19. Dasar Mesum!

Entah mendapatkan keberanian dari mana, Aruna mendekatkan wajahnya, mempertemukan bibirnya dengan bibir pemuda di depannya. Efek afrosidiak telah menguasai dirinya. Apalagi melihat wajah tampan laki-laki di depannya itu, pertahanan Aruna runtuh seketika. Namun lebih penting lagi, dirinya harus segera menghilangkan racun sialan itu dari dalam tubuhnya. Dan sepertinya laki-laki ini bisa dipercaya.

Ciuman Aruna yang tergesa segera disambut oleh lawan. Hingga decapan terdengar berirama di halaman belakang yang sangat sepi itu. Suara ambigu itu memenuhi kesepian malam secara syahdu. Terdengar indah bertalu dengan suara binatang malam.

Sedangkan para penjaga bayangan dari kedua belah pihak, memalingkan wajah mereka yang ikut merona karena malu. Saling menoleh satu sama lainnya. Ah para tuan ini, seringkali melupakan keberadaan mereka. Sudahlah, nasib anj*Ng tunggal seperti mereka memang hanya sebatas jadi penonton yang tak dianggap.

Perlahan laki-laki itu mendorong Aruna ke belakang dan membaringkannya di tanah dengan hati-hati. Tangan kirinya menumpu tubuh agar tubunhnya tidak menekan gadis di bawahnya. Sementara tangan kanannya memegang erat tangan kiri gadis itu. Saling bertautan. Saling meremas jari.

Aruna mendongak saat pemuda itu menurunkan ciumannya. Memberikan sensasi lain di leher jenjangnya.

“Tolong jangan kelewatan.” Ucap Aruna setengah sadar. Pemuda itu menyeringai.

“Tenang saja. Meskipun aku laki-laki normal, aku tidak akan memanfaatkan wanita yang sedang tidak berdaya.” Ucapnya sebelum kembali membungkam bibir Aruna yang kini semakin merah merona. Basah dan menggoda.

Entah berapa lama Keduanya saling menikmati bibir masing-masing. Tangan kanan Aruna meremas punggung pria di atasnya saat sesuatu yang aneh ia rasakan. Hangat dan lega.

Aruna melepas tautan bibirnya. Sedikit mendorong tubuh jangkung di atasnya. Wajahnya memerah karena semua ini sangat memalukan untuknya. Hal ini di luar rencananya. Dia di luar kendali. Apalagi ia dengan jelas merasa ada sesuatu yang keras menabrak pahanya. Aruna sudah dewasa dan Ia tentu tahu itu apa. Mulai sekarang akan sangat canggung ke depannya.

“Kenapa?” tanya pemuda itu heran. Menaikkan alisnya saat menatap Aruna yang terlihat sangat bersalah.

“Ee...Sudah cukup. Saya sudah selesai. Terima kasih bantuan anda tuan.” Aruna mendorong tubuh tegap diatasnya dengan kuat.

Namun bukannya menjauh, pemuda itu malah mendekatkan wajahnya. Memperhatikan wajah Aruna yang semakin merona. Ia tidak akan melupakan momen sangat berkesan indah ini. Yang mungkin tidak akan hilang dengan mudah beberapa waktu ke depan. Wajah merona gadis ini sangat menawan.

“Nona Han, aku telah menandaimu sebagai milikku. Mulai saat ini ingatlah hal ini di hatimu.” Pemuda itu menunjuk satu kissmark di pundak kanan Aruna yang sengaja ia buat. Membuat gadis itu reflek menyentuh nya.

“Di masa depan, aku tidak hanya membuatnya di pundak, aku akan menandainya di seluruh tubuhmu.”

“Dasar mesum!” umpat Aruna membuat pemuda itu terkekeh pelan.

“Beberapa menit yang lalu, kamu sendiri yang melemparkan diri ke dalam pelukanku. Kemudian kamulah yang memulai ciuman yang sangat manis itu. Semua ini adalah pertama kalinya untukku. Jadi untuk seterusnya, hanya denganmu lah aku akan melakukannya di masa depan.”

