Setelah keadaan kembali kondusif dan terkendali, setiap kelompok yang terbentuk diarahkan memasuki pondok bambu yang telah disiapkan untuk beristirahat.
Hari itu dimanfaatkan para pemuda untuk saling mengenal satu sama lainnya, Jingga seperti biasanya menjadi pusat perhatian semua orang yang baru pertama kali melihatnya.
Di hari kedua seleksi, semua pemuda di arahkan ke aula luar di timur sekte Teratai Langit.
Jingga dan kelompoknya berjalan menyusuri hutan kecil menuju bagian timur sekte, ia melihat para pemuda dari kelompok lainnya juga berjalan searah ke tempat yang dituju.
"Kak Tian, banyak sekali yang ikut seleksi, apakah kekaisaran Xiao hanya memiliki satu sekte?" Tanya Jingga ingin tahu.
"Ada dua puluh sekte di kekaisaran Xiao, dari dua puluh sekte terbagi ke dalam tiga aliran yaitu aliran putih, aliran hitam dan aliran netral atau yang lebih dikenal sebagai kaum bangsawan" jawab Chen Tian memberitahunya.
"Kak Tian tahu dari mana ada dua puluh sekte di kekaisaran Xiao?, Apa kak Tian benar menghitungnya?" Lanjutan pertanyaan Jingga.
Chen Tian yang dari tadi berjalan lurus tanpa menoleh ke belakang, sekarang malah membalikkan badan melihat Jingga sambil mengernyitkan alisnya merasa jengkel.
"Kamu itu sudah kakak kasih tahu masih nanya tahu dari mana, baiklah akan kakak kasih tahu" ucap Chen Tian kembali berbalik arah.
"Setiap lima tahun sekali kekaisaran Xiao mengadakan turnamen, dari situ kakak tahu jumlahnya, kamu jangan bertanya lagi" sambung Chen Tian menjawabnya.
Jingga hanya cengengesan di belakangnya walau pun masih banyak yang ingin dia tanyakan kepada kakaknya.
Sesampainya di aula luar yang lebih tepat di sebut lapangan rumput yang luas, semua pemuda berbaris sesuai kelompoknya.
Salah satu tetua yang dari tadi berdiri dalam diam akhirnya berbicara.
"Selamat datang semuanya, terima kasih kepada semuanya yang telah datang menerima undangan seleksi untuk menjadi murid sekte Teratai Langit" sambutnya mengawali acara.
Tak lama kemudian para tetua tiba bersama puluhan murid inti duduk di barisan depan berhadapan dengan para pemuda.
Ketua sekte berjalan dua langkah ke depan dengan senyuman yang mengembang memperhatikan para pemuda di hadapannya.
"Terima kasih para pemuda semuanya, pada seleksi tahun ini aku sebagai patriak sekte Teratai Langit sangat berharap kalian semua bisa lolos seleksi dan menjadi bagian dari keluarga besar sekte Teratai Langit, untuk itu aku secara resmi menyatakan seleksi dimulai" ucapnya membuka seleksi yang ditanggapi dengan tepuk tangan dari semua pemuda.
Selanjutnya salah satu tetua yang menjadi pemandu acara menyampaikan tahapan ujian kepada semua pemuda.
Tahapan pertama yang harus ditempuh semua pemuda adalah ujian potensi, dimana pada tahap ini para tetua melihat langsung kualitas dentian yang dimiliki oleh setiap pemuda.
Setelah menunggu lebih dari dua jam, kelompok Kenanga mendapatkan giliran.
Jingga berada di baris kesepuluh di belakang Chen Tian.
Pada tahap ini, setiap pemuda yang lolos akan mendapatkan token, sebaliknya untuk yang tidak lolos bisa kembali pulang ke rumahnya.
Chen Tian mendapatkan giliran maju ke depan, salah seorang tetua memeriksanya, hanya butuh waktu satu menit, Chen Tian kembali dengan menunjukkan token sambil tersenyum.
Selanjutnya Jingga yang maju ke depan.
Tetua yang melihatnya merasa heran sama seperti semua orang yang pertama kali melihatnya.
"Kau bukan berasal dari benua ini, darimana asalmu dan siapa namamu?" Tanya tetua sebelum memeriksanya.
"Aku berasal dari benua Majang, aku sekarang tinggal bersama pamanku di kampung Cerita Hati dan namaku adalah Tang Xie Jingga" jawabnya lancar.
