“Nona muda Han telah lama hidup di laut. Aku khawatir nona Han tidak akan bisa bergaul dengan nona muda yang lain karena terbiasa bergaul dengan para ikan.” Ucap Jang Dong He. Disambut kekehan dari nona muda di kelompok nya.
“Ooh. Mungkin dalam bayangan nona Jang makna dari berlayar itu adalah terus terombang-ambing di luasnya lautan. Namun itu salah besar. Kami para pelaut tidak hanya berada di laut. Jika seperti itu. Bagaimana kami melakukan perdagangan?”
Semua nona muda diam. Mereka tidak bisa mengelak nya. Senyum di wajah mereka juga berubah menjadi pias.
“Justru kami berlabuh di berbagai tempat dan negara untuk melakukan perdagangan. Bertemu dengan banyak orang. Menilik dari itu, sepertinya disini bukan aku yang tidak bisa bergaul dengan kalian. Namun sebaliknya, kalianlah yang tidak bisa bergaul denganku. Aku sudah membuktikan kemapuanku. Perkara yang sudah lama tidak dapat diselesaikan oleh kekaisaran, dengan mudah dapat kuatasi. Jadi mulai sekarang, aku dapat memberi kalian nasihat, berhentilah merendahkan orang lain tanpa melihat kemuliaan apa yang kamu miliki. Atau kalian sendiri yang akan menuai batunya. Ingat itu.”
Nona muda dari kelompok lain yang mendengarnya membenarkan. Jika Aruna dapat bertemu dengan banyak orang penting dari seluruh penjuru dengan berlayar, maka merekalah yang tidak sesuai untuk Aruna. Terbukti dengan mudahnya Aruna mendapatkan surat kerjasama dari kerajaan barat yang dinilai sulit dilakukan. Han Aruna tidak bisa dianggap remeh.
“Salam Nona Han, pangeran Bai Tianli dari kekaisaran Junlao meminta waktu untuk bertemu dengan anda. Pangeran sedang menunggu anda di gazebo di dekat kolam di ujung taman.” Seorang laki-laki muda membungkuk hormat di depan Aruna. Ia merupakan orang kepercayaan dari pengeran Bai Tianli.
“Tunjukkan jalannya.” Aruna dan rombongannya berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan laki-laki itu. Meninggalkan para nona muda yang merasa iri.
Pangeran Bai Tianli adalah pangeran mahkota dari kekaisaran Junlao. Memiliki wajah tampan dan sifatnya juga ramah. Meskipun ia sudah memiliki putri mahkota dan beberapa selir di sisinya, banyak nona muda mengharapkan dapat menjadi selirnya. Mungkin menjadi selir pangeran ini akan lebih mudah daripada harus menaklukkan hati putra mahkota Shen Su Huan yang teramat dingin.
“Salam pangeran mahkota Bai.” Sapa Han Aruna saat sudah berada di dekat Bai Tianli yang duduk sambil menyesap tehnya.
“Tidak perlu terlalu formal nona Han. Silahkan duduk.”
Aruna duduk di seberangnya. Seorang pelayan menuangkan teh ke dalam cangkirnya.
“Teh ini kami bawa langsung dari kerajaan Junlao. Teh dari pengunungan Fulin yang dipetik ketika matahari belum terbit sangat terasa nikmat.” Jelas pangeran Bai Tianli.
“Terima kasih. Sebelum ini, saya sudah pernah mencicipi nikmatnya teh ini. Jadi saya telah membuktikan sendiri bahwa Teh ini memang layak mendapatkan gelar rajanya teh.” Han Aruna mengangkat cangkirnya. Menyesapnya perlahan. Namun ia merasa ada yang aneh.
Pengeran Bai Tianli sebenarnya sedang memainkan trik padanya. Teh ini dicampuri bahan lain. Afrosidiak. Aruna mengepalkan tangannya di lengan bajunya. Dengan segera ia mengambil jarum peraknya dan menancapkan di titik akupuntur di lengannya untuk memperlambat efek racun.
“Mohon maaf, sebenarnya apa yang ingin pangeran bicarakan dengan saya?” tanya Han Aruna. Ia harus segera pergi untuk mendetoksifikasi semua racun.
“Sebenarnya tidak ada sesuatu yang serius. Saya hanya penasaran dengan cara nona mendapatkan surat kerjasama itu.”
“Ooh. Itu karena kebetulan hamba dan pangeran Arnold saling mengenal. Kami bersahabat cukup lama. Jadi begitulah. Dan hanya sebuah kepercayaan yang akan berbuah manis. Saya tidak pernah menyukai sebuah penghianatan atau orang yang bertindak dari belakang.” kata Han Aruna sinis. Melirik cangkir teh di atas meja.
“....” apakah gadis ini sudah menyadarinya? Gumam Bai Tianli di dalam hati.
“Jika tidak ada yang penting lagi, saya mohon undur diri. Hari sudah semakin larut dan saya perlu istirahat.”
“Ah tentu saja nona. Silahkan istirahat. Mohon maaf telah mengganggu waktu anda. Untuk menebusnya, biarkan anak buah saya mengantar anda.”
“Tidak, terima kasih. Saya tidak mau merepotkan yang mulia dengan Masalah remeh ini. Terlebih lagi, Saya tidak kekurangan orang untuk itu. Permisi.”
