7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan

Aruna mengeluarkan tiga jarum perak tanpa diketahui siapapun. Ketiga jarum perak itu ia selipkan di antar jarinya. Feng Ran Ran adalah targetnya saat ini. Dengan bagian perut yang terbuka, ia akan dengan mudah menancapkan jarum di tempat yang tepat. Tidak sampai satu detik, tiga jarum itu terbang dengan cepat dan menancapkan di area sekitar perut Feng Ran Ran. Rasa sakit yang menyengat langsung membuatnya berteriak dan mengerang kesakitan.

Feng Ran Ran ambruk dan berguling di tanah. Anak buahnya yang Sudah sampai setengah jalan hendak menyerang berhenti seketika. Mereka sudah kehilangan nyali saat melihat tuan putri mereka dijatuhkan dengan mudah tanpa harus menyentuhnya. Bahkan mereka masih cukup jauh.

Feng Jun Yu yang melihat keponakan kesayangannya terjatuh di tanah segera menghampirinya. Melihat bahwa pihaknya telah kalah, ia segera membuat keputusan untuk menarik mereka semua dan kembali ke kerajaan mereka. Mereka tidak mungkin melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang seperti itu.

"Apa yang kamu lakukan pada keponakanku?" Feng Jun Yu sangat marah. Jika saudaranya mengetahui jika putri tercintanya terluka saat bersamanya, saudara Kaisar nya pasti akan menghukumnya dengan berat.

"Tidak banyak. Jika putri cantik itu tidak segera diobati, dia akan menderita diare akut selama tiga hari." Jawab Aruna acuh. "Kamu pasti tahu kan apa yang terjadi setelah tiga hari berikutnya?" Lanjutnya sambil tersenyum misterius.

"Kalian cepat bawa putri kembali." Lima orang yang sebelumnya hendak menyerang Aruna segera menyimpan senjata mereka dan berbalik untuk menolong sang putri. Namun belum sempat mereka datang, Aruna sudah terbang di atas mereka. Meletakkan ujung pedang di leher Feng Ran Ran. Membuat semua orang terkejut.

"Kami sudah kalah. Biarkan kami pergi." Feng Jun Yu mundur beberapa langkah. Dia adalah pecundang yang takut mati.

Aruna menarik sudut bibirnya. Melirik Feng Jun Yu dengan mengejek. "Jika dengan kata maaf semuanya bisa diselesaikan, bagaimana jika aku membunuh putri yang cantik lalu meminta maaf. Bagaimana dengan itu?" Setelah menyelesaikan ucapannya, Aruna mendorong pedang hingga menusuk leher Feng Ran Ran dan darah merah cerah segera meluncur dari lukanya.

"Argh! Apa yang kamu inginkan?!" Feng Ran Ran adalah gadis yang cerdas. Dia tahu dia tidak akan dilepaskan dengan mudah.

"Aku lihat kamu cukup pintar. Kalau begitu keluarkan kantong penyimpanan kalian." Aruna melirik Feng Jun Yu.

Feng Jun Yu menggertakkan giginya. Apakah mereka akan dirampok? Ia segera memerintahkan semua anak buahnya untuk mengeluarkan kantong penyimpanan mereka. Meskipun enggan, para prajurit juga masih mengeluarkan kantong penyimpanan mereka. Bagi mereka, kantong penyimpanan adalah harta mereka yang mereka kumpulkan sepanjang hidup mereka. Dan sekarang, mereka dipaksa untuk menyerahkannya pada orang lain. Benar-benar sial! Pantas saja semalam mereka memimpikan hal yang sama, umpan mereka dimakan ikan, tapi tidak seekor ikanpun mereka angkat ke daratan.

Jei yang sejak tadi menonton kesenangan nonanya Merampok orang turun untuk mengumpulkan kantong penyimpanan para prajurit. Mereka bukannya kekurangan uang. Tetapi mereka adalah pedagang yang tidak ingin rugi satu sen pun. Ini bisa diambil sebagai upah karena telah menemani mereka bermain. Ini cukup imbang.