Tetua itu semakin bingung, karena Jingga memiliki marga keluarga Tang, tapi tetua tidak mempedulikannya.
"Berdirilah dengan tegak, aku akan memeriksanya" pinta tetua sekte yang langsung memeriksa Jingga.
Tetua sekte kembali dibuat heran, tidak ada dentian di tubuh Jingga.
"Tunggu sebentar" pinta tetua sekte yang langsung berkomunikasi dengan ketua sekte.
"Maaf, kamu belum bisa menjadi murid sekte" ucap tetua menyampaikan.
Jingga tidak berekspresi apa pun, tidak ada raut kekecewaan padanya, ia langsung berbalik ke kelompoknya yang telah selesai menjalani ujian pertama.
Chen Tian menghampirinya lalu mengusap rambut Jingga.
"Mungkin tahun ini kamu hanya tidak beruntung, kamu bisa mencobanya di kesempatan berikutnya atau bisa juga ikut seleksi di sekte yang lain" ucapnya menyemangati.
Jingga tersenyum menanggapinya lalu keduanya duduk menunggu hasil teman temannya yang lain.
Setelah menunggu, pemuda yang berasal dari kampung Cerita Hati yang berhasil lolos sebanyak dua puluh satu orang, empat orang gagal lolos tahap pertama termasuk Jingga.
Jingga dan tiga teman lainnya yang gagal berpamitan pulang.
"Adik Jingga, doakan kakak lolos menjadi murid sekte dan sampaikan salam kakak untuk ayah dan ibu" ucap Chen Tian menitipkan pesan.
"Baik Kak" balas Jingga lalu pergi bersama ketiga pemuda yang lain.
Diperjalanan pulang, Jingga dan ketiga temannya yang mana dua orang gadis dan satunya pria berjalan tanpa adanya obrolan apa pun, terlihat raut wajah kekecewaan dari ketiga temannya.
Jingga berbeda dari ketiga temannya, dalam perjalanan ia terlihat ceria, kadang bernyanyi, kadang melompat lompat, kadang tertawa sendiri.
Ketiga temannya yang tadinya murung menjadi ikut ikutan mengikuti tingkah laku Jingga yang selalu ceria, sampai mereka tiba di kampung Cerita Hati.
"Paman, bibi aku pulang" ucap Jingga di depan pintu.
"Pamanmu sedang di luar bersama teman temannya, nak Jingga sudah pulang berarti tahun ini bukan tahunnya nak Jingga, nak Jingga bisa mencobanya lagi di masa depan" sambut bibi Rum menyemangatinya.
"Terima kasih bibi, semoga kak Tian bisa lolos menjadi murid sekte teratai langit" balas Jingga lalu masuk ke dalam rumah.
Di setiap harinya Jingga selalu membantu paman dan bibinya menggantikan peran Chen Tian.
Dalam waktu sebulan diketahui bahwa pemuda yang berhasil lolos seleksi ada lima orang perwakilan dari kampung Cerita Hati termasuk Chen Tian, itu berarti Chen Tian telah resmi menjadi murid sekte teratai langit beserta keempat pemuda lainnya.
Waktu begitu cepat berlalu, suasana damai dan kehangatan dari setiap orang di kampung Cerita Hati menjadi impian setiap wilayah yang mengalami peperangan.
Seorang anak yang lahir dalam suasana perang telah tumbuh menjadi pemuda dewasa.
Sepuluh tahun sudah ia tinggal bersama paman dan bibinya, bisa hidup bahagia tanpa adanya peperangan. Selama itu pula hal utama yang ia pelajari adalah kesederhanaan dan kedamaian.
Akan tetapi sebagai seorang pria, Jingga tidak bisa selalu berada dalam wadah yang sama, ia harus keluar dari zona nyaman untuk mengembangkan diri dan mencari jati dirinya.
Setelah memikirkannya, Jingga mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan kampung Cerita Hati, ia lalu berpamitan dengan paman dan bibinya, juga dengan warga kampung yang sangat baik kepadanya.
Dari situ Jingga memahami arti nama kampung Cerita Hati, sesuai namanya, kampung Cerita Hati memiliki arti
"hiduplah dengan hatimu agar kehidupan selalu baik dan menjadi cerita baik untuk generasi yang akan datang".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 316 Episodes
Comments
Mom La - La
top
2023-02-11
1
XiaoYan
👍👍👍
2022-10-13
1
aBaDi
😉
2022-08-06
1