12. Aku Aruna, Han Aruna

“Hai kalian menyingkirlah!” teriak sang kusir ketika melihat Aruna dan Ji Yan yang tetap berada di sisi sebelah kiri.

Karena kedua orang yang tidak mnyingkir, akhirnya dengan terpaksa sang kusir dengan tergesa-gesa membelokkan kemudinya pada kuda yang mengakibatkan goncangan besar pada kereta. Akibat kereta yang melaju dengan kencang dan berhenti mendadak.

“Hei kau mau mati ya!” teriak seorang wanita dengan keras dari dalam kereta.

“Maafkan saya Nona. Ada beberapa orang dengan kudanya yang tidak mau menyingkir.” Jawab sang kusir membela diri. Memang begitulah kenyataannya.

“Huh!” mendengus. Seorang wanita di dalam kereta mendengus dengan kencang sebelum menyibakkan tirai keretanya.

“Siapa yang berani menghalangi jalan nona ini?” seorang wanita berdiri dengan angkuh di samping kereta. Seorang gadis cantik dengan hanfu berwarna orange. Rambutnya yang panjang dibentuk sedemikian rupa dengan berbagai hiasan yang menancap disana.

Semua orang di kekaisaran tahu identitas gadis cantik itu. Terkecuali Aruna tentunya. Bagi Aruna tidak penting mengenal orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan dirinya.

“Gadis itu bernama Tang Lin Hua. Dia putri sah di kediaman perdana menteri Tang. Sifatnya sombong dan suka menindas masyarakat dengan kedudukan yang dimiliki keluarganya.” Bisik Ji Yan. Aruna mendengarkan setiap penjelasan yang diucapkan Ji Yan tentang gadis cantik di depan mereka.

“Sepertinya anda harus segera mencari kusir baru Nona Tang. Bagaimana mungkin ia tidak bisa melewati jalan yang begitu lebar. Akan terjadi masalah jika suatu saat anda diharuskan melewati jalan yang sedikit sempit. Pasti anda tidak akan sampai di tujuan dengan keadaan yang baik dan tapat waktu.” Bukannya jawaban yang diberikan Aruna. Justru sebuah sindiran.

“Siapa kamu? Berani sekali menantangku? Kau tidak tahu siapa aku?” Lin Hua berkacak pinggang. Tangan kanannya mengibaskan kipas lipatnya dengan sombong.

“Tidak penting untuk mengenal anda Nona. Anda tidak ada artinya dalam hidup saya yang sangat sibuk. Permisi.” Aruna segera menjalankan kudanya kembali. Sungguh dia sudah membayangkan minuman dinginnya di depan mata.

“Pengawal! Tangkap mereka.” Teriak Lin Hua pada lima orang pengawal yang selalu mengikutinya.

Para pengawal itu mematuhi perintah atasannya. Menyerang Aruna dan kelompoknya dengan pedang yang mereka bawa. Namun di pihak Aruna hanya menanggapinya dengan santai. Aruna dan Ji Yan bahkan hanya menyaksikan pertarungan dari atas kuda mereka. Tiga orang yang mereka bawa saja sudah cukup untuk mengatasi lima pengawal milik Lin Hua dengan tangan kosong.

Dalam sekejap pertarungan selesai dengan kekalahan diderita oleh Lin Hua. Semua pengawal yang ia bawa tergeletak di tanah dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. Pedang yang mereka gunakan bahkan sudah berserak di tanah.

“Hah. Cukup seru bukan Nona Tang. Beruntung teman-temanku hari ini. Kami baru saja gagal melatih otot kami yang sudah kaku akibat pertarungan yang tidak membutuhkan banyak gerakan. Dan sekarang, ini cukuplah sebagai latihan.”

“Sombong! Awas saja kau. Kalau aku sampai tahu siapa kamu aku pastikan keluargamu akan menerima hukuman atas kekurang ajaranmu itu.”

“Oh aku sampai lupa. Kita bahkan sudah berbicara banyak hal. Tapi aku lupa memperkenalkan diri. Aku akan dengan senang hati memberitahukan identitasku. Aku tidak yakin kalau orangmu mampu menemukanku setelah pertemuan ini.”

“Jangan banyak omong.”

“Oh hoho baiklah. Perkenalkan aku Aruna. Han Aruna. Salam kenal.”

“Kau...”

“Ya... aku Aruna. Aaah sudahlah. Aku sudah sangat merindukan minuman dinginku. Aku permisi dulu Nona Tang.”

Ketiga anak buah Aruna sudah berada di atas kuda. Mereka segera mengikuti Aruna yang sudah melajukan kudanya dengan kecepatan sedang.

Teriakan makian begitu banyak terdengar dari mulut gadis cantik yang pengawalnya baru saja dikalahkan. Namun orang yang diteriakinya justru mengulum senyum.

