TEMPAT YANG SEHARUSNYA

Terdengar ketukan pintu dari luar ketika Andreas dan Rendy tengah mendiskusikan sesuatu.

"Masuk..!" kata Rendy tanpa menegok.

Ia tengah serius melihat lembaran berkas sambil mendengarkan penjelasan dari Andreas.

"Permisi.." Seorang wanita cantik dengan setelan baju kerja warna pink masuk. "Tuan Bryan datang berkunjung." ia tersenyum sambil mempersilahkan laki-laki berambut pirang itu masuk.

"Hai Bro..!" Bryan tersenyum lebar sambil berjalan ke tempat Andreas dan Rendy duduk.

"Saya permisi.." Wanita cantik itu menunduk hormat.

Rendy mengangguk, laluwanita itu keluar menutup pintu. Sedang Andreas acuh dan lebih fokus menyambut Bryan.

"Gue pikir nggak akan pernah lagi ngelihat elu duduk di sini." Bryan memutar kursi eksekutif yang menjadi tempat duduk Andreas.

"Gue juga mikirnya gitu Bry." Andreas tersenyum lebar, di rangkulnya Bryan. Mereka berjalan beriringan, kemudian duduk di sofa besar yang berada di sisi ruang kerja Andreas yang besar dan mewah itu.

Sementra Rendy duduk menjauh di sisi yang satu nya sambil tetap sibuk dengan berkas-berkas yang ia baca.

"Gue bawa hadiah buat elu, Bro." Bryan menyerahkan bungkusan papperbag warna hitam yang sedari tadi ia bawa.

Andreas menerimanya, kemudian tertawa saat membukanya. "Punya bokap lu ambil yaa..?" bisik nya.

Kali ini Bryan yang tertawa. "Elu tau aja Bro..hahahaha...." ia tertawa kencang.

Rendy diam-diam memperhatikan mereka. Ia tidak begitu suka dengan Bryan. Karena Rendy tahu Bryan seorang pecandu, ia takut Andreas kembali terpengaruh. Tapi untuk melarang itu bukan ranahnya.

Sebenarnya Rendy pun kenal dengan Bryan, karena mereka dulu sama-sama bersekolah di International School. Tapi saat Bryan tahu Rendy anak angkat keluarga Marthadinata, Bryan mulai menjaga jarak dengannya.

"Anjing elu masih setia aja." Bryan melirik ke arah Rendy.

"Jaga bicaramu." Andreas menatatap Bryan tajam.

"Oke, okey..." Bryan mengangkat kedua tangannya. "Gue nggak mau bikin sahabat gue marah di hari besarnya." Di rangkulnya pundak Andreas sambil tertawa. "Hari ini kan hari bahagia elu Bro.." kata Bryan di telingan Andreas sambil tersenyum lebar.

Alis Andreas terangkat, seperti ada maksud lain dari kata-kata Bryan barusan.Tapi ia mengurungakn niat untuk bertanya ketika Bryan berdiri untuk berpamitan.

"Sukses buat elu Bro, next gue mampir lagi." ia menyalami Andreas. "Atau elu yang mampir ke Club." Ia terkekeh.

Bryan tahu setelah kembali ke jabatannya, Andreas akan sangat sibuk dan mungkin tidak akan ada waktu untuk ke Club Malam lagi.

"Thanks sudah menyempatkan ke sini." Andreas menepuk lengan Bryan, lalu mengantarkannya sampai ke ambang pintu.

"Jangan lupa elu minum sampai habis yaa Bro, di jamin elu makin happy." Bryan mengedipkan sebelah matanya sebelum ia menghilang di balik pintu.

Rendy memperhatikan papperbag warna hitam yang tadi di bawa oleh Bryan. Rendy tahu, itu Vodka atau mungkin Tequila atau apa lah karena Rendy bukan type peminum. Tapi yang jelas itu minuman beralkohol tinggi, dan jika yang membawa Bryan pasti sudah tercampur sesuatu.

"Sebaiknya Tuan Muda tidak minum minuman beralkohol dulu." Kata Rendy ketika Andreas kembali duduk di kursinnya. "Besok pertama kalinya setelah lima tahun Tuan Muda kembali memimpin rapat dengan Para pemegang Saham. Saya ingin Tuan Muda menunjukkan performa terbaik."

Andreas mengangkat tangannya, menyuruh Rendy diam. "Ini sudah sore, sebaiknya kita pulang." Ia bangkit dari kursinya. "Kau juga istirahat lah, bsk hari penting kita, dan aku akan sangat membutuhkan bantuanmu Ren." Andreas menepuk pundak Rendy kemudian mengambil papperbag warna hitam itu dan mulai berjalan ke luar.

Rendy mengambil koper warna hitam yang berisi berkas-berkas yang tadi ia baca, kemudian berjalan di belakang Andreas.

