8. Sabar

"Nji, lo biasa lihat Ami pakai motor itu?" Akbar menatap Panji yang nampak santai. Sama-sama berada di teras melihat Ami sedang memanaskan mesin motor sport merah strap hitam yang garang. Orang yang dibicarakannya terlihat santai mengobrol dengan Padma.

Panji mengangguk. "Ami tiap nginep ke sini pakai motor itu. Awalnya aku dan semua orang di sini juga kaget dan cemas. Tapi pembawaan dia yang tomboy terus anaknya juga enjoy, jadinya biasa deh. Malah salut. Anak bungsu tapi tidak manja."

"Dia juga udah banyak fans lho, Mas. Intip aja akun ig nya. Setiap posting kegiatan, pasti dikomentari ratusan dengan mayoritas akun cowok. Semua anak perempuan Bu Sekar memang berkualitas. Aku aja sampe rela sabar nunggu kepastian. Benar-benar definisi kena ajian jaran goyang nih gue. Nggak bisa kelain hati." Panji tergelak. Mentertawakan nasib asmaranya yang masih menggantung hingga detik ini. Sabar. Satu kata yang selalu Enin ingatkan padanya. Itu karena Aul pun belum punya pasangan. Masih fokus dan semangat memajukan usaha kuliner.

Akbar tersenyum simpul. Ia menyimak dengan menggaris bawahi kalimat informasi tentang Ami. Ia bahkan belum tahu akun media sosial gadis yang belum genap berusia 17 tahun itu. Nanti akan ditelusuri.

"Kak Akbar, Kak Panji, aku pergi dulu!" Ami melambaikan tangan dan sudah mengenakan helm.

Akbar mendekat. "Mi, jangan ngebut ya! Atau gimana kalo Kak Akbar boncengin aja?" Sejujurnya ia khawatir sekali. Kalau memakai motor biasa, tidak masalah.

"Aman, Kak. Aku nggak akan ngebut. Nanti diultimatum Ibu kalau aku ngebut." Ami menolak tawaran Akbar.

"Mi, nanti sore Kak Akbar ke rumah Ami lagi. Harus temenin makan ya!" Akbar mengingatkan permintaannya kemarin.

"Iya, Kak. Aku jam dua udah ada di rumah. Sampai ketemu nanti. Dadah semuanya ya. Assalamu'alaikum." Ami menutupkan helm full face nya. Motor pun melaju meninggalkan pekarangan.

Padma dan Panji menjawab salam. Akbar termangu menatap pintu gerbang yang terbuka dan Ami sudah tidak terlihat. Masih tak percaya yang baru saja meraungkan knalpot dengan suara khas Ninja itu adalah Ami. Benar-benar gadis istimewa, pikirnya.

"Nji, aku juga mau sekalian pamit. Masih ada urusan di Tasik. Nanti malam lanjut pulang ke Jakarta." Akbar menatap jam tangannya. Sudah waktunya pergi karena ada meeting dengan manajemen hotel.

"Kirain mau pulang minggu, Mas. Semalam lagi di sini ya!" Panji bersama-sama dengan Akbar masuk ke dalam rumah. Ada Leo dan Enin yang sedang berbincang di ruang tengah.

"Aku sih masih betah. Tapi kasian Leo butuh quality time sama istrinya."

Panji manggut-manggut. Kemudian melihat Akbar dan Leo berpamitan kepada Enin. Ia pun mengantar kepergian keduanya sampai teras.

***

Akhir pekan ini bukannya tidak ada ajakan hangout dari kawan-kawan. Tapi Panji lebih memilih melajukan mobilnya ke rumah Ibu Sekar. Masih dengan status sahabat dan juga terikat keluarga, ia tanpa sungkan selalu datang berkunjung. Apalagi ia lebih sering berada di Ciamis karena Bunda Ratih sudah menyerahkan tampuk kepemimpinan kantor pusat padanya.

"Aul lagi nengokin bangunan yang di sana. Berangkat tadi setengah jam yang lalu. Mau Ibu teleponin?" Ibu Sekar menatap Panji yang saja dipersilakan duduk di ruang tamu.

