The Story Of Han Aruna
Seorang gadis kecil baru saja ditendang oleh ayahnya sendiri keluar dari kediamannya. Gadis itu adalah Jang Xia Lu. Jang Xia Lu segera bangun dan merangkak memeluk kaki Jenderal Jang Fang Lin, ayahnya. Semua kerumunan segera datang dan melihat kegembiraan.
"Menyingkir kau anak sialan!" Jang Fang Lin menggerakkan kakinya dengan kerasa agar gadis kecil itu melepaskan kakinya.
"Ayah maafkan Xia Lu, Xia Lu tidak sengaja. huhuhu" Xia Lu menangis di bawah kaki ayahnya.
Jendral Jang Fang Lin menendang Xia Lu sekali lagi. Membuat anak gadisnya yang baru berusia delapan tahun itu berguling di tanah. Kepalanya terbentur batu hingga mengeluarkan darah segar.
"Sudah untung sampah sepertimu bisa tinggal di sini. Tapi apa yang kau lakukan heh? Kau sudah membuat Selir Ye kehilangan anaknya. Kau harus pergi dari kediamanku. Mulai hari ini, aku Jendral Jang Fang Lin, memutuskan hubungan darah diantara kita."
Kerumuman orang todak bisa tidak untuk tidak berbisik-bisik. Mereka membenarkan apa yang dilakukan sang Jenderal. Putri sampah seperti itu tidak layak dipertahankan di kediaman jenderal besar.
Bagai tersambar petir, Xia Lu menghentikan tangisnya. Dia tahu seperti apapun keadaannya, ayahnya tidak akan peduli lagi dengannya. Ayahnya marah besar kepadanya. Ucapan sang Jendral membuat Xia Lu membeku. Dia segera mengambil buntalan kain yang berisi bajunya dan pergi meninggalkan kediaman yang menjadi tempat tinggalnya selama delapan tahun itu.
Sesekali Xia Lu menengok dan mengenang saat-saat indah masa kecilnya empat tahun yang lalu, sebelum ibunya meninggal. Saat itu Xia Lu hidup bahagia karena Jendral Fang Lin selalu memanjakannya.
Namun, setelah ibunya meninggal dan ayahnya mengangkat Selir Ye, kehidupan Xia Lu berbalik seratus delapan puluh derajat. Selir Ye dan kedua anak perempuannya selalu memperlakukan Xia Lu dengan tidak adil selama Jendral Fang Lin tidak berada di kediaman karena bertugas di perbatasan.
Apalagi setelah mengetahui jika pengujian bakat yang selalu dilakukan pada anak yang mencapai usia enam tahun dilakukan, dirinya diketahui tidak memiliki elemen bakat bawaan apapun. Bahkan dia juga tidak bisa mengolah qi.
Bakat bawaan seseorang akan dilihat setelah ia mencapai usia enam tahun. Seorang anak yang sudah berusia enam tahun akan dibawa ke balai pengujian. Anak tersebut akan diminta untuk menyentuh sebuah bola kristal sebesar kepalan tangan. Dengan menggunakan qi yang dimiliki, elemen bakat bawaannya akan ditunjukkan dengan warna yang dipancarkan oleh bola bening itu.
Cahaya yang dipancarkan bola kristal itu akan berwarna merah jika elemen bawaan seseorang adalah api, biru tua adalah air, biru muda adalah angin, hijau adalah kayu, dan coklat adalah tanah. Seseorang biasanya memiliki satu elemen bakat bawaan. Tapi ada juga yang memiliki elemen bakat bawaan ganda bahkan lebih. Tapi itu jarang terjadi, meskipun ada beberapa. Yang paling langka adalah menguasi semua elemen bakat bawaan. Dan yang ini hanya akan muncul seribu tahun sekali.
Tinggal di tengah masyarakat yang memiliki prinsip yang kuat yang berkuasa tentu saja kekuatan itu sangat diperlukan. Jadi Jang Xia Lu menjadi noda bagi kediaman Jenderal Jang selama dua tahun terakhir.
