18. Permainan Bai Tianli

“Nona muda Han telah lama hidup di laut. Aku khawatir nona Han tidak akan bisa bergaul dengan nona muda yang lain karena terbiasa bergaul dengan para ikan.” Ucap Jang Dong He. Disambut kekehan dari nona muda di kelompok nya.

“Ooh. Mungkin dalam bayangan nona Jang makna dari berlayar itu adalah terus terombang-ambing di luasnya lautan. Namun itu salah besar. Kami para pelaut tidak hanya berada di laut. Jika seperti itu. Bagaimana kami melakukan perdagangan?”

Semua nona muda diam. Mereka tidak bisa mengelak nya. Senyum di wajah mereka juga berubah menjadi pias.

“Justru kami berlabuh di berbagai tempat dan negara untuk melakukan perdagangan. Bertemu dengan banyak orang. Menilik dari itu, sepertinya disini bukan aku yang tidak bisa bergaul dengan kalian. Namun sebaliknya, kalianlah yang tidak bisa bergaul denganku. Aku sudah membuktikan kemapuanku. Perkara yang sudah lama tidak dapat diselesaikan oleh kekaisaran, dengan mudah dapat kuatasi. Jadi mulai sekarang, aku dapat memberi kalian nasihat, berhentilah merendahkan orang lain tanpa melihat kemuliaan apa yang kamu miliki. Atau kalian sendiri yang akan menuai batunya. Ingat itu.”

Nona muda dari kelompok lain yang mendengarnya membenarkan. Jika Aruna dapat bertemu dengan banyak orang penting dari seluruh penjuru dengan berlayar, maka merekalah yang tidak sesuai untuk Aruna. Terbukti dengan mudahnya Aruna mendapatkan surat kerjasama dari kerajaan barat yang dinilai sulit dilakukan. Han Aruna tidak bisa dianggap remeh.

“Salam Nona Han, pangeran Bai Tianli dari kekaisaran Junlao meminta waktu untuk bertemu dengan anda. Pangeran sedang menunggu anda di gazebo di dekat kolam di ujung taman.” Seorang laki-laki muda membungkuk hormat di depan Aruna. Ia merupakan orang kepercayaan dari pengeran Bai Tianli.

“Tunjukkan jalannya.” Aruna dan rombongannya berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan laki-laki itu. Meninggalkan para nona muda yang merasa iri.

Pangeran Bai Tianli adalah pangeran mahkota dari kekaisaran Junlao. Memiliki wajah tampan dan sifatnya juga ramah. Meskipun ia sudah memiliki putri mahkota dan beberapa selir di sisinya, banyak nona muda mengharapkan dapat menjadi selirnya. Mungkin menjadi selir pangeran ini akan lebih mudah daripada harus menaklukkan hati putra mahkota Shen Su Huan yang teramat dingin.

“Salam pangeran mahkota Bai.” Sapa Han Aruna saat sudah berada di dekat Bai Tianli yang duduk sambil menyesap tehnya.

“Tidak perlu terlalu formal nona Han. Silahkan duduk.”

Aruna duduk di seberangnya. Seorang pelayan menuangkan teh ke dalam cangkirnya.

“Teh ini kami bawa langsung dari kerajaan Junlao. Teh dari pengunungan Fulin yang dipetik ketika matahari belum terbit sangat terasa nikmat.” Jelas pangeran Bai Tianli.

“Terima kasih. Sebelum ini, saya sudah pernah mencicipi nikmatnya teh ini. Jadi saya telah membuktikan sendiri bahwa Teh ini memang layak mendapatkan gelar rajanya teh.” Han Aruna mengangkat cangkirnya. Menyesapnya perlahan. Namun ia merasa ada yang aneh.

Pengeran Bai Tianli sebenarnya sedang memainkan trik padanya. Teh ini dicampuri bahan lain. Afrosidiak. Aruna mengepalkan tangannya di lengan bajunya. Dengan segera ia mengambil jarum peraknya dan menancapkan di titik akupuntur di lengannya untuk memperlambat efek racun.