"Nggak usah, Bu. Panji aja yang ke sana. Sekalian pengen liat juga." Panji pamit. Ia tahu tentang project cafe yang sedang dibuat Aul karena anak kedua Bu Sekar itu selalu bicara terbuka tentang kegiatannya. Bahkan suka meminta saran pendapat. Kecuali tentang hati, masih tertutup. Dan keinginan untuk menjadi investor pun di tolak sang gadis pujaannya itu.

Aul menyaksikan pekerja yang sedang mengecat dinding tembok bagian luar. Warna putih menjadi pilihan yang memberikan kesan klasik dan elegan. Meja kursi berbahan kayu dengan warna hitam, sudah berderet di dalam, tinggal dirapihkan posisinya. Sepintas saja sudah memberi kesan nyaman dan betah untuk pengunjung duduk berlama-lama.

"Teh, gimana penilaiannya?" Aul mengarahkan kamera ke berbagai sudut. Ia sedang melakukan panggilan video dengan Puput, kakaknya di Jakarta.

"Wow, udah bereskah ini?" Puput mengamati dengan seksama room tour yang dilihat di layar ponsel.

"Dua puluh persen lagi, Teh. Kemungkinan satu bulan lagi opening. Teteh nanti bisa datang, nggak?" Aul sangat berharap kakaknya itu bisa datang. Cafe ini bisa dibangun karena suntikan investasi dari Puput yang mendukung mimpinya itu terwujud dengan cepat.

"Lihat sikon ya, Aul. Kalau minggu ini lahiran, bulan depan insya Allah bisa ke Ciamis." Sahut Puput yang kini sedang menunggu waktu launching anak kedua.

Aul mengangguk. Panggilan video berakhir usai ia memperlihatkan ruang pantry yang sudah lebih dulu selesai.

"Astaghfirullah!" Aul memekik kaget saat kakinya tak sengaja menginjak lap basah dan membuatnya terpeleset. Tidak sempat meraih pegangan, alhasil ia pun terjengkang.

Namun ada sepasang tangan kokoh yang menahan punggungnya sehingga tidak jadi menyentuh lantai. "Kak Panji," ujarnya saat menoleh dengan mata melebar. Terkaget dua kali.

"Aul nggak apa-apa?" Panji membantu Aul berdiri tegak. Ia masuk di saat yang tepat melihat Aul terpeleset.

"Ditolong Kak Panji jadinya nggak apa-apa. Makasih, Kak." Aul mengatur nafas karena jantungnya masih berdebar kencang saking kaget. Panji hanya menjawab dengan tersenyum.

"Kak Panji sengaja ke sini atau sekalian lewat?" Aul mengajak Panji menaiki tangga menuju lantai dua, area rooftop.

"Sengaja. Tadi ke rumah tapi kata Ibu lagi ke sini. Aku susul deh sekalian pengen lihat juga progres cafe nya sang entrepeneur cantik." Panji menoleh dengan mengulas senyum. Menatap Aul yang berjalan di sisinya.

"Ehmm. Jangan muji deh. Aku jadi malu." Aul memalingkan wajah ke arah berlawanan. Menyembunyikan rona merah wajahnya.

Panji tersenyum simpul. Menurut duduk di kursi yang dipilihkan Aul. Dari rooftop ini, ia bisa melihat pemandangan Ciamis yang masih banyak pemandangan hijau alam.

"Aul." Panji menatap lembut wajah cantik berbalut pasmina yang ujungnya melambai-lambai tertiup semilir angin.

"Ya." Aul balas menatap dengan sorot tanya.

"Nanti abis magrib aku jemput ya. Malmingan nonton." Sorot mata Panji penuh harap.

"Nanti malam nggak bisa, Kak. Aku udah ada janji." Sahut Aul.

"Janjian sama Anggara?" Tebak Panji dengan ekspresi wajah berubah datar.

Aul mengangguk pelan.

Panji menelan ludah. Mendadak ada perih dirasakan di dada. "Udah jadian sama Anggara ya?"

Aul menggeleng.

"Terus kenapa mau malmingan sama dia?" Panji tidak bisa mengontrol ucapannya yang bernada gusar.

