HARGA

Jam sudah menunjukan pukul delapan pagi ketika Marisa terbangun, dengan lemah ia menyandarkan diri pada kepala ranjang. Di lihatnya dirinya, masih memakai kemeja putih yang sama seperi yang semalam ia pakai.

Tiba-tiba Marisa tersadar jika semalam ia tidak pulang, ia teringat akan keluarganya yang pasti akan cemas karena ia tidak memberi kabar apa pun.

Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari tas nya, ruangan itu redup karena lampu di matikan. Marisa membuka selimut yang menutupinya, kemudian dengan setengah memaksakan diri, ia bangkit untuk membuka gordeng di ruangan itu.

Ia tidak tahu kalau sebenarnya gordeng besar itu bisa terbuka secara otomatis jika ia memencet tombol remort yang berada di atas nakas samping ranjang. Dengan susah payah akhirnya Marisa berhasil membukanya, sinar matahari yang hangat menerpa tubuhnya. Ia menempelkan kepalanya di kaca jendela, jika dalam keadaan normal tentu Marisa menyukai ruangan itu.

Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat langit biru yang begitu luas dan di bawahnya Marisa bisa melihat keramaian kota dengan lalu lalang kendaraan dan gedung-gedung pencakar langitnya.

"Uugh..." Marisa merintih.

Seluruh tubuhnya terasa sakit terutama bagian intimnya, perlahan-lahan ia berjalan dan kembali duduk di pinggir ranjang. Di lihatnya di atas nakas terdapat dua lembar kertas, Marisa mengambilnya. Sebuah kertas memo berisi lima digit angka 23005 dan selembar cek dengan nominal 20 miliar, tangan Marisa gemetar memegang nya.

"20 miliar....??" Ia tak percaya.

Ia dan keluarganya begitu kesulitan mencari uang, bahkan kadang-kadang harus makan seadanya untuk bisa membayar semua cicilan hutang, dan kini di tangannya ada selembar cek 20 miliar. Hati Marisa kian merana.

"Apa dia menghargai aku 20 miliar...?" tanyanya pada diri sendri, ia tersenyum pahit.

Dengab perlahan ia berjalan menuju pintu, di pencetnya tombol-tombol pada alat yang terlentak di samping pintu sesuai dengan angka yang tertulis di kertas memo tersebut, kemudian di raihnya handel pintu, "Ceklek" pintu itu terbuka dengan mudah.

"Selamat pagi Nona...!" Seorang Pelayan wanita berkulit gelap dengan kisaran usia 45tahunan menyapanya.

Marisa masih terdiam di depan pintu, melihat wanita itu yang tengah sibuk membersihkan meja. Ia masih tampak begitu linglung.

Melihat Marisa yang masih tak beranjak dari tempatnya, wanita itu menghentikan kesibukannya.

"Anda mau mandi atau sarapan dulu?" tanyaanya ramah.

Di tuntunnya Marisa duduk di meja makan, di situ telah tersedia berbagai hidangan yang masih hangat.

"Jika Nona mau mandi dulu, akan segera saya siapkan air hangatnya." Pelayan wanita itu tampak mengambil sesuatu. "Saya juga sudah menyiapkan baju ganti untuk Nona."

Di tunjukkannya baju terusan semata kaki warna putih tanpa lengan dengan motif bunga matahari.

Marisa melihat baju tersebut sesaat kemudian melengos, itu bukan bajunya.

Pelayan Wanita itu tersenyum melihat Marisa yang masih tidak ada reaksi.

"Baiklah, saya akan menaruh baju di kamar dan menyiapkan air panas untuk anda mandi." Pelayan wanita itu berbalik pergi dengan membawa baju tadi.

Marisa masih diam tak memberi reaksi, Pelayan wanita itu berhenti berjalan dan berbalik menghadap ke arah Marisa duduk.

"Sebaiknya anda segera menyelesaikan sarapannya, ponsel anda dari tadi berdering." Pelayan wanita itu kembali tersenyum sebelum berbalik pergi.

Mata Marisa membelalak, "Di mana ponsel dan tasku?" tanyanya cepat.

Pelayan wanita itu menoleh ke arah Marisa, "Tuan Muda berpesan untuk menyerahkannya setelah anda selesai sarapan dan membersihkan diri."

Kening Marisa berkerut mendengarnya. "Di mana dia?"

"Tuan Muda sudah berangkat pagi-pagi sekali sebelum anda bangun." Pelayan wanita itu menjawab ramah sebelum kembali berjalan pergi untuk menyiapkan keperluan mandi Marisa.

Kini tinggal Marisa yang berada di ruangan itu, di pandanginya makanan yang tersaji di atas meja makan. Perutnya berbunyi, ia menelan air liurnya. Meski enggan akhirnya Marisa kalah dengan keadaan. Perlahan-lahan ia mulai mau memakannya.

Selesai makan Marisa segera mandi dengan cepat, kemudian berpakaian. Ia ingin segera mendapatkan tas nya kembali dan segera pulang.

"Silahkan tas dan baju anda." Pelayan wanita itu menyerahkan tas dan sebuah papperbag yang berisi baju lama Marisa.

Marisa segera mengambilnya, di buka tasnya dan di lihatnya barang-barang di dalamnya sambil melirik ke arah si Pelayan yang masih bediri di depannya sambil tersenyum ramah.

"Aah..." Wajah Marisa terlihat kecewa saat melihat ponsel nya mati kehabisan batrai.

