10. Kecantikan Nomor Satu

Tak lama menempuh perjalanan, Aruna sampai di gudang yang dimaksud anak buahnya. kuda yang ditungganginya segera ia serahkan kepada anak buahnya yang sudah menunggu di sana.

"Dimana Mereka?" tanya Aruna setelah dirinya menemui kepala gudang.

"Mari Nona."

Aruna dibimbing untuk untuk masuk ke dalam gudang kosong tempat pencuri itu ditawan. Sepanjang perjalanan, para penjaga membungkukkan tubuh mereka memberi hormat pada sang pemilik tempat dimana mereka bekerja.

“Silahkan Nona.” Kepala gudang yang biasa dipanggil paman Du itu membukakan pintu untuk Aruna.

Di dalam gudang, ada tiga orang yang di dudukkan di lantai. Ketiganya diikat satu-satu.

Aruna melihat mereka dengan seksama. Pandangan matanya dingin dan teliti. Dia tidak akan membiarkan dirinya ceroboh sama sekali. Para tawanan yang mendapatkan tatapan penuh selidik dari gadis cantik di depannya segera menelan ludahnya dengan kasar. Bagaimana seorang gadis memiliki aura yang begitu mendominasi.

“Apa tujuan kalian sebenarnya?” suara yang merdu namun penuh tekanan itu terdengar seperti menusuk hati. Bukan hanya para tawanan yang gemetar. Para penjaga pun merasakan hal yang sama dengan ketiga tawanan itu.

“Mereka hendak mencuri barang yang akan kita lelang pada awal musim semi panas Nona.” Jawab paman Du.

Menghiraukan penjelasan paman Du, Aruna masih sibuk meneliti setiap mimik wajah tiga orang laki-laki di depannya.

“Untuk aliansi dagang mana kalian bekerja?” ketiga tawanan segera mendongakkan kepalanya. Anak buah Aruna saling memandang. Perkataan nona mereka sungguh di luar perkiraan mereka.

“katakan!!!” teriak Aruna sambil menodongkan mata pedang yang ia ambil dari salah seorang penjaga yang ada di dekatnya pada leher salah satu pria yang terikat di lantai.

“Pembunuh bayaran.” Gumam Aruna setelah melihat bahwa tidak ada ketakutan dan keraguan yang ada di mata ketiga pria tersebut.

“Geledah mereka!” Aruna melemparkan pedangnya pada pengawal yang pedangnya telah ia ambil. Aruna duduk di atas kursi satu-satunya yang ada di ruangan itu. Menyilangkan kaki kirinya dengan anggun. Sementara anak buahnya melakukan tugasnya untuk menggeledah para tawanan.

“Mereka dari serikat pembunuh bayaran “Lotus Hitam” nona.” Kata salah satu penjaga setelah menemukan tato bergambar lotus hitam yang ada di punggung para Tawanan.

Kemudian, setelah diketahui bahwa mereka bertiga adalah orang bayaran, banyak pertanyaan yang dilontarkan pada mereka. Namun tidak ada satupun informasi yang keluar dari mulut ketiganya.

“Huh! Serikat Lotus Hitam. Pantas saja mereka sangat loyal.” Aruna mengibaskan hanfunya sebelum menghampiri ketiga orang itu.

“Paman Du.” Orang yang disebut namanya segera mendekat. Aruna mengulurkan tiga butir pil bening dari balik hanfunya. Paman Du segera menerima dan tahu apa yang harus ia lakukan.

Dengan paksa, satu persatu mereka menelan pil bening itu. Pil itu adalah pil kejujuran. Aruna tidak akan berbuat kejam pada orang yang tidak tahu apa-apa. Bagaimanapun, mereka hanyalah bawahan yang menuruti perintah atasan.

Setelah menunggu sekitar lima menit, Aruna kembali membuka mulutnya.

“Apa yang akan kalian lakukan di tempatku?” suara Aruna yang tegas dan dingin segera terdengar.

“Kami hanya diminta untuk membakar gudang milik Nona.” Jawab salah seorang diantara para tawanan.

“Berani sekali atasanmu menerima perintah seperti itu.”

“Siapa yang menyewa kalian?” lanjut Aruna.

“Kami tidak tahu. Kami hanya menerima perintah dari atasan kami.” Jawab salah satu tawanan.

Aruna mendengus sebal. Tidak ada cara lain untuk mengetahuinya selain datang secara langsung. Para pembunuh dari serikat Lotus Hitam memang tidak pernah tahu untuk siapa mereka bekerja karena mereka hanya mendapatkan perintah dari atasan. Jadi, seperti apapun usaha untuk membuat mereka buka mulut tidak akan pernah berhasil.

“Kurung mereka! Berikan ramuan pencuci otak. Mereka berani bermain dengan kita akan tahu akibatnya.” ucap Aruna acuh.

