KEKUASAAN

Marisa begitu marah dengan kata-kata Andreas, ia bahkan tidak mengikuti kelas hari ini, karena tidak ingin melihat wajahnya. Ia tidak memikirkan beasiswa lagi, karena tertutupi emosi dan harga dirinya yang terluka.

"Apa dia pikir semua wanita miskin itu wanita rendah yang tidak punya harga diri..??" kata Marisa kepada Lenna.

Lenna mendengarkan dengan seksama, baru kali ini Marisa yang lebih banyak diam mau berbagi cerita dengannya.

Siang ini mereka sedang duduk berdua di sebuah Cafe. Setelah kemarin Marisa di paksa Erwin untuk istirahat di rumah, hari ini ia tidak bekerja. Sedangkan Lenna, ia sedang istirahat makan siang, tampak ia yang masih memakai seragam Restoran Padang.

Lenna buru-buru menemui Marisa setelah tadi ia mendapat pesan Whatsapp dari Marisa yang butuh teman untuk bercerita.

"Tapi kau hebat sekali bisa bertemu dengan si Andreas itu." kata Lenna setelah meminum es teh miliknya. "Keluarga mereka kan terkenal sekali, apa lagi Ayahnya, Adnan Marthadinata. Beliau sering sekali masuk TV, Perusahan mereka meliputi banyak sektor. Tapi bisnis utama mereka itu di bidang Property" Lenna menerangkan.

"Kau tahu banyak tentang keluarga itu..?" selidik Marisa.

Lenna tertawa, "Seluruh orang di Negeri ini tahu, hanya kau yang nggak tahu. "kata Lenna di sela tawanya. "Dan anaknya itu, si Andreas yang tadi kau maki-maki, selain ganteng paripurna, dia juga yang bakal mewarisi semuanya. Jadi yaa wajar kalau dia sombong." Lenna mengaduk-ngaduk es teh nya yang tinggal separuh.

Di pandanginya Marisa. "Lebih baik kau hati-hati berkata tentang Keluarga itu, aku tahu kau marah. Tapi..apa sih yang bisa di lakukan orang seperti kita..??" tanya Lenna. "Salah-salah malah kita nanti yang di masukan penjara atas tuduhan pemcemaran nama baik".

Kening Marisa berkerut, wajahnya terlihat kesal. Untuk sesaat ia seperti ingin berkata sesuatu, tapi di urungkannya. Ia menutup matanya sesaat kemudian menghela nafas panjang dan berusaha melupakan kejadian ciuman itu.

"Jika kau menerima Pak Erwin, tentu kejadian seperti ini nggak akan terjadi." sekali lagi Lenna berusaha menjadi mak comblang. "Apa lagi kalau kau mau menikah dengannya." Lenna tersenyum lebar.

"Nggak,Nggak...." Marisa mengelengkan kepalanya. "Kau saja yang sama Pak Erwin."

"kalau dia mau, dengan senang hati aku menerimanya. "Lenna tertawa kencang.

Marisa ikut tertawa mendengarnya..Sedang asik-asiknya mereka mengobrol, tiba-tiba ponsel Marisa bergetar. Di ambilnya ponsel dari saku celananya, sebuah pesan whatsapp, Marisa segera membukanya. Seketika ekspresi wajahnya berubah.

"Aku harus pergi..!" kata Marisa panik.

Tanpa menunggu jawaban dari Lenna ia segera bangkit dari duduknya dan berlari pergi.

"Ada apa?" Lenna kebingungan.

Di lihatnya dari kejauhan Marisa yang sudah memanggil ojek pangkalan dan segera menaikinya begitu Abang Ojek berhenti di dekatnya.

"Dia benar-benar mencabutnya..." kata Marisa dalam hati." Dia mencabut beasiswaku..."tangan Marisa gemetaran dan jantungnya berdetak lebih kencang,ia takut.

"Mau ke mana Mbak?" tanya Abang Ojek.

"Universitas Jayabaya." jawab Marisa. "Tolong agak cepat sedikit."

Abang Ojek mengangguk,lalu menambah kecepatan motornya.

Beberapa saat kemudian, Marisa telah berada di ruang Dekan. Di situ ia ingin memastikan tentang beasiswanya. Dan ternyata benar, beasiswa itu telah di cabut sepenuhnya.

"Kenapa..? Apa saya melanggar salah satu ketentuan?" tanya Marisa. "Saya cuma tinggal menyelesaikan skripsi kan Bu..?" ia masih tak yakin jika ia sudah tidak mendapat beasiswa lagi.

"Tidak ada yang kamu langgar." Wanita berumur 48 tahun itu mencoba menenagkannya. "Iya, kamu cuma tinggal skripsi. Seandainya lulus, kamu akan di terima di salah satu perusahaan Marthadinata Corp. "Tapi...." Wanita itu memandang Marisa.

"Tapi...?" Kening Marisa berkerut.

Wanita itu menghela nafas. "Mungkin kamu tidak tahu, tapi Tuan Andreas Martahdinata beberapa waktu lalu mengajar di sini. Hanya sebentar memang, dan mungkin ketika itu beliau tidak berkenang dengan sikap atau ucapanmu. Jadi beberapa saat lalu, beliau memberi tahu kami kalau sudah tidak bisa memberikan sokongan dana beasiswa untuk mahasiswa bernama Marisa Raharja."

Seketika Marisa terduduk di kursi, kakinya terasa lemas, pikirannya langsung kosong.

