15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun

Barisan kereta mengantri di gerbang istana untuk masuk ke dalamnya. Kereta-kereta mewah dari berbagai kediaman menunggu gilirannya untuk masuk. Satu persatu kereta diperiksa kelengkapannya. Tidak memberikan sedikit pun kesempatan untuk menyelundupkan barang-barang yang berbahaya.

Bahkan para penjaga juga hanya diperbolehkan membawa satu jenis senjata untuk mereka masing-masing. Akan banyak tamu yang datang. Jadi keamanan. Harus ditingkatkan.

Han Aruna ada di dalam salah satu kereta yang ikut mengantri itu. Bermain catur di dalamnya dengan Yang Se Se yang menjadi pelayan kepercayaan nya. Di dalam kereta itu hanya ada dirinya dan Yang Se Se. Sedangkan lima pelayan lain yang ikut bersamanya duduk di dalam kereta di belakangnya.

“Rombongan kediaman Han dipersilahkan masuk.” Teriak seorang penjaga setelah menerima laporan dari rekannya bahwa mereka telah selesai memeriksa.

Han Aruna akhirnya merasa lega semua ini akhirnya berakhir. Ia tidak menyukai duduk diam di dalam ruangan sempit seperti kereta dalam waktu yang lama. Andai bukan karena paksaan Han Mora, ia akan lebih memilih memacu sendiri kudanya.

Han Aruna beserta Yang Se Se dipersilahkan memasuki aula untuk acara penyambutan yang akan berlangsung setelah matahari tenggelam. Sedangkan rombongan yang datang bersamanya langsung dibawa oleh petugas untuk menempati kediaman yang disediakan untuk para tamu. Mereka akan berada di istana selama tiga hari untuk acara perjamuan menyambut musim semi ini.

Seorang Kasim mengumumkan kedatangannya dengan lantang ketika Han Aruna memasuki aula. Di dalamnya sudah banyak tamu yang hadir lebih dulu. Mereka duduk di tempat yang sudah ditentukan berdasarkan posisi dan status keluarga mereka.

Keluarga Han adalah salah satu keluarga ternama di kekaisaran. Namun posisinya masih berada di bawah para menteri. Jadi tempatnya berada di barisan nomer dua sejajar dengan keluarga bangsawan lain. Namun posisinya berada di bagian paling dekat dengan kursi Kaisar. Menandakan posisi keluarga Han paling tinggi dibanding bangsawan lainnya.

Sembari berjalan, Tidak lupa Han Aruna menyapa beberapa orang yang ia kenali. Sebagai orang baru yang muncul dalam usaha keluarga nya, Han Aruna masih belum mengenal banyak orang. Hanya beberapa yang menjadi mitra atau datang untuk urusan bisnis yang ia kenali. Sedangkan yang lainnya, baginya tidak menarik dan tidak penting. Ah abaikan saja.

Bisik-bisik langsung terdengar dari para wanita di sana. Mereka mengagumi kecantikan Aruna. Namun tak sedikit dari mereka yang mencibir sikap Aruna yang dianggapnya sombong.

“Aku tidak menyangka jika nona Han sangat lah cantik.” Bisik satu nona muda yang berada satu barisan Mentri di depannya.

“Percuma cantik tapi tidak berpendidikan. Dia kan besar di laut. Pasti tidak punya etika.” Ejek temannya.

“Namun dia terlihat anggun.”

“Kita belum melihat wujud aslinya saja.”

Menyela pembicaraan para tamu, seorang Kasim meneriakkan kedatangan keluarga yang membuat Aruna menjadi tegang.

“Jendral besar Jang dan kaluarga tiba.”

Seorang laki-laki paruh bawa berjalan dengan penuh wibawa berada paling depan. Wajah tuanya yang terlihat masih cukup tampan penuh ketegasan khas seorang jenderal. Sedikit di belakangnya, Jang Hao Shan berjalan memancarkan aura nya. Wajahnya yang tampan merupakan daya tarik tersendiri bagi para nona muda di sana. Selain berharap menjadi istri atau selir para pangeran, para gadis ini tentu juga berharap menjadi salah satu wanita yang menarik hati para tuan muda yang terhormat seperti Jang Hao Shan ini.