“Mohon maaf, sebenarnya apa yang ingin pangeran bicarakan dengan saya?” tanya Han Aruna. Ia harus segera pergi untuk mendetoksifikasi semua racun.

“Sebenarnya tidak ada sesuatu yang serius. Saya hanya penasaran dengan cara nona mendapatkan surat kerjasama itu.”

“Ooh. Itu karena kebetulan hamba dan pangeran Arnold saling mengenal. Kami bersahabat cukup lama. Jadi begitulah. Dan hanya sebuah kepercayaan yang akan berbuah manis. Saya tidak pernah menyukai sebuah penghianatan atau orang yang bertindak dari belakang.” kata Han Aruna sinis. Melirik cangkir teh di atas meja.

“....” apakah gadis ini sudah menyadarinya? Gumam Bai Tianli di dalam hati.

“Jika tidak ada yang penting lagi, saya mohon undur diri. Hari sudah semakin larut dan saya perlu istirahat.”

“Ah tentu saja nona. Silahkan istirahat. Mohon maaf telah mengganggu waktu anda. Untuk menebusnya, biarkan anak buah saya mengantar anda.”

“Tidak, terima kasih. Saya tidak mau merepotkan yang mulia dengan Masalah remeh ini. Terlebih lagi, Saya tidak kekurangan orang untuk itu. Permisi.”

Han Aruna segera bangkit dan berjalan cepat menjauh dari sana. Ia tidak mengatakan pada Yang Se Se tentang afrosidiak yang ada di tubuhnya. Kalau tidak, gadis pelayannya yang polos ini akan khawatir. Apalagi Jei tidak ikut bersamanya saat ini. Sekarang di samping Han Aruna hanya ada dua pengawal dan beberapa penjaga bayangan yang tak terlihat di kegelapan.

Han Aruna segera masuk ke dalam paviliun yang disiapkan untuknya selama berada di istana. Meminta pelayan menyiapkan air untuknya berendam.

“Nona, wajah nona memerah. Keringat terus bermunculan di kening anda.” Kata Yang Se Se ketika membantu Aruna mandi.

“Tidak apa-apa Se Se. Mungkin air ini terlalu panas malam ini” sangkal Han Aruna.

“Padahal air ini bahkan hampir dingin. Kenapa aku merasa nona memiliki sesuatu yang dirahasiakan?” bathin Meira. Namun ia tidak berani menanyakan lebih lanjut.

“Emm, ini sudah larut. Sebaiknya kamu kembali saja ke kamarmu.”

“Mari saya bantu bersiap nona.” Yang Se Se enggan meninggalkan nona nya. Ia memiliki firasat yang buruk.

“Tidak. Aku masih ingin disini sendiri.”

“Baik nona.” Yang Se Se menyerah. Lalu memberi kode pada dua pelayan lain untuk keluar dari area pemandian.

Setelah ketiga orang pelayan itu keluar dari kamarnya, Han Aruna segera naik dan mengganti pakaian basahnya dengan yang baru. Ia harus segera menemukan kolam atau sungai untuknya berendam. Melunturkan hasrat yang kini menyerangnya dengan kejam.

Dalam kegelapan malam, sosok Han Aruna yang malam ini memakai hanfu berwarna hijau bergerak lincah. Melompat dari atap ke atap dengan suara yang hampir tidak terdengar. Melesat tanpa arah dengan tujuan keluar dari istana yang luas.

Namun ia mengalami nasib sial. Hasratnya semakin memuncak tak terkendali. Ia semakin tersiksa. Tubuhnya terasa sangat panas. Sungguh sialan Bai Tianli itu. Berapa banyak dosis yang diberikan untuknya hingga efeknya sangat kuat.

