KEHORMATAN

Andreas terkejut melihat Marisa berada di Apartemennya.

"Kenapa kau bisa di sini?" tanyanya.

"Kenapa Bapak mencabut beasiswa saya?" tanya Marisa tanpa menjawab pertanyaan dari Andreas. "Kenapa Bapak bisa setega itu hanya karena tersinggung dengan ucapan saya ?!" Marisa terlihat emosi.

Andreas tersenyum meremehkan, ia hendak masuk ke ruangannya tapi di halangi oleh Marisa.

"Minggir!" bentak Andreas, ia marah karena terganggu dengan kehadiran Marisa.

Saat Andreas hendak melangkah memasuki ruangannya, Marisa terlebih dahulu menerobos masuk. Kini Marisa berada di dalam ruang tamu nya.

"Saya tidak akan pergi sebelum Bapak memberi tahu saya alasan Bapak mencabut beasiswa saya!" Marisa berkata lantang.

"Kau menghina Keluarga pemberi beasiswa mu. Apa itu tidak cukup menjadi alasan..?" tanya Andreas yang masih berdiri di ambang pintu yang terbuka.

Ia tidak khawatirkan akan ada orang yang lewat dan mendengar pertengkaran mereka, karena seluruh lantai 30 itu adalah milikny pribadi.

"Tapi bukan berarti anda bisa seenaknya langsung mencabutnya kan?!" Baru kali ini Marisa begitu emosi pada seseorang.

Dulu ia menghormati Andreas sebagi Dosennya, tapi sekarang rasa hormat itu sudah benar-benar hilang, dan di gantikan dengan perasaan marah.

"Kau tidak tahu pentingnya beasiswa itu untukku dan keluargaku, dan hanya karena kau tidak suka dengan ucapanku lantas kau mencabutnya!" Di tatapnya Andreas benci.

Kening Andreas berkerut mendengarnya, entah karena ia yang emosi mendengar kata-kata Marisa, atau karena ia baru saja minum setengah botol Vodka yang di berikan Bryan.Ia merasa sangat panas dengan jantung yang berdetak lebih kencang.

"Keluar dari sini, selagi pintu ini belum tertutup." di pandanginya Marisa dengan pandangan tak biasa,

"Dasar tidak punya hati!" umpat Marisa.

"BRAAAAKKK!!" Andreas menutup pintu dengan keras, sebelum Marisa sempat bereaksi, Andreas sudah mendorong tubuh kurus Marisa sampai ia terjungkal ke sofa besar yang berada di belakangnya.

Belum hilang Marisa dari keterkejutannya, Andreas telah ******* bibirnya dengan kasar.

"Apa yang kau lakukan..??!"teriak Marisa ketika Andreas berhenti menciumnya.

Andreas tak menjawab, di tindihnya tubuh Marisa, di tarik nya baju nya sampai kancing nya berhamburan.

Marisa berteriak dan berusaha melawan. Ia tak percaya dengan apa yang di perbuat Andreas terhadapanya.

"Hentikan..!" ia mulai menagis saat Andreas menarik celana jeans nya hingga terlepas. "Kau Gilaa..!!" teriaknya.

Seperti hilang kesadaran Andreas mulai menciumi setiap bagian dari tubuh Marisa dan meninggalkan guratan-guratan berwarna merah.

Marisa terus melakukan perlawana, tanpa sengaja pipi Andreas tercakar oleh kuku tangan Marisa. Ia mengaduh kemudian di usap nya pipi kanannya yang terasa perih. Kesempatan itu di gunakan Marisa untuk mendorong tubuh Andreas dan berlari menuju pintu.

Andreas melihat tangannya yang terdapat setitik darah setelah mengusap pipi kananya, dengan wajah murka pandangannya beralih ke Marisa yang berusaha membuka pintu.

"Kenapa tidak bisa di buka..??" Marisa panik, di gerak-gerakkannya handle pintu itu berkali-kali.

Tapi pintu itu tidak kunjung terbuka. Andreas memang memasang sistem keamana ganda, dengan pintu yang hanya bisa di buka dengan kode tertentu. Hanya Rendy, Seorang Pelayan Wanita yang bertugas membersihkan ruangan, dan Andreas sendirilah yang tau kode tersebut.