Menyadari mereka akan dirampok, beberapa dari prajurit yang tergeletak di tanah segera menutup mata mereka dan berpura-pura pingsan. Mereka berharap kantung penyimpanan mereka akan selamat dari penjarahan. Tapi mereka menipu orang yang salah. Jei tidak mudah dibohongi. Ia tidak membiarkan satu kantong pun terlewat.

"Jika ada yang berpura-pura pingsan, aku tidak keberatan membuat kalian pingsan untuk selamanya." Nada bicara Jei terdengar sembrono. Tetapi mereka yang berpura-pura pingsan langsung terbangun seketika. Mengeluarkan kantong penyimpanan mereka dan dengan patuh menyerahkannya pada Jei.

"Bagus." Jei tersenyum dengan puas. Ia menganggukkan kepalanya beberapa kali.

Jei mengumpulkan satu persatu sari puluhan orang itu dan segera menyimpannya di kantung penyimpanannya sendiri. Setelah itu ia berjalan ke arah Feng Jun Yu.

Feng Jun Yu memiliki wajah yang sehitam dasar pot. Ia mengeluarkan kantong penyimpanannya dengan sakit hati. Banyak harta berharga yang dia simpan di dalamnya. Dan semuanya itu adalah barang berharga yang ia dapatkan dengan susah payah.

Jei dengan senang hati menerimanya. Namun saat ia hendak melewatinya, Aruna memintanya untuk berhenti.

"Ada apa nona?" Tanya Jei heran. Kakinya yang mengantung di udara segera di tarik kembali.

"Dia masih memiliki ruang dimensi. Ambil itu juga."

"No... nona, bukankah itu tidak baik. Kalau kalian mengambil semua milik kami, bagaimana kami akan bertahan? Kamu juga sudah mengambil milik keponakan saya kan?" Feng Jun Yu memasang wajahnya yang kesakitan. Ia selalu berada di samping Aruna, jadi dia melihat dengan jelas bagaimana keponakannya dirampok begitu saja dia depannya. Jadi Ia berusaha sebaik mungkin untuk menyembunyikan ruang dimensinya. Bagaimana gadis kecil ini bisa tahu?

"Bukankah kamu masih memilki satu kantong lagi? Jadi tunggu apa lagi? Serahkan ruang dimensi itu." Wajah Feng Jun Yu  menjadi sangat jelek. Tetapi ia akhirnya menyerah dan melepaskan kalung yang terpasang di lehernya. Memberikannya pada Jei dengan tidak rela.

"Senang bertemu dengan kalian. Ini bisnis yang menguntungkan." Aruna menarik pedangnya dan memasukkannya ke dalam sarungnya.

"Sampai jumpa. Jangan lupa kumpulkan lebih banyak harta saat kita kembali bertemu. Atau kalau tidak, aku tidak akan bersedia menemani kalian bermain." Aruna tersenyum senang. Mendengar perkataan Aruna, Feng Jun Yu dan Feng Ran Ran menggertakkan giginya.

Mereka sangat sakit. Tetapi tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat kedua orang itu naik ke atas kuda dan pergi dengan cepat.

"Paman tolong bantu aku." Suara kesakitan Feng Ran Ran menyadarkan  semua orang. Mereka semua sudah menderita kerugian, tetapi juga memiliki luka di tubuh mereka. Untung saja mereka sempat memakan pil penyembuhan tingkat rendah sebelum kantong mereka diambil. Kalau tidak, mereka tidak akan bisa kembali dengan mudah.

***

Aruna dan Jei melaju dengan kencang setelah meninggalkan kelompok pecundang yang baru mereka rampok. Mereka mengambil jalan lurus dan segera keluar dari hutan Hitam. Mereka harus segera kembali atau mereka akan dihukum dengan konyol oleh nyonya besar Han. Mereka sudah tertunda beberapa jam untuk mengambil bunga Yuna dan bermain dengan kelompok Feng Ran Ran.

Hari sudah malam saat mereka sampai di desa yang paling dekat dengan ibu kota. sebenarnya jika mereka melanjutkan perjalanan saat itu juga, mereka akan tiba di kediaman malam harinya. Tapi mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah penginapan dan mereka akan melanjutkan perjalanan keesokan paginya. Lagipula Mereka juga perlu merapikan penampilan mereka yang sedikit kacau setelah perjalanan jauh.

