Seminggu sudah Jingga menjalani latihan dengan memikul batang bambu di pundaknya.
"Guru, aku sudah mengikuti arahan guru, apa latihanku selanjutnya?" Tanya Jingga ingin tahu.
"Besok kau akan tahu, sekarang beristirahatlah" jawab gurunya Zhen Lie.
Di dalam bilik, Luo Xiang kembali bertanya kepada suaminya.
"Suamiku, tidakkah kau perhatikan kejanggalan pada diri Jingga seminggu ini, dia tidak pernah makan, dia tidak pernah berkeringat dan dia tidak pernah merasakan capek, aku merasa dia bukanlah manusia, apa mungkin dia adalah seorang dewa?" ucap Luo Xiang yang selalu memperhatikan pelatihan Jingga.
"Ya, aku sudah melihatnya sendiri, untuk soal itu aku belum bisa menyimpulkannya, biarkan dia berlatih sampai dia bisa menguasai jurusnya" balas Zhen Lie lalu bermeditasi mengakhiri obrolan.
Hujan turun begitu deras di pagi hari, Jingga yang biasanya sudah bangun masih terlelap dalam tidurnya.
Sepasang suami istri keluar dari kamarnya melihat Jingga yang begitu nyenyak dalam tidurnya.
"Suamiku" ucap Luo Xiang menoleh ke arah suaminya.
"Biarkan saja" sahut Zhen Lie yang tidak ingin mengganggu tidur muridnya.
"suamiku, bagaimana kalau kita pergi ke kota Lintang, aku ingin membeli sesuatu untuk murid kita" ajak Luo Xiang.
"baiklah Xiang'er, tapi kita harus berhati hati dengan sekte Api Abadi yang memburu kita" sahut Zhen Lie menyetujuinya.
"tenang saja suamiku, bukankah selama ini kita selalu bisa mengatasinya dan tidak mungkin mereka berani mencari keributan di kota Lintang" timpal Luo Xiang meyakinkan suaminya.
Kota Lintang
Jenderal Lie Zhou masih belum menyerah mencari keberadaan Jingga, sudah seminggu mereka berusaha mencarinya.
"lapor Jenderal, semua wilayah gunung Juanmi sudah kita telusuri sampai ke puncaknya, namun tidak ada keberadaan pemuda yang kita cari, apakah kita akan melanjutkan pencarian ke arah luar kota Lintang?, mohon Jenderal memberikan petunjuk" ucap prajurit yang mewakili tim pencari.
Jenderal Lie Zhou menutup matanya, ia memikirkan keputusan selanjutnya yang akan ia ambil, tak lama kemudian ia membuka kembali matanya.
"besok kita akan kembali ke istana, aku akan membicarakannya kepada pangeran Xiao Mai, namun untuk hari ini, kita akan menelusuri wilayah luar kota Lintang, sekarang persiapkan prajurit" Jawab Jenderal Lie Zhou memutuskan.
"siap Jenderal" timpal prajurit lalu pergi.
Hutan Bambu Merah
Siangnya Jingga terbangun, ia terperanjat langsung keluar rumah.
"Dimana kedua guruku?" Tanya batinnya setelah mencari cari kedua gurunya.
Jingga mendongak ke atas, melihat matahari tepat berada di atas kepalanya.
"Hah, sudah siang!" Kagetnya merasa malu bangun kesiangan.
"sepertinya kedua guruku sedang keluar, aku akan menunggunya" sambungnya.
Jingga langsung pergi ke sungai membersihkan diri, setelahnya ia memikul bambu lalu mengelilingi hutan bambu seperti hari biasanya.
Sore hari kedua gurunya kembali dengan tergopoh gopoh.
"Guru, apa yang terjadi?" Tanya Jingga yang langsung membantu memapah kedua gurunya.
Kedua gurunya hanya menggelengkan kepala menjawabnya.
Jingga membawa kedua gurunya ke kamar, lalu pergi mengambil air hangat lalu meminumkannya kepada kedua gurunya.
Dua hari kemudian kedua gurunya keluar rumah dengan kondisi yang sudah pulih, Jingga yang sedang memikul bambu mengakhiri aktifitasnya lalu menghampiri kedua gurunya.
"Guru, bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Jingga.
"Kami berdua sudah pulih, terima kasih kamu sudah menjaga kami berdua" jawab Luo Xiang.
Kedua gurunya lalu menceritakan kejadian yang dialami keduanya hingga pulang dalam keadaan terluka.
Dalam ceritanya, Zhen Lie dan Luo Xiang dalam perjalanan pulang dari kota Lintang menuju hutan bambu merah, setelah berada di luar kota Lintang, mereka dihadang oleh gerombolan sekte Api Abadi yang menuntut balas atas kematian salah satu muridnya.
Awalnya kedua pendekar bayangan bisa mengimbangi kepungan dari murid sekte Api Emas, namun kehadiran pasukan kekaisaran membuat keduanya menjadi tersudutkan.
