Nasib berbeda dialami oleh seorang pendekar yang terus mengejar Jingga yang berputaran mengelilingi arena pertarungan.
Sepasang pendekar datang membantu Jingga lalu memukul dengan keras pendekar yang mengejarnya sampai pendekar itu terpental menghancurkan pohon yang dikenainya lalu mati seketika.
"Paman, bibi, terima kasih bantuannya" ucap Jingga.
"Siapa namamu anak muda, kau dari benua mana?" Tanya pendekar pria.
"Namaku Jingga paman, aku lahir di benua Majang dan besar di kampung Cerita Hati" Jawab Jingga.
"Sekarang kemana tujuanmu adik Jingga?"
"Aku mencari sekte Naga Ungu di kaki gunung, tapi sampai sekarang aku belum menemukannya" jawabnya.
"Tidak ada sekte Naga Ungu di kaki gunung Juanmi, sepertinya kau dibohongi, lalu apa tujuanmu mencari sekte Naga Ungu?" sambung pendekar bertanya.
"Aku ingin menjadi pendekar paman" jawabnya lagi.
"Bagaimana kalau kau menjadi murid kami?" Tawar pendekar pria.
"Tapi aku tidak memiliki dentian, apakah aku bisa menjadi kultivator seperti kalian?" Jawabnya balik bertanya.
Kedua pasangan mengangguk tersenyum, lalu mengajaknya ke hutan bambu merah.
*Kota Lintang*
Jenderal Lie Zhou berada di salah satu penginapan kota Lintang menunggu kabar dari prajurit yang sedang mencari keberadaan Jingga.
Pada malam hari, salah satu prajurit melaporkan pencariannya.
"Lapor Jenderal, pemuda yang kita cari sudah tidak berada di kota ini, menurut pengakuan salah satu pedagang, pemuda yang kita cari menuju gunung Juanmi" lapor prajurit menyampaikan.
"Apakah kau tahu untuk apa dia pergi kesana?" Tanya Jenderal Lie Zhou penasaran, karena yang ia tahu di gunung Juanmi tidak ada apa pun di dalamnya.
"Maaf yang mulia, hamba tidak mengetahuinya" jawab prajurit.
"Bawa pedagang itu kemari" pinta Jenderal Lie Zhou.
"Baik Jenderal" sahut prajurit lalu pergi.
Setelah menunggu lama, prajurit yang menjemput pedagang itu tak kunjung menampakan diri.
Baru pada pagi hari, prajurit membawa seorang pria yang wajahnya babak belur.
"maafkan hamba Jenderal, pria ini kabur melarikan diri, untungnya tidak jauh ia berlari, aku berhasil menangkapnya" lapor prajurit yang semalaman mencari keberadaan pedagang yang kabur.
Jenderal Lie Zhou menatap pria yang menunduk tidak berani menatapnya.
"apa alasanmu membohongi pemuda itu?" tanya Jenderal Lie Zhou dengan tatapan dingin.
"ma maafkan hamba Jenderal, hamba hanya tidak ingin didekatinya, pemuda itu terlihat aneh di mata hamba" jawab pedagang lalu bersujud memohon ampun.
"bangunlah" pinta Jenderal Lie Zhou.
ketika pria pedagang itu berdiri, Jenderal Lie Zhou langsung menebas lehernya.
Semua pengunjung penginapan yang melihatnya begidik ngeri lalu membuang muka tidak berani menatap Jenderal Lie Zhou yang terkenal kejam kepada musuhnya.
Konon menurut riwayat, Jenderal Lie Zhou merupakan kapten satu satunya yang berhasil selamat dari pertempuran samudera, setahun berikutnya ia memimpin pasukan laut kekaisaran Xiao untuk menjalankan misi balas dendam.
Kapten Lie Zhou berhasil memberantas perompak di laut samudera, karena keberhasilannya, ia kemudian diangkat menjadi Jenderal oleh Kaisar.
Menurut cerita dari pasukan yang mengikutinya, Jenderal Lie Zhou tidak menyisakan satu pun perompak yang hidup, bahkan crew pelayan pun dibantainya, itu lah yang membuat orang orang begitu takut akan sosoknya.
"bereskan mayatnya, kita akan langsung pergi ke gunung Juanmi" perintahnya.
"baik Jenderal" sahut prajurit lalu menarik tubuh pedagang.
*Hutan bambu merah*
Jingga begitu serius membaca sebuah kitab yang diberikan oleh Zhen Lie guru barunya di sebuah batu tak jauh dari bilik bambu tempat tinggal sepasang pendekar.
"Suamiku, apakah kau sudah tahu kenapa Jingga tidak memiliki dentian seperti orang pada umumnya?" Tanya Luo Xiang istrinya.