Han Aruna tidak memiliki tenaga lagi untuk meninggalkan istana. Akhirnya ia memutuskan untuk turun ke paviliun yang paling sepi yang pernah ia lewati. Mungkin ini adalah Paviliun yang tidak terpakai. Pikirnya. Lagi pula ada kolam untuk merendam dirinya di halaman belakang paviliun. Ini sempurna.

Saat dirinya tertatih berjalan ke arah kolam, sebuah suara maskulin masuk ke dalam telinganya yang mendamba. Gelayar aneh langsung menyerangnya.

“Siapa disana?” suara itu terdengar sangat merdu. Pelan, namun menusuk. Dominasi yang kuat. Kemudian disusul dengan suara langkah yang terdengar mendekat.

“Tolong jangan sekarang.” Pekiknya dalam hati. Jika ia bertemu dengan laki-laki malam ini, ia takut tidak akan bisa mengendalikan diri dari racun sialan itu.

“Maaf tuan, saya tidak sengaja datang kesini. Saya permisi.” Ucapnya parau, ia harus segera pergi dari sana. Matanya berkabut. Di depannya ia melihat dengan samar seorang pria berdiri dua meter di depannya. Memperhatikan dirinya dengan pandangan penuh selidik.

Saat Aruna hendak pergi, lengannya dicekal. Sentuhan itu menimbulkan. Sensasi yang berbeda. Ini aneh.

“Enak saja mau pergi setelah dengan seenaknya masuk ke dalam halamanku.” Suara itu terdengar jelas dan menuntut. Sangat mengintimidasi.

“Maaf tuan. Tolong izinkan saya pergi. Atau akan terjadi hal-hal yang tidak kita kehendaki.” Ucap Aruna sembari berusaha melepaskan cekakan tangannya.

“Oh rupanya terkena racun afrosidiak. Kenapa tidak bilang? Aku akan dengan senang hati membantumu.” Nada suara itu terdengar menggoda. Han Aruna sudah tidak dapat menahannya. Segera ia mendekat dan menubruk tubuh tegap itu. Membuat sang pemilik terhuyung karena tidak siap. Namun tangannya merengkuh pinggang gadis yang dengan seenaknya memeluknya dengan erat.

“Aku akan menolongmu.” Suara itu berbisik tepat di telinga Han Aruna. Menimbulkan hal yang sangat aneh bagi gadis itu.

“Tolong aku.” Aruna mendongak. Terlihat pemuda itu mengangguk dengan seringaian di bibirnya. Sebenarnya ia merasa sangat malu untuk melakukan hal ini. Apalagi melihat seringaian yang menjengkelkan itu. Namun ia tidak punya pilihan lain untuk saat ini.

*

*

*

...^^^~°The Story Of Han Aruna_18°~^^^...

Terima kasih sudah mampir 😎

Jangan lupa tinggalin jejak dengan klik like👍, vote 😍 dan komentarnya ok.

Terpopuler

Comments

Syiffa Aulia

Syiffa Aulia

kasiah aruna kl ditolong dengan hub intim

2023-04-04

0

Xiyu Aja

Xiyu Aja

😀😀😀 arunannya jadi wanita jalang

2022-12-06

0

Nurul Husna

Nurul Husna

keren....q suka ceritanya.....dah mampir nih kak....lnjut .......

