KEPUTUSAN

Andreas tertegun, ia terheran-heran dengan apa yang baru saja ia lakukan.

"Sudah gila aku..?!" ia mengusap wajahnya kesal.

Tiba-tiba ponsel nya berdering. Di lihatnya nama Rendy di layar ponsel nya.

"Hallo Ren..?" jawab Andreas.

Ia mendengar kan sejenak apa yang di katakan Rendy ."Apaa..?!" ekspresi wajah Andreas langsung berubah. Dengan terburu-buru ia keluar dari ruangan.

Di pintu belakang Restoran Padang. Marisa masih berusaha menenangkan diri, Ia mengusap-usap pipi nya yang di penuhi sisa-sