RENDY

Rendy merebahkan tubuh Andreas di ranjang besarnya, setelah sebelumnya ia harus memapah nya dari lantai satu Apartemen, menuju lantai 30 kamarnya.

Ia mengela nafas sambil memijit-mijit bahunya yang pegal.

"Sepertinya aku harus mulai rutin olah raga angkat beban." kata Rendy sambil duduk di pinggir ranjang.

Di lihatnya Andreas yang masih tertidur dengan posisi tengkurap. Rendy menghela nafas panjang sebelum ia melipat kaos lengan panjangnya, kemudian mulai membuka baju Andreas.

"...sialan...beraninya menamparku..." guman Andreas dengan mata terpejam, saat Rendy menganti kemejanya yang berbau alkohol dan rokok dengan kaos warna putih dengan bahan katun yang nyaman.

"Siapa yang berani menampar anda..?" Rendy tahu Andreas hanya mengigau, tapi ia tetap menanggapi. "Mana ada orang yang berani menampar anda..." lanjutnya sambil melepas celana panjang Andreas setelah sebelumnya ia juga melepas sepatu yang di kenakannya.

Andreas terkekeh, di usapnya rambutnya ke belakang, memperlihatkan keningnya yang lebar dan alis hitamnya yang terukir sempurna. Ia ingin membuka mata nya tapi rasanya berat sekali. Ia hanya bisa rebahan di tempat tidur dengan Rendy yang sibuk mengganti baju nya.

"Kalau Tuan Besar sampai tahu bagaiman..?pdahal Tuan Besar sudah melarang anda untuk tidak lagi berhubungan dengan Tuan Bryan."

Andreas hanya terdiam dengan mata terpejam, Rendy juga tidak berharap orang yang sedang mabuk itu akan menjawabnya.

Waktu yang sama, Marisa sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Padahal hari sudah menjelang pagi, tapi pikirannya kacau membayangkan kemungkinan yang akan terjadi. Ia mengira-gira akan bagaimana seandainya benar Andreas mencabut beasiswanya..?

Selama hampir empat tahun ini ia berusaha mengatur waktu antara bekerja untuk membantu keuangan keluarga dan belajar agar nilainya selalu sempurna. Belum ia harus selalu "menyembunyikan" diri agar tidak berurusan dengan anak-anak orang kaya yang mendominasi kampus itu, dan sekarang setelah tinggal beberapa bulan lagi, ia malah melakukan kesalahan fatal dengan menampar Dosennya sendri yang juga pemberi beasiswanya.

"Ya Tuhan...,harus bagaimana aku...??"ratapnya sambil mendekap erat-erat gulingnya.

\* \* \* \*

Andreas menguap lebar-lebar sambil meregangkan tubuhkanya, kepalanya masih terasa berat. Ia mengusap-usap matanya, kemudian duduk di pinggir ranjang. Di ambilnya remote yang berada di atas nakas,lalu di pencetnya salah satu tombol. Gordeng-gordeng besar yang berada di hadapannya membuka bersamaan, sinar matahari yang hangat masuk melalui kaca jendela, ia menyipitkan matanya karena silau.

Perlahan ia berjalan ke arah jendela besar itu, di lihatnya matahari telah tinggi. Di bawah sana jalanan telah ramai dengan lalu lintas kendaraan dan keramaiana orang-orang.

"Anda sudah bangun..?" tanya Rendy yang telah berdiri tidak jauh darinya, ia membawa secangkir kopi panas.

Andreas menoleh ke arahnya. "Bryan yang menghubungimu?"ia balik bertanya.

"Benar." Rendy menyerahkan cangkir kopi itu kepada Andreas,yang segera di terimanya. "Saya sudah menyiapkan sarapan." kata Rendy lagi. "Anda mau sarapan di kamar atau di meja makan?" tanyanya.

"Siapkan saja di meja makan." jawab Andreas sambil meminum kopinya. "Ini jam berapa?" ia bertanya balik.

Rendy melihat jam tangan nya sebentar. "Jam satu kurang lima belas menit, Tuan Muda."

"Apaaa..?!" Andreas terkejut. "Kenapa kau tidak membangunkan aku?" Ia tampak panik.

"Ini hari sabtu Tuan Muda." kata Rendy menyembunyikan rasa gelinya, lucu sekali melihat wajah Andreas yang panik itu.

"Aaahh..!" Andreaa memegangi kepalanya dengan kedua tangannya, kemudian terduduk di pinggir tempat tidur. "Kenpa aku bisa lupa..?" Andreas tak habis pikir dengan dirinya sendiri.

"Saya siapkan sarapannya dulu." Rendy berbalik pergi sambil tersenyum diam-diam.

Sesaat kemudian Andreas telah duduk di meja makan, ia merasa lebih segar setelah mandi. Kepalanya yang tadinya terasa berat pun sudah tidak begitu terasa setelah di guyurnya tadi dengan air dingin ketika mandi.

"Masakanmu tambah enak Ren." puji nya setelah di cicipinya gurame asam manis yang tersaji di meja.

Rendy yang masih sibuk dengan penggorengan dan spatula tertawa mendengarnya.