"Karena Kak Angga punya waktunya malam minggu. Aku udah lama nunggu bisa ketemu dia yang sibuk tugas dan kuliah lagi. Jadi bukan sengaja mau ngedate." Jelas Aul. Ia bisa menangkap perubahan sikap Panji tidak sehangat tadi.

Panji menghela nafas panjang. "Aul, kamu masih ingat tidak. Saat dulu kamu tolak aku, aku janji setia dan sabar menunggumu sampai lulus kuliah. Sekarang udah setahun dari lulus, kamu masih belum membuka hati juga. Adakah peluang untukku bertahta di hatimu." Ini ungkapan isi hati tanpa rencana. Kedatangannya menyusul Aul karena rindu ingin bertemu. Tapi malah terpancing untuk mengungkapkan isi hati karena mendengar nama rival disebut.

Aul sejenak menunduk dan memejamkan mata. Lalu mendongak lagi dan menatap lurus pria tampan berhidung mancung yang pernah dijuluki Pinokio itu. "Kak, bisakah bersabar sebentar lagi?"

"Aku selalu sabar. Sampai sekarang tiga tahun masih bertahan sabar. Aku harus sabar berapa lama lagi, Aulia? Asal itu jawaban kepastian, aku siap menambah amunisi sabar." Ucap Panji pasti. Menatap Aul dengan sorot penuh harap dan damba. Bukan tidak ada wanita-wanita di luar sana yang mendekat. Entah kenapa hatinya tidak bisa terbuka untuk menatap wanita lain. Malah

penasaran dan ingin terus mengejar wanita di depannya yang sudah jelas mengenal sifat dan sikapnya.

"Sabar sehari lagi bisa?" Tanya Aul dengan tatapan serius.

Panji menegakkan punggungnya. Ia yakin tidak salah dengar. Tapi ia pun ingin memastikan pendengarannya lagi. "Sabar sehari lagi? Nggak becanda kan, Aul?"

Aul menggeleng sambil mengulum senyum.

"Oke. Aku akan sabar." Bibir Panji melengkungkan senyum manis. Wajahnya berubah semringah.

...****************...

Bestie, sabar satu bab lagi nanti malam. InsyaAllah.

Terpopuler

Comments

Aira Azzahra Humaira

Aira Azzahra Humaira

tenang panji Aul tetap milik mu

2024-11-11

0

𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄

𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄

ehhh kode tuh...

2024-11-21

0

✨️ɛ.

✨️ɛ.

kurang suka sifat Aul yg begini.. kalo dari awal ada kecendrungan suka ama salah satu, ama yg laen jgn dikasi celah.. jgn mau diajak jalan, jgn welcome kalo dichat/telp, jgn terima kalo dikasi hadiah.. gak cuma cewe, cowo jg butuh kepastian..