Marisa semakin panik saat di lihatnya Andreas yang berjalan ke arahnya.

"Ayo lah, kau ingin beasiswa mu kan..?" Andreas menyeringai.

Ia berjalan perlahan sambil membuka ikat pinggangnya, kemudian di lemparkannya begitu saja di lantai.

Marisa terisak, tubuhnya gemetaran menahan takut. Di gedor-gedornya lagi pintu itu sampai kedua tangannya terasa sakit, tapi pintu itu tetap tidak mau terbuka

"Aku tidak memgharapkan beasiswa itu lagi, jadi aku mohon...jangan lakukan hal ini padaku..." tangis nya.

Ia terduduk di depan pintu sambil memeluk tubuhnya yang telanjang erat-erat.

Andreas menarik kedua lengan Marisa dengan kasar, memaksanya untuk berdiri. Di paksanya Marisa agar membuka kedua tangannya. Tangis Marisa kian kencang.

"Tolonglah..." Marisa memohon dengan air mata yang berlina.

Dengan sekali hentakan keras, kedua tangan Marisa yang menutupi kedua bukit kembarnya terbuka, mata Andreas kian nyalang melihat pemandangan di depan nya, hasratnya meronta-ronta ingin di puaskan.

Entah setan apa yang merasukinya saat ini, di pojokkannya Marisa ke pintu dan di angkatnya kaki kanan Marisa. Dalam sekejam mata kehormatan Marisa telah di renggutnya.

"Hentikaaan...!!Aaaaaahh...!" Marisa menangis sejadi-jadinya saat rasa sakit itu menderanya.

Andreas melepaskan Marisa begitu saja setelah ia selesai, tubuh Marisa langsung jatuh dan tergeletak di lantai, tubuh nya gemetaran. Bekas darah menodai ************ dan paha nya, nafas nya naik turun dengan mata yang terus menerus mengalirkan air mata, wajahnya yang pucat terlihat sangat syok.

Andreas membuka kemejanya yang telah kusut, di bukannya tangan Marisa yang menutupi bagian dada nya,

" Jangan..." kata Marisa lemah.

Seperti buta akan keadaan Marisa, ia mulai kembali mencium bibir nya, kemudian turun ke kedua buah dadanya.

"Tolong..." Marisa menangis.

Tapi tanpa belas kasian Andreas kembali mengulanginya, Ia menangis meronta-ronta, sakit sekali rasanya.

"Tolonglah..." tangis Marisa, pandangan nya mulai buram, ketika Andreas mencapai klimas untuk yang ketiga kalinya, pandangan mata Marisa benar-benar menjadi gelap.

Sudah hampir satu jam lamanya Andreas berdiri di bawah shower, air dingin mengalir membasahi kepala hingga seluruh tubuhnya. Sesekali tangannya mengepal dan memukul tembok kamar mandi yang berada di depannya.

"Apa yang baru saja aku lakukan...??" kata Andreas dalam hati. Di remasnya rambutnya yang basah, air yang dingin seperti es itu sudah tidak di rasakannya lagi.Pikirannya kacau ketika ia menyadari telah memperkosa Marisa.

"BUUKK!!" sekali lagi ia memukul tembok. Ia begitu frustasi dengan apa yang baru saja ia lakukan, Ia tak habis pikir bagimana mungkin ia bisa memperkosa seorang wanita sedangkan ia bisa mendapatkan wanita manapun yang ia inginkan. Bahkan sebelum ia meminta, sudah akan banyak wanita yang rela antri untuk menyerahkan tubuhnya.

Marisa yang tadi pingsan perlahan-lahan mulai membuka matanya, Ia tengah berbaring di ranjang besar milik Andreas. Kepalanya terasa pusing, di lihatnya jam dinding menunjukan pukul satu dinihari.