Selir Ye berjalan dengan anggunnya di belakang Jang Fang Lin. Di sampingnya ada Jang Mue Lan yang masuk ke jajaran tiga gadis cantik di kekaisaran Shao setelah putri Shen Feiyang. Di sampingnya ada Jang Dong He. Dia juga mempunyai wajah yang cantik.

Jang Fang Lin berjalan menuju tempatnya. Duduk di barisan depan pertama. Berseberangan dengan tempat duduk Aruna.

Jang Hao Shan mencuri pandang untuk melihat adiknya. Ia yakin bahwa untuk saat ini tidak ada seorangpun dari keluarganya yang mengenalinya. Sebuah senyuman muncul di bibirnya saat ia bersyukur adiknya mempunyai hidup yang lebih baik. Namun ia masih menyayangkan karena adiknya hidup bahagia di tempat orang lain.

“Tuanku, hamba perhatikan jika tuan muda mencuri pandang pada gadis muda itu. Apakah saat ini tuan muda sudah menemukan jodohnya?” bisik selir Ye. Namun masih dapat di dengar dengan jelas oleh orang di sekitarnya. Ia berpura-pura perhatian. Namun ia masihlah rubah tua yang licik.

Melihat dari tempat duduknya, Aruna bukanlah seorang yang memiliki jabatan penting. Hanya sebatas bangsawan yang diundang. Setidaknya itulah yang ada di pikirannya. Dan jika Jang Hao Shan memiliki jodoh dengan jabatan yang rendah, posisinya di dalam keluarga tentulah akan ikut rendah meskipun ia merupakan pewaris sah kediaman Jenderal Jang.

Kalau hal itu sampai terjadi, maka dirinya masih akan mampu melawan dan menekan kekuasaannya pada Jang Hao Shan seperti sebelumnya karena tidak memiliki pendukung yang kuat.

“Ah Gege memiliki penglihatan yang bagus. Nona muda itu cukup cantik untuk dibawa pulang sebagai istri.” Kata Jang Mue Lan.

“Apakah itu benar Shan’er?” Tanya Jang Fang Lin penasaran. Posisi kediaman Jenderal Jang bukanlah posisi yang bisa diremehkan. Jika putranya memilih pasangan yang lebih rendah darinya, itu tidak masalah.

“Tidak ayah. Aku hanya sedikit teringat seseorang saat melihatnya. Sepertinya dia seseorang yang pernah ada di masa lalu.”

“Sepertinya itu tidak mungkin. Itu adalah nona muda Han. Dia selalu beradaa di lautan sejak kecil. Dan baru kali ini masuk ke dalam istana. Aku rasa kita tidak mungkin pernah bertemu dengannya sebelumnya.” Kata Jang Mue Lan. Diam-diam, gadis ini sudah memata-matai Han Aruna. Dia mendengar jika posisi kecantikannya bergeser menjadi ketiga di kekaisaran gara-gara gadis yang sedang diperhatikan kakaknya ini. Tentu saja ia harus segera bertindak.

“Ah sudahlah. Jangan memperpanjang masalah. Kali ini kalian harus bersikap baik. Jangan sampai membuat nama baik kediaman kita dipermalukan.” Putus Jang Fang Lin. Perdebatan tidak akan selesai jika melibatkan mulut wanita di dalamnya. Akan banyak hal lagi yang akan muncul dan dibahas.

Di tempatnya, Aruna duduk sambil menikmati teh dan kudapan ringan yang tersedia di atas mejanya. Aruna duduk bersama dengan Yang Se Se di sampingnya yang sibuk melayaninya. Karena dia hanya datang seorang diri, tempatnya menjadi tempat yang paling kosong. Hanya ada dua penjaga yang ada di belakangnya dan Jei dan Yang Se Se di kedua sisinya.

