Tak terasa sudah hampir seminggu Aditya pergi tapi tidak sedikit pun aditya mengingat apalagi merindukan arianti dia benar-benar sibuk dengan pekerjaannya di Jerman.
Sedangkan Rianti masih memikirkan kenapa Aditya pergi tanpa memberitahunya dan ini sudah hampir seminggu, dia benar-benar kesepian, dia rindu suaminya yg dingin, dia rindu suaminya Rianti pun sudah berani untuk menghubungi no HP Aditya, tapi nomornya tidak pernah tersambung bagitupunn dengan HP Johan.
"Kemana kamu Dit?!"
"Ram, kamu benar-benar nggak tau kemana Aditya?!" tanya Melly sambil menyeruput kopi yg masih panas terlihat dari asap yg masih mengepul.
"Ya benerlah, masa aku bohong." jawab Rama
"Lagian ngapain sii masih nyariin Adit, udah punya bini tuh orang." lanjut Rama
"Emangnya kenapa kalo dia udah punya bini? gk ada larangan kan suka sama suami orang?" kata Melly sengit tidak peduli dengan perkataan Rama.
"Ya gk ada larangan sih." Rama menatap Melly
"Orang gw jg suka sama istri orang juga." ucap Rama namun hanya dalam hatinya saja.
"Nah,, yaudah kamu bantuin aku lah, deketin aku sama Aditya lagi."
"Dulu kamu yg ngebet buat pergi, sekarang kamu jg yg ngebet buat kembali sama Aditya aneh!"
"Selama ini aku pikir aku pergi sama lelaki yg tepat, ternyata aku salah laki-laki itu malah selingkuh." sahut Melly mengatakan kenapa ia kembali mencari Aditya.
"Ya itu balasan karena kamu jg kan udah selingkuh dari Aditya. percayalah Mel hukum tabur tuai itu ada dan sekarang kamu sedang menuai apa yg kamu tabur dulu."
Rama sambil meminum kopinya yang tinggal sedikit.
"Iya aku dulu emang bodoh banget, aku tinggalin Adit cuma buat laki-laki gk jelas kayak Deren." sesal Melly.
"Ya udah lah sekarang mah jangan ganggu Aditya lagi, emang kamu mau di sebut pelakor karena gangguin laki orang?"
"Terserah lah orang mau sebut aku pelakor atau apa, yg jelas aku ingin Adit kembali padaku." sahut Melly ringan.
"Terserah lah!!" bentak Rama yang malah jadi jengkel lalu bangun dari kursinya.
"Eh kamu mau kemana Ram??!"
"Ada urusan." sahut Rama sambil berlalu.
"Aaahh Rama akhir-akhir ini sulit sekali di tebak, entah apa yg dia lakukan."
gumam Melly seraya jarinya menekan layar HP nya mencari-cari nomor Aditya, lalu berusaha untuk menghubunginya.
"Aaahh masih tidak aktif."
Melly berkata pelan
"Apa aditya sedang berusaha untuk menghindari ku?" pikir Melly.
"Jika benar begitu, kamu tidak akan bisa Dit. aku akan terus berusaha untuk mendapatkan mu lagi kamu harus kembali padaku, aku tidak perduli dengan istrimu, karena aku tau kamu tidak mencintai wanita itu." gumam Melly menampakkan wajah liciknya.
"Aku pasti akan mendapatkan mu lagi Adit." lanjutnya.
Rianti sudah benar-benar cemas karena Aditya tidak menghubunginya sama sekali, di hubungi pun HPnya masih juga tidak aktif, dari tadi cuma mondar-mandir di tangga sebentar naik lalu turun lagi, naik lagi lalu turun lagi, sambil memegangi HPnya.
"Maaf Bu, ada tamu." tiba-tiba Siti pelayan di rumahnya datang mengagetkan Rianti.
"Siapa?!"
"Tidak tau Bu, katanya teman Bapak."
"Ya sudah suruh masuk."
Rianti sambil berjalan ke ruang tamu.
Melly sudah duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya lalu bangun dari duduknya saat melihat Rianti menuruni tangga.
"Maaf anda siapa." tanya Rianti sambil duduk di sofa, Melly pun kembali duduk.
"Saya Melly." sambil mengulurkan tangannya berjabat tangan dengan Rianti.
Sejenak Rianti berfikir, mengingat-ingat sepertinya dia pernah mendengar nama ini yang baru saja wanita ini sebut.
"Saya yg tempo hari menelepon." ucap Melly melihat kebingungan Rianti.
Sejenak kemudian hening tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Rianti.
Wanita itu diam dengan hatinya yang dipenuhi oleh pertanyaan tentang wanita bernama Melly di depannya sekarang ini.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Ikmal
pelakor yg tidak tau diri
2023-05-12
0
Lisdayanti Londak
dasar pelakor ga tauk malu..
2022-01-20
0
🍾⃝Jᴇͩsᷞsͧɪᷡᴄͣᴀ🅓🅛🅤🅝🅐📵¹²
pelakor bermuka tembok astaga 👀😠😡
2022-01-16
1