Kehidupan gadis kecil itu dua tahun belakangan sangatlah buruk. Ayahnya sendiri enggan melihatnya. Kedua saudara tirinya selalu membullinya. Dan meskipun ayahnya tahu akan hal ini, ia akan berpura-pura tidak mengetahui karena merasa seorang sampah memang sudah sepantasnya diperlakukan seperti itu. Itulah mengapa, bahkan pelayanpun tidak menaruh hormat padanya. Satu-satunya pelayan yang menempatkannya di matanya adalah pelayan ibunya yang mengikutinya dari kediaman asalnya. Namun pelayan itu pun sudah diberhentikan beberapa bulan yang lalu.
Sebenarnya Jang Xia Lu mempunyai saudara kandung yang satu ibu dengannya yang bernama Jang Hao Shan, kakak laki-lakinya yang berusia tujuh tahun lebih tua darinya tidak berada di kediaman karena pergi ke perguruan untuk belajar, sehingga tidak ada yang membela Xia Lu yang mendapatkan perlakuan tidak adil. Bahkan para pelayan mulai tidak menghormati Xia Lu sebagai anak sah kediaman jenderal Jang.
Puncaknya, saat Selir Ye untuk pertama kalinya mengandung anak Jendral Jang Fang Lin setelah penantian empat tahun lamanya, Xia Lu difitnah mencelakai Selir Ye sehingga membuat selir itu keguguran.
Pada saat itu, Selir Ye sedang melukis di pinggir kolam bersama kedua anak perempuannya, Jang Mue Lan dan Jang Dong He, mereka sengaja memanggil Xia Lu untuk bergabung.
Awalnya Xia Lu sangat senang karena menganggap bahwa selir Ye dan kedua anaknya menerima Xia Lu. Tapi Xia Lu kecil tidak tahu bahwa itu adalah salah satu intrik untuk menyingkirkan Xia Lu dari kediamannya sendiri.
Saat Xia Lu sudah berada di samping Selir Ye, Selir itu dengan sengaja menjatuhkan diri. Namun, Xia Lu lah yang di fitnah sengaja mendorong selir Ye. Dan kesalahan fatal terjadi. Selir Ye jatuh dengan posisi perut yang menabrak batu besar di pinggir kolam.
Para pelayan segera menolong selir Ye dan memanggil tabib. Namun sayang, janin yang dikandung Selir Ye tidak dapat diselamatkan.
Jendral Fang Lin yang berada di perbatasan segera kembali ke kediaman setelah mendengar kabar buruk itu. Dia sangat murka dan Mengusir Xia Lu tanpa mau mendengarkan kesaksian dari Xia Lu.
"Tuanku, hamba yakin Lu'er tidak sengaja melakukannya. Maafkanlah dia" bujuk Selir Ye sambil menangis di dekapan Jendral Jang Fang Lin.
"Tidak Yun'er. Jangan membela anak nakal itu lagi. Para pelayan melihat Xia Lu sengaja mendorongmu. Dia sudah keterlauan kali ini. Kesalahannya tidak dapat dimaafkan." Selir Ye tersenyum dalam hatinya. Uang yang ia berikan pada para pelayan itu tidak terbuang sia-sia. Lagipula anaknya yang belum lahir tidak boleh mati tanpa hasil yang menguntungkannya.
"Iya hamba tahu. Tapi tidak harus mengusir Lu'er kan." Selir Ye mengelus dada Jenderal Jang Fang Lin untuk meredakan amarahnya.
"Kesabaranku sudah habis. Sudah berulang kali dia berniat mencelakaimu, He'er dan juga Lan'er. Aku tidak mau mengulangi kesalahanku karena dia terus berusaha mencelakai kalian."
"He'er dan Lan'er bukanlah darah daging tuan. Lu'er pasti hanya iri tuanku menyayangi mereka berdua."
"Tidak. Jangan berbicara seperti itu. Sejak aku membawamu masuk ke kediaman ini, Mereka berdua juga sudah menjadi putriku. Kalian adalah tanggung jawabku. Aku tidak akan mempertahankan anak yang selalu berusaha mencelakai keluarganya sendiri. Apalagi anak itu hanyalah sampah. Jika tidak ada kejadian ini pun aku sudah akan membuangnya." Jendral Jang Fang Lin mencium pucuk kepala selir Ye. Selir Ye menyeringai. Dia yakin Rencananya berhasil sekarang.
