14. Persiapan Aruna

Pagi ini kediaman Han Aruna mendadak ramai. Berbagai persiapan mereka lakukan untuk keberangkatan rombongan mereka ke istana. Dua kereta sudah dipersiapkan untuk segala keperluan selama tiga hari di istana. Satu kereta berisi perlengkapan Han Aruna seperti hanfu dan juga perhiasannya. Sedangkan satu kereta lainnya berisi persediaan untuk para pelayan dan juga pengawal pribadinya.

Para pelayan sibuk menyiapkan segala keperluan dipandu oleh Han Mora secara langsung. Wanita paruh baya itu mempersiapkan segala keperluan untuk Han Aruna dan memastikan tidak ada yang keliru.

Sebagai seorang ibu, rasa khawatir dan was-was tentu saja dia rasakan untuk anak gadisnya. Ini adalah kali pertama Han Aruna akan berada di lingkungan istana. Ia takut putrinya akan menjadi sasaran empuk manusia licik disana. Yah meskipun ia tahu anaknya itu sangat cerdik dan teliti, masih ada sedikit kecemasan di hatinya.

Jika ia tidak dalam keadaan kurang sehat saat ini, ia akan menemani putrinya itu. Menjaga dan membimbing nya dari dekat akan mengurangi segala macam resiko bahaya.

Sedangkan gadis ya g sedang dikhawatirkan nya saat ini sedang bermain pedang bersama Jei di halaman paviliun nya. Terkesan acuh dengan jamuan bunga yang akan berlangsung di istana esok hari.

Namun di saat dirinya sedang asik bermain pedangnya, suara melengking membuyarkan konsentrasi nya hingga membuat mata pedang Jei berhasil memojokkannya dan bertengger di leher putihnya.

“Kali ini anda kalah nona.” Kata Jei.

“Jei ini curang. Aku kaget dengar suara merdu ibu.” Ejeknya. Jelas-jelas ia tadi mengusap telinganya karena merasa terganggu. Ia sendiri heran dari mana wanita yang berkata bahwa ia sedang sakit itu memiliki kekuatan yang cukup besar untuk berteriak sekencang itu. Membuatnya kalah untuk pertama kalinya dari Jei.

“Dalam pertarungan tidak ada kata tidak siap nona. Lain kali nona harus fokus pada pertarungan yang sedang terjadi. Tidak boleh Meleng ataupun pecah konsentrasi. Akan sangat bahaya ke depannya.”

“Aku tahu Jei.” Sungut Aruna. Ia paling anti dengan kekalahan. Itulah sebabnya ia kesal sekarang.

“Aruna kenapa masih belum bersiap hah? Mau membuat kediaman kita malu karena penampilanmu yang urakan?” Han Mora menghampiri Han Aruna dan menarik telinga putrinya keras. Membuat si empunya mengaduh.

“Ibu ini sakit. Lepaskan! Lagipula apa yang harus aku persiapkan? Semua bukankah sudah dipersiapkan oleh ibu?” bantah Aruna sambil menggosok telinganya yang ngilu.

“Gadis bodoh! Kamu harus menyiapkan dirimu. Pergilah perawatan. Biar di sana kamu kelihatan paling bersinar.” Kata Han Mora sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada sambil menerawang jauh.

Percayalah, di kepala Han Mora saat ini sudah tergambar jelas penampilan cantik Aruna yang mengenakan hanfu indah dengan sapuan make up yang menawan. Penampilan yang sangat jarang bisa ia lihat mengingat putrinya lebih suka memakai hanfu sederhana atau hanfu pria. Sungguh kecantikan yang disia-siakan baginya.

“Apakah itu perlu Bu? Bukannya hanya jamuan makan biasa?” goda Aruna. Ia tahu betul maksud ibunya.

Mana bisa ia datang ke istana dengan penampilan nya yang biasa-biasa saja. Tentu saja ia akan menjadi bahan gunjingan jika itu sampai ia lakukan. Namun baginya tidak harus seserius itu menghadapi jamuan bunga. Ia hanya cukup berias seperlunya dengan memakai hanfu mewah. Penampilannya sudah akan menawan. Tidak perlu sampai merawat diri dengan berbagai macam hal yang menghabiskan banyak waktu. Akan lebih baik ia gunakan waktu itu untuk latihan pedang seperti saat ini.

“Aku pusing menghadapimu. Menurutlah untuk saat ini. Se Se bantu nonamu untuk perawatan. Aku tidak ingin panampilan buluknya mencoreng nama baik Anggrek Bulan milikku.” Katanya pedas. Yang Se Se segera datang dan menyerakan handuk kecil untuk menyeka keringat nona mudanya setelah ia mengiyakan perintah sang nyonya besar.