"Belasan tahun saya tinggal sendri, kalau hanya memasak masakan sederhana seperti ini saya sudah biasa Tuan Muda.." ia tersenyum.

"Kau mulai sombong yaa Bapak rumah tangga." Andreas pura-pura marah.

Rendy tertawa mendengarnya, di matikan kompor dan dilepaskannya celemek yang tadi ia pakai, kemudian berjalan ke arah meja makan sambil menaruh piring berisi cumi lada hitam.

"Maaf hanya ada gurame dan cumi-cumi, penjual sayur yang biasa berjualan di depan Apartement hari ini libur." kata Rendy sambil duduk.

Andreas mengibaskan tangannya, menandakan ia tidak masalah. Sesaat kemudian mereka berdua telah menyantap makanan bersama-sama.

Andreas lebih menyukai sarapan bersama dengan Rendy dari pada bersama dengan Ayahnya, mungkin karena memang dari kecil ia terbiasa dengan Rendy. Ayahnya terlalu sibuk dengan pekerjaannya, pagi berangkat ketika ia tidur dan pulang ketika ia telah tidur lagi.

Rendy lah yang selalu menemaninya, dari pertama kali Rendy datang ke rumah saat usianya 5tahun sampai sekarang.

"Anda tidak apa-apa Tuan Muda...?" tanya nya karena melihat Andreas melamun.

"Tidak..." jawab Andreas sambil meminun segelas air putih. "Kau tahu progaram beasiswa khusus yang Papa berikan untuk salah satu mahasiswanya?" tanya Andreas.

Rendy berpikir sejenak, Ia mencoba mengingat-ingat nya. "Setahu saya beasiswa khusus itu hanya di berikan kepada satu orang."

Andreas memdengarkan Rendy dengan serius.

"Tuan Besar memberika beasiswa khusus itu setelah menyeleksi lebih dari 50 orang yang mendaftar." lanjutnya. "Kenapa Tuan Muda tiba-tiba bertanya tentang hal itu..?" Rendy bertanya balik.

Ia heran tidak biasnya Tuannya tertarik dengan hal-hal seperti ini.

"Apa beasiswa itu bisa di cabut?" tanya Andreas lagi mengabaikan pertanyaan dari Rendy.

"Setahu saya bisa, seandainya nilai dari mahasiswa tersebut mengalami penurunan, atau dia terlibat scandal." jawab nya.

"Ooowh..." mulut Andreas membulat.

Ia bersedekap sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. Rendy hanya memperhatikannya, tidak mau lagi bertanya, walaupun sebenarnya ia penasaran, karena pasti tidak akan di jawab oleh Andreas.

"Oiya, Nona Eva berkali-kali menelpon saya." kata Rendy. "Sebaiknya Tuan Muda menghubungi Nona Eva, dia cerewet sekali. Saya sampai tidak tahan" Rendy menghela nafas.

Andreas tertawa mendengarnya. "Hahahaha...kau saja tidak tahan dengan wanita itu, apa lagi aku..?Sudahlah, kalau dia telpon jangan di angkat, kalau ke kantor tidak usah di temui."

"Mana mungkin saya berani bersikap seperti itu pada Tunangan Tuan muda." Rendy mengkerutkan keningnya.

"Jangan sebut dia tunanganku."kata Andreas sambil mnyalakan rokoknya. "Itu hanya seperti hubungan kerja sama."

"Tapi bukankah pasti Tuan Muda dan Nona Eva akan menikah." Rendy melirik ke arah Andreas.

"Menikah kan bisa cerai." Andreas menghisal rokoknya.

Rendy meghela nafas. "Bagaiman kalau anda benar-benar jatuh cinta dengan Nona Eva?"

Buru-buru Andreas melambaikan tangannya, kemudian tertawa. "Wanita seprti Eva itu banyak, dan aku bisa mendapatkankannya kapan pun aku mau."

Andreas memainkan asap rokoknya. "Lebih baik kau pikirkan dirimu sendri, kencan sana..!" Perintah nya. "Menikah, punya anak. Kalau kau pasti bisa membangun keluarga yang bahagia."Andreas tersenyum pada Rendy.

"Lalu siapa yang akan memapah anda jika anda mabuk?" tanya Rendy sambil tertawa. "Saya akan menikah, jika anda pun menikah. Bukankah saya ada di sini untuk menemani anda." lanjutnya.

Andreas terdiam mendengar kata-kata Rendy, Iya Rendy memang di ambil dari Panti Asuhan dan di angkat anak oleh Ayahnya untuk menemaninya.

"Kalau memang seperti itu, siap-siap saja kau jadi perjaka tua." kata Andreas pura-pura ketus sambil menghisap rokoknya.

Rendy hanya terkekeh mendengar kata-kata Andreas.

Terpopuler

Comments

Iis Sukarsi

Iis Sukarsi

q sudah yg ke 4 kali baca ni novel,, suka dngan cerita dan visualnya.. oh Andreas .. q....padamu pokoknya

2022-05-08

1

Megawati Sidabutar

Megawati Sidabutar

aku suka suka critanya...

2022-03-28

1

Watilaras

Watilaras

makin dalam makin menarik ceritanya

2021-06-30

0

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!