“Omong kosong!” Aruna memalingkan wajahnya yang tersipu mendengarnya. Di sisi lain hatinya ia merasa senang karena ia adalah yang pertama untuk pemuda di atasnya. Memikirkannya ia juga tidak dirugikan karena Ini juga adalah ciuman pertamanya. Ia segera menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran anehnya.

“Nona Han. Kamu benar-benar pintar mematahkan hatiku.” pemuda itu dengan cepat merubah ekpresinya menjadi begitu teraniaya.

“Tolong menyingkir. Ini sudah sangat larut. Jika ada yang memergoki kita, akan menjadi hal yang sangat memalukan.” Aruna mendorong lebih kuat. Namun tubuh tegap di atasnya itu seperti batu sekarang. Sejengkal pun tidak berpindah. Sepertinya usaha yang dengan susah payah ia lakukan tidak berarti apa-apa untuk pemuda itu.

“Nona Han, kamu tidak boleh mendekati laki-laki manapun. Aku akan cemburu nantinya.” Ucapnya tegas.

“Kamu gila! Kita hanya sekali ini bertemu dan kamu mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu.” desis Aruna.

“Kamu memang gadis yang sangat menarik. Hanya kamulah gadis yang berani memanggil seorang Shen Su Huan sebagai orang yang mesum dan gila.”

“Anda....putra mahkota?” tanya Aruna membelalakkan matanya.

Pemuda itu mengangguk. “Jangan bereaksi berlebihan. Ya, itulah aku. Jadi ingatlah ini. Hanya kamu yang akan menjadi ratu di masa depan. Persiapkan dirimu.”

“Ini tidak masuk akal. Yang mulia, semua ini memang kesalahan ku. Tapi selain ciuman itu kita tidak melakukan hal lain. Jadi tidak bisakah anda melepaskan hamba?”

“Tidak. Sekali aku menandai milikku, tidak akan pernah aku lepaskan. Selamanya kamu hanya akan menjadi milikku.”

“Mohon putra mahkota jangan terlalu tidak punya malu.”

“Hahaha. Kamu membuatku semakin tertarik. Kamu sudah mengambil manfaat dariku tadi, dan sekarang mau pergi begitu saja?” Shen Su Huan memberikan kecupan manis di bibir Aruna sebelum bangkit dan merapikan bajunya.

Aruna segera berdiri. Merapikan hanfunya yang berantakan di bagian sekitar lehernya. "Tapi sepertinya bukan saya saja yang mendapat untung di sini."

Shen Su huan mengernyitkan alisnya. "Manfaat apa yang aku dapatkan?"

"Saya lihat anda juga menikmatinya tadi. jadi bisakah ini dianggap impas?"

"Tentu saja saya akan menikmatinya. Saya tidak akan keberatan untuk mengulanginya lain kali. Tapi tidak peduli apa. kamu sudah mengambil hak putri mahkota. Jadi kamu juga harus menjadi putri mahkotaku."

"Putra mahkota anda ini benar-benar keras kepala." Aruna berdecak kesal.

"Yah itulah aku." Shen Su Huan terkekeh. “Siapa yang telah berani memainkan trik padamu?” lanjut Shen Su Huan.

Gadis itu mengepalkan tangannya. Percayalah ia sedang mengutuk dengan begitu banyak di dalam hatinya pada pangeran Bai Tianli yang telah membuatnya terjebak dalam posisi yang sangat menyebalkan dan memalukan ini.

“Hanya seseorang yang tidak penting.” Jawab Aruna kesal. Bagaimana pun Bai Tianli adalah seorang putra mahkota dari kerajaan tetangga. Hubungan antara kedua kerajaan sangatlah baik, jadi dia tidak ingin memperpanjang masalah ini.

Shen Su Huan tahu jika Aruna tidak ingin membahasnya lebih jauh. Jadi dia membiarkan saja gadis itu merahasiakan nya. Memang kenapa jika gadis itu tidak memberitahu nya. Dengan kemampuan anak buahnya, hal itu tidak lah sulit untuk diketahui.