Hari ini ia tidak banyak melatih lidahnya untuk berbicara dengan tuan Gong. Tapi ia malah mendapatkan gantinya dengan lidah Nona Muda kediaman perdana Menteri Tang yang terkenal sombong. Ini latihan untuk mengasah ketajaman lidah yang baik.

Sedangkan Lin Hua. Gadis itu masih sibuk memarahi anak buahnya yang dinilai tidak becus. Segala umpatan, makian, hinaan dan ancaman ia tujukan pada lima orang yang bahkan berdiri saja hampir tidak mampu.

“Kamu sudah besar mei mei. Kamu tumbuh sangat dengan sangat baik. Tapi kamu jauh berbeda sekarang.” bathin seorang tuan muda tampan yang sejak tadi memperhatikan perdebatan menarik antara dua orang nona Muda dari dua kediaman yang kuat di kekaisaran.

Wajahnya sendu mengingat wajah yang sepuluh tahun tidak ia lihat namun masih bisa ia kenali dengan sangat baik.

“Bukankah Nona Han sangat menarik tuan Muda Jang?”

“Ya benar. Dia memang sangat menarik.” dia adalah adikku. Bagaimana aku tidak memperhatikannya. Meskipun wajahnya sudah berubah begitu banyak, namun ada sesuatu yang tidak bisa dibohongi. Lagipula cahaya mata dan senyumnya tidak pernah berubah sejak terakhir kali aku melihatnya. Namun, meskipun semua yang ada padanya berubah. Tentu aku tidak akan pernah tidak mengenali adikku sendiri. Darah yang mengalir pada tubuh kamu adalah darah yang sama. Itu tidak akan bisa dirubah dan diganti oleh siapapun di dunia ini. Lanjut Jang Hai Shan dalam hati.

“Ohoho. Apakah aku tidak salah mendengar? Tidak biasanya tuan muda Jang memperhatikan seorang gadis.” Tuan muda Nan Si terkekeh. Baru kali ini ia mendapati Jang Hao San memuji seorang gadis. Apakah matahari masih terbit dari timur?

Hari ini, beberapa tuan muda yang ada di kekaisaran mendapatkan tugas untuk mempelajari perekonomian di ibu kota kekaisaran. Bukankah sangat mujur bagi mereka mendapati adegan yang sangat menghibur?

“Aku tidak menyangka jika Nona Muda Pertama Tang ternyata memiliki perangai yang sangat kasar.” Ucap Jun Bei Zi. Tuan muda pertama dari kediaman menteri keuangan Jun.

“Anda benar. Padahal di istana kelembutanlah yang terdengar.” Nan Si mengusap dagunya.

“Itu hal yang sangat wajar bukan. Nona Tang adalah salah satu calon putri mahkota di masa depan. Tentu saja hanya akan ada citra baik yang ditunjukkan.”

“Aku rasa putra Mahkota bukanlah seorang yang buta maupun bodoh sehingga memilih wanita yang kasar seperti itu untuk menjadi ibu negara.” Kata Jang Hao Shan.

“Putra Mahkota adalah orang yang sangat bijak. Kabarnya Yang Mulia bersumpah bahwa Yang Mulia tidak akan pernah mengangkat selir nantinya dan Yang Mulia sendirilah yang akan menentukan siapa permaisuri yang akan mendampinginya.” Kata Jun Bei Zi.

“Tapi bagaimana itu mungkin. Kekaisaran ini memerlukan banyak dukungan di masa depan. Jika putra mahkota memiliki niat seperti itu, apakah ia layak menjadi kaisar di masa depan?” Nan Si adalah anak dari menteri hukum yang sangat mengerti peraturan dan kebiasaan yang ada di kekaisaran.

“Dukungan dari para selir itu sejatinya adalah untuk menguatkan posisi para pejabat di sisi kaisar. Bukan menyangkut berdirinya sebuah kekaisaran. Lagi pula sudah banyak cerita mengenai kerasnya kehidupan Harem di istana belakang. Jika dalam istana saja banyak terjadi permusuhan lalu dukungan seperti apa yang bisa membantu?”

“Tuan muda Jang memang benar. Sebenarnya berada di antara para selir di istana belakang jauh lebih menegangkan daripada berada di perbatasan.”

Meninggalkan para tuan muda yang masih sibuk membahas politik di istana, gadis yang menjadi awal mula pembicaraan mereka justru tengah asik meminum air kelapa yang dicampur dengan perasan jeruk nipis yang menyegarkan.

...~♡♡♡~...

...~☆The Story Of Han Aruna_12☆~...