2024-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 1. Ami Selimut
2 2. Menuju Tasik
3 3. Coach Akbar Speechless
4 4. Ya Salam
5 5. Dapoer Ibu
6 6. Boneka Panda
7 7. Nikah Yuk!
8 8. Sabar
9 9. Tidak Sabar
10 10. Seperti Dancow
11 11. Obrolan Minggu
12 12. Terngiang-ngiang
13 13. Tumben
14 14. Siapa Panda?
15 15. Malam Mingguan
16 16. I Miss You
17 17. Selamat Berjuang
18 18. Mobil Bikin Cemas
19 19. Balonku Ada Lima
20 20. Efek Pisang
21 21. Ikan Arwana Terbang Melayang
22 22. Ibarat Nama Kota
23 23. Ketagihan
24 24. Layang-Layang Terbang Bermanuver
25 25. Awalnya Hampa Jadinya Kaget
26 26. Ada Apa Dengan Ami
27 27. Room Sebelah
28 28. I Like You So Much
29 29. Virus MU
30 30. Mengkudu
31 31. Apapun Kulakukan
32 32. Berangkat Bareng
33 33. Hari Lamaran
34 34. Apa Aku Jatuh Cinta
35 35. Kado Panda
36 36. Sweet Seventeen
37 37. Dikira Calon, Ternyata?
38 38. Mind Mapping
39 39. Ternyata Mimpi
40 40. Step by Step
41 41. Resepsi Siang
42 42. Jebakan Sang Coach
43 43. Belum Waktunya Just Be Mine
44 44. Sarapan Pagi Kita
45 45. Kucing Yang Bikin Deg Degan
46 46. Be Calm, Babe
47 47. Kegelisahan Ami
48 48. Ami Melunak
49 49. Menuju Pertandingan Silat
50 50. Aku halusinasi?
51 51. Hadiah Pepaya
52 52. Undangan
53 53. Kiriman Paket
54 54. Resepsi Aiko
55 55. Resepsi Aiko (2)
56 56. Bismillah, Aku Siap
57 57. Reaksi Mama Mila
58 58. Menunggu Ibu
59 59. Sampai Bertemu Besok
60 60. Cerita Cinta Mekkah
61 61. Surprise Tanpa Bilang-bilang
62 62. Mikirin Mobil
63 63. Bakwan
64 64. Kartu Mengejutkan
65 65. Ada Paket
66 66. Hayuk Ke KUA
67 67. Masih Suasana Lebaran
68 68. Lebaran Kedua
69 69. Tentang Izin
70 70. Ambyar
71 71. Pertemuan Yang Kuimpikan
72 72. Berburu Rusa Ke Bukit Barisan
73 73. Blasteran
74 74. Buah tangan
75 75. Jaga Hati
76 76. Kemesraan Ini
77 77. I Love You 3000
78 78. Apotek Tutup
79 79. Hari Yang Ditunggu
80 80. Happy Birthday To You
81 81. Sekuntum Mawar Merah
82 82. Rejeki Si Bungsu
83 83. Pernikahan Ibu
84 84. Pesta Usai
85 85. Usai Liburan
86 86. Awal Sekolah
87 87. Win Win Solution
88 88. Support System
89 89. Ayo Curhat
90 90. Hari Ini Hari Yang Kau Tunggu
91 91. Gempar
92 92. Sikap Ami
93 93. Aku Datang
94 94. Panggil Ami!
95 95. Perjuangan Restu
96 96. Empat Mata
97 97. Deal
98 98. Mulai Menyebar
99 99. Cinta Tak Bisa Dipaksakan
100 100. Salaman Lagi
101 101. Tantangan
102 102. Menjelang Pulang
103 103. Bersiap Pulang Kampung
104 104. Obrolan Adik Kakak
105 105. Undangan Panji
106 106. Jawaban Penantian
107 107. Ditunggu di Singapura
108 108. Tamu Rabu
109 109. Ciamis - KL
110 110. Deep Talk Singapura
111 111. Apel Pertama
112 112. Welcome Desember
113 113. Zaky Pulang
114 114. Hari Lamaran
115 115. Melamarmu
116 116. Alarm Bunyi
117 117. Kisah Malam Minggu
118 118. Dua Orang Yang Pergi
119 119. Akbar ke Sekolah
120 120. Paturay Tineung
121 121. Ponsel
122 122. Jiwa Yang Bersedih
123 123. Summer In München
124 124. Ungkap
125 125. Jiwa Yang Berontak
126 126. Hangatnya Summer in München
127 127. Maybe
128 128. Kisah Kasih AmBar
129 129. Akad Nikah
130 130. Aku Bagimu
131 131. Menempuh Hidup Baru
132 Pemenang Giveaway BAJC
133 Extra Part 1
134 Extra Part 2
135 Extra Part 3
136 Extra Part 4
Episodes