“Pergilah dari sini sebelum aku tidak bisa lebih lama lagi menahan diri.”

“Terima kasih yang mulia. Maaf karena hamba telah berlaku kurang sopan.” Aruna membungkukkan badannya.

“Tidak masalah. Kamu hanya cukup mengingat semua perkataan ku tadi karena aku sungguh-sungguh.” Ucap Shen Su Huan tegas.

“Emm untuk kejadian malam ini, hamba mohon yang mulia tidak memasukkannya ke dalam hati.” Ucap Aruna sebelum melompat ke atas pohon dan bergerak lincah menuju paviliunnya.

Shen Su Huan memperhatikan gadis itu bergerak lincah melompat dari atap ke atap dengan senyum di bibirnya. Semua ini sangat tidak terduga. Siapa yang akan menyangka jika seseorang seperti Han Aruna akan sampai di kediamannya dan memulai hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Ternyata rasa bibir gadis itu sangatlah manis. Pantas saja Bi Yun selalu memamerkannya padaku.” Gumamnya sambil menyentuh bibirnya yang masih basah.

“Lin Shi.” Ucapnya pelan. Namun seseorang dengan pakaian serba hitam segera datang dan menekuk kakinya memberi hormat.

“Saya yang mulia.”

“Cari tahu siapa yang memberi Han Aruna racun afrosidiak.”

“Siap laksanakan yang mulia.” Seseorang yang dipanggil Lin Shi itu segera bangkit dan pergi setelah memberi hormat. Melaksanakan tugasnya malam ini. Yah begitulah nasib para penjaga bayangan. Harus siap sedia kapanpun dan di manapun. Apapun tugas yang diberikan tuan mereka, tidak ada yang terlalu sulit untuk mereka lakukan.

Sementara itu, gadis yang baru saja merasakan nikmatnya berciuman dengan putra mahkota kini berguling-guling di atas ranjangnya. Kejadian beberapa saat lalu tidak bisa hilang dari pikirannya.

Setibanya ia di kamarnya tadi, ia kembali mandi dan membersihkan diri. Jujur saja, cairan yang keluar dari area bawahnya masih belum ia mengerti dengan jelas bagaimana bisa itu keluar dari tubuhnya. Yang jelas ada perasaan nikmat dan lega yang terasa.

Apalagi saat ia melihat sesuatu yang ditunjuk Shen Su Huan tadi pikirannya semakin kacau. Dia sudah mencoba untuk menghilangkannya dengan berbagai cara, namun sepertinya tanda merah gelap itu tidak akan hilang begitu saja. Aruna yang masihlah awam dalam hal itu tentu saja tidak tahu jika tanda itu hanya akan hilang setelah beberapa hari terlewati.

“Apakah dia vampir? Apa dia membuatnya dengan menggigit pundak ku?” tanyanya entah pada siapa saat ia tanpa sengaja kembali melihat tanda merah itu dari balik kain tipis baju tidurnya.

*

*

*

...~♡♡♡~...

...~☆The Story Of Han Aruna_19☆~...