Dan, yang paling penting adalah bahwa mereka ingin membongkar harta jarahan mereka hari ini.

Jarahan kali ini cukup banyak. Seorang putri tercinta dari sebuah kerajaan memang kaya. Di dalam ruang dimensinya spasial dan kantong penyimpanan miliknya terdapat banyak harta berharga. Batu spirit dan berbagai senjata tingkat tinggi. Selain itu, ada berbagai bahan herbal langka yang tersimpan di dalam kantong penyimpanan. Mengingat aroma dari Feng Ran Ran, memang ada samar aroma tanaman herbal di antara bau harum yang menyengat. Jelas jika Feng Ran ini juga merupakan seorang alchemist.

"Nona, kali ini kita benar-benar panen besar." Seru Jei melihat semua barang di atas meja dan setumpuk kantong penyimpanan di sampingnya.

"Kamu benar. Tidak sia-sia perjalanan pulang kita kali ini. Kamu bisa memilih mana saja yang kamu ingin. Aku sudah memilih yang aku inginkan. Sisanya kamu bawa saja ke toko Beicuan." Ucap Aruna sambil memasukkan sebuah botol kaca berisi eliksir tingkat tinggi yang bisa membantunya saat ia akan menerobos ke tingkat selanjutnya. Selain itu, ia juga memasukkan beberapa bahan herbal dan sebuah pedang cantik berwarna biru ke dalam ruang penyimpangannya. Dengan senyum puas.

"Nona, apa ini?" Jei mengambil buku lusuh yang dia temukan di antara barang-barang yang ia keluarkan dari kantong penyimpanan prajurit. Awalnya buku itu tertumpuk di antar barang dan tidak terlihat.

Aruna mengambilnya dan membukanya dengan hati-hati karena kertas itu terlihat tua dan rapuh. Seperti dengan gerakan kecil akan merobek kertas itu. Mata Aruna membelainya setelah melihat apa yang ada di dalamnya.

Itu adalah buku ramuan kuno yang telah hilang sejak beberapa abad yang lalu. Prajurit itu pasti menemukannya secara tidak sengaja dan tidak mengerti buku itu. Jika tidak, orang yang menemukannya sudah menajdi ahli alchemist yang mengguncangkan bumi.

Benar-benar keberuntungan yang besar!

Sementara Aruna sedang menghitung hasil rampasan mereka di dalam kamar mewah di sebuah penginapan, Feng Ran Ran dan yang lainnya bermalam di dalam hutan. Feng Ran Ran sedang menyilakan ke dua kakinya di dalam tenda setelah ia menyembuhkan dirinya sendiri.

Api unggun ada di tengah-tengah. Dengan beberapa ekor ayam hutan yang mereka tangkap untuk makan malam. Para prajurit yang tidak terluka membantu teman mereka. Suasana cukup damai. Tetapi pikiran seseorang sedang berkecamuk.

Feng Jun Yu duduk di depan api unggun. Tetapi ia sedang tidak menatap ayam-ayam yang sedang dibakar dengan bumbu seadanya di atas api unggun. Melainkan ia sedang memikirkan siapa gadis yang telah Merampok mereka dengan sangat parah. Ia akan mengingat wajah menjengkelkan itu dan akan menyelesaikan poin padanya berkali-kali lipat.

...~♡♡♡~...

...~☆The Story Of Han Aruna_7☆~...

