HATI YANG HANCUR

Taxi yang di naiki Marisa berhenti tepat di depan rumahnya, ia segera membayar sesuai dengan yang tertera si argo sebelum kemudian ia turun.

Ia lebih memilih pulang naik taxi yang banyak terparkir di depan Apartemen dari pada Sopir yang telah di sediakan untuk mengantarnya, Marisa tidak sudi.

Ragu-lagu ia mengucap salam dan mengetuk pintu.

"Marisa, dari mana saja kamu Nak..?" tanya Indira begitu membuka pintu.

Tanpa berkata apa pun Marisa langsung memeluk Ibunya, ada perasaan lega di hatinya ketika ia memeluk wanita yang melahirkannya itu. Hampir saja ia menangis, ketika di lihatnya Marvin datang dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Marisa segera melepas pelukannya.

"Kenapa semalam nggak pulang Mbak? Semuanya panik, nggak ada yang tidur. Ponsel Mbak di hubungi juga nggak bisa!" Marvin marah.

"Maaf..." Marisa menundukkan wajahnya.

"Sudahlah,ayo..kita masuk dulu." indira merangkul Marisa masuk ke dalam rumah.

Sesaat kemudian mereka bertiga telah duduk di kursi ruang tamu.

"Mana Ayah?" tanya Marisa saat di lihatnya Agung tak ada.

"Pergi, mencari seseorang yang nggak pulang dan nggak kasih kabar!" ata Marvin ketus, dan langsung di lirik Indira tajam.

Marvin melengos sambil memonyongkan bibirnya.

"iyaa...kemarin aku menginap di rumah teman." kata Marisa bohong. "Aku kemalaman mengerjakan tugas di Kampus dan...ponsel ku batrainya habis, aku nggak bisa mengabari atau pun memesan Ojek Online untuk pulang. Untunglah ada seorang teman yang rumahnya dekat dengan Kampus, akhirnya aku menginap di sana..." Marisa meremas-remas jari-jari tangannya.

"Ah, syukurlah kalau begitu." Indira tersenyum lega.

Ia percaya karena Marisa tidak pernah sekalipun berbohong kepadanya.

"Maafkan aku Bu..." Marisa menunduk, matanya memerah.

"Sudahlah...yang penting kau sudah pulang." Di peluknya Marisa.

Indira mengira Marisa meminta maaf karena tidak memberi kabar, padahal Marisa meminta maaf karena banyak hal yang telah terjadi pada dirinya.

"Apa kau sudah makan? Mau ibu buatkan sesuatu?" tanya Indira.

"Nggan, aku mau istirahat di kamar saja.."

"Baiklah Nak.." Di belainya rambut Marisa. "Jangan capek-capek yaa, jaga juga kesehatanmu." Indira tersenyum penuh kasih.

Marisa tak menjawab, ia segera beranjak dari kursi dan berjalan menuju kamarnya. Ia tidak mau keluarganya melihatnya menangis, mereka pasti akan curiga.

"Sejak kapan Mbak punya teman di Kampus..?" kata Marvin.

Ia tak percaya dengan kata-kata Marisa.

"Baju itu juga,nggak mungkin temannya itu mau meminjamkan padanya, itu salah satu baju bermerk dari brand ternama lo."

"Mungkin saja sekarang Mbak mu punya teman."bela Indira. "Bagi orang kaya seperti mereka, mungkin baju itu sama seperti daster yang ibu pakai, jadi tidak masalah di pinjamkan." Indira tertawa. "Lebih baik kau kabari Ayahmu untuk segera pulang," lanjutnya.

"iyaa, iyaaa.." Marvin mengambil ponsel nya lalu menelpon Ayahnya.

Begitu masuk ke dalam kamar, Marisa langsung mengunci pintu. Di taruhnya tas dan papperbag berisi bajunya yang telah robek begitu saja di lantai, kemudian duduk di meja riasnya. Di pandanginya wajahnya baik-baik.

"...Apa ada yang berubah dari aku...??" gumannya masih tak percaya.

Di raba wajahnya yang masih terlihat cantik meskipun matanya bengak. Tiba-tiba kelebatan tragedi itu muncul di ingatan, ia langsung menutupi wajahnya.

Air mata mulai berjatuhan membasahi pipinya, dalam satu hari cita-cita dan kehormatannya hancur berantakan.

Dengan benci di bukanya baju yang ia pakai, ia bermaksud mengganti bajunya dan membuang baju pemberian dari Andreas.Saat tak sengaja ia melihat cermin pada meja riasnya.

"Hiiiiiii...!!" jerit Marisa jijik.

Di palingkan wajahnya, dan kembali ia menutup bajunya. Ia terduduk di lantai, meringuk memeluk tubuhnya erat-erat.

"Ya Tuhan...." Tangisnya kian menjadi.

Ia melihat leher dan dadanya yang di penuhi guratan warna merah,tanda bahwa tubuhnya telah di miliki oleh orang yang dia benci.

"Kenpa dia melakukan ini padaku....??" tangisnya.

Di liriknya kertas putih dengan tulisan berwarna merah yang ia tempelkan di tembok dekat meja belajarnya. Tulisan indah berisi rencana masa depannya,

-lulus skripsi

-Di terima bekerja di perusahaan besar

-membantu perekonomian keluarga

-dan jika Marvin telah lulus dan tabungan telah cukup,mungkin aku akan mempertimbangkan untuk menerima Erwin 😋 lalu menikah dengannya(mungkin🤣)

😍❤💐

Di bawah tulisan itu terdapat foto keluarganya. Ayahnya yang selalu membangga-banggkan dirinya, ibunya yang penyayang, Adiknya yang bahkan di usianya yang belum genap 17 tahun harus ikut bekerja di saat teman-teman sebayanya yang lain sibuk berpacaran dan bermain-main.