Siapapun yang melihat komposisi ini pasti akan merendahkan Aruna dan mengejeknya di dalam hati.

“Nona, hamba melihat tuan muda Jang dari tadi melihat ke arah anda. Aku yakin dia menaruh hati pada nona.” Bisik Yang Se Se.

“Biarkan saja Se Se. Ia punya mata. Dia berhak menggunakan matanya untuk apa pun yang dia inginkan.” Aruna bukannya tidak menyadarinya. Ia tahu kakaknya itu melihatnya dari tadi. Dan ia yakin bahwa kakaknya telah mengenali identitas nya yang sebenarnya. Dari tatapan matanya yang lembut bersahabat, dapat terlihat binar kerinduan di sana. Bukan tatapan memuja seperti para pemuda lainnya.

Sebenarnya ia tidak sepenuhnya membenci kakaknya itu. Pada saat ia di usir, ia sendiri tahu bahwa kakaknya masih kecil dan tidak punya kekuatan. Apalagi saat itu ia masih dalam perguruan untuk belajar. Dan jika saat itu ia ada di sana, sudah dipastikan kakaknya akan berusaha melindunginya sekuat tenaga.

Ah, sepertinya jika mereka berdua bertemu dan ternyata Jang Hao Shan mengenalinya, ia tidak akan mengelaknya. Ia pun merindukan sang Gege.

*

*

*

...^^^~°The Story Of Han Aruna_15°~^^^...

Terima kasih sudah mampir 😎

Jangan lupa tinggalin jejak dengan klik like👍, vote 😍 dan komentarnya oke😘

Terpopuler

Comments

MashMellow🍭

MashMellow🍭

whyyy????
bukannya bapakmu yg mengusir Aruna dari rumah dan memutuskan perhubungan anak beranak, jangan lupa yang itu