“Baik Nona.” Anak buahnya segera bekerja. Ketiga tawanan segera diseret untuk dibawa ke penjara bawah tanah yang memang tersedia disana.

“Persiapkan diri, besok kita akan mendatangi sarangnya.” Aruna menyeringai. Sepertinya besok akan menyenangkan. Dia sendiri hampir bosan karena hanya mengurus perdagangan. Sudah lama ia tak menggunakan kemampuannya untuk bertarung.

Keesokan harinya, setelah menghabiskan sarapannya, Aruna segera menyiapkan. Hanfu pria berwarna hitam dengan pola ular piton berwarna biru sudah melekat di tubuhnya. Rambutnya ia ikat tinggi dengan gelang rambut berwarna hitam senada dengan hanfu yang ia pakai.

“Sudah mau berangkat?” tanya Han Mora yang melihat Aruna berjalan ke arahnya.

“Iya bu.”

“Mereka sangat berbahaya nak. Apa tidak sebaiknya para penjaga saja yang pergi kesana.”

“Oh ayolah bu. Ini akan seru. Lagipula aku sudah sangat lama tidak merengganggakan otot-ototku. Selama satu bulan dirumah aku rasa mulai bosan.”

Nyonya Han tergelak. Bagaimana bisa gadis yang ia besarkan menjadi seperti ini. Aruna bahkan lebih memiliki sifat pria yang dominan dibandingkan sifat seorang putri bangsawan yang anggun.

“Huh! Harusnya dari dulu aku tidak membawamu ikut berlayar. Lihatlah dirimu. Bisakah kamu disebut seorang gadis sekarang?”

“Bukan bu. Aku bukanlah gadis secara umum. Aku tentu saja berbeda dari mereka. Ibarat kata, aku ini versi lengkap.”

“Kamu benar. Versi lengkap seorang putri bangsawan yang anggun dan tuan muda yang tangguh.” Nyonya Han manggut-manggut. Ia tak menyangka gadis yang ia besarkan selama sepuluh tahun ini akan tumbuh menjadi gadis yang luar biasa. Dengan bakat multi talenta yang ia miliki akan menjadikannya wanita terhebat di masa depan.

“Itulah aku. Baiklah ibu aku berangkat dulu. Tolong minta pelayan menyiapkan minuman segar ketika aku kembali.” Pamit Aruna.

“Baiklah. Bersenang-senanglah Aruna.”

Aruna yang mendengar itu tergelak ringan. Sudah lama rasanya ia tidak menggerakkan otot-ototnya untuk menghajar orang. Jika ia sedang berlayar, akan banyak perompak yang akan ia hadapi sehingga tidak akan merasa bosan seperti sekarang.

Namun ini sudah satu bulan ia tidak ikut berlayar. Hanya anak buahnya yang mengarungi lautan dan masih dua bulan lagi mereka baru akan kembali. Huh! Rasanya ia sudah merindukan lautan yang luas dan penuh dengan kejutan.

Aruna sudah berada di depan kediaman. Kudanya sudah menunggu disana. Begitu juga dengan anak buahnya.

Semua mata memperhatikannya. Aruna memang jarang terlihat di muka umum. Itulah mengapa wajahnya masih belum familiar bahkan untuk warga yang tinggal di sekeliling kediaman ataupun rumah lelangnya. Biasanya Aruna akan memakai kereta sebagai alat tansportasinya sehingga akan jarang wajahnya terekspos. Bisa dibilang inilah pertama kalinya ia menampakkan wajahnya di depan umum pada siang hari.

Wajah yang dirias natural menambah daya pikat dan ketegasan pada wajah cantik alami itu. Dengan anggun dan agung pada saat bersamaan, Aruna duduk dengan tegak di atas punggung kuda hitam gagah yang akan membawanya ke tujuannya.

Di belakangnya, ada sepuluh orang dengan seragam penjaga kediamannya mengikuti. Dengan tubuh yang tegap dan berotot kesepuluh pria itu mengikuti Aruna yang sudah menggelak kudanya.

“Siapa gadis cantik itu?” tanya seorang warga.

“Apakah dia Nona muda Han?” tanya si B.

“Mungkin saja. Dia tidak pernah menunjukkan wajahnya. Siapa sangka jika ternyata ia sangatlah cantik.” Kata si C.

“Aku sangat beruntung dapat melihat kecantikan itu. Sepertinya dialah kecantikan nomer satu di kekaisaran ini sekarang.” Kata di D.

“Kamu benar. Bahkan putri mahkota saja tidak secantik dia. Padahal sepertinya ia tidak merias dirinya dengan baik.” Kata si E.

Aruna mendengus. Mendengar orang-orang bergosip tentangnya sungguh tidak nyaman. Aruna heran kenapa orang-orang suka sekali bergosip. Padahal apa yang mereka bicarakan tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka. Sungguh perbuatan yang membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna.

Akhirnya Aruna segera melajukan kudanya dengan cepat setelah melewati pasar yang ramai. Telinganya terasa berdengung.