Hati Marisa bertambah hancur, ia menyesal mendatangai Apartemen Andreas. Ia terus menangis meringkuk bersandar pada kaki tempat tidurnya.

Mobil Ferarri 488 Spider warna hitam milik Andreas baru saja sampai di Club Malam langgannya dengan Bryan, "Red Rabbit".

Hari memang masih sore dan Club itu masih tutup, tapi bagi pelanggan VIP seperti ia dan Bryan tidak ada istilah tutup. Mereka punya akses khusus untuk bisa masuk ke dalam.

"Madam Cecil, di mana Bryan?" tanya Andreas begitu ia bertemu dengan wanita berusia 45 tahunan berbaju seksi.

Club itu masih tampak legang dengan cahayanya yang redup berwarna merah, hanya ada wanita itu dengan dua orang bartender yang sibuk meracik minuman.

"Halloo Tuan Andreas.." wanita yang di panggil Madam Cecil itu menyapa ramah. "Tuan Bryan sedang tidak bisa di ganggu, anda tahu kan beliau sedang apa..?" ia mengedipkan sebelah matanya.

"Katakan di mana dia..?" Andreas tak menanggapinya, di pandangi nya Madam Cecil tajam.

Dari sikap Andreas, ia langsung tahu kalau Andreas datang bukan untuk bersenang-senang.

"Anda tahu peraturan Club ini kan, Privasi is number One." kata Madam Cecil mencoba menahan Andreas.

"Jangan main-main denganku, atau kau mau Club ini tutup?" ancamnya.

Madam Cecil mengigit bibir bawahnya, Ia lupa siapa Andreas. Ia anak satu-satu nya dari Adnan Marthadinata dan Club nya ini berdiri di atas daerah kekuasaan keluarganya. Dengan terpaksa ia memberikan kunci ruangan di mana Bryan berada.

"Saya harap tidak ada keributan apa pun di sini." kata Madam Cecil menginggatkan.Andreas tak menjawab, ia langsung berjalan masuk ke ruangan paling dalam dari Club tersebut.

"Kyaaaaaaaa....!!" jerit dua wanita yang tidur di sebelah kanan dan kiri Bryan bersamaan ketika Andreas dengan tiba-tiba membuka pintu.

Di lihatnya Bryan yang bertelanjang dada sedang bersenang-senang dengan dua wanita di atas tempat tidur.

"Keluar kalian!" perintah nya.

Kedua wanita yang nyaris tanpa busana itu cepat-cepat memberesi pakainnya dan langsung pergi melewati Andreas tanpa berani mengangkat muka.

"Elu ganggu Gue Bro...?" kata Bryan yang ternyata sedang ngefly.

Ia turun dari ranjang, kemudian duduk dan menyalakan lintingan ganja nya. "Gue kan udah ngasih elu kesenangan.." ia terkekeh.

"Elu masukan apa di dalam Vodka itu?!" tanya Andreas emosi.

"Obat baru, gue pengen elu nyoba.." jawab Bryan santai. "Gue masukan ke dalam Vodka, satu paket dengan wanita itu sebagai kado." Bryan tertawa.

Seketika wajah Andreas menegang,tanga nya terkepal.

"Elu menikmatinya kan semalam..??" Bryan terkekeh.

"BUUUKK!!!"sebuah bogem mentah langsung mendarat di pipi Bryan tepat setelah ia menyelesaikan kalimatnya.

"Brengsek..!!" umpat Andreas.

Di pukulnya lagi Bryan sampai ia tersungkur di lantai.

"Kenapa harus wanita itu..??!!" teriak Andreas frustasi. Menginggat bagaimana ia memperlakukan Marisa, membuat ia tidak bisa berheni memukuli Bryan.

Bryan yang setengah mabuk tidak bisa melakukan perlawanan yang berarti, hidung dan ujung bibirny mengeluarkan darah segar, tapi ia masih bisa tertawa.

"Hwahahahaha...harusnya elu berterikasih sama gue."

Andreas sudah mengepalkan tinjunya lagi ketika Bryan menarik kerah bajunya dan balik memukul perutnya.

Andreas mundur beberapa langkah kebelakang sambil memegangi perutnya, ia tidak menyangka Bryan masih bisa mengeluarkan pukulan sekuat ini dalam keadaan mabuk.

Bryan bangkit berdiri, dengan sempoyongan ia duduk di kursi dan menegak Vodka yang berada di atas meja kecil di samping kursi yang ia duduki.

"Elu yang menginginkan wanita itu. Terakhir kita minum bersama, elu mabuk dan memanggil-manggil namanya." Bryan mengelap darah yang mengalir pada bibir nya yang sobek. "Marisa...Marisa...Marisa..." Suaranya di buat-buat untuk mengejek Andreas, dan ketika ekspresi wajah Andreas seperti orang bodoh karena terkejut, ia tertawa terbahak-bahak.

Terpopuler

Comments

Watilaras

Watilaras

pada gemblung Kabeh kwwkwkw

2021-06-30

0

ciby😘

ciby😘

dasarr brayn brengsenggggh...pengen njitak kepalanya aku🤨🤨🤨🤨😐

2021-05-04

0

❣️ummu_syrifah❣️

❣️ummu_syrifah❣️

Bad boys 😏

2021-04-30

0

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!