Aruna mengeluarkan tiga jarum perak tanpa diketahui siapapun. Ketiga jarum perak itu ia selipkan di antar jarinya. Feng Ran Ran adalah targetnya saat ini. Dengan bagian perut yang terbuka, ia akan dengan mudah menancapkan jarum di tempat yang tepat. Tidak sampai satu detik, tiga jarum itu terbang dengan cepat dan menancapkan di area sekitar perut Feng Ran Ran. Rasa sakit yang menyengat langsung membuatnya berteriak dan mengerang kesakitan.
Feng Ran Ran ambruk dan berguling di tanah. Anak buahnya yang Sudah sampai setengah jalan hendak menyerang berhenti seketika. Mereka sudah kehilangan nyali saat melihat tuan putri mereka dijatuhkan dengan mudah tanpa harus menyentuhnya. Bahkan mereka masih cukup jauh.
Feng Jun Yu yang melihat keponakan kesayangannya terjatuh di tanah segera menghampirinya. Melihat bahwa pihaknya telah kalah, ia segera membuat keputusan untuk menarik mereka semua dan kembali ke kerajaan mereka. Mereka tidak mungkin melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang seperti itu.
"Apa yang kamu lakukan pada keponakanku?" Feng Jun Yu sangat marah. Jika saudaranya mengetahui jika putri tercintanya terluka saat bersamanya, saudara Kaisar nya pasti akan menghukumnya dengan berat.
"Tidak banyak. Jika putri cantik itu tidak segera diobati, dia akan menderita diare akut selama tiga hari." Jawab Aruna acuh. "Kamu pasti tahu kan apa yang terjadi setelah tiga hari berikutnya?" Lanjutnya sambil tersenyum misterius.
"Kalian cepat bawa putri kembali." Lima orang yang sebelumnya hendak menyerang Aruna segera menyimpan senjata mereka dan berbalik untuk menolong sang putri. Namun belum sempat mereka datang, Aruna sudah terbang di atas mereka. Meletakkan ujung pedang di leher Feng Ran Ran. Membuat semua orang terkejut.
"Kami sudah kalah. Biarkan kami pergi." Feng Jun Yu mundur beberapa langkah. Dia adalah pecundang yang takut mati.
Aruna menarik sudut bibirnya. Melirik Feng Jun Yu dengan mengejek. "Jika dengan kata maaf semuanya bisa diselesaikan, bagaimana jika aku membunuh putri yang cantik lalu meminta maaf. Bagaimana dengan itu?" Setelah menyelesaikan ucapannya, Aruna mendorong pedang hingga menusuk leher Feng Ran Ran dan darah merah cerah segera meluncur dari lukanya.
"Argh! Apa yang kamu inginkan?!" Feng Ran Ran adalah gadis yang cerdas. Dia tahu dia tidak akan dilepaskan dengan mudah.
"Aku lihat kamu cukup pintar. Kalau begitu keluarkan kantong penyimpanan kalian." Aruna melirik Feng Jun Yu.
Feng Jun Yu menggertakkan giginya. Apakah mereka akan dirampok? Ia segera memerintahkan semua anak buahnya untuk mengeluarkan kantong penyimpanan mereka. Meskipun enggan, para prajurit juga masih mengeluarkan kantong penyimpanan mereka. Bagi mereka, kantong penyimpanan adalah harta mereka yang mereka kumpulkan sepanjang hidup mereka. Dan sekarang, mereka dipaksa untuk menyerahkannya pada orang lain. Benar-benar sial! Pantas saja semalam mereka memimpikan hal yang sama, umpan mereka dimakan ikan, tapi tidak seekor ikanpun mereka angkat ke daratan.
Jei yang sejak tadi menonton kesenangan nonanya Merampok orang turun untuk mengumpulkan kantong penyimpanan para prajurit. Mereka bukannya kekurangan uang. Tetapi mereka adalah pedagang yang tidak ingin rugi satu sen pun. Ini bisa diambil sebagai upah karena telah menemani mereka bermain. Ini cukup imbang.