"Di lobby sudah ada Sopir yang menunggu untuk mengantar anda pulang." Pelayan wanita itu kembali bicara.

Tapi Marisa tak mengubrisnya, dimasukannya kembali barang-barangnya ke dalam tas, kemudian di cangklongkan pada bahunya. Sambil menenteng papperbag, ia berjalan menuju pintu. Di pencetnya beberapa tombol yang sudah ia hapal. Begitu pintu terbuka, ia segera melangkah pergi tanpa mempedulikan si Pelayan.

Marisa berharap selamanya tidak akan kembali lagi ke tempat itu.

Di gedung pencakar langit Marthadinata Corp, di lantai 10 tampak beberpa orang berjas keluar dari ruangan. Di anatra mereka tampak Andreas dan Rendy.

"Memang jika sebuah perusahaan di pimpin oleh anak muda pasti muncul ide-ide brilian." puji seorang laki-laki beusia kisaran 70tahun.

Ia menjabat tangan Andreas yang tersenyum mendengar pujiannya, kemudian pergi di ikuti dua asistennya di belakang.

"Saya optimis perusahaan kita akan lebih berkembang di tangan anda." seorang laki-laki berusia 45 tahun dengan di dampingi seketarisnya menyalami Andreas sebelum ia pun pergi.

Ada sekitar delapan orang yang keluar dari ruang rapat dan semuanya menyampaikan pujian dan menyalaminya. Andreas merasa bangga,.para pemegang saham itu mendukungnya secara penuh.

Rendy yang berdiri di belakang Andreas terlihat sangat puas, ia tersenyum paling lebar. Semalam ia tidak tidur hanya karena memikirkan rapat hari ini. Dan ternyata para orang tua yang terkenal kolot itu sangat mendukung Andreas.

"Selamat." seorang laki-laki yang rambutnya telah beruban seluruhnya menyalaminya.

"Terimakasih atas dukungannya Paman Hertoni." Andreas tersenyum.

Rendy mundur beberapa langkah kebelakang untuk memberi mereka ruang bicara.

"Makan malam lah di rumah kami." Laki-laki bernama Hertoni itu berkata. "Eva bilang, kau sangat suka masakan Padang, terutama rendang. Dia sampai ambil les memasak supaya bisa memasakan makanan kesukaanmu itu." wajahny yang di penuhi keriput tersenyum.

"Ah,iyaa Paman.Saat ini saya masih sibuk sekali, mungkin setelah Papa sembuh, saya akan ke rumah bersama dengan beliau untuk makan malam."

Mereka berdua berjalan beriringan, dengan Rendy di belakang dan dua Asisten Hertoni berjalan mengikuti di belakang.

"Usia Eva sudah 30 tahun dan kalian sudah bertunangan selama hampir 6tahun. Wanita berbeda dengan Pria, aku harap kau tahu maksudku.." kata Hertoni sambil menepuk pundak Andreas sebelum ia dan dua asistennya berbelok ke sebelah kanan.

Andreas masih diam di tempat sampai Hertoni dan dua asistennya memasuki lift, ia menghela nafas dengan gusar.

"Saya rasa itu sebuah ancaman." kata Rendy begitu sampai di ruang kerja mereka.

Andreas merebahkan diri ke kursi sambil melonggarkan dasinya.

"Beliau ingin anda segera menikahi anaknya." kata Rendy lagi sambil duduk di depan Andreas.

Jarak mereka hanya di pisah oleh sebuah meja kerja.

"Menurut saya, sebaiknya anda turuti saja. Itu akan semakin memperkuat posisi anda dan perusahaan." Rendy terlihat antusias.

Andreas masih diam tak menaggapi. Di mainkannya bolpoint di atas meja.

Alis Rendy terangakat. "Ada apa Tuan Muda..?" tanyanya. "Bukankah rapatnya tadi berjalan sukses."

"Tidak, aku hanya kurang tidur." jawab Andreas santai. "Ada jadwal apa lagi hari ini?" tanyanya sambil iseng membuka-buka pesan di ponsel nya yang sudah menumpuk.

Dengan segera Rendy membuka layar ponsel nya.

"Ada rapat dengan investor setelah makan siang,lalu ada...."

Sebelum Rendy menyelesaikan kalimatnya, dengan tiba-tiba Andreas telah bangkit berdiri.

"Aku harus pergi...!" Ia membuka jas dan dasinya,.menaruhnya begitu saja di meja kerjanya. kemudian segera membuka pintu dan menghilang dari pandangan.

Rendy yang masih tidak mengerti hanya bisa terbengong di tempatnya.

"lalu bagaiman dengan rapat investor...? tanda tangan berkas yang menumpuk?bertemu manager kantor cabang?" Rendy terduduk di kursi sambil menepuk keningnya.

Andreas berjalan dengan tergesa-gesa, wajahnya terlihat menahan marah. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat saat teringat pesan whatsapp dari Bryan yang tidak sengaja tadi ia baca.

"Vodka&perawan.the best 🐺🤤"

Bryant Alexander Danubrata

Terpopuler

Comments

Siti Fatimah

Siti Fatimah

salah olangan sok2an nyamperin ka apartemen wkwkwk maneh nu rugi kan..

2022-09-18

0

💞 vinela 💞

💞 vinela 💞

temen luknut 😬

2021-09-12

1

♈🥀 Virgo GirL 🥀🌸

♈🥀 Virgo GirL 🥀🌸

sudah kudugaaa... pasti bryan ikut ambil alih..

2021-09-12

1

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!