*

*

*

Terima kasih sudah mampir 😊

Jadilah pembaca budiman yang rajin kasih like vote dan hadiah untuk Author kayak akoh....😎

Hehehehe...😘

Just kidding, tapi beneran 🤔✌️

Terpopuler

Comments

Meigha

Meigha

es degan itu....🤤🤤

2023-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2 2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3 3. Kembali Ke Daratan
4 4. Pria Bertopeng
5 5. Bunga Yuna
6 6. Ingin Merampas barang dariku?
7 7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8 8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9 9. Festival Lampion
10 10. Kecantikan Nomor Satu
11 11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12 12. Aku Aruna, Han Aruna
13 13. Rencana Perjamuan Bunga
14 14. Persiapan Aruna
15 15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16 16. Hadiah yang Menakjubkan
17 17. Membuat Semua Orang Terpesona
18 18. Permainan Bai Tianli
19 19. Dasar Mesum!
20 20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21 21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22 22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23 23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24 24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25 25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26 26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27 27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28 28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29 29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30 30. Sekte Hitam Devil Dolls
31 31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32 32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33 33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34 34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35 35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36 36. Terpaksa Bekerja Sama
37 37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38 38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39 39. Semua Orang Sibuk
40 40. Menyusup
41 41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42 42. Siap Menangkap Penjahatnya
43 43. Antara Dua Pasukan
44 44. Ancaman Han Mora
45 45. Arnold VS Han Mora
46 46. Arnold Yang Diabaikan
47 47. Identitas Lain Shen Su Huan
48 48. Ruang Dimensi Mandala
49 49. Pemusnahan Keluarga Xu
50 50. Keluhan Hati Arnold
51 51. Arnold Yang Kejam?
52 52. Xu Ruo Feng Mengaku
53 53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54 54. Permintaan Han Aruna
55 55. Meminta Waktu
56 56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57 57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58 58. Lamaran
59 59. Arnold Datang
60 60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61 61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62 62. Suasana Sebelum Lelang
63 63. Hadiah Han Aruna
64 64. Permainan Harga
65 65. Pil Pembersih Tulang
66 66. Shen Su Huan Menawar Harga
67 67. Pasukan Berani Mati
68 68. Diikuti
69 69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70 70. Potongan Kisah 1
71 71. Potongan Kisah 2
72 72. Permaisuri Li Yue
73 73. Memakai Giok Phoenik Api
74 74. Kesan Pertama
75 75. Memanggil Saksi
76 76. Identitas Asli Yang Terungkap
77 77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78 78
79 79. Kejujuran Jang Dong He
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2
2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3
3. Kembali Ke Daratan
4
4. Pria Bertopeng
5
5. Bunga Yuna
6
6. Ingin Merampas barang dariku?
7
7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8
8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9
9. Festival Lampion
10
10. Kecantikan Nomor Satu
11
11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12
12. Aku Aruna, Han Aruna
13
13. Rencana Perjamuan Bunga
14
14. Persiapan Aruna
15
15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16
16. Hadiah yang Menakjubkan
17
17. Membuat Semua Orang Terpesona
18
18. Permainan Bai Tianli
19
19. Dasar Mesum!
20
20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21
21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22
22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23
23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24
24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25
25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26
26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27
27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28
28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29
29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30
30. Sekte Hitam Devil Dolls
31
31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32
32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33
33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34
34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35
35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36
36. Terpaksa Bekerja Sama
37
37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38
38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39
39. Semua Orang Sibuk
40
40. Menyusup
41
41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42
42. Siap Menangkap Penjahatnya
43
43. Antara Dua Pasukan
44
44. Ancaman Han Mora
45
45. Arnold VS Han Mora
46
46. Arnold Yang Diabaikan
47
47. Identitas Lain Shen Su Huan
48
48. Ruang Dimensi Mandala
49
49. Pemusnahan Keluarga Xu
50
50. Keluhan Hati Arnold
51
51. Arnold Yang Kejam?
52
52. Xu Ruo Feng Mengaku
53
53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54
54. Permintaan Han Aruna
55
55. Meminta Waktu
56
56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57
57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58
58. Lamaran
59
59. Arnold Datang
60
60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61
61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62
62. Suasana Sebelum Lelang
63
63. Hadiah Han Aruna
64
64. Permainan Harga
65
65. Pil Pembersih Tulang
66
66. Shen Su Huan Menawar Harga
67
67. Pasukan Berani Mati
68
68. Diikuti
69
69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70
70. Potongan Kisah 1
71
71. Potongan Kisah 2
72
72. Permaisuri Li Yue
73
73. Memakai Giok Phoenik Api
74
74. Kesan Pertama
75
75. Memanggil Saksi
76
76. Identitas Asli Yang Terungkap
77
77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78
78
79
79. Kejujuran Jang Dong He

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!