Pasukan kekaisaran ingin menangkap keduanya, namun keduanya berdalih kematian salah satu murid sekte Api Abadi tidak berhubungan dengan kekaisaran.
Gerombolan sekte Api Abadi terus memprovokasi pemimpin pasukan kekaisaran untuk menjatuhkan hukuman mati kepada keduanya dengan dalih mengganggu keamanan kekaisaran.
Tak ingin repot berurusan dengan pihak kekaisaran, keduanya pergi melarikan diri, tetapi siapa sangka, para tetua sekte Api Abadi telah menunggu pelarian keduanya.
Pertarungan sengit pun berlangsung, keduanya mulai terdesak karena kalah jumlah dengan para tetua sekte Api Abadi walau pun ranah kultivasi keduanya berada satu tingkat di atas para tetua sekte Api Abadi yang berada di ranah ahli emas.
beruntung keduanya adalah pendekar bayangan, hingga dalam kondisi terdesak keduanya bisa melarikan diri.
"guru, aku tertarik dengan ranah kultivasi yang guru sebut tadi, bisakah guru menjelaskan kepadaku?" pinta Jingga yang matanya berbinar binar mendengar soal kultivasi.
"baiklah, karena kau muridku, guru akan menjabarkannya, tapi sebelumnya kau bawakan dulu teh hangat untuk kedua gurumu ini" jawab gurunya.
"ha ha ha, baik baik guru" sahut Jingga lalu pergi membuatkan teh hangat.
"ini guru, biar kerongkongannya tidak kering" ucap Jingga sambil meletakkan dua cangkir teh hangat kepada kedua gurunya.
"perlu kau ingat, apa yang akan guru jabarkan bersumber dari catatan kuno yang turun temurun diwariskan oleh nenek moyang, untuk kepastiannya guru tidak mengetahui semuanya" ucap Zhen Lie mengawali.
"yang pertama soal ranah kultivasi, keseluruhannya terdapat sebelas ranah yaitu :
Pemula, itu adalah tingkat pertama yang dicapai oleh setiap kultivator setelah melalui penyempurnaan qi
Pendekar, tingkat lanjut dari ranah pemula, dimana kultivator bisa mencapainya dengan menyempurnakan energi alam yang diserapnya atau membentuk wadah energi, kau bisa tahu nanti.
Mahir
Ahli
Master
Legenda
Dari tingkat mahir sampai legenda adalah ranah yang bisa dicapai oleh kultivator dengan bantuan dari sumberdaya fisik maupun nonfisik.
warrior, ranah terendah dari bangsa beast monster, bangsa dewa dan bangsa iblis, lalu ranah selanjutnya adalah
Emperor
Master Emperor
Supreme Emperor
Dan puncak tertinggi adalah Superior, dari ranah Warrior sampai Superior kami di alam fana hanya mengetahui namanya saja dan itu hanya ada dalam riwayat catatan kuno." ujar Lie Zhou menjabarkan semua yang ia tahu.
"maaf guru, kata mendiang kakekku, tingkatan tertinggi dari seorang kultivator bukanlah kultivator, apakah guru tahu tentang itu?" potong Jingga menyanyakannya.
"ha ha ha, mungkin saja apa yang mendiang kakekmu katakan itu benar, satu hal yang guru yakini adalah semua yang ada di alam fana, alam dewa atau pun alam iblis ada yang menciptakannya, hal itu bisa dibuktikan dari catatan kuno yang menjelaskan semuanya, apakah menurutmu bangsa dewa dan bangsa iblis mau menuliskannya?" jawab Zhen Lie dengan prinsipnya.
"hmm, aku tidak tahu soal itu, lalu apa pendapat guru dengan sang penguasa semesta?" sambung Jingga bertanya.
"sepertinya kakekmu begitu luas wawasannya, untuk pertanyaanmu itu sampai sekarang masih dianggap mitos" jawab Zhen Lie sama dengan pendapat mendiang kakeknya.
"guru, apakah disetiap ranah memiliki tingkatannya sendiri?" kembali Jingga menanyakan.
"Ya tentu ada, karena setiap ranah yang berhasil dicapai memiliki tingkatan kualitas, tingkatan setiap ranah mengikuti mata uang :
Perunggu, perak, emas yang berlaku sampai ranah Legenda di alam fana, selanjutnya ada tingkatan platinum, kristal, berlian yang ada pada ranah warrior sampai ranah puncak" jawabnya lagi menjelaskan.
"oh begitu, ya ya ya, apakah ada lagi guru hal lainnya yang belum guru sampaikan?" timpal Jingga yang senang latihannya tertunda.
"hem, apa kau sengaja menunda latihanmu?" tanya Zhen Lie mencurigainya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 316 Episodes
Comments
Mom La - La
hhmm, guru kamu sdh menyadarinya jingga
2023-02-15
1
XiaoYan
👍👍👍👍👍
2022-10-13
1
aBaDi
🖒🖒👍👍
2022-08-06
0