Sesampainya di aboard luar, para awak kapal sedang bertarung dengan para perompak yang berhasil menaiki kapal dengan menyelam lalu menaiki kapal.
Jenderal Zhang ikut membantu awak kapal melawan para perompak.
Kondisi sekarang berada dalam situasi genting, semua orang sedang berusaha untuk menyingkirkan para perompak yang menerobos.
Tidak sampai satu jam, lebih dari tiga puluh perompak berpakaian hitam berhasil dibasmi oleh para kapten dan awak kapal.
"Kapten Lin Fang, atur ring tiga" perintah jenderal Zhang tegas.
"Baik Jenderal" sahutnya.
Sementara waktu situasi kembali stabil, semua awak kapal dalam keadaan siaga dengan persenjataan lengkap.
"Kapten Yu Nan, persiapkan pasukan rahasia" ucap jenderal Zhang memberi perintah.
"Kapten Lie Zhou pindahkan semua pelayan dan awak dapur ke buritan, pastikan ketika kondisi terdesak untuk keluar menggunakan tabung pelarian" sambung jenderal Zhang memberi perintah.
"Siap jenderal" sahut kapten Lie Zhou langsung melaksanakan perintah.
Teng teng teng
Alarm bahaya terus dibunyikan oleh awak kapal.
"Lapor jenderal, kita terkepung dalam radius 100 mil laut, kapal perompak semakin dekat" lapor salah satu nakhoda yang berlari turun menemui jenderal Zhang.
"Turunkan ballast sekarang" perintah jenderal Zhang.
"Siap jenderal" sahut nakhoda lalu kembali ke ruang kemudi.
Boom
Boom
Boom
Dentuman keras terus terdengar, ketiga layar kapal jatuh terbakar.
Jenderal Zhang berlari ke arah kamarnya,
"Jingga, Jingga, ayo keluar, kau bisa ikut kabur bersama para pelayan" pinta jenderal Zhang yang lalngsung memangku cucunya.
"Kakek aku tidak mau kabur, aku ikut berjuang bersama kakek" rajuk Jingga tidak mau pergi meninggalkan kakeknya.
"Kau harus selamat cucuku, kau harus melanjutkan perjuangan kakek" timpal kakek Zhang.
Setelah sampai di buritan kapal, kakek Zhang menitipkan Jingga kepada para pelayan.
"Titip cucuku, pastikan ia sampai di kekaisaran Xiao" pinta kakek Zhang.
"Baik jenderal, kami akan membawa tuan muda" sahut para pelayan.
Api terus membesar di aboard kapal, para pasukan terus berusaha memadamkan api.
"Ha ha ha, kakek tua, akhirnya kau kalah juga setelah bertahun tahun lamanya kau berlayar, kapal hebatmu tak bisa menahan gempuran kapal perangku" ucap seseorang melalui transmisi suara.
"Sudah aku duga, dalang semua ini adalah kau kapten Hei Sha, selama aku masih hidup, selama itu aku masih belum kalah" balas Jenderal Zhang langsung mengeluarkan pedang dari sarungnya.
"Akan aku pastikan kau mati bersama seluruh bawahanmu ha ha ha" timpal perompak Hei Sha.
"Aku berikan pesan untukmu, jangan pernah menyisakan satu orang pun yang hidup hahaha" imbuhnya dengan sombong.
"kemarilah dan lawan aku, aku harap kau semakin kuat dari sebelumnya" balas jenderal Zhang meremehkannya.
Tidak ada lagi suara dentuman yang menghantam badan kapal karena kapten Hei Sha ingin memastikan kematian jenderal Zhang ditangannya sendiri.
Lebih dari empat belas kapal terus mendekat untuk memasang altar ke atas kapal kekaisaran Xiao untuk menyebrangkan para perompak.
Tak lama kemudian altar kapal perompak telah melintang ke bagian atas kapal.
Ratusan pasukan perompak di bawah komando kapten Hei Sha menyebrang menaiki kapal kekaisaran Xiao.
Pertempuran tidak seimbang pun terjadi, ratusan perompak mendominasi pertempuran, namun kemunculan pasukan rahasia mampu mengimbangi ratusan perompak.
Kapten Hei Shia ikut menyebrangi kapal menerima tantangan jenderal Zhang, sementara jenderal Zhang telah bersiap dari tadi untuk bertarung dengannya.
"Bersiaplah menemui ajalmu kakek tua" ucap Hei Sha lalu menyerangnya dengan brutal mengayunkan pedangnya.
Benturan logam kedua pedang saling jual beli, pertarungan keduanya masih seimbang.
Jendral Zhang sengaja mengimbangi kemampuan bertarung kapten Hei Sha.
