Kapten Hei Sha berdiri tegak di ujung moncong kapal perang kekaisaran Xiao.
Berkali kali ia menciumi bilah pedangnya yang berhasil memenggal musuh bebuyutannya jenderal Zhang.
"Yang mulia, semua orang yang kabur menggunakan tabung telah berhasil dibantai, kami juga menangkap salah satu kapten yang mencoba kabur ke perairan benua matahari" lapor salah satu bawahannya.
"Hm, menarik, bawa orang itu kemari" ucap kapten Hei Sha memberi perintah.
"Siap yang mulia" sahut bawahan yang segera membawa seorang pria yang penuh luka ke hadapan kapten Hei Sha.
"Kau tahu, aku tidak pernah menyisakan satu pun musuh yang hidup" ucap kapten Hei Sha dingin.
Tanpa memberi kesempatan bicara, kapten Hei Sha dengan cepat mengayunkan pedangnya memenggal seorang pria di depannya.
Di salah satu lokasi tersembunyi, kapten Lie Zhou dalam persembunyiannya yang menyisakan celah kecil menggertakkan giginya menahan geram menyaksikan rekannya kapten Yu Nan terpenggal oleh pedang kapten Hei Sha.
"Aku akan membalaskan kematian jenderal dan teman temanku" gumamnya bertekad dalam hati.
Setelah memastikan tidak ada bawahan jenderal Zhang yang tersisa, kapten Hei Sha memerintahkan anak buahnya untuk membawa seluruh harta, senjata dan bahan makanan yang berada di dalam kapal kekaisaran Xiao.
Altar kapal telah kembali ke tempatnya di kapal kapal perompak, bola api dihantamkan terus menerus ke kapal perang kekaisaran Xiao sampai kapal perang itu hancur lalu tenggelam ke dasar lautan.
Belasan kapal perang perompak membentangkan bendera Hiu Hitam tanda kemenangan atas pertempuran dengan kapal perang kekaisaran Xiao.
Di kedalaman samudera, beast paus merasakan sakit di perutnya, hal itu membuatnya berputar putar di dasar samudera menahan rasa sakit.
Di dalam perutnya kuda poni terus memberikan perlawanan untuk bisa menyelamatkan Jingga yang masih hidup di dalam perut paus.
Walau pun harus terombang ambing karena putaran tubuh beast paus yang semakin liar, ia tidak kenal lelah terus menghantamkan energinya di dalam perut beast paus.
Pada akhirnya usaha yang dilakukannya berhasil membuat beast paus memuntahkan isi perutnya.
Kuda poni dan Jingga berhasil keluar dari perut beast paus, namun setelah mengeluarkan seluruh energinya, kuda poni menghembuskan nafas terakhir di dasar samudera.
Jingga yang dalam keadaan pingsan terbawa arus ke aliran sungai yang berada di dasar lautan.
Tubuhnya terus mengikuti aliran sungai hingga akhirnya terlempar ke dimensi lain di ujung aliran sungai kedalaman samudera.
Sosok monster bertanduk dua dengan lidah yang menjulur bermata satu dan kulit seperti sisik naga terbelenggu dalam rantai energi berwarna perak dalam posisi berlutut membuka matanya yang merah menyala merasakan adanya kehidupan tidak jauh dari hadapannya.
"Siapa makhluk kecil ini? Bagaimana dia bisa sampai ke sini?" Ucapnya keheranan.
Sudah ribuan tahun semenjak dikalahkan oleh sang penguasa semesta, ia tidak pernah bisa melepaskan diri dari belenggu rantai energi.
Kehadiran manusia kecil membuatnya memiliki harapan baru untuk kembali mengacaukan ketiga alam semesta.
Monster itu adalah raja iblis kuno yang biasa disebut Yuangu Mowang.
"Ha ha ha ha" tawanya mengerikan, ia begitu senang dengan takdir yang memberinya kesempatan kedua.
Ia kemudian memejamkan kembali matanya menunggu tersadarnya makhluk kecil di hadapannya.
Beberapa hari berikutnya Jingga tersadar dalam tidur panjangnya, ia kemudian duduk mengepalkan kedua tangannya mengingat kematian kakeknya jenderal Tang Xie Zhang.
"Akan kubalaskan kematian kakekku" teriaknya kencang melampiaskan amarahnya.
Yuangu Mowang membuka matanya mendengar teriakan dari makhluk kecil yang belum dikenalnya.
"Ha ha ha aku akan membantumu membalaskan dendam, siapa namamu makhluk kecil?" Tanya raja iblis kuno yang langsung meredakan amarah Jingga.
Tersentak mendengar suara keras dari monster di depannya, Jingga langsung berlari menjauhinya.
"Dimana aku?, Siapa kau monster jelek?" Tanyanya dengan perasaan takut melihat monster yang begitu menyeramkan di depannya.
"Ha ha ha, aku adalah raja iblis sang penguasa semesta ha ha ha" sahutnya menjawab pertanyaan anak kecil.
"Bodoh! Penguasa semesta tidak mungkin terantai seperti itu, dasar monster menyedihkan" timpal Jingga yang mulai tidak takut karena melihat monster di depannya terbelenggu rantai.
Namun siapa sangka raja iblis kuno masih memiliki kekuatan.
