buah tangan
75 75. Jaga Hati
76 76. Kemesraan Ini
77 77. I Love You 3000
78 78. Apotek Tutup
79 79. Hari Yang Ditunggu
80 80. Happy Birthday To You
81 81. Sekuntum Mawar Merah
82 82. Rejeki Si Bungsu
83 83. Pernikahan Ibu
84 84. Pesta Usai
85 85. Usai Liburan
86 86. Awal Sekolah
87 87. Win Win Solution
88 88. Support System
89 89. Ayo Curhat
90 90. Hari Ini Hari Yang Kau Tunggu
91 91. Gempar
92 92. Sikap Ami
93 93. Aku Datang
94 94. Panggil Ami!
95 95. Perjuangan Restu
96 96. Empat Mata
97 97. Deal
98 98. Mulai Menyebar
99 99. Cinta Tak Bisa Dipaksakan
100 100. Salaman Lagi
101 101. Tantangan
102 102. Menjelang Pulang
103 103. Bersiap Pulang Kampung
104 104. Obrolan Adik Kakak
105 105. Undangan Panji
106 106. Jawaban Penantian
107 107. Ditunggu di Singapura
108 108. Tamu Rabu
109 109. Ciamis - KL
110 110. Deep Talk Singapura
111 111. Apel Pertama
112 112. Welcome Desember
113 113. Zaky Pulang
114 114. Hari Lamaran
115 115. Melamarmu
116 116. Alarm Bunyi
117 117. Kisah Malam Minggu
118 118. Dua Orang Yang Pergi
119 119. Akbar ke Sekolah
120 120. Paturay Tineung
121 121. Ponsel
122 122. Jiwa Yang Bersedih
123 123. Summer In München
124 124. Ungkap
125 125. Jiwa Yang Berontak
126 126. Hangatnya Summer in München
127 127. Maybe
128 128. Kisah Kasih AmBar
129 129. Akad Nikah
130 130. Aku Bagimu
131 131. Menempuh Hidup Baru
132 Pemenang Giveaway BAJC
133 Extra Part 1
134 Extra Part 2
135 Extra Part 3
136 Extra Part 4
Episodes

Updated 136 Episodes

1
1. Ami Selimut
2
2. Menuju Tasik
3
3. Coach Akbar Speechless
4
4. Ya Salam
5
5. Dapoer Ibu
6
6. Boneka Panda
7
7. Nikah Yuk!
8
8. Sabar
9
9. Tidak Sabar
10
10. Seperti Dancow
11
11. Obrolan Minggu
12
12. Terngiang-ngiang
13
13. Tumben
14
14. Siapa Panda?
15
15. Malam Mingguan
16
16. I Miss You
17
17. Selamat Berjuang
18
18. Mobil Bikin Cemas
19
19. Balonku Ada Lima
20
20. Efek Pisang
21
21. Ikan Arwana Terbang Melayang
22
22. Ibarat Nama Kota
23
23. Ketagihan
24
24. Layang-Layang Terbang Bermanuver
25
25. Awalnya Hampa Jadinya Kaget
26
26. Ada Apa Dengan Ami
27
27. Room Sebelah
28
28. I Like You So Much
29
29. Virus MU
30
30. Mengkudu
31
31. Apapun Kulakukan
32
32. Berangkat Bareng
33
33. Hari Lamaran
34
34. Apa Aku Jatuh Cinta
35
35. Kado Panda
36
36. Sweet Seventeen
37
37. Dikira Calon, Ternyata?
38
38. Mind Mapping
39
39. Ternyata Mimpi
40
40. Step by Step
41
41. Resepsi Siang
42
42. Jebakan Sang Coach
43
43. Belum Waktunya Just Be Mine
44
44. Sarapan Pagi Kita
45
45. Kucing Yang Bikin Deg Degan
46
46. Be Calm, Babe
47
47. Kegelisahan Ami
48
48. Ami Melunak
49
49. Menuju Pertandingan Silat
50
50. Aku halusinasi?
51
51. Hadiah Pepaya
52
52. Undangan
53
53. Kiriman Paket
54
54. Resepsi Aiko
55
55. Resepsi Aiko (2)
56
56. Bismillah, Aku Siap
57
57. Reaksi Mama Mila
58
58. Menunggu Ibu
59
59. Sampai Bertemu Besok
60
60. Cerita Cinta Mekkah
61
61. Surprise Tanpa Bilang-bilang
62
62. Mikirin Mobil
63
63. Bakwan
64
64. Kartu Mengejutkan
65
65. Ada Paket
66
66. Hayuk Ke KUA
67
67. Masih Suasana Lebaran
68
68. Lebaran Kedua
69
69. Tentang Izin
70
70. Ambyar
71
71. Pertemuan Yang Kuimpikan
72
72. Berburu Rusa Ke Bukit Barisan
73
73. Blasteran
74
74. Buah tangan
75
75. Jaga Hati
76
76. Kemesraan Ini
77
77. I Love You 3000
78
78. Apotek Tutup
79
79. Hari Yang Ditunggu
80
80. Happy Birthday To You
81
81. Sekuntum Mawar Merah
82
82. Rejeki Si Bungsu
83
83. Pernikahan Ibu
84
84. Pesta Usai
85
85. Usai Liburan
86
86. Awal Sekolah
87
87. Win Win Solution
88
88. Support System
89
89. Ayo Curhat
90
90. Hari Ini Hari Yang Kau Tunggu
91
91. Gempar
92
92. Sikap Ami
93
93. Aku Datang
94
94. Panggil Ami!
95
95. Perjuangan Restu
96
96. Empat Mata
97
97. Deal
98
98. Mulai Menyebar
99
99. Cinta Tak Bisa Dipaksakan
100
100. Salaman Lagi
101
101. Tantangan
102
102. Menjelang Pulang
103
103. Bersiap Pulang Kampung
104
104. Obrolan Adik Kakak
105
105. Undangan Panji
106
106. Jawaban Penantian
107
107. Ditunggu di Singapura
108
108. Tamu Rabu
109
109. Ciamis - KL
110
110. Deep Talk Singapura
111
111. Apel Pertama
112
112. Welcome Desember
113
113. Zaky Pulang
114
114. Hari Lamaran
115
115. Melamarmu
116
116. Alarm Bunyi
117
117. Kisah Malam Minggu
118
118. Dua Orang Yang Pergi
119
119. Akbar ke Sekolah
120
120. Paturay Tineung
121
121. Ponsel
122
122. Jiwa Yang Bersedih
123
123. Summer In München
124
124. Ungkap
125
125. Jiwa Yang Berontak
126
126. Hangatnya Summer in München
127
127. Maybe
128
128. Kisah Kasih AmBar
129
129. Akad Nikah
130
130. Aku Bagimu
131
131. Menempuh Hidup Baru
132
Pemenang Giveaway BAJC
133
Extra Part 1
134
Extra Part 2
135
Extra Part 3
136
Extra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!