PERASAAN

"Maaf Mbak, ini ruangan private.." Marisa berdiri meghalangi langkah Eva.

Eva memandang tidak suka pada Marisa."Minggir pelayan!" hardik Eva mengagetkan Marisa. "Aku ingin bertemu dengan tunanganku!" tunjuk Eva pada Andreas yang masih diam di tempat tanpa mempedulikannya.

Marisa terkejut bukan main, bisa-bisa nya wanita berwajah secantik itu bisa mengekuarkan suara sekeras dan sekasar itu.

Andreas hanya melirik sebentar, Rendy segera bangkit dari tempat duduknya dsn berjalan ke arah mereka.

"Tidak apa-apa, beliau rekan kami." Rendy tersenyum sambil memegang pundak Marisa untuk menenagkannya. Rendy tahu,pasti Marisa terkejut dengan hardikan Eva.

"Baik.." Marisa menunduk sambil berjalan kembali ke temptnya duduknya

Eva langsung berjalan ke arah Andreas yang masih saja tidak mempedulikan kehadirannya.

"Kenapa ponselmu tidak bisa di hubungi.?" tanyanya cemberut sambil duduk di samping Andreas.

"Kenapa kau tahu kami di sini?" Andreas balik bertanya.

Eva mengigit bibir bawahnya jengkel dengan Andreas yang tidak mau menjawab pertanyaannya tapi malah balik bertanya. "Aku memasang GPS pada ponsel Rendy."

"Hah?" Rendy terkejut mendengarnya.

Ia yang duduk di samping Andreas segera memencet-mencet ponsel nya. "Kapan anda melakukannya..?? Bagaimana saya bisa tidak tahu?" Rendy terlihat panik.

"Hari terakhir saat aku datang ke kantor." kata Eva ketus. "kau meninggalkan ponsel mu di meja kerja. Dasar ceroboh!" lanjutnya.

"Aah..!" Rendy mengingatkanya.

Waktu itu Eva langsung masuk ke ruangannya, saat ia sedang tidak ada di tempat. "Pasti saat aku sedang sakit perut ." runtuk Rendy dalam hati.

"Ternyata wanita cantik itu tunangannya." kata Marisa dalam hati, diam-diam di perhatikannya mereka dari jauh.

Andreas menyadarinya, di lihatnya balik Marisa. Mata mereka saling bertemu,seketika Marisa menunduk.

"....aku ingin gaun pengantin warna putih berekor panjang..Dengan brokat mewah dan kain tile lalu...."

Eva masih terus bicara di samping Andreas yang bahkan tidak mendengar apa yang sedang ia bicarakan.

"Sayang..!".panggil Eva sambil mengoyang pundak Andreas meminta perhatian. "Apa kau tidak kangen pada tunanganmu ini..?" tanyanya cemberut.

"Tentu saja aku kangen" Andreas tersenyum sambil meraih kepala Eva dan menciumnya.

Eva membelalakan matanya terkejut.

"Uhuk..uhuk.." Rendy yang sedang minum tersedak dan terbatuk-batuk melihat adegan ciuman yang tiba-tiba.

Ia melihat ke arah Marisa yang tak kalah kagetnya melihatnya.

Dengan lihai Andreas memasukan lidahnya, membuat Eva semakin terbuai. Ia menempelkan rapat tubuhnya dan memeluk erat dada bidang Andreas. Hasratnya terhadap Andreas kian meninggi, mereka terus berciuman seolah di ruangan itu hanya ada mereka berdua.

Rendy meminum segelas es jeruk sambil memecet-mencet layar ponsel nya, pura-pura tak melihat. Mau menegur pun ia tak berani, ia memilih bermain game untuk mengalihkan perhatiannya.

"Maaf, saya permisi keluar sebentar."Marisa bangkit dari duduknya. Ia tak kuat jika harus melihat pemandangan seperti itu, ia risih sendiri dan akhirnya memilih keluar.

Rendy hanya mengangguk sambil kembali sibuk dengan ponsel nya.

Dengan ekor matanya Andreas melihat Marisa yang berjalan keluar ruangan.

Andreas langsung mendorong pundak Eva menjauh darinya begitu pintu di tutup Marisa dari luar.

"Ada apa?" tanya Eva bingung.

Andreas hanya diam, tampaknya ia sendiri bingung, kenapa ia tiba-tiba mencium Eva. Untuk apa ia melakukannya? Bukanlah ia lebih memilih mencium wanita bayaran dari pada Eva? Andreas mengkerutkan keningnya, wajahnya terlihat kalut.

"Ayo kita lanjutkan yang tadi, Sayang.." Eva bergelayut manja di lengan Andreas. "Bukankah..di dekat sini ada Hotel milik keluargamu.." bisiknya.

Andreas seperti tak mendengar, tiba-tiba ia berdiri. Mengejutkan Eva dan Rendy yang sedang asik dengan game di ponselnya.

