Aditya masih terduduk di lantai, saat tak lama terdengar dering HPnya saat di lihatnya Johan yang menelepon dengan cepat dia menjawab telepon dari Johan.
"Bagaimana?" tanyanya.
"Saya sudah menemukan Ibu Pak, saya langsung bawa Ibu pulang atau bagaimana?" terdengar suara Johan di ujung telepon.
Aditya langsung berdiri mendengar kabar dari Johan.
"Antar saya ke sana." ucap Aditya seraya mengakhiri panggilan.
Tanpa menghiraukan tatapan Rama, Aditya berjalan ke luar, menghampiri Johan yang telah menunggunya di samping mobil.
"Apa dia bersama laki-laki?" tanya Aditya sebelum masuk mobil.
"Tidak Pak, Ibu bersama teman wanitanya." sahut
Johan sambil membukakan pintu mobil.
Tanpa bertanya lagi Aditya pun segera masuk ke mobil.
"Apa saya antar Bapak ke rumah sakit dulu?" tanya Johan saat dia melihat wajah Aditya yg babak belur.
dia sudah menduga hal ini pasti terjadi, saat tadi dia melihat Aditya pergi ke kantor dengan penuh kemarahan.
"Tidak perlu." jawab Aditya matanya masih terus memperhatikan jalan yg dilalui oleh mobilnya.
"Dia sampai harus ke Bandung hanya untuk bersembunyi dariku?!!" batin Aditya ketika mobil yang di kendarai Johan memasuki pintu tol yang mengarah ke kota Bandung.
Di rumah temannya Rianti sedang menceritakan masalahnya pada Nanda. dia tidak menyadari bahwa Aditya sudah dalam perjalanan menuju tempat dia sekarang.
Pikiran Rianti yang mengira Aditya tidak akan menemukan nya ternyata salah besar, dia tidak terpikirkan bahwa Aditya bisa memerintahkan Johan dan anak buahnya yg lain untuk mencarinya,
bahkan tidak perlu sampai babak belur di hajar Rama jika Aditya mau bersabar menunggu Johan.
"Hah, suamimu tidak percaya padamu?! laki-laki macam apa yg kamu nikahi itu Ri!?" mata Nanda membulat tak percaya.
"Kenapa kamu mau menikah dengan laki-laki seperti itu?" lanjut wanita di depan Rianti saat ini.
"Cinta Nan, aku mencintainya." ucap Rianti sambil tersenyum getir.
"Riii, kenapa kamu selalu seperti ini." Nanda memeluk Rianti merasa iba pada teman masa kecilnya itu.
"Apa setelah semua ini kamu masih akan mencintainya?" tanya Nanda seraya melepaskan pelukannya.
"Entahlah, aku juga bingung, ingin rasanya aku melupakannya, tapi tidak mungkin mudah mengingat anak yang aku kandung sekarang adalah anaknya. anak ini pasti membutuhkan Ayahnya mau tidak mau bayangannya akan selalu ada di hidupku.
tetapi untuk tetap mencintainya pun rasanya aku takkan sanggup, karena dia tidak pernah mencintaiku." Rianti menangis di hadapan temannya meluapkan semua sesak yg tersimpan di dadanya selama menikah dengan Aditya.
Sampai terdengar suara pelayan datang dan memberitahukan bahwa ada yang bertamu.
"Bu, maaf ada tamu." kata pelayan pada Nanda.
"Siapa?"
"Nggak tau Bu, laki-laki dua orang." jawab pelayan.
"Ya sudah, suruh masuk." kata Nanda.
Merasa ada tamu yg di pikirnya adalah teman Nanda, Rianti pamit untuk masuk kamarnya.
"Aku masuk kamar ya Nan, nggak enak takut tamu penting." ucap Rianti sambil bangun dari sofa.
Belum sempat dia melangkah terdengar suara laki-laki yg sangat di kenalnya.
"Rianti." Aditya sudah berdiri di pintu masuk.
mata Rianti terbelalak kaget, suaranya tercekat di tenggorokan dengan nafasnya seolah mendadak berhenti.
