Dua keluarga duduk bersama di meja tipe family yang sudah direservasi dadakan sore tadi. Hingga begitu duduk, tidak menunggu lama, hidangan pembuka menyusul disajikan oleh tiga orang pelayan. Menu yang tersaji hasil diskusi Panji dan Aul.
Ami memilih duduk bersisian dengan Padma. Yang sama-sama menjadi pendengar perbincangan serius tapi santai para orang tua juga calon pengantin. Rembukan pun berakhir kesepakatan tanggal lamaran yang akan dilaksanakan tiga minggu lagi.
"Nikahnya mau kapan, Nji?" Ayah Anjar menatap Panji yang duduk paling sisi di samping Enin.
"Panji sih sebulan setelah khitbah juga siap. Tapi keputusan akhir ada di Aul." Panji menatap Aul yang yang duduk di sebrang meja, segaris dengannya.
Giliran Aul menoleh menatap Ibu Sekar. Sebelumnya sudah membicarakan wacana ini dengan ibu tadi siang. Tatapannya sebagai isyarat agar ibunya yang menjawab.
"Pak Anjar, Bu Ratih, Enin, saya setuju dengan keinginan Panji untuk menyegerakan pernikahan. Sudah sama-sama saling kenal secara pribadi dan keluarga. Aul juga sudah bilang sama saya, mau menerima Panji tanpa paksaan atau tekanan dari siapapun. Tapi untuk waktu yang diinginkan Panji, saya belum bisa jawab sekarang. Mau mengabari dulu Zaky. Kapan Zaky libur atau bisakah cuti kuliah biar bisa pulang dulu jadi wali nikah." Ibu Sekar menjelaskan panjang lebar agar dimaklumi semua orang.
"Baik, Bu Sekar. Kami akan menunggu kabar lanjutan. Semoga niat baik anak-anak kita ini diberi kemudahan dan kelancaran." Ayah Anjar menutup pembicaraan serius dengan sama-sama berucap amin.
"Munaroh, Kak Panji sama Teh Aul nikah, kita makin bestie dong." Ami berbisik di telinga Padma di saat pelayan datang lagi menyajikan hidangan utama.
"Iya, Marimar. Eh, nanti kamu bakalan mulung sawer lagi nggak? Secara kamu kan udah SMA. Aku sih wajar kan masih SMP." Padma balas berbisik diiringi cekikikan.
"Ya iyalah kudu bin wajib. Mulung sawer tuh sebuah kesenangan tersendiri. Nggak ada batasan umur. Nenek-nenek juga boleh asal siap keseng…
Biarkan Aku Jatuh Cinta
22. Ibarat Nama Kota
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 136 Episodes
Comments
Rika Hardiani
makasih menghibur banget sampai g dirasa sakit perut pun
2025-01-13
0
Aira Azzahra Humaira
ya Allah senyum terus baca novel ini biar awet muda 😄
2024-11-15
0
juwita
jgnkan akbar aq jg yg baca senyum" kebawa baper🤣🤣🤣
2025-01-29
0