"kalau kau mau tidur di hotel milik keluargaku, suruh Rendy yang mengantar. Kau akan tetap dapat diskon."

"Apaa..??" Eva mengangga tak percaya dengan kata-kata yang barusan ia dengar.

Ia tahu Andreas memang semaunya sendiri, tapi perubahan sikapnya hari ini terasa begitu aneh.

"Tuan Muda mau kemana..?" tanya Rendy ikut berdiri.

"Toilet." Andreas menjawab singkat sebelum keluar ruangan.

"ini gara-gara kau!" tunjuk Eva jengkel.

"Kenapa jadi saya yang salah?" Rendy tak mengerti.

"Kalau tadi kau langsung pergi, pasti Andre dan aku sudah melakukannya." Kening Eva kian berkerut memandang Rendy ."Kau tadi lihat kan bagaimana Andre menciumku? Itu pasti karena sebenarnya dia ingin. Tapi karena ada kau, makannya ia menjaga sikap." Eva mengomel panjang lebar.

Rendy hanya bisa memegangi kepalanya dan menghela nafas mendengarnya. "Mimpi apa aku semalam...??" runtuknya dalam hati.

Andreas berjalan mengitari Restoran Padang yang masih terlihat ramai itu. Matanya memperhatikan satu per satu pelayan yang memakai baju seragam yang sama. Dari kejauhan di lihatnya punggung Marisa, ia segera berlari mengikutinya.

Semakin dekat dengan Marisa, ia melambatkan langkahnya. Sengaja ia memberi jarak yang cukup jauh agar Marisa tidak mengetahuinya.

Di lihatnya Marisa berbelok ke sebuah lorong yang semakin sedikit orang dan membuka pintu sebuah ruangan yang bertuliskan "Khusus Karyawan." Ia mengikutinya.

Marisa tersentak kaget ketika pundaknya di tarik seseorang. Lebih terkejut lagi melihat siapa yang menariknya.

"Sedang apa anda di sini..?!"

"Kenapa kau pergi?" tanya Andreas.

Marisa melihat ke kanan dan kirinya dengan cemas. Di ruangan yang berisi loker karyawan itu tidak ada orang lain selain dirinya dan Andreas. Marisa takut jika di lihat karyawan lain akan menimbulkan gosip lain tentang dirinya.

"Ini sudah waktu nya saya istirahat, akan ada teman saya yang akan menggantikan untuk melayani anda dan teman-teman anda." Marisa membuang muka.

Ia tidak mau melihat wajah Andreas, lebih-lebih kedua mata Andreas yang berwarna coklat terang itu.

"Tolong lepaskan saya."Marisa memegangi tangan Andreas yabg berada di pundaknya dan berusaha menariknya tapi tak berhasil.

Andreas hanya terdiam, di lihatnya baik-baik wajah Marisa. Rambut hitamnya tergelung sederhana dengan beberapa helai rambut yang menutupi keningnya yang berkeringat. Mata hitamnya yang seprti anak kucing yang tersesat,.wajahnya yang terlihat pucat tanpa polesan make up apa pun, kecuali bibirnya yang mungkin di poles dengan lip glos merah muda.

Bibirnya...,Andreas menelan ludah. Hatinya terasa tak nyaman. Entah kenapa, ia sendiri bingung kenapa.

"Apa kau tidak memikirkan beasiswamu..?" tanya Andreas setelah sepersekian menit terdiam dan hanya memandangi Marisa.

Marisa mendongkakan wajahnya mamandang Andreas. "Terserah Bapak saja,." jawab Marisa berusaha kuat.

"Saya memang bersalah,tidak seharusnya saya berani menampar anda." Marisa menundukkan wajahnya.Ia menahan tangis,takut seandainya Andreas benar-benar mencabut beasiswanya.

Di angkatnya wajah Marisa dengan tangan yang satunya.

"DEG!" jantung Andreas berdetak kencang ketika ia melihat mata Marisa yang berkaca-kaca, sedetik kemudian satu tetes air mata mengalir dari pelupuk mata Marisa.

Andreas terkesima, baru kali ini ia melihat seorang wanita menangis tapi bisa terlihat begitu cantik. Cantik dan rapuh...

Tanpa sadar Andreas mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir Marisa.

Marisa terkejut, di dorongnya tubuh Andreas menjauh darinya. Ia mengusap bibirnya dengan punggung tangannya dan segera berlari keluar dengan air matanya yang mengalir semakin deras.

Terpopuler

Comments

Hani Hanifah

Hani Hanifah

sebenarnya....
saya rupanya mulai jatuh cinta dengan karya-karya author HB ini... ❤

2022-12-23

0

buk e irul

buk e irul

hei pencuri... wkwkwk 🤣

2022-03-04

0

Ani Aira

Ani Aira

Andreas maen nyosor aja😨

2022-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!