Terima kasih sudah mampir •○(♡;♡)○•

Jangan lupa like, Vote, Komen, Favoritkan dan bantu Share

Terpopuler

Comments

~Daf r r

~Daf r r

mantap

2023-07-18

0

~Daf r r

~Daf r r

mantul

2023-07-18

0

Yuli Yanti

Yuli Yanti

🌹

2023-05-02

0

lihat semua
Episodes
1 1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2 2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3 3. Kembali Ke Daratan
4 4. Pria Bertopeng
5 5. Bunga Yuna
6 6. Ingin Merampas barang dariku?
7 7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8 8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9 9. Festival Lampion
10 10. Kecantikan Nomor Satu
11 11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12 12. Aku Aruna, Han Aruna
13 13. Rencana Perjamuan Bunga
14 14. Persiapan Aruna
15 15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16 16. Hadiah yang Menakjubkan
17 17. Membuat Semua Orang Terpesona
18 18. Permainan Bai Tianli
19 19. Dasar Mesum!
20 20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21 21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22 22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23 23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24 24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25 25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26 26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27 27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28 28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29 29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30 30. Sekte Hitam Devil Dolls
31 31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32 32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33 33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34 34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35 35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36 36. Terpaksa Bekerja Sama
37 37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38 38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39 39. Semua Orang Sibuk
40 40. Menyusup
41 41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42 42. Siap Menangkap Penjahatnya
43 43. Antara Dua Pasukan
44 44. Ancaman Han Mora
45 45. Arnold VS Han Mora
46 46. Arnold Yang Diabaikan
47 47. Identitas Lain Shen Su Huan
48 48. Ruang Dimensi Mandala
49 49. Pemusnahan Keluarga Xu
50 50. Keluhan Hati Arnold
51 51. Arnold Yang Kejam?
52 52. Xu Ruo Feng Mengaku
53 53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54 54. Permintaan Han Aruna
55 55. Meminta Waktu
56 56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57 57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58 58. Lamaran
59 59. Arnold Datang
60 60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61 61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62 62. Suasana Sebelum Lelang
63 63. Hadiah Han Aruna
64 64. Permainan Harga
65 65. Pil Pembersih Tulang
66 66. Shen Su Huan Menawar Harga
67 67. Pasukan Berani Mati
68 68. Diikuti
69 69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70 70. Potongan Kisah 1
71 71. Potongan Kisah 2
72 72. Permaisuri Li Yue
73 73. Memakai Giok Phoenik Api
74 74. Kesan Pertama
75 75. Memanggil Saksi
76 76. Identitas Asli Yang Terungkap
77 77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78 78
79 79. Kejujuran Jang Dong He
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2
2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3
3. Kembali Ke Daratan
4
4. Pria Bertopeng
5
5. Bunga Yuna
6
6. Ingin Merampas barang dariku?
7
7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8
8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9
9. Festival Lampion
10
10. Kecantikan Nomor Satu
11
11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12
12. Aku Aruna, Han Aruna
13
13. Rencana Perjamuan Bunga
14
14. Persiapan Aruna
15
15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16
16. Hadiah yang Menakjubkan
17
17. Membuat Semua Orang Terpesona
18
18. Permainan Bai Tianli
19
19. Dasar Mesum!
20
20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21
21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22
22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23
23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24
24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25
25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26
26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27
27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28
28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29
29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30
30. Sekte Hitam Devil Dolls
31
31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32
32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33
33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34
34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35
35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36
36. Terpaksa Bekerja Sama
37
37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38
38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39
39. Semua Orang Sibuk
40
40. Menyusup
41
41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42
42. Siap Menangkap Penjahatnya
43
43. Antara Dua Pasukan
44
44. Ancaman Han Mora
45
45. Arnold VS Han Mora
46
46. Arnold Yang Diabaikan
47
47. Identitas Lain Shen Su Huan
48
48. Ruang Dimensi Mandala
49
49. Pemusnahan Keluarga Xu
50
50. Keluhan Hati Arnold
51
51. Arnold Yang Kejam?
52
52. Xu Ruo Feng Mengaku
53
53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54
54. Permintaan Han Aruna
55
55. Meminta Waktu
56
56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57
57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58
58. Lamaran
59
59. Arnold Datang
60
60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61
61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62
62. Suasana Sebelum Lelang
63
63. Hadiah Han Aruna
64
64. Permainan Harga
65
65. Pil Pembersih Tulang
66
66. Shen Su Huan Menawar Harga
67
67. Pasukan Berani Mati
68
68. Diikuti
69
69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70
70. Potongan Kisah 1
71
71. Potongan Kisah 2
72
72. Permaisuri Li Yue
73
73. Memakai Giok Phoenik Api
74
74. Kesan Pertama
75
75. Memanggil Saksi
76
76. Identitas Asli Yang Terungkap
77
77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78
78
79
79. Kejujuran Jang Dong He

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!