Saat ia mencoba bangkit untuk duduk, seluruh tubuhnya terasa begitu sakit. Marisa mengigit bibir bawahnya menahan nyeri di bagian intimnya ketika ia mencoba untuk berdiri, kedua kakinya gemetar. Marisa tertegun ketika sesuatu yang hangat mengalir dari selangkangnya. Ia kembali terduduk di pinggir ranjang, ia menangis menyadari apa yang baru saja terjadi pada dirinya.

"...Aku ingin pulang...." Marisa berkata lirih.

Wajahnya terlihat sembab dan pucat, di peganginya perutnya yang terasa lapar, kerongkongannya yang terasa kering, ia haus.

Marisa meraba tubuhnya dan ia tersadar kalau ia tidak memakai apa pun kecuali kemeja putih yang tampak kebesaran di tubuhnya.

Air matanya kembali mengalir, satu-satunya hal berharga yang ada pada dirinya yang miskin telah hilang. Ia menangis tanpa suara sampai dadanya begitu sesak.

Segelas air putih terulur di hadapan Marisa.Ia mendongakkan wajahnya yang di penuhi air mata, di lihatnya Andreas yang menyodorkan gelas berisi air putih itu ke arahnya.

Seketika wajah Marisa di penuhi kebencian, di tepisnya gelas itu hingga jatuh. Untung saja lantai di sekitar ranjang di lapisi karpet tebal, sehingga gelas yang terjatuh tidak pecah.Tapi tetap saja hal itu kembali menyulut emosi Andreas.

"Kau...!" di raihnya belakang kepala Marisa.

" Apa lagi yang kau inginkan..??" isak nya. Matanya yang bengak karena terus menerus menangis menatatapnya benci.Andreas melepaskan peganganya karena rasa bersalah.

"Aku ingin pulang!" Marisa berdiri walaupun kakinya masih terasa lemas.

Andreas memandangi wajah Marisa lekat-lekat, bahkan dengan wajah Marisa yang pucat dan kedua mata nya yang memandang penuh kebencian padanya, masih terlihat begitu mengoda di matanya.

"Aah..Andreas,bukankah kau hanya menyentuh seorang wanita satu kali...?"hati nurani nya bicara.

"Pulanglah besok." kata Andreas sambil membalikan badannya.

"Tidak! Aku akan pulang sekarang!" bentak Marisa, dengan tertatih ia berjalan ke arah pintu.

Tapi baru beberapa langkah ia berjalan, Andreas menarik tangannya.

"Lepaskan!" teriak nya, tapi Andreas tidak mau melepaskannya.

"Turuti kata-kataku, pulang lah besok!"

"Tidak!!" Marisa makin berani. "Aku tidak mau tinggal bersama ******** sepertimu!"

Baru saja kata-kata itu habis di ucapkannya, Andreas langsung menyambar bibir pucat nya. Marisa berusaha berontak, tapi pelukan tangan Andreas begitu kuat.

Marisa kesulitan bernafas, ia menangis, tidak mau tragedi itu terulang kembali. Di pukulinya punggung Andreas, tapi ciuman Andreas padanya semakin dalam, pelukannya bertambah erat.

Marisa merasakan tubuhnya semakin lemah, kakinya tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Sedetik kemudian ia pingsan untuk kedua kalinya.

Terpopuler

Comments

ιda leѕтary

ιda leѕтary

Mampuslah kau marisa, siapa suruh jadi perempuan sok²an masuk ke kandang buaya, salah mu sendirilah

2023-08-14

1

imel siayo

imel siayo

marisa dan bryan yang salah tp kesalahan terbesar ada di marisa. berani2nya nemuin pria sendirian ke apartemen lg, udh diduruh pergi juga tp ngeyel.. gmn gak KO😬 direstorn aja dg sgla kewarasan andreas brni nyium apalagi ini ruang privasi n dipengaruhi alkohol plus perangsang

2023-04-03

0

Siti Fatimah

Siti Fatimah

Hidup mah realistis aja Marisa...yg punya kekuasaan dan duit itu bisa melakukan apapun di dunia nyata juga begono...jadi harusnya sebelum bertindak Lo pikir matang2 hanya demi beasiswa Lo kehilangan kehormatan yg harganya tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan beasiswa yg Lo dapat 😏😏😏

2022-09-18

0

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!