"Ikut aku." kata Aditya sambil berjalan mendekat.
"Siapa Ri?" tanya Nanda yg memang tidak mengenal Aditya.
Rianti diam tak menjawab pertanyaan Nanda, hatinya sulit percaya bahwa sekarang Aditya ada di hadapannya sekarang. menemukannya kemanapun dia pergi.
Rianti menatap wajah Aditya yang penuh luka
tangannya ingin menyentuh luka itu, tapi tangan Aditya memegang dan menghentikan gerakan tangannya.
Serentak tangan Rianti membeku di udara.
"Tolong tinggalkan kami berdua."
sebenarnya tidak berdua, karena Johan pun ada di sana tanpa berniat untuk pergi.
Nanda melihat Rianti, dan Rianti pun mengangguk meminta Nanda untuk meninggalkan mereka.
Rianti berani berhadapan dengan Aditya karena ada Johan, dia yakin Johan tidak akan membiarkan Aditya melakukan kekerasan terhadapnya.
"Bereskan barang-barang mu, ikut aku ke Jakarta."
"Untuk apa?! kamu tidak mengakui anak ini bukan?
buat apa aku kembali."
"Memang aku tidak percaya padamu, tapi setidaknya pulang ke rumah sampai kita melakukan tes DNA.
"A apa? DNA? tes DNA katamu?" sungguh Rianti tidak menyangka dengan apa yang ia dengar barusan.
"Iya, aku ingin memastikan anak siapa yg ada di kandungan mu sekarang." sahut Aditya tenang.
Johan yang sejak tadi mendengar ikut kaget dengan perkataan Aditya, lelaki itu menautkan kedua alisnya.
"Kalau kamu memang tidak mau mengakui anak ini ceraikanlah aku, aku bisa hidup tanpamu, aku bisa membesarkan anakku sendiri!" ucapan Aditya tadi membuat luka nya semakin dalam begitu mudahnya dia mengatakan itu tanpa memperdulikan perasaannya.
"Pak." Johan yang dari tadi diam ikut berbicara.
tapi Aditya mengibaskan tangannya membuat Johan kembali menutup mulut.
"Kamu bisa tinggal di rumah ku sampai tes DNA dan terbukti kalau itu memang anakku." lanjut Aditya sambil menatap mata Rianti.
"Tidak. jika kamu ingin menceraikanku ceraikanlah, tidak perlu mengulur waktu."
Rianti berbicara sampai bibirnya bergetar, tidak mengerti dengan apa yang ada di otak Aditya.
"Ikut aku!!" Aditya menyeret Rianti.
PLAK..
Rianti menampar Aditya.
"Berhenti memaksaku!"
Johan tercekat tak percaya Rianti berani menampar Aditya.
Aditya hanya diam pasrah saat Rianti menamparnya.
"Baik jika itu maumu. kita akan tes DNA anak ini, tapi aku akan tetap tinggal di sini jangan memaksaku kembali." ujar Rianti.
Rahang Aditya mengeras.
"Terserah! tapi jika anak itu terbukti bukan anakku kubunuh kamu!" ucap Aditya tajam.
"Dan jika anak ini anakmu kamu pun boleh tetap membunuhku!" balas Rianti tak kalah tajam.
Johan terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Rianti.
"Pak, sebaiknya kita kembali ke Jakarta." Johan berusaha menghentikan pertengkaran kedua suami istri itu.
Sedangkan Aditya masih terguncang kaget mendengar perkataan Rianti.
Tanpa menjawab ucapan Johan dia berjalan mengikuti ajakan Johan untuk kembali ke Jakarta.
Setelah Aditya pergi Rianti terjatuh ke lantai seolah kakinya tidak memiliki kekuatan sama sekali untuk menopang tubuh kecilnya.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Fiera
Aditya masih dalam mode nyebelin
2025-02-27
0
Ketawang
baca yg ke 3 kalinya ttp mewek😭😭😭😭😭
2024-03-22
0
Sesye Pattiasina
thor,, ceritanya bagus sekali👍👍
2023-08-30
1