Terima kasih sudah mampir 😎

Jangan lupa tinggalin jejak dengan klik like👍, vote 😍 dan komentarnya oke🤩

Terpopuler

Comments

~Daf r r

~Daf r r

oi ini pria bertopeng kemana

2023-07-18

1

Nanik Lestari

Nanik Lestari

🤣🤣🤣

2023-04-01

0

Yoni Hartati

Yoni Hartati

masih pw tdk haruna🤔🤔

2022-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2 2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3 3. Kembali Ke Daratan
4 4. Pria Bertopeng
5 5. Bunga Yuna
6 6. Ingin Merampas barang dariku?
7 7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8 8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9 9. Festival Lampion
10 10. Kecantikan Nomor Satu
11 11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12 12. Aku Aruna, Han Aruna
13 13. Rencana Perjamuan Bunga
14 14. Persiapan Aruna
15 15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16 16. Hadiah yang Menakjubkan
17 17. Membuat Semua Orang Terpesona
18 18. Permainan Bai Tianli
19 19. Dasar Mesum!
20 20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21 21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22 22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23 23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24 24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25 25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26 26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27 27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28 28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29 29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30 30. Sekte Hitam Devil Dolls
31 31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32 32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33 33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34 34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35 35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36 36. Terpaksa Bekerja Sama
37 37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38 38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39 39. Semua Orang Sibuk
40 40. Menyusup
41 41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42 42. Siap Menangkap Penjahatnya
43 43. Antara Dua Pasukan
44 44. Ancaman Han Mora
45 45. Arnold VS Han Mora
46 46. Arnold Yang Diabaikan
47 47. Identitas Lain Shen Su Huan
48 48. Ruang Dimensi Mandala
49 49. Pemusnahan Keluarga Xu
50 50. Keluhan Hati Arnold
51 51. Arnold Yang Kejam?
52 52. Xu Ruo Feng Mengaku
53 53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54 54. Permintaan Han Aruna
55 55. Meminta Waktu
56 56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57 57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58 58. Lamaran
59 59. Arnold Datang
60 60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61 61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62 62. Suasana Sebelum Lelang
63 63. Hadiah Han Aruna
64 64. Permainan Harga
65 65. Pil Pembersih Tulang
66 66. Shen Su Huan Menawar Harga
67 67. Pasukan Berani Mati
68 68. Diikuti
69 69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70 70. Potongan Kisah 1
71 71. Potongan Kisah 2
72 72. Permaisuri Li Yue
73 73. Memakai Giok Phoenik Api
74 74. Kesan Pertama
75 75. Memanggil Saksi
76 76. Identitas Asli Yang Terungkap
77 77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78 78
79 79. Kejujuran Jang Dong He
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2
2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3
3. Kembali Ke Daratan
4
4. Pria Bertopeng
5
5. Bunga Yuna
6
6. Ingin Merampas barang dariku?
7
7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8
8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9
9. Festival Lampion
10
10. Kecantikan Nomor Satu
11
11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12
12. Aku Aruna, Han Aruna
13
13. Rencana Perjamuan Bunga
14
14. Persiapan Aruna
15
15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16
16. Hadiah yang Menakjubkan
17
17. Membuat Semua Orang Terpesona
18
18. Permainan Bai Tianli
19
19. Dasar Mesum!
20
20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21
21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22
22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23
23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24
24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25
25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26
26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27
27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28
28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29
29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30
30. Sekte Hitam Devil Dolls
31
31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32
32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33
33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34
34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35
35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36
36. Terpaksa Bekerja Sama
37
37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38
38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39
39. Semua Orang Sibuk
40
40. Menyusup
41
41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42
42. Siap Menangkap Penjahatnya
43
43. Antara Dua Pasukan
44
44. Ancaman Han Mora
45
45. Arnold VS Han Mora
46
46. Arnold Yang Diabaikan
47
47. Identitas Lain Shen Su Huan
48
48. Ruang Dimensi Mandala
49
49. Pemusnahan Keluarga Xu
50
50. Keluhan Hati Arnold
51
51. Arnold Yang Kejam?
52
52. Xu Ruo Feng Mengaku
53
53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54
54. Permintaan Han Aruna
55
55. Meminta Waktu
56
56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57
57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58
58. Lamaran
59
59. Arnold Datang
60
60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61
61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62
62. Suasana Sebelum Lelang
63
63. Hadiah Han Aruna
64
64. Permainan Harga
65
65. Pil Pembersih Tulang
66
66. Shen Su Huan Menawar Harga
67
67. Pasukan Berani Mati
68
68. Diikuti
69
69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70
70. Potongan Kisah 1
71
71. Potongan Kisah 2
72
72. Permaisuri Li Yue
73
73. Memakai Giok Phoenik Api
74
74. Kesan Pertama
75
75. Memanggil Saksi
76
76. Identitas Asli Yang Terungkap
77
77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78
78
79
79. Kejujuran Jang Dong He

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!