Hari berlalu dengan membosankan untuk Aruna. Biasanya ia memiliki banyak aktifitas yang menguras tenaga nya, selama ia di rumah perkejaan nya hanya duduk di belakang meja mengecek berkas-berkas mengenai serikat dagang Anggrek Bulan dan juga laporan informasi yang di dapat dari Paviliun Sakura. Bahkan ia tidak memiliki kesempatan untuk berkultivasi sejak ia pulang.
Bukan tanpa alasan Aruna mengumpulkan informasi. Hidup di tengah masyarakat kekaisaran pasti memiliki banyak trik licik untuk saling menjatuhkan. Apalagi dua hari lagi ia akan mewakili Han Mora untuk masuk ke istana untuk perjamuan bunga.
Tidak bisa dihindari dirinya akan berkumpul dan berinteraksi dengan banyak orang di istana. Pasti banyak pangeran, putri, tuan muda dan nona muda dari keluarga ternama di kekaisaran Zhou berkumpul di sana. Dan sudah dapat dipastikan akan ada trik kotor yang dimainkan beberapa pihak demi keuntungan.
Dan pastinya Aruna tidak akan membiarkan dirinya menjadi salah satu korbannya mengingat dirinya baru pertama kali memasuki istana. Dengan pertimbangan itu pasti ada saja orang yang berniat memanfaatkan nya. Apalagi nantinya akan ada serikat dagang lain yang juga hadir. Bisa saja itu dimanfaatkan untuk menjatuhkannya dan serikat dagangnya.
“Nona, ada pergerakan mencurigakan dari serikat dagang Lotus Biru.” Aruna melirik salah satu mata-matanya yang sedang memberikan laporan. Jei segera memberi kode pada anak buahnya untuk melaporkan temuannya.
“Mereka membeli bubuk mesiu dalam jumlah banyak secara ilegal.” Aruna mengernyit kan alisnya. Bubuk mesiu adalah barang yang tidak bisa dibeli oleh sembarang orang. Apalagi itu adalah barang yang berbahaya dan juga mahal. Biasanya hanya akan digunakan dalam perang. Apakah Lotus Biru sedang membantu seseorang untuk memberontak?
“Awasi dengan siapa saja mereka berkoalisi.”
“Baik.” Penjaga rahasia itu segera memberi hormat sebelum akhirnya kembali melompat keluar jendela dan pergi melakukan tugasnya.
“Nona, perjamuan Bunga akan menjadi kesempatan untuk beberapa serikat untuk memainkan beberapa trik untuk kita. Nona harus selalu berhati-hati di sana.”
“Aku tahu Jei. Lakukan saja tugas yang aku berikan padamu.”
“Semua sudah siap. Nona bisa mengeceknya sendiri.”
“Tidak perlu. Pastikan saja barangnya aman hingga acara berlangsung.”
“Baik.” Jei membungkukkan badannya.
...🌺🌺🌺...
“Aku dengar nona muda Han yang akan mewakili nyonya Han dalam perjamuan Bunga kali ini.” Shen Bi Yun melirik Shen Su Huan sekilas. Melihat bagaimana reaksi sang putra mahkota yang duduk di sampingnya.
Namun sepertinya ia harus kecewa. Raut wajah cuek Shen Su Huan yang sedang menyesap teh nya tidak berubah sedikitpun. Tetap tenang seperti biasanya.
“Lalu?” Shen Su Huan melirik adiknya.
“Kupikir putra mahkota akan tertarik mendengar berita ini.”
“Itu tidak ada hubungannya sama sekali denganku.” Shen Bi Yun mendengus sebal. Ia pikir ia akan punya bahan olokan untuk kakaknya yang super kaku itu. Ia pun memutuskan untuk menyesap tehnya dengan cepat. Meredam kekesalannya.
Putra mahkota sudah waktunya untuk berumah tangga. Meneruskan garis keturunan kerajaan yang harus tetap berjalan. Para dewan istana sudah merasa pusing dengan syarat yang diajukan sang putra mahkota saat dirinya menjabat bahwa ia tidak akan memiliki selir seperti kaisar-kaisar sebelumnya. Dan sampai sekarang putra mahkota masih enggan untuk menikah.
Sebenar nya bukan hanya Shen Su Huan yang bisa menjadi putra mahkota. Di kekaisaran Shao sendiri ada lima pangeran lainnya. Namun hanya Shen Su Huan lah yang dipandang paling mampu untuk menjadi kaisar masa depan.
Kemampuan dan dukungan dari keluarga ibu permaisuri sangat berpengaruh pada pemerintahan. Ayah dari permaisuri, ibu Shen Su Huan adalah anak dari Jendral besar Zhu. Dan keluarga mereka berkuasa atas setengah tentara kemiliteran.
Dengan dukungan seperti itu, menjadikan Shen Su Huan menjadi kandidat yang paling dominan.
