Ruang yang gelap tanpa adanya cahaya dan tekanan hisap yang kuat membuat Jingga merasakan pusing yang sangat menyiksanya.
Ia hanya bisa berteriak sekeras kerasnya menahan tekanan yang terus mengintimidasinya.
Saking kuatnya tekanan yang dirasakan olehnya, Jingga pun kembali tak sadarkan diri.
Tanpa diketahuinya, ia telah tertidur selama setahun di dalam gua.
"Apa ini?, Rasanya aneh begini, basah dan licin" gumam batinnya bertanya tanya merasakan sesuatu menjilati wajahnya.
Kedua matanya terbuka, tatapannya terpaku pada dua mata berwarna hijau dengan retina berbentuk pipih vertikal.
Ia lalu tersadar ketika lidah bercabang kembali menjilati wajahnya.
"Hei hentikan, dasar ular mesum" bentaknya membuat ular itu mundur menjauhinya.
Jingga segera bangkit dari pembaringannya, namun tubuhnya telah dipenuhi oleh tumbuhan yang merambat menutupinya.
Ia menggerakkan jemari tangannya, satu persatu akar yang membungkus badannya dipatahkan sampai kedua tangannya terbebas dari lilitan tanaman.
Dengan cepat Jingga melepaskan diri dari lilitan tanaman yang membungkusnya.
"Akhirnya bebas juga" ucapnya bersyukur.
Jingga berjalan menyusuri kedalaman gua dengan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun.
Ia mencari daun lebar untuk dijadikannya celana, setelah berkeliling dalam gua ia menemukan teratai di kolam kecil pojok gua.
"Lumayan bisa aku jadikan celana hehe" ucapnya seketika mengambil daun teratai yang lebar.
Ketika diangkat olehnya daun teratai, di bawahnya ada ikan kecil berwarna keemasan dengan mahkota kristal di kepalanya.
Ikan itu terus menatapnya, begitu pun dengan Jingga balas menatap ikan. Keduanya saling pandang.
"Hei ikan, aku ambil teratainya buat aku jadikan celana ya, kamu tidak marah kan?" Tanya Jingga memintanya baik baik.
Tak lama ikan itu menghilang dari kolam.
"Kemana ikan itu?" Tanyanya heran.
Breerr,
Gua bergemuruh kencang, Jingga langsung lari keluar gua.
"Tempat yang aneh" gerutunya kesal.
Jingga berjalan sambil satu tangannya memegang teratai yang melingkar di pinggangnya.
"Ini dimana ya?" Tanya batinnya memperhatikan hutan yang tidak terlalu lebat itu, ia tidak tahu arah mana yang harus ia tuju, mengikuti instingnya terus melangkah kemanapun kakinya berjalan.
Setelah beberapa langkah berjalan, terdengar suara menggeram dari kejauhan.
Muncul harimau hitam berjalan mendekatinya, mulutnya terbuka memperlihatkan taringnya yang runcing.
Anehnya Jingga tidak merasa takut sama sekali, ia malah mendekati harimau hitam itu.
Harimau hitam langsung berlari ingin menerkam Jingga yang sedikit kesulitan memegangi teratai.
Setelah jarak harimau hitam berada satu langkah kaki dengannya, harimau hitam itu malah lari tunggang langgang meninggalkan Jingga yang keheranan melihatnya.
"Dih! Kenapa tuh macan?, Tidak ada angin tidak ada hujan malah lari kaya melihat iblis" ucapnya merasa heran.
"Eh, aku kan iblisnya ha ha ha!" Serunya mengingat dirinya yang sekarang.
Hari mulai gelap, Jingga berada di dekat danau yang cukup luas, ia mengistirahatkan kakinya yang telah menempuh perjalanan jauh dari gua ke danau.
Sambil duduk berselonjor, Jingga memperhatikan adanya keanehan yang terjadi di tengah danau, airnya tidak tenang seperti umumnya danau yang pernah dilihatnya.
"Sepertinya ada sesuatu di dasar danau" pikirnya sambil terus memperhatikan riak air bergelombang.
Wuzz
Seekor ular raksasa berwarna hitam pekat keluar dari dalam danau, seketika ular hitam itu menoleh ke arah Jingga yang sedang duduk tenang memperhatikannya.
Ular hitam merayap di atas air menghampiri Jingga yang tidak bergeming sama sekali.