"Kami minta maaf, tapi kami sendiri tidak bisa berbuat banyak. Segala aset di sini adalah milik beliau." kata Wanita itu dengan wajah menyesal. "Sebisa mungkin kami menjaga perasaan beliau, semoga kamu mengerti...."

Marisa sudah tidak bisa mendengar kata-kata dari wanita itu lagi. Ia tidak menyangka hal ini benar-benar terjadi. Beasiswanya, bagaiman nanti ia menjelaskan pada orang tuanya yang sudah berharap banyak darinya...?

"Di mana beliau sekarang? Saya ingin bertemu. "kata Marisa kembali berdiri.

"Sayang sekali karena suatu hal beliau sudah tidak mengajar lagi, dan tadi pagi kelas terakhirnya."

Pikiran Marisa bertambah kalut, ia menyesal tadi pagi membolos dan tidak ikut kelas. Sekali lagi ia terduduk di kursi, Di peganginya kepalanya,

Di sebuah Gedung tinggi dengan arsitektur modern, tampak Andreas berjalan dengan Rendy di belakangnya. Andreas yang mengenakan setelan kemeja warna biru muda dan Jas warna biru navi di padu dengan dasi motif biru tua terlihat luar biasa tampan. Ia berjalan dengan mantap,i a seperti Raja yang mendapat kekuasaannya kembali.

Andreas dan Rendy berjalan memasuki ruangan yang kanan dan kirinya berisi meja kursi dengan para staf yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ketika melihat Andreas, detik itu juga mereka menghentikan kegiatannya kemudian berdiri dan memberi hormat. Tidak saja para staf kantor, para jajaran manager sampai cleaning service yang berpapasan dengannya akan hormat dan segan terhadapnya.

"Segera jadwalkan untuk rapat Manager." perintahnya.

Rendy mengangguk dan segera sibuk dengan Hp nya.

"Aku ingin tahu kenapa kita bisa kehilangan tender itu." lanjutnya.

Saat ini mereka sedang berada di lift khusus direktur, mereka menuju ruangan Andreas di lantai 12.

Hari telah sore ketika Marisa sampai di depan Gedung Marthadinata Corps. Ia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana ketika Dekan menolak memberi tahu nomor telepon dan alamat rumah mantan Dosennya itu.

"Maaf, apa saya bisa bertemu dengan Tuan Andreas?" tanya Marisa begitu sampai di meja Resepsionis.

Ia menyela pembicaraan Resepsionis itu dengan seorang laki-laki asing berambut pirang.

"Tuan Andreas..?" Resepsionis cantik itu tidak yakin dengan pendengarannya.

"iya, Andreas Marthadinata." ulang Marisa tegas.

Resepsionis itu memandang Marisa dari atas samapai bawah, kening Resepsionis itu agak berkerut melihat celana jeans Marisa dengan warna yang telah pudar dan baju atasan yang sudah ketinggalan jaman. Di tambah tas slempang merk LV yang Resepsionis itu yakin kalau itu barang palsu.

"Maaf, apa sudah ada janji sebelumnya?" tanyanya, ia berusah bersikap profesional walaupun dalam hati ia mencemooh penampilan Marisa.

"Tidak, saya tidak ada janji..." Marisa tampak kebingungan.

Tanpa ia sadari laki-laki asing berambut pirang yang berdiri di sampingnya itu terus memperhatikannya.

"Tapi saya harus bertemu dengan beliau!" kata Marisa dengan suara yang meninggi.

"Maaf, tapi tidak sembarang orang bisa bertemu dengan beliau." kata Resepsionis itu lagi, kemudian kembali berbicara dengan laki-laki asing berambut pirang. "Maaf,bagimana tadi Tuan Bryan..?" tanya Resepsionis itu sambil tersenyum ramah.

Ternyata laki-laki asing itu Bryan, ia tampak berbeda dengan setelan Jas warna hitam dan rambut yang tersisir rapi. Di tangan kanannya ia membawa sebuah papperbag warna hitam.

Belum sempat Bryan menjawab, Marisa kembali menyela."Tolong beri tahu saya alamat atau nomor teleponnya, Saya harus bertemu beliau!" Marisa memohon.

Tapi Resepsionis itu tetap tidak bisa memberi.

"Jika anda terus memaksa, saya akan panggil satpam untuk mengusir anda dari sini." ancam Respsionis itu kesal.

Mendengarnya Marisa tidak ada pilihan lain selain menyerah, dengan wajah tertunduk menahan sedih ia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar.

"Hei..!" panggil Bryan ketika Marisa hampir sampai pintu keluar.

Dengan lesu Marisa menengok ke arahnya, di lihatnya lelaki asing berambut pirang dengan tinggi 188cm itu berjalan mendekatinya.

"Kau ingin bertemu Andre..?" tanyanya setelah dekat.

Andreas Reynald Marthadinata

Terpopuler

Comments

Iis Sukarsi

Iis Sukarsi

Andreas.. q sampe ngehalu padamu.. 😍😍😍😍😍😍🤩🤩🤩🤩🤩

2022-05-10

1

wisnu hayyu

wisnu hayyu

aku udah berulang kali bacanya, tapi egk bosan2 bagus karyamu Thor, aku subribe deh semangat ya thor

2022-01-23

1

wisnu hayyu

wisnu hayyu

Thor , siapa nama pemeran Andreas dan dari negara mana?

2022-01-23

1

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!