Namun di lingkungan istana, hal seperti perebutan tahta adalah hal yang lumrah. Kedua saudara tiri Shen Su Huan gencar melakukan serangan dan trik demi melengserkan gelar putra mahkota yang disandang Shen Su Huan delapan tahun itu.
Pengeran ke lima, Shen Lin Yang, putra dari selir agung juga selalu berusaha menjatuhkan posisi Shen Su Huan. Masih ada pengeran ke tiga, Shen Hu Min, putra selir kehormatan juga menginginkan tahta. Sedangkan Shen Bi Yun yang merupakan pangeran ke enam dan Shen Jing Yi pangeran ke empat tidak tertarik pada tahta.
Shen Bi Yun sendiri tidak ingin dipusingkan dengan urusan kekaisaran. Apalagi perebutan tahta. Yang paling penting baginya adalah hidup damai dan menikmati hidup dengan bahagia. Sedangkan pangeran Shen Ji Chen yang merupakan anak haram kaisar dengan seorang pelayan lebih memilih mengabdikan diri menjadi jendral muda daripada hidup di istana dengan tekanan dari banyak pihak yang tidak menyukai kehadirannya.
“Apakah kamu sudah meminta pengeran ke empat untuk pulang menghadiri perjamuan Bunga ini?” tanya Shen Su Huan setelah keduanya saling diam.
“Hem. Aku sudah memintanya. Bahkan aku sendiri secara pribadi datang ke kamp militer untuk mengundangnya.”
“Dia bersedia datang?”
“Ya. Dia bilang dia juga memiliki sesuatu untuk dilaporkan padamu. Entah apa itu. Tapi sepertinya sangat penting sehingga ia tidak membocorkan padaku.”
“Aku mengerti. Ini pasti ada hubungannya dengan pergerakan di wilayah selatan Jianshan.”
Shen Bi Yun hanya manggut-manggut mengerti. Itulah yang ia takutkan. Perebutan kekuasaan sangatlah kejam. Ia tak yakin akan mampu melawan kekejaman saudaranya yang lain. Demi tahta mereka rela saling menyerang.
“Acara kali ini sepertinya juga bukan acara biasa putra mahkota.”
“Apa maksudmu?”
“Yah seperti yang anda tahu belakangan ini kesehatan ibu suri memburuk. Aku khawatir ini akan dimanfaatkan untuk hal yang anda benci.”
Shen Su Huan tahu betul apa yang dimaksud. Ia juga sudah menduga ada hal lain. Acara tahun ini dilakukan secara besar-besaran dengan mengundang banyak bangsawan besar di ibu kota. Bahkan turut mengundang kediaman Marques dengan seluruh anggota keluarganya. Padahal biasanya hanya mengundang tamu dengan jumlah yang terbatas.
“Putra mahkota harus mulai membuat pandangan dari sekarang. Jadi saat ibu suri memintamu menyebutkan nama seorang gadis, anda tidak akan kebingungan.”
“Omong kosong mereka tidak akan mampu mengekangku.”
“Tapi anda harus tetap bersiap-siap. Anda pasti tahu betul trik yang akan mereka gunakan untuk memaksa anda untuk menyetujui usulan mereka.” Shen Su Huan masih diam. Mencerna ucapan adiknya itu. Memang benar jika para dewan selalu memiliki trik licik. Tapi selama ini ia selalu dapat selamat. Lalu apa masalahnya jika mereka melakukan trik lagi padanya. Dia masih bisa melawan dan menolak.
“Bagaimana dengan nona Han. Sepertinya dia gadis yang menarik.”
“Keluarga Nona Han tidak bisa diremehkan. Bahkan Kaisar sendiri tidak berani mengusik mereka.”
“Hem benar sekali. Kenapa wanita semenarik itu harus berasal dari keluarga yang kuat? Ini membuatku frustasi.” Keluh Shen Bi Yun.
Beberapa kali Shen Bi Yun datang ke serikat dagang Anggrek Bulan hanya untuk menemui Aruna. Tapi sampai saat ini dia masih belum mendapatkan kesempatan itu. Jujur saja setelah malam itu, ia sangat penasaran. Namun bukan untuk dirinya sendiri ia sampai. Mengamati secara pribadi. Ini semua demi Shen Su Huan.
Namun ucapan Shen Bi Yun membuat laki-laki di sampingnya sedikit terusik. Ia pikir adiknya itu tertarik pada Han Aruna dan berniat menjadikannya selir. Tiba-tiba hatinya entah mengapa merasa tidak rela. Gadis seperti Han Aruna tidak layak hanya menjadi selir. Dia terlalu berharga.
*
*
*
...~♡♡♡~...
...~°The Story Of Han Aruna _14°~...
Terima kasih sudah mampir😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Nf@. Conan 😎
klau msih ada yg lbih brkuasa trus nggak mdahnd dkati wanita jdikan psangan Aruna thor 😁😁
2024-09-17
0
나의 햇살
makanya, jadikan dia sebagai permaisurimu
2023-05-14
0