Menyadari mereka akan dirampok, beberapa dari prajurit yang tergeletak di tanah segera menutup mata mereka dan berpura-pura pingsan. Mereka berharap kantung penyimpanan mereka akan selamat dari penjarahan. Tapi mereka menipu orang yang salah. Jei tidak mudah dibohongi. Ia tidak membiarkan satu kantong pun terlewat.
"Jika ada yang berpura-pura pingsan, aku tidak keberatan membuat kalian pingsan untuk selamanya." Nada bicara Jei terdengar sembrono. Tetapi mereka yang berpura-pura pingsan langsung terbangun seketika. Mengeluarkan kantong penyimpanan mereka dan dengan patuh menyerahkannya pada Jei.
"Bagus." Jei tersenyum dengan puas. Ia menganggukkan kepalanya beberapa kali.
Jei mengumpulkan satu persatu sari puluhan orang itu dan segera menyimpannya di kantung penyimpanannya sendiri. Setelah itu ia berjalan ke arah Feng Jun Yu.
Feng Jun Yu memiliki wajah yang sehitam dasar pot. Ia mengeluarkan kantong penyimpanannya dengan sakit hati. Banyak harta berharga yang dia simpan di dalamnya. Dan semuanya itu adalah barang berharga yang ia dapatkan dengan susah payah.
Jei dengan senang hati menerimanya. Namun saat ia hendak melewatinya, Aruna memintanya untuk berhenti.
"Ada apa nona?" Tanya Jei heran. Kakinya yang mengantung di udara segera di tarik kembali.
"Dia masih memiliki ruang dimensi. Ambil itu juga."
"No... nona, bukankah itu tidak baik. Kalau kalian mengambil semua milik kami, bagaimana kami akan bertahan? Kamu juga sudah mengambil milik keponakan saya kan?" Feng Jun Yu memasang wajahnya yang kesakitan. Ia selalu berada di samping Aruna, jadi dia melihat dengan jelas bagaimana keponakannya dirampok begitu saja dia depannya. Jadi Ia berusaha sebaik mungkin untuk menyembunyikan ruang dimensinya. Bagaimana gadis kecil ini bisa tahu?
"Bukankah kamu masih memilki satu kantong lagi? Jadi tunggu apa lagi? Serahkan ruang dimensi itu." Wajah Feng Jun Yu menjadi sangat jelek. Tetapi ia akhirnya menyerah dan melepaskan kalung yang terpasang di lehernya. Memberikannya pada Jei dengan tidak rela.
"Senang bertemu dengan kalian. Ini bisnis yang menguntungkan." Aruna menarik pedangnya dan memasukkannya ke dalam sarungnya.
"Sampai jumpa. Jangan lupa kumpulkan lebih banyak harta saat kita kembali bertemu. Atau kalau tidak, aku tidak akan bersedia menemani kalian bermain." Aruna tersenyum senang. Mendengar perkataan Aruna, Feng Jun Yu dan Feng Ran Ran menggertakkan giginya.
Mereka sangat sakit. Tetapi tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat kedua orang itu naik ke atas kuda dan pergi dengan cepat.
"Paman tolong bantu aku." Suara kesakitan Feng Ran Ran menyadarkan semua orang. Mereka semua sudah menderita kerugian, tetapi juga memiliki luka di tubuh mereka. Untung saja mereka sempat memakan pil penyembuhan tingkat rendah sebelum kantong mereka diambil. Kalau tidak, mereka tidak akan bisa kembali dengan mudah.
***
Aruna dan Jei melaju dengan kencang setelah meninggalkan kelompok pecundang yang baru mereka rampok. Mereka mengambil jalan lurus dan segera keluar dari hutan Hitam. Mereka harus segera kembali atau mereka akan dihukum dengan konyol oleh nyonya besar Han. Mereka sudah tertunda beberapa jam untuk mengambil bunga Yuna dan bermain dengan kelompok Feng Ran Ran.