Updated 136 Episodes

1
1. Ami Selimut
2
2. Menuju Tasik
3
3. Coach Akbar Speechless
4
4. Ya Salam
5
5. Dapoer Ibu
6
6. Boneka Panda
7
7. Nikah Yuk!
8
8. Sabar
9
9. Tidak Sabar
10
10. Seperti Dancow
11
11. Obrolan Minggu
12
12. Terngiang-ngiang
13
13. Tumben
14
14. Siapa Panda?
15
15. Malam Mingguan
16
16. I Miss You
17
17. Selamat Berjuang
18
18. Mobil Bikin Cemas
19
19. Balonku Ada Lima
20
20. Efek Pisang
21
21. Ikan Arwana Terbang Melayang
22
22. Ibarat Nama Kota
23
23. Ketagihan
24
24. Layang-Layang Terbang Bermanuver
25
25. Awalnya Hampa Jadinya Kaget
26
26. Ada Apa Dengan Ami
27
27. Room Sebelah
28
28. I Like You So Much
29
29. Virus MU
30
30. Mengkudu
31
31. Apapun Kulakukan
32
32. Berangkat Bareng
33
33. Hari Lamaran
34
34. Apa Aku Jatuh Cinta
35
35. Kado Panda
36
36. Sweet Seventeen
37
37. Dikira Calon, Ternyata?
38
38. Mind Mapping
39
39. Ternyata Mimpi
40
40. Step by Step
41
41. Resepsi Siang
42
42. Jebakan Sang Coach
43
43. Belum Waktunya Just Be Mine
44
44. Sarapan Pagi Kita
45
45. Kucing Yang Bikin Deg Degan
46
46. Be Calm, Babe
47
47. Kegelisahan Ami
48
48. Ami Melunak
49
49. Menuju Pertandingan Silat
50
50. Aku halusinasi?
51
51. Hadiah Pepaya
52
52. Undangan
53
53. Kiriman Paket
54
54. Resepsi Aiko
55
55. Resepsi Aiko (2)
56
56. Bismillah, Aku Siap
57
57. Reaksi Mama Mila
58
58. Menunggu Ibu
59
59. Sampai Bertemu Besok
60
60. Cerita Cinta Mekkah
61
61. Surprise Tanpa Bilang-bilang
62
62. Mikirin Mobil
63
63. Bakwan
64
64. Kartu Mengejutkan
65
65. Ada Paket
66
66. Hayuk Ke KUA
67
67. Masih Suasana Lebaran
68
68. Lebaran Kedua
69
69. Tentang Izin
70
70. Ambyar
71
71. Pertemuan Yang Kuimpikan
72
72. Berburu Rusa Ke Bukit Barisan
73
73. Blasteran
74
74. Buah tangan
75
75. Jaga Hati
76
76. Kemesraan Ini
77
77. I Love You 3000
78
78. Apotek Tutup
79
79. Hari Yang Ditunggu
80
80. Happy Birthday To You
81
81. Sekuntum Mawar Merah
82
82. Rejeki Si Bungsu
83
83. Pernikahan Ibu
84
84. Pesta Usai
85
85. Usai Liburan
86
86. Awal Sekolah
87
87. Win Win Solution
88
88. Support System
89
89. Ayo Curhat
90
90. Hari Ini Hari Yang Kau Tunggu
91
91. Gempar
92
92. Sikap Ami
93
93. Aku Datang
94
94. Panggil Ami!
95
95. Perjuangan Restu
96
96. Empat Mata
97
97. Deal
98
98. Mulai Menyebar
99
99. Cinta Tak Bisa Dipaksakan
100
100. Salaman Lagi
101
101. Tantangan
102
102. Menjelang Pulang
103
103. Bersiap Pulang Kampung
104
104. Obrolan Adik Kakak
105
105. Undangan Panji
106
106. Jawaban Penantian
107
107. Ditunggu di Singapura
108
108. Tamu Rabu
109
109. Ciamis - KL
110
110. Deep Talk Singapura
111
111. Apel Pertama
112
112. Welcome Desember
113
113. Zaky Pulang
114
114. Hari Lamaran
115
115. Melamarmu
116
116. Alarm Bunyi
117
117. Kisah Malam Minggu
118
118. Dua Orang Yang Pergi
119
119. Akbar ke Sekolah
120
120. Paturay Tineung
121
121. Ponsel
122
122. Jiwa Yang Bersedih
123
123. Summer In München
124
124. Ungkap
125
125. Jiwa Yang Berontak
126
126. Hangatnya Summer in München
127
127. Maybe
128
128. Kisah Kasih AmBar
129
129. Akad Nikah
130
130. Aku Bagimu
131
131. Menempuh Hidup Baru
132
Pemenang Giveaway BAJC
133
Extra Part 1
134
Extra Part 2
135
Extra Part 3
136
Extra Part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!