"Menurutku karena di benua asalnya tidak ada satu pun kultivator, mereka bertarung menggunakan kekuatan fisik murni, ada pun pendekar hebat disana berada di jalur tenaga dalam, bukan jalur spiritual seperti kita para kultivator" jawab Zhen Lie menganalisa.
"Lalu apa yang akan kita berikan padanya?" Tanya istrinya lagi.
"Aku sudah memberikannya kitab silat bayangan, itu bisa diterapkan pada pendekar di jalur fisik murni, dulu adik seperguruanku dentiannya rusak dalam pertarungan, dia beralih ke jalur fisik murni dan bisa menguasai jurus bayangan"
"Oya, kau tahu kenapa aku menawarkannya menjadi murid kita berdua?, Apa kau masih ingat waktu kita melihatnya terjatuh dari atas gunung?, dia tidak mengalami luka apa pun, aku merasa tubuhnya spesial, walau sampai sekarang aku belum tahu jenis tubuhnya" jawab Zhen Lie cukup panjang.
"Suamiku, apa kau merasa ada sedikit ketakutan ketika dekat dengannya?" Tanya Luo Xiang.
"Aku tidak merasa takut sama sekali, apa yang kau takutkan dari pemuda yang tidak memiliki kultivasi?" Jawab Zhen Lie balik bertanya.
"Entahlah, tapi aku merasakannya ketika menatapnya, seolah dia memiliki aura menakutkan di tubuhnya" ungkap Luo Xiang.
"Ha ha ha, mungkin hanya perasaanmu saja Xiang'er" ucap Zhen Lie sambil menepuk pundak istrinya.
*Kaki gunung Juanmi*
"Lapor Jenderal, beberapa prajurit yang menuruni jurang menemukan mayat seorang pria, tetapi mayat itu bukanlah pemuda yang kita cari, dari pakaiannya sepertinya berasal dari sekte api abadi" ujar seorang prajurit melaporkan.
"Ayo kita memeriksanya" tanggapan Jenderal Lie Zhou lalu menuruni jurang.
Jenderal Lie Zhou memperhatikan kerusakan pada pepohonan dan tanah yang meninggalkan banyak jejak kaki.
"Siapa yang menjadi lawan sekte api abadi?" Pikir Jenderal Lie Zhou.
"Semuanya kita kembali ke kota Lintang" perintah Jenderal Lie Zhou.
"Baik Jenderal" jawab semua prajurit.
Sore harinya, Jingga yang telah menyelesaikan bacaannya kembali menemui gurunya di bilik bambu,
"salam hormat guru" ucap Jingga lalu duduk menghadap kedua gurunya.
"apa kau sudah selesai membaca semuanya?" tanya Zhen Lie.
"sudah guru Lie, kapan aku bisa mempraktekkan jurusnya?" jawab Jingga balik bertanya.
"secepatnya setelah kau mencapai target pelatihan dasar, besok kau akan memulainya" jawab Zhen Lie lalu mengesap air teh.
"terima kasih guru, kalau begitu izin untuk membersihkan diri di sungai" timpal Jingga lalu keluar dari bilik bambu.
"Jingga, tunggu sebentar" pinta Luo Xiang menahannya lalu pergi ke kamarnya.
Jingga menunggunya di luar, sebentar kemudian Luo Xiang menyerahkan baju bekas suaminya yang jarang dipakai.
"ganti pakaianmu yang sudah rusak itu" ucap Luo Xiang memintanya.
"baik guru, terima kasih" sahut Jingga lalu pergi ke sungai yang dikelilingi oleh bambu kuning kemerahan.
Esok harinya, Jingga sangat bersemangat menunggu gurunya memberikan pelatihan padanya.
"kau semangat sekali Jingga" puji gurunya melihat Jingga sudah berdiri menunggunya.
"itu harus guru, ini hari pertama aku berlatih, mohon bimbingannya" timpal Jingga yang begitu bersemangat.
Zhen Lie meminta Jingga mengambil seratus batang bambu yang sudah terpotong lalu mengikatnya.
"untuk hari ini sampai seminggu ke depan, kau hanya harus mengelilingi hutan bambu dari matahari terbit sampai terbenam dengan memikul bambu yang telah kau ikat" ucap Zhen Lie memberinya petunjuk.
"baik guru" sahut Jingga lalu memanggul puluhan batang bambu yang terikat di pundaknya lalu berjalan menyusuri sisi luar hutan bambu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 316 Episodes
Comments
tirta arya
yaah tamabah abia yg ng like..😎😎😎
2023-03-15
0
aBaDi
😄👍
2022-08-06
1