Matahari telah tenggelam ketika Mobil Alphard 3.5 Q A/T warna silver itu meluncur tanpa suara di tengah padatnya jalan raya. Andreas duduk dengan tenang di kursi belakang sambil membaca setumpuk dokumen. Hari ini suasana hatinya sangat baik, ia bahagia bisa kembali pada tempatnya, terlebih Ayahnya yang sedang sakit menyuruhnya menggantikan posisinya sebagai Presiden Direktur untuk sementra. Andreas ingin membuktikan kalau kemampuan bisnisnya masih sama seperti yang dulu.

"Kenapa berhenti..?" tanya nya pada Pak Kirman sopirnya ketika mobil yang ia naiki berhenti mendadak.

"Di depan sepertinya ada kecelakaan Tuan Muda" jawab Pak Kirman. "Jalannya jadi mancet." ia menerangkan.

Andreas menghela nafas, di bukanya kerah baju dan di longgarkan dasinya. Ia sudah lelah dan ingin segera sampai di Apartemen nya. Tadi pagi ia menyempatkan untuk mengisi kelas terakhir sekaligus berpamitan, di lanjut ke kantor dan bertemu dengan banyak orang yang mengucapkan selamat untuk kembalinya ia pada perusahaan. Dan sekarang, setelah akhirnya bisa pulang malah terjebak macet.

Andreas membuka sedkit kaca jendelanya dan mulai menyalakan rokoknya. Ia menghisap rokoknya dan menghembuskan asapnya melalui celah jendela sambil di lihatnya bursa saham pada layar kecil yang terpasang pada jog di depannya. Di dengarnya seorang pengendara motor yang berhenti tepat di samping mobilnya mengumpat kesal karena anak yang di boncengnya terbatuk-batuk terkena asap rokok miliknya. Karena suasana hatinya sedang baik, Andreas memilih mengalah dengan menutup kaca mobil dan mematikan rokoknya.

"Masih lama macetnya?" tanya Andreas.

"Di depan sudah mulai bisa jalan Tuan Muda." jawab Pak Kirman.

Andreas terlihat lega, ia menyandarkan punggunya pada jog mobil. Di raihnya papperbag warna hitam dari Bryan tadi, dan di bukanya, Kors Vodka 24K,George V edition. Mata Andreas membulat.

"Vodka semahal ini, pasti dia ambilnya dari koleksi bokapnya, dasar Bryan." Andreas terkekeh.

Ia langsung membuka tutup minuman itu dan menegaknya. Andreas memang punya kebiasan minum langsung dari botolnya, walaupun di mobil mewahnya tersedia gelas. Dan ia memang samgat menyuka Vodka, karena itu juga ia mengoleki berbagai jenis Vodka di Aprtemen nya.

Tinggal setengah botol ketika ia ingat besok akan ada rapat, ia segera menutup botol minuman tersebut dan kembali menyimpannya ke dalam papeperbag nya, bersamaan dengan itu mobil mulai berjalan kembali dengan lancar.

Marisa duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah lift di lantai 30 itu dengan gusar. Sesekali ia berdiri dan berjalan mondar-mandir dengan wajah kalut, di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Ia memegangi perutnya yang mulai protes, ia lapar. Dari tadi siang ia belum sempat makan karena memikirkan bagaiman caranya bertemu Andreas.

"Apa benar dia tinggal di sini..?" tanya Marisa dalam hati. "Sejak tadi sore aku datang sampai sekarang tidak ada seorang pun yang lewat sini, si Andreas itu juga tidak nampak batang hidungnya."

Marisa kembali duduk di kursi sambil memperhatikan kartu akses masuk Apartement yang di berikan Bryan. "Untung ada kartu ini, kalau tidak aku harus naik tangga darurat untuk bisa sampai sini." Ia menghela nafas panjang sambil menyandarkan punggunya di kursi. "Baru membayangkan saja aku sudah capek.." kata Marisa dalam hati.

"TING..." Bunyi pintu lift terbuka, pandangan mata Marisa langsung membulat begitu melihat siapa yang berjalan keluar dari lift.

Andreas langsung berjalan menuju pintu kamarnya. Marisa berjalan tergesa mengikutinya, di lihatnya Andreas memencet beberapa tombol pada sebuah alat berbentuk kotak yang terdapat layar di atasnya. Alat itu terpasang tepat di samping pintu.

"Pak Andreas..!" Marisa telah telah berada di sampingnya tepat sebelum ia masuk ke dalam ruangan.

Rendy Aryatedja

Terpopuler

Comments

🌺°•▪︎MaMia Elf °▪︎•°🌈💦🌟

🌺°•▪︎MaMia Elf °▪︎•°🌈💦🌟

sdh pas visualnya sdh cocok semua
Andrea pas dngn tatapan matanya yg terkesan dingin...Marisa jg pas cantiknya

2022-09-22

0

Julie Arfie

Julie Arfie

bang james jirayu

2022-03-10

0

Siti rayhan

Siti rayhan

ko gantengan rendy k tibang andreas thor 😂

2022-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!