Han Aruna segera bangkit dan berjalan cepat menjauh dari sana. Ia tidak mengatakan pada Yang Se Se tentang afrosidiak yang ada di tubuhnya. Kalau tidak, gadis pelayannya yang polos ini akan khawatir. Apalagi Jei tidak ikut bersamanya saat ini. Sekarang di samping Han Aruna hanya ada dua pengawal dan beberapa penjaga bayangan yang tak terlihat di kegelapan.
Han Aruna segera masuk ke dalam paviliun yang disiapkan untuknya selama berada di istana. Meminta pelayan menyiapkan air untuknya berendam.
“Nona, wajah nona memerah. Keringat terus bermunculan di kening anda.” Kata Yang Se Se ketika membantu Aruna mandi.
“Tidak apa-apa Se Se. Mungkin air ini terlalu panas malam ini” sangkal Han Aruna.
“Padahal air ini bahkan hampir dingin. Kenapa aku merasa nona memiliki sesuatu yang dirahasiakan?” bathin Meira. Namun ia tidak berani menanyakan lebih lanjut.
“Emm, ini sudah larut. Sebaiknya kamu kembali saja ke kamarmu.”
“Mari saya bantu bersiap nona.” Yang Se Se enggan meninggalkan nona nya. Ia memiliki firasat yang buruk.
“Tidak. Aku masih ingin disini sendiri.”
“Baik nona.” Yang Se Se menyerah. Lalu memberi kode pada dua pelayan lain untuk keluar dari area pemandian.
Setelah ketiga orang pelayan itu keluar dari kamarnya, Han Aruna segera naik dan mengganti pakaian basahnya dengan yang baru. Ia harus segera menemukan kolam atau sungai untuknya berendam. Melunturkan hasrat yang kini menyerangnya dengan kejam.
Dalam kegelapan malam, sosok Han Aruna yang malam ini memakai hanfu berwarna hijau bergerak lincah. Melompat dari atap ke atap dengan suara yang hampir tidak terdengar. Melesat tanpa arah dengan tujuan keluar dari istana yang luas.
Namun ia mengalami nasib sial. Hasratnya semakin memuncak tak terkendali. Ia semakin tersiksa. Tubuhnya terasa sangat panas. Sungguh sialan Bai Tianli itu. Berapa banyak dosis yang diberikan untuknya hingga efeknya sangat kuat.
Han Aruna tidak memiliki tenaga lagi untuk meninggalkan istana. Akhirnya ia memutuskan untuk turun ke paviliun yang paling sepi yang pernah ia lewati. Mungkin ini adalah Paviliun yang tidak terpakai. Pikirnya. Lagi pula ada kolam untuk merendam dirinya di halaman belakang paviliun. Ini sempurna.
Saat dirinya tertatih berjalan ke arah kolam, sebuah suara maskulin masuk ke dalam telinganya yang mendamba. Gelayar aneh langsung menyerangnya.
“Siapa disana?” suara itu terdengar sangat merdu. Pelan, namun menusuk. Dominasi yang kuat. Kemudian disusul dengan suara langkah yang terdengar mendekat.
“Tolong jangan sekarang.” Pekiknya dalam hati. Jika ia bertemu dengan laki-laki malam ini, ia takut tidak akan bisa mengendalikan diri dari racun sialan itu.
“Maaf tuan, saya tidak sengaja datang kesini. Saya permisi.” Ucapnya parau, ia harus segera pergi dari sana. Matanya berkabut. Di depannya ia melihat dengan samar seorang pria berdiri dua meter di depannya. Memperhatikan dirinya dengan pandangan penuh selidik.
Saat Aruna hendak pergi, lengannya dicekal. Sentuhan itu menimbulkan. Sensasi yang berbeda. Ini aneh.
“Enak saja mau pergi setelah dengan seenaknya masuk ke dalam halamanku.” Suara itu terdengar jelas dan menuntut. Sangat mengintimidasi.
“Maaf tuan. Tolong izinkan saya pergi. Atau akan terjadi hal-hal yang tidak kita kehendaki.” Ucap Aruna sembari berusaha melepaskan cekakan tangannya.
“Oh rupanya terkena racun afrosidiak. Kenapa tidak bilang? Aku akan dengan senang hati membantumu.” Nada suara itu terdengar menggoda. Han Aruna sudah tidak dapat menahannya. Segera ia mendekat dan menubruk tubuh tegap itu. Membuat sang pemilik terhuyung karena tidak siap. Namun tangannya merengkuh pinggang gadis yang dengan seenaknya memeluknya dengan erat.
“Aku akan menolongmu.” Suara itu berbisik tepat di telinga Han Aruna. Menimbulkan hal yang sangat aneh bagi gadis itu.
“Tolong aku.” Aruna mendongak. Terlihat pemuda itu mengangguk dengan seringaian di bibirnya. Sebenarnya ia merasa sangat malu untuk melakukan hal ini. Apalagi melihat seringaian yang menjengkelkan itu. Namun ia tidak punya pilihan lain untuk saat ini.
*
*
*
...^^^~°The Story Of Han Aruna_18°~^^^...
Terima kasih sudah mampir 😎
Jangan lupa tinggalin jejak dengan klik like👍, vote 😍 dan komentarnya ok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Syiffa Aulia
kasiah aruna kl ditolong dengan hub intim
2023-04-04
0
Xiyu Aja
😀😀😀 arunannya jadi wanita jalang
2022-12-06
0
Nurul Husna
keren....q suka ceritanya.....dah mampir nih kak....lnjut .......
2022-08-05
1