“Bu, tapi dua hari yang lalu aku baru saja perawatan. Aku rasa tidak perlu untuk hari ini.” Aruna masih mencoba menghindar. Baginya perawatan kulit tidak begitu penting untuk nya.

“Tidak ada tapi-tapian. Se Se cepat bawa nonamu ini pergi. Mataku akan tercemar melihat wajahnya yang kumel berkeringat.” Usir Han Mora membuat Han Aruna mendengus sebal namun masih berjalan menuju kamarnya untuk melakukan perawatan di dalam kamar mandi.

Di dalam kamar Aruna segera melepas hanfunya dibantu oleh Se Se. Sedangkan dua pelayan lain menyiapkan air panas dan juga perlengkapan untuk perawatan. Lulur tradisional dan juga masker. Mereka juga menyiapkan uap harum yang akan mereka aplikasikan untuk rambut Aruna.

Aruna masuk ke dalam kamar mandi dengan satu lapis hanfu yang menjadi dalaman setelah para pelayan mengatakan jika semua persiapan telah siap.

Dibantu Se Se. Aruna kembali melepas satu lapis hanfu terakhirnya dan meninggalkan kain putih yang melilit tubuhnya. Dengan perlahan Aruna berjalan dan memasukkan dirinya ke dalam bak mandi yang cukup besar. Berukuran tiga kali empat meter. Bahkan karena ukurannya, ini bisa disebut kolam.

Aruna duduk di tepi bak mandi yang cukup dangkal. Meletakkan kepalanya di pinggir bak dan membiarkan para pelayan membersihkan dan merawat rambutnya. Kedua tangannya juga ia rentangkan di tepi bak. Dua orang pelayan menghampiri dan menggosok pelan lengan putih susu milik Aruna.

Para pelayan selalu mengagumi tubuh majikannya itu. Putih yang sempurna. Sehalus sutra dan sewangi bunga Gardenia. Wajahnya pun sangat cantik meskipun tanpa polesan make up sedikitpun. Pesona yang membuat para kaum hawa merasa iri dan kaum Adam akan meleleh dibuatnya.

“Nona, saya yakin para pangeran akan terpesona pada kecantikan Anda.” Kata seorang pelayan di antara mereka.

“Benar nona. Kecantikan nona tidak ada bandingannya di kekaisaran ini.” Kata pelayan yang lain. Sedangkan Aruna hanya diam mendengarnya. Masih setia menutup matanya menikmati pijatan pada lengannya.

“Hamba dengar-dengar dalam perjamuan Bunga kali ini semua pengeran akan hadir dan memilih istri dan juga selir. Apalagi putra mahkota masih melajang sampai sekarang. Pasti banyak gadis yang akan tampil maksimal nanti.”

Aruna masih diam. Tapi ia mengingat betul apa yang para pelayannya gosipkan. Mereka mulai mengompori Han Aruna untuk menjadi yang terbaik. Atau mungkin menjadi istri putra mahkota. Ini akan menjadi nasib yang mujur.

“Apakah ibu yang meminta kalian mengatakan semua hal ini padaku?” tanya Aruna dengan nada malasnya. Ia tahu betul apa maksud mereka.

Ketiga pelayan yang tadinya asik menggosip kini terdiam. Nona mereka sangat cerdik sehingga ia bisa menebak maksud mereka. Memang semua itu atas perintah dari Han Mora.

“Katakan pada ibu aku akan melakukan yang terbaik. Tapi dengan caraku.”

Pesan Aruna yang diterima Han Mora menjadikan wanita paruh baya itu menjadi mendung. Bukan maksudnya untuk menekan Han Aruna dengan pernikahan. Namun ia terpaksa melakukannya.

Usianya yang sudah mulai tua tidak akan lagi mampu melindungi dan menjaga putrinya itu. Ia takut jika ia pergi tanpa mempercayakan putrinya pada orang yang tepat, yang kuat yang bisa memastikan keselamatan Aruna ia akan merasa sangat sedih.

Namun dari pesan Aruna, ia paham jalan yang akan diambil Aruna bukanlah jalan yang ia maksud. Gadisnya itu tidak suka bergantung pada orang lain. Gadis ini terlalu mandiri. Han Mora berharap jika ia akan mendapatkan suami yang baik yang menyayanginya dengan tulus. Tentu dengan kekuatan dan kekuasaan yang besar. Ke depannya jalan tidak akan mudah.

Meski bagaimanapun, Han Mora bukanlah seorang ibu yang memaksakan keinginannya. Ia mencoba menghormati keputusan Aruna dan hanya bisa berdoa yang terbaik untuk anak gadisnya itu.

*

*

*

...^^^~°The Story Of Han Aruna _14°~^^^...