Setelah beberapa lama, kapten Hei Sha mulai terdesak mundur menahan tebasan tebasan yang dilancarkan oleh jenderal Zhang.
"Kau masih belum mampu menandingiku Hei Sha" ucap Jenderal Zhang yang terus menyudutkannya.
"Kau terlalu meremehkanku kakek tua" balasnya lalu mengeluarkan serbuk racun yang terlambat diantisipasi oleh jenderal Zhang.
"Pengecut! Kau bermain curang" ucap jenderal Zhang yang langsung terjatuh karena lemas.
Tanpa menunggu lagi, kapten Hei Sha langsung menebaskan pedangnya memenggal kepala Jenderal Zhang.
Di kejauhan, Jingga yang berhasil kabur dari pengawasan para pelayan pergi mencari kakeknya, ia menemukan kakeknya sedang bertarung melawan kapten Hei Sha.
"Kakek!" Teriak Jingga yang dari tadi menyaksikan keduanya bertarung.
Kapten Hei Sha langsung menoleh ke arah Jingga berada.
"Kau cucunya, bukankah kakek tua itu tidak pernah menikah, akan aku bunuh juga, kau bisa menyusul kakekmu di neraka" gumamnya lalu berlari ke arah Jingga dan langsung mengayunkan pedangnya.
Sayang, tebasannya mengenai udara kosong.
Jingga dibawa kabur oleh kuda poni terbang meninggalkan kapal.
"Jangan biarkan anak itu kabur, keluarkan para beast bangau" teriak Hei Sha yang kesal targetnya lepas.
Di salah satu kapal perompak, keluar lima beast bangau mengejar kuda poni yang membawa lari Jingga bersamanya.
Sementara itu, kapten Yu Nan, kapten Lin Fang dan Kapten Li Zhou masih bertahan dalam pertarungan dengan para perompak, walaupun berhasil membantai ratusan perompak, jumlah pasukan rahasia semakin menyusut.
Gelombang perompak terus berdatangan dari kapal kapal yang lain.
Sudah tiga jam berlalu, pertarungan sengit terus berlangsung.
"Saudara Lin Fang, lindungi para pelayan yang kabur, pastikan mereka semua selamat sampai di perairan benua timur, di sini biar aku bersama saudara Lie Zhao yang akan terus menghadang" ucap kapten Yu Nan.
Walau ragu, kapten Lin Fang langsung pergi ke arah buritan untuk memasuki tabung pelarian.
Naas baginya sebelum sampai di buritan sudah dihadang oleh Hei Sha.
"Mau kemana kau tikus kakek tua?" Tanya Hei Sha langsung menyerangnya secara brutal.
Kalah kemampuan dengan Hei Sha, kapten Lin Fang tewas seketika.
"Tangkap dan habisi semua yang kabur di dalam air" ujar Hei Sha memberi perintah pada bawahannya.
Puluhan perompak langsung melompat ke air, memburu para pelayan yang kabur.
"Saudara Yu Nan, larilah, sampaikan kabar kepada kaisar, maafkan aku" ucap kapten Lie Zhao lalu menendang kapten Yu Nan keluar dari kapal.
Lie Zhao langsung menyelinap ke ruang rahasia kapal, ia melepaskan puluhan beast sebagai perlawanan terakhir.
Ratusan perompak bersorak atas kemenangan di kapal kekaisaran Xiao, tak lama dari dalam muncul puluhan beast monster menerjang ratusan perompak.
Tak ingin pasukannya mati sia-sia, Hei Sha memerintahkan bawahannya untuk mengeluarkan pasukan beast di salah satu kapal.
Pertempuran berganti dari perompak lawan pasukan rahasia menjadi pertempuran para beast monster.
Sementara di udara, para beast bangau berhasil menyusul kuda poni, pertarungan pun terjadi di udara.
Dengan sekuat tenaga kuda poni terus memberikan perlawanan kepada lima beast bangau yang terus menyerangnya secara brutal.
Banyaknya luka yang dialami oleh kuda poni akibat serangan bertubi tubi dari kelima beast bangau, membuat kuda poni terlempar jatuh ke air bersama Jingga.
Kelima beast bangau menukik tajam untuk menyerang Jingga, disaat bersamaan muncul beast paus yang keluar dari dalam air dengan mulutnya yang terbuka lebar memperlihatkan gigi runcing yang siap menelan, kuda poni dan jingga berhasil ditelannya.
Byuur
Suara air berhamburan ke udara, kelima beast bangau langsung kabur kembali ke kapal perompak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 316 Episodes
Comments
Mom La - La
hadir lgi thorr
tuk memberikan..⚘
2023-02-08
2
Kangee
🥀
2022-11-30
1
XiaoYan
keren kalau mc punya beast naga atau kunpeng gitu
2022-10-13
3