2022-08-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2 2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3 3. Kembali Ke Daratan
4 4. Pria Bertopeng
5 5. Bunga Yuna
6 6. Ingin Merampas barang dariku?
7 7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8 8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9 9. Festival Lampion
10 10. Kecantikan Nomor Satu
11 11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12 12. Aku Aruna, Han Aruna
13 13. Rencana Perjamuan Bunga
14 14. Persiapan Aruna
15 15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16 16. Hadiah yang Menakjubkan
17 17. Membuat Semua Orang Terpesona
18 18. Permainan Bai Tianli
19 19. Dasar Mesum!
20 20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21 21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22 22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23 23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24 24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25 25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26 26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27 27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28 28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29 29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30 30. Sekte Hitam Devil Dolls
31 31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32 32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33 33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34 34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35 35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36 36. Terpaksa Bekerja Sama
37 37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38 38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39 39. Semua Orang Sibuk
40 40. Menyusup
41 41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42 42. Siap Menangkap Penjahatnya
43 43. Antara Dua Pasukan
44 44. Ancaman Han Mora
45 45. Arnold VS Han Mora
46 46. Arnold Yang Diabaikan
47 47. Identitas Lain Shen Su Huan
48 48. Ruang Dimensi Mandala
49 49. Pemusnahan Keluarga Xu
50 50. Keluhan Hati Arnold
51 51. Arnold Yang Kejam?
52 52. Xu Ruo Feng Mengaku
53 53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54 54. Permintaan Han Aruna
55 55. Meminta Waktu
56 56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57 57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58 58. Lamaran
59 59. Arnold Datang
60 60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61 61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62 62. Suasana Sebelum Lelang
63 63. Hadiah Han Aruna
64 64. Permainan Harga
65 65. Pil Pembersih Tulang
66 66. Shen Su Huan Menawar Harga
67 67. Pasukan Berani Mati
68 68. Diikuti
69 69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70 70. Potongan Kisah 1
71 71. Potongan Kisah 2
72 72. Permaisuri Li Yue
73 73. Memakai Giok Phoenik Api
74 74. Kesan Pertama
75 75. Memanggil Saksi
76 76. Identitas Asli Yang Terungkap
77 77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78 78
79 79. Kejujuran Jang Dong He
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2
2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3
3. Kembali Ke Daratan
4
4. Pria Bertopeng
5
5. Bunga Yuna
6
6. Ingin Merampas barang dariku?
7
7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8
8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9
9. Festival Lampion
10
10. Kecantikan Nomor Satu
11
11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12
12. Aku Aruna, Han Aruna
13
13. Rencana Perjamuan Bunga
14
14. Persiapan Aruna
15
15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16
16. Hadiah yang Menakjubkan
17
17. Membuat Semua Orang Terpesona
18
18. Permainan Bai Tianli
19
19. Dasar Mesum!
20
20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21
21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22
22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23
23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24
24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25
25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26
26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27
27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28
28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29
29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30
30. Sekte Hitam Devil Dolls
31
31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32
32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33
33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34
34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35
35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36
36. Terpaksa Bekerja Sama
37
37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38
38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39
39. Semua Orang Sibuk
40
40. Menyusup
41
41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42
42. Siap Menangkap Penjahatnya
43
43. Antara Dua Pasukan
44
44. Ancaman Han Mora
45
45. Arnold VS Han Mora
46
46. Arnold Yang Diabaikan
47
47. Identitas Lain Shen Su Huan
48
48. Ruang Dimensi Mandala
49
49. Pemusnahan Keluarga Xu
50
50. Keluhan Hati Arnold
51
51. Arnold Yang Kejam?
52
52. Xu Ruo Feng Mengaku
53
53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54
54. Permintaan Han Aruna
55
55. Meminta Waktu
56
56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57
57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58
58. Lamaran
59
59. Arnold Datang
60
60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61
61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62
62. Suasana Sebelum Lelang
63
63. Hadiah Han Aruna
64
64. Permainan Harga
65
65. Pil Pembersih Tulang
66
66. Shen Su Huan Menawar Harga
67
67. Pasukan Berani Mati
68
68. Diikuti
69
69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70
70. Potongan Kisah 1
71
71. Potongan Kisah 2
72
72. Permaisuri Li Yue
73
73. Memakai Giok Phoenik Api
74
74. Kesan Pertama
75
75. Memanggil Saksi
76
76. Identitas Asli Yang Terungkap
77
77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78
78
79
79. Kejujuran Jang Dong He

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!