Terima kasih sudah mampir 😘

Jangan lupa like👍 dan komentar yang membangun EA. 😍

Terpopuler

Comments

~Daf r r

~Daf r r

mana nih pria bertopeng

2023-07-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2 2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3 3. Kembali Ke Daratan
4 4. Pria Bertopeng
5 5. Bunga Yuna
6 6. Ingin Merampas barang dariku?
7 7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8 8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9 9. Festival Lampion
10 10. Kecantikan Nomor Satu
11 11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12 12. Aku Aruna, Han Aruna
13 13. Rencana Perjamuan Bunga
14 14. Persiapan Aruna
15 15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16 16. Hadiah yang Menakjubkan
17 17. Membuat Semua Orang Terpesona
18 18. Permainan Bai Tianli
19 19. Dasar Mesum!
20 20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21 21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22 22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23 23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24 24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25 25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26 26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27 27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28 28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29 29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30 30. Sekte Hitam Devil Dolls
31 31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32 32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33 33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34 34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35 35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36 36. Terpaksa Bekerja Sama
37 37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38 38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39 39. Semua Orang Sibuk
40 40. Menyusup
41 41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42 42. Siap Menangkap Penjahatnya
43 43. Antara Dua Pasukan
44 44. Ancaman Han Mora
45 45. Arnold VS Han Mora
46 46. Arnold Yang Diabaikan
47 47. Identitas Lain Shen Su Huan
48 48. Ruang Dimensi Mandala
49 49. Pemusnahan Keluarga Xu
50 50. Keluhan Hati Arnold
51 51. Arnold Yang Kejam?
52 52. Xu Ruo Feng Mengaku
53 53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54 54. Permintaan Han Aruna
55 55. Meminta Waktu
56 56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57 57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58 58. Lamaran
59 59. Arnold Datang
60 60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61 61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62 62. Suasana Sebelum Lelang
63 63. Hadiah Han Aruna
64 64. Permainan Harga
65 65. Pil Pembersih Tulang
66 66. Shen Su Huan Menawar Harga
67 67. Pasukan Berani Mati
68 68. Diikuti
69 69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70 70. Potongan Kisah 1
71 71. Potongan Kisah 2
72 72. Permaisuri Li Yue
73 73. Memakai Giok Phoenik Api
74 74. Kesan Pertama
75 75. Memanggil Saksi
76 76. Identitas Asli Yang Terungkap
77 77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78 78
79 79. Kejujuran Jang Dong He
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2
2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3
3. Kembali Ke Daratan
4
4. Pria Bertopeng
5
5. Bunga Yuna
6
6. Ingin Merampas barang dariku?
7
7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8
8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9
9. Festival Lampion
10
10. Kecantikan Nomor Satu
11
11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12
12. Aku Aruna, Han Aruna
13
13. Rencana Perjamuan Bunga
14
14. Persiapan Aruna
15
15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16
16. Hadiah yang Menakjubkan
17
17. Membuat Semua Orang Terpesona
18
18. Permainan Bai Tianli
19
19. Dasar Mesum!
20
20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21
21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22
22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23
23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24
24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25
25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26
26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27
27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28
28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29
29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30
30. Sekte Hitam Devil Dolls
31
31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32
32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33
33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34
34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35
35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36
36. Terpaksa Bekerja Sama
37
37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38
38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39
39. Semua Orang Sibuk
40
40. Menyusup
41
41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42
42. Siap Menangkap Penjahatnya
43
43. Antara Dua Pasukan
44
44. Ancaman Han Mora
45
45. Arnold VS Han Mora
46
46. Arnold Yang Diabaikan
47
47. Identitas Lain Shen Su Huan
48
48. Ruang Dimensi Mandala
49
49. Pemusnahan Keluarga Xu
50
50. Keluhan Hati Arnold
51
51. Arnold Yang Kejam?
52
52. Xu Ruo Feng Mengaku
53
53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54
54. Permintaan Han Aruna
55
55. Meminta Waktu
56
56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57
57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58
58. Lamaran
59
59. Arnold Datang
60
60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61
61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62
62. Suasana Sebelum Lelang
63
63. Hadiah Han Aruna
64
64. Permainan Harga
65
65. Pil Pembersih Tulang
66
66. Shen Su Huan Menawar Harga
67
67. Pasukan Berani Mati
68
68. Diikuti
69
69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70
70. Potongan Kisah 1
71
71. Potongan Kisah 2
72
72. Permaisuri Li Yue
73
73. Memakai Giok Phoenik Api
74
74. Kesan Pertama
75
75. Memanggil Saksi
76
76. Identitas Asli Yang Terungkap
77
77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78
78
79
79. Kejujuran Jang Dong He

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!