Ditariknya tubuh kecil Jingga hingga berjarak lima centi dari mata iblis kuno yang memancarkan api.
"Aku suka keberanianmu makhluk kecil, siapa namamu?" Tanya raja iblis kuno yang membuat bulu kuduk Jingga merinding ketakutan.
"A aku namaku Jingga" jawab Jingga dengan gugup.
"Nama yang aneh, tadi kau berteriak ingin membalas dendam, tapi kau tidak memiliki kekuatan apa pun di dalam dirimu, siapa sekarang yang bodoh? Makhluk kecil!" Ucapnya menawarkan bantuan dengan maksud terselubung.
"Bagaimana kau bisa membantuku sedangkan kau saja terantai begini" timpal Jingga memberanikan diri.
"Aku bisa memberimu kekuatan yang tidak pernah bisa kau bayangkan, bagaimana? Apa kau mau?" Rayunya meyakinkan Jingga.
"Ya aku mau, asal bisa membalaskan kematian kakekku, aku bersedia menerima kekuatanmu" jawab Jingga tidak peduli benar atau tidaknya.
"Ha ha ha, kau sungguh menarik" ucap raja iblis kuno lalu mengalirkan energinya membentuk ulang tubuh Jingga dengan energi iblis.
"Aaah, aah" teriak Jingga menahan rasa sakit yang sangat hebat.
Seluruh tubuhnya hancur menjadi serpihan yang beterbangan menyisakan hati dan jiwanya.
Raja iblis kuno terbelalak melihat hati Jingga yang masih utuh.
Kembali raja iblis kuno mengalirkan energinya menghancurkan hati yang masih utuh.
Dhuar dhuar
Energi iblis terbalik menyerangnya.
"Sial! Hati macam apa ini, kenapa tidak bisa dihancurkan?" Geram raja iblis kuno yang gagal menghancurkan hatinya Jingga.
"Dia akan terus berbuat baik kalau aku tidak menghancurkan hatinya, tapi mustahil kekuatanku tidak bisa menghancurkannya" imbuhnya semakin geram.
"Ha ha ha, bukankah dia tetap akan haus darah ha ha ha" sambungnya lalu membiarkan hati Jingga tetap utuh.
Tubuh yang hancur kini terbentuk kembali dengan sempurna, Jingga kini memiliki tubuh iblis murni.
Suasana menjadi hening sampai Jingga membuka kembali matanya.
"Ha ha ha kau sekarang adalah seorang iblis yang akan menjadi wakilku di alam semesta, hancurkan semua orang yang kau benci ha ha ha" ujar raja iblis kuno begitu senang dengan Jingga yang sekarang.
"Kau bisa menguasai seluruh kekuatan iblis dari kepalamu, kau juga bisa menguasai seluruh ilmu dan kekuatan di tiga alam, namun itu semua akan berfungsi setelah usiamu menginjak dua puluh tahun dan satu lagi kau tidak akan pernah bisa mati, tubuhmu bukan lagi makhluk lemah seperti sebelumnya, tubuhmu yang sekarang adalah tubuh iblis ha ha ha" lanjutnya dengan gembira.
"Kau bisa kembali ke tempat asalmu, jangan tanya bagaimana caranya kau bisa keluar dari dimensi ini, kau ke sini pun aku tidak tahu bagaimana kau bisa sampai di sini" imbuhnya menyarankan.
Jingga menggaruk kepalanya, lalu ia berkeliling di dimensi kecil itu.
Tak terasa setahun sudah ia mencari jalan keluar dari dimensi itu, namun pencarian sia sia.
"Sepertinya kau tidak akan pernah bisa keluar dari sini ha ha ha" ucap raja iblis kuno.
"Apa kau tidak bisa bicara tanpa harus ketawa monster jelek?" Tegur Jingga yang bosan dengan raja iblis kuno yang terus tertawa kalau bicara.
"Kau nampak bosan di sini, baiklah dulu aku memindai seluruh area ini, namun untuk terbebas dari belenggu rantai saja aku tidak bisa, jadi aku tidak pernah mencoba memasukinya" ucap raja iblis kuno baru memberitahunya setelah setahun lamanya.
"Jadi selama ini kau tahu jalan keluarnya, huh!" Keluh Jingga dengan kesal.
"Di area belakang tubuhku ada lubang kecil yang tertutup batu, mungkin itu jalannya" ucap raja iblis kuno memberitahunya.
Jingga langsung pergi ke arah punggung raja iblis kuno, ia melihat keberadaan tiga batu besar yang membentuk pola segitiga.
"Batu yang mana monster jelek?" Tanya Jingga.
"Cari saja sendiri" jawab raja iblis kuno mengerjainya.
Jingga lalu memindahkan ketiga batu besar itu, ia menemukan lubang kecil seukuran tubuhnya di batu ketiga yang dipindahkannya lalu melompat ke dalamnya.
Lubang kecil yang dimasuki oleh Jingga adalah portal dimensi menuju hutan hantu di perbatasan kerajaan Xiao.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 316 Episodes
Comments
forza 💫✨🎗️🪙👑
mcnya usia brpa tahun ya
2023-07-29
2
Jim Mi
gas Thor mantap
2023-05-31
1
Mom La - La
wk wk wk. rasain monster *****
2023-02-08
3