2025-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2 2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3 3. Kembali Ke Daratan
4 4. Pria Bertopeng
5 5. Bunga Yuna
6 6. Ingin Merampas barang dariku?
7 7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8 8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9 9. Festival Lampion
10 10. Kecantikan Nomor Satu
11 11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12 12. Aku Aruna, Han Aruna
13 13. Rencana Perjamuan Bunga
14 14. Persiapan Aruna
15 15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16 16. Hadiah yang Menakjubkan
17 17. Membuat Semua Orang Terpesona
18 18. Permainan Bai Tianli
19 19. Dasar Mesum!
20 20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21 21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22 22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23 23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24 24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25 25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26 26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27 27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28 28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29 29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30 30. Sekte Hitam Devil Dolls
31 31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32 32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33 33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34 34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35 35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36 36. Terpaksa Bekerja Sama
37 37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38 38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39 39. Semua Orang Sibuk
40 40. Menyusup
41 41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42 42. Siap Menangkap Penjahatnya
43 43. Antara Dua Pasukan
44 44. Ancaman Han Mora
45 45. Arnold VS Han Mora
46 46. Arnold Yang Diabaikan
47 47. Identitas Lain Shen Su Huan
48 48. Ruang Dimensi Mandala
49 49. Pemusnahan Keluarga Xu
50 50. Keluhan Hati Arnold
51 51. Arnold Yang Kejam?
52 52. Xu Ruo Feng Mengaku
53 53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54 54. Permintaan Han Aruna
55 55. Meminta Waktu
56 56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57 57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58 58. Lamaran
59 59. Arnold Datang
60 60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61 61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62 62. Suasana Sebelum Lelang
63 63. Hadiah Han Aruna
64 64. Permainan Harga
65 65. Pil Pembersih Tulang
66 66. Shen Su Huan Menawar Harga
67 67. Pasukan Berani Mati
68 68. Diikuti
69 69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70 70. Potongan Kisah 1
71 71. Potongan Kisah 2
72 72. Permaisuri Li Yue
73 73. Memakai Giok Phoenik Api
74 74. Kesan Pertama
75 75. Memanggil Saksi
76 76. Identitas Asli Yang Terungkap
77 77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78 78
79 79. Kejujuran Jang Dong He
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1. Di Usir Dari Kediaman Jenderal
2
2. Menjadi Anak Angkat Nyonya Han
3
3. Kembali Ke Daratan
4
4. Pria Bertopeng
5
5. Bunga Yuna
6
6. Ingin Merampas barang dariku?
7
7. Harta Tak Terduga Dari Kantong Penyimpanan
8
8. Sampai Di Kediaman Utama Han
9
9. Festival Lampion
10
10. Kecantikan Nomor Satu
11
11. Tuan Gong, Ketua Pembunuh Bayaran
12
12. Aku Aruna, Han Aruna
13
13. Rencana Perjamuan Bunga
14
14. Persiapan Aruna
15
15. Pertemuan Setelah Sepuluh Tahun
16
16. Hadiah yang Menakjubkan
17
17. Membuat Semua Orang Terpesona
18
18. Permainan Bai Tianli
19
19. Dasar Mesum!
20
20. Seseorang Meragukan Kemampuan Han Aruna
21
21. Sittar Spiritual, Sittar Feiyuan
22
22. Menjadikan Sittar Feiyang Menjadi Bahan Taruhan. Berani?
23
23. Mendapatkan Sittar Feiyang Dan Banyak Bunga Mawar
24
24. Han Aruna, Nona Muda Pecinta Uang
25
25. Pangeran Arnold Datang Ke Arena Berburu
26
26. Pangeran Arnold Yang Tampan Ditolak, Lagi!
27
27. Bertemu Harimau Putih Spiritual
28
28. Bayi Harimau Putih Spiritual Tingkat Tinggi
29
29. Memiliki Dekrit Kosong Juga Tidak Akan Berani Bertindak Sejauh Itu
30
30. Sekte Hitam Devil Dolls
31
31. Xiao Qiu, Sang Pelahap
32
32. Yang Mulia Putra Mahkota Membawanya Secara Pribadi
33
33. Dua Putra Mahkota Datang Bersamaan
34
34. Tang Lin Hua Mengembalikan Dekrit Kosong
35
35. Pangeran Shen Lin Yang Yang Kejam
36
36. Terpaksa Bekerja Sama
37
37. Han Aruna Memenangkan Lomba
38
38. Xiao Qiu Melihat Bubuk Mesiu
39
39. Semua Orang Sibuk
40
40. Menyusup
41
41. Aku Ingin Kamu Mengakuinya
42
42. Siap Menangkap Penjahatnya
43
43. Antara Dua Pasukan
44
44. Ancaman Han Mora
45
45. Arnold VS Han Mora
46
46. Arnold Yang Diabaikan
47
47. Identitas Lain Shen Su Huan
48
48. Ruang Dimensi Mandala
49
49. Pemusnahan Keluarga Xu
50
50. Keluhan Hati Arnold
51
51. Arnold Yang Kejam?
52
52. Xu Ruo Feng Mengaku
53
53. Berhenti Menjadi Orang Baik
54
54. Permintaan Han Aruna
55
55. Meminta Waktu
56
56. Bertemu dengan Orang Yang Tak Terduga
57
57. Shen Su Huan Menerobos Kamar Lagi
58
58. Lamaran
59
59. Arnold Datang
60
60. Kelas Privat Khusus Shen Su Huan
61
61. Jang Mue Lan Yang Delusi
62
62. Suasana Sebelum Lelang
63
63. Hadiah Han Aruna
64
64. Permainan Harga
65
65. Pil Pembersih Tulang
66
66. Shen Su Huan Menawar Harga
67
67. Pasukan Berani Mati
68
68. Diikuti
69
69. Kesalahpahaman Jang Mue Lan
70
70. Potongan Kisah 1
71
71. Potongan Kisah 2
72
72. Permaisuri Li Yue
73
73. Memakai Giok Phoenik Api
74
74. Kesan Pertama
75
75. Memanggil Saksi
76
76. Identitas Asli Yang Terungkap
77
77. Jang Xia Lu Telah Lama Tiada
78
78
79
79. Kejujuran Jang Dong He

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!