...~♡♡♡~...

^^^_-~*The Story Of Han Aruna_10 *~-_^^^

Terpopuler

Comments

~Daf r r

~Daf r r

mantul

2023-07-18

0

~Daf r r

~Daf r r

mantap

2023-07-18

0

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sejahtera

2022-12-01

0

lihat semua
Episodes
1 1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2 2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3 3. Kembali Ke Daratan
4 4. Pria Bertopeng
5 5. Bunga Yuna
6 6. Ingin Merampas barang dariku?
7 7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8 8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9 9. Festival Lampion
10 10. Kecantikan Nomor Satu
11 11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12 12. Aku Aruna, Han Aruna
13 13. Rencana Perjamuan Bunga
14 14. Persiapan Aruna
15 15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16 16. Hadiah yang Menakjubkan
17 17. Membuat Semua Orang Terpesona
18 18. Permainan Bai Tianli
19 19. Dasar Mesum!
20 20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21 21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22 22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23 23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24 24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25 25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26 26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27 27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28 28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29 29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30 30. Sekte Hitam Devil Dolls
31 31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32 32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33 33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34 34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35 35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36 36. Terpaksa Bekerja Sama
37 37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38 38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39 39. Semua Orang Sibuk
40 40. Menyusup
41 41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42 42. Siap Menangkap Penjahatnya
43 43. Antara Dua Pasukan
44 44. Ancaman Han Mora
45 45. Arnold VS Han Mora
46 46. Arnold Yang Diabaikan
47 47. Identitas Lain Shen Su Huan
48 48. Ruang Dimensi Mandala
49 49. Pemusnahan Keluarga Xu
50 50. Keluhan Hati Arnold
51 51. Arnold Yang Kejam?
52 52. Xu Ruo Feng Mengaku
53 53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54 54. Permintaan Han Aruna
55 55. Meminta Waktu
56 56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57 57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58 58. Lamaran
59 59. Arnold Datang
60 60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61 61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62 62. Suasana Sebelum Lelang
63 63. Hadiah Han Aruna
64 64. Permainan Harga
65 65. Pil Pembersih Tulang
66 66. Shen Su Huan Menawar Harga
67 67. Pasukan Berani Mati
68 68. Diikuti
69 69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70 70. Potongan Kisah 1
71 71. Potongan Kisah 2
72 72. Permaisuri Li Yue
73 73. Memakai Giok Phoenik Api
74 74. Kesan Pertama
75 75. Memanggil Saksi
76 76. Identitas Asli Yang Terungkap
77 77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78 78
79 79. Kejujuran Jang Dong He
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2
2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3
3. Kembali Ke Daratan
4
4. Pria Bertopeng
5
5. Bunga Yuna
6
6. Ingin Merampas barang dariku?
7
7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8
8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9
9. Festival Lampion
10
10. Kecantikan Nomor Satu
11
11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12
12. Aku Aruna, Han Aruna
13
13. Rencana Perjamuan Bunga
14
14. Persiapan Aruna
15
15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16
16. Hadiah yang Menakjubkan
17
17. Membuat Semua Orang Terpesona
18
18. Permainan Bai Tianli
19
19. Dasar Mesum!
20
20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21
21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22
22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23
23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24
24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25
25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26
26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27
27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28
28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29
29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30
30. Sekte Hitam Devil Dolls
31
31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32
32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33
33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34
34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35
35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36
36. Terpaksa Bekerja Sama
37
37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38
38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39
39. Semua Orang Sibuk
40
40. Menyusup
41
41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42
42. Siap Menangkap Penjahatnya
43
43. Antara Dua Pasukan
44
44. Ancaman Han Mora
45
45. Arnold VS Han Mora
46
46. Arnold Yang Diabaikan
47
47. Identitas Lain Shen Su Huan
48
48. Ruang Dimensi Mandala
49
49. Pemusnahan Keluarga Xu
50
50. Keluhan Hati Arnold
51
51. Arnold Yang Kejam?
52
52. Xu Ruo Feng Mengaku
53
53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54
54. Permintaan Han Aruna
55
55. Meminta Waktu
56
56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57
57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58
58. Lamaran
59
59. Arnold Datang
60
60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61
61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62
62. Suasana Sebelum Lelang
63
63. Hadiah Han Aruna
64
64. Permainan Harga
65
65. Pil Pembersih Tulang
66
66. Shen Su Huan Menawar Harga
67
67. Pasukan Berani Mati
68
68. Diikuti
69
69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70
70. Potongan Kisah 1
71
71. Potongan Kisah 2
72
72. Permaisuri Li Yue
73
73. Memakai Giok Phoenik Api
74
74. Kesan Pertama
75
75. Memanggil Saksi
76
76. Identitas Asli Yang Terungkap
77
77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78
78
79
79. Kejujuran Jang Dong He

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!