"Terima kasih tuanku. Maaf hamba tidak bisa menjaga calon anak kita." Selir Ye semakin terisak. Jendral Fang Li menepuk pelan punggung selir Ye. "Tapi... "
"Keputusanku sudah bulat Yun'er. Jangan membela anak tidak tahu diri itu." Jendral Jang Fang Li segera bangun dan keluar paviliun milik Selir Ye. Meninggalkan wanita yang baru saja memanfaatkan kematian anaknya yang belum lahir untuk keuntungan pribadinya. Wanita itu mengelap air mata buaya yang sudah dia keluarkan. Kemudian tersenyum penuh kemenangan.
Tak apa kehilangan satu anaknya. Dia masih punya dua anak perempuan. Lagipula dia masih muda dan masih dapat mengandung anak dari Jendral nomer satu di kerajaan Tao.
Kehilangan anaknya sungguh menguntungkan baginya. Rencananya berhasil. Niatnya hanya ingin membuat anak dari istri sah suaminya dibenci oleh ayahnya sendiri, tapi dia mendapatkan hasil yang lebih baik dari itu.
Selir Ye awalnya bukanlah siapa-siapa. Dia berasal dari keluarga biasa di dekat perbatasan. Dia juga sudah menikah sebelumnya, suaminya meninggal saat ia dan suaminya akan meninggalkan desa untuk mengungsi karena desa mereka sangat dekat dengan perbatasan yang sedang terjadi perang. Namun, di tengah perjalanan mereka dihadang oleh perampok. Suami selir Ye pun melawan perampok itu dengan segenap kekuatannya.
Secara kebetulan, anak buah Jenderal Jang Fang Lin yang sedang berpatroli menemukan penyerangan itu dan membantu suami selir Ye. Namun mereka sudah terlambat. Suami selir Ye sudah terluka parah. Setelah mendapat bantuan dari prajurit, kelompok perampok segera dapat ditumpas. Prajurit membawa selir Ye dan suaminya ke tenda yang dibangun sebagai markas sementara untuk mengobati luka suami selir Ye. Namun takdir berkehendak lain, pria itu akhirnya meninggal.
Melihat selir Ye dengan dua anaknya itu, hati Jenderal Jang Fang Lin merasa iba. Ia pun membiarkan ketiga orang itu tinggal di sana sementara. Selir Ye bekerja dengan giat membantu para prajurit sebagai balasan atas bantuan mereka. Dan hal ini dilihat oleh jendreral Jang Fang Lin dan akhirnya mengangkat selir Ye menjadi selir di kediamannya.
Selir Ye yang awalnya sederhana karakternya berubah dengan cepat. Ambisi mengalahkan segalanya. Dengan segala upaya ia berusaha menaiki posisi yang lebih tinggi. Ia ingin menjadi istri sah. Tetapi derajatnya tidak mengizinkan akan hal itu.
Melihat nasibnya itu, selir Ye berjanji tidak akan membiarkan kedua putrinya mengalami hal yang sama dengannya. Ia akan menghancurkan segala yang menghalangu kedua putrinya untuk berada di puncak.
Itulah mengapa, selir Ye selalu mencari cara untuk menyingkirkan Jang Xia Lu bagaimana pun caranya.
Selir Ye mulai memasukkan racun ke dalam makanan yang dimakan oleh Xia Lu untuk menghancurkan pondasi Qi nya agar dia tidak dapat mengolah Qi. Dengan begitu secara otomatis, Jang Xia Lu juga tidak akan memiliki elemen bakat bawaan.
Jang Mue Lan da Jang Dong He juga tidak kalah mengerti. Mereka selalu membuat kondisi dimana Jang Xia Lu terlihat selalu mengganggu mereka hingga membuat Jenderal Jang Fang Lin marah setiap harinya.
Perlahan-lahan tetapi pasti, meskipun kedudukanya hanyalah seorang selir, tapi kediaman Jenderal ada di dalam telapak tangannya.
...~♡♡♡~...
...~*♡The Story Of Han Aruna_1♡*~...
*
*
*
Terima Kasih Sudah mampir ~☆(*¿*)☆~
Happy reading gaess...
Jangan lupa like, komen dan Vote ya... biar rajin update nya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Nf@. Conan 😎
mmpir thor smoga crita nya bgus sdikit typo nggak d gntung crita nya trus smpai tamat
2024-09-16
0
CaH KangKung,
👣👣
2024-07-20
0
Murni Dewita
mampir
2024-02-28
0