"Pasti pas dekat itu ular langsung lari" tebak Jingga yang masih selonjoran.
Benar saja, ketika jaraknya berada dalam dua langkah kaki, ular itu berbalik lalu masuk ke dasar danau.
"Ha ha ha, binatang di sini pada kenapa sih?" Gurau Jingga terus tertawa sampai guling guling di tanah.
Tidak jauh dari keberadaan Jingga, sepasang muda mudi mengintip memperhatikan tingkah konyol anak kecil yang terlihat aneh di mata mereka.
"Kasian sekali anak itu, masih kecil sudah gila" ucap pria muda merasa iba.
"Tapi aku heran, kenapa ular itu seperti ketakutan setelah dekat dengannya?" Timpal gadis di sebelahnya.
"Betul juga katamu Yang'er, jangan jangan, anak kecil itu siluman" ucap pemuda menyimpulkan.
Keduanya saling tatap dengan rasa takut.
"Ayo kita pergi, sebelum terjadi sesuatu di hutan hantu ini" ajak pemuda itu lalu berkelebat pergi bersama si gadis.
Malam semakin larut, Jingga yang tidak tahu harus kemana, memilih tidur di dekat danau.
Baru saja matanya terpejam, dentuman keras terdengar di dekatnya.
Sambil melawan kantuk, Jingga kembali duduk melihat apa yang terjadi.
Tiba tiba air danau menyembur membasahinya,
"Ah segarnya" tanggapnya yang malah merasa senang seperti dimandikan.
Seketika dari dalam danau keluar ular hitam sedang melilit ular merah yang memiliki tanduk dengan ukuran badannya sama seperti ular hitam.
Jingga yang melihatnya langsung berdiri dengan satu tangan memegang daun teratai yang melingkari pinggangnya.
Ia kegirangan menyaksikan pertarungan dua ular berlainan ras itu.
Pertarungan kedua ular semakin sengit dimana ular merah mendominasi pertarungan, dari mulutnya keluar api berwarna merah menyembur membakar ular hitam yang terlihat kesakitan.
Tak lama ular hitam jatuh tergeletak tak bernyawa dengan sebagian badannya terpanggang, lalu ular hitam berubah menjadi serpihan yang terbawa angin.
"Ya udahan" keluh Jingga melihat pertarungan yang telah selesai dimenangkan ular merah.
Ular merah langsung menghampiri Jingga yang terlihat kecewa.
Ular merah meraung tidak suka melihat keberadaan Jingga, namun Jingga hanya diam saja tak bergerak.
Ular merah menyemburkan apinya ke arah Jingga, hal tak terduga pun terjadi lagi, Jingga tidak merasakan panasnya api yang disemburkan ular merah, tetapi hal itu membuatnya geram.
Matanya berubah merah darah, aura iblisnya memancar mengintimidasi ular yang berada di depannya.
Ular merah itu pun lari ketakutan, sama dengan binatang lain sebelumnya.
"Kirain ular ini tidak akan lari seperti yang lainnya, tahunya sama saja" ucapnya yang lagi lagi merasa kecewa.
Jingga berbaring kembali untuk tidur, pikirannya berlarian kemana mana, tetapi ada satu yang ia pikirkan dengan serius.
"aku baru lihat ada ular yang memiliki tanduk seperti kambing jantan, dan anehnya ular itu bisa mengeluarkan api, apakah di dalam tubuhnya ada bara api, atau ada orang di dalamnya yang siap membakar api seperti kapal perang kakekku" pikirnya yang terus berlarian kesana kemari sampai akhirnya ia terlelap tidur.
mentari pagi bersinar terang menyinari alam dengan sangat indah, Jingga yang hanya merasakan sedikit tidur langsung bangkit berdiri menatap matahari.
"hei, bisa gak keluarnya nanti setelah aku puas tidur" kesalnya memarahi matahari yang menyinarinya.
Jingga lalu pergi mencari pohon rimbun untuk melanjutkan tidurnya, setelah lama ia mencari, kantuknya malah hilang dengan sendirinya.
"sungguh menyebalkan" gumamnya geram lalu melanjutkan perjalanannya menyusuri kedalaman hutan yang entah kapan ia bisa keluar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 316 Episodes
Comments
Mom La - La
akh... aku jadi ikutqn panik thorrr
2023-02-08
4
Kangee
🥀🥀🥀🥀
2022-11-30
1
XiaoYan
nice 👍
2022-10-13
1