Hari sudah malam saat mereka sampai di desa yang paling dekat dengan ibu kota. sebenarnya jika mereka melanjutkan perjalanan saat itu juga, mereka akan tiba di kediaman malam harinya. Tapi mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah penginapan dan mereka akan melanjutkan perjalanan keesokan paginya. Lagipula Mereka juga perlu merapikan penampilan mereka yang sedikit kacau setelah perjalanan jauh.
Dan, yang paling penting adalah bahwa mereka ingin membongkar harta jarahan mereka hari ini.
Jarahan kali ini cukup banyak. Seorang putri tercinta dari sebuah kerajaan memang kaya. Di dalam ruang dimensinya spasial dan kantong penyimpanan miliknya terdapat banyak harta berharga. Batu spirit dan berbagai senjata tingkat tinggi. Selain itu, ada berbagai bahan herbal langka yang tersimpan di dalam kantong penyimpanan. Mengingat aroma dari Feng Ran Ran, memang ada samar aroma tanaman herbal di antara bau harum yang menyengat. Jelas jika Feng Ran ini juga merupakan seorang alchemist.
"Nona, kali ini kita benar-benar panen besar." Seru Jei melihat semua barang di atas meja dan setumpuk kantong penyimpanan di sampingnya.
"Kamu benar. Tidak sia-sia perjalanan pulang kita kali ini. Kamu bisa memilih mana saja yang kamu ingin. Aku sudah memilih yang aku inginkan. Sisanya kamu bawa saja ke toko Beicuan." Ucap Aruna sambil memasukkan sebuah botol kaca berisi eliksir tingkat tinggi yang bisa membantunya saat ia akan menerobos ke tingkat selanjutnya. Selain itu, ia juga memasukkan beberapa bahan herbal dan sebuah pedang cantik berwarna biru ke dalam ruang penyimpangannya. Dengan senyum puas.
"Nona, apa ini?" Jei mengambil buku lusuh yang dia temukan di antara barang-barang yang ia keluarkan dari kantong penyimpanan prajurit. Awalnya buku itu tertumpuk di antar barang dan tidak terlihat.
Aruna mengambilnya dan membukanya dengan hati-hati karena kertas itu terlihat tua dan rapuh. Seperti dengan gerakan kecil akan merobek kertas itu. Mata Aruna membelainya setelah melihat apa yang ada di dalamnya.
Itu adalah buku ramuan kuno yang telah hilang sejak beberapa abad yang lalu. Prajurit itu pasti menemukannya secara tidak sengaja dan tidak mengerti buku itu. Jika tidak, orang yang menemukannya sudah menajdi ahli alchemist yang mengguncangkan bumi.
Benar-benar keberuntungan yang besar!
Sementara Aruna sedang menghitung hasil rampasan mereka di dalam kamar mewah di sebuah penginapan, Feng Ran Ran dan yang lainnya bermalam di dalam hutan. Feng Ran Ran sedang menyilakan ke dua kakinya di dalam tenda setelah ia menyembuhkan dirinya sendiri.
Api unggun ada di tengah-tengah. Dengan beberapa ekor ayam hutan yang mereka tangkap untuk makan malam. Para prajurit yang tidak terluka membantu teman mereka. Suasana cukup damai. Tetapi pikiran seseorang sedang berkecamuk.
Feng Jun Yu duduk di depan api unggun. Tetapi ia sedang tidak menatap ayam-ayam yang sedang dibakar dengan bumbu seadanya di atas api unggun. Melainkan ia sedang memikirkan siapa gadis yang telah Merampok mereka dengan sangat parah. Ia akan mengingat wajah menjengkelkan itu dan akan menyelesaikan poin padanya berkali-kali lipat.
...~♡♡♡~...
...~☆The Story Of Han Aruna_7☆~...
Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•
Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
~Daf r r
mantap
2023-07-18
0
~Daf r r
mantul
2023-07-18
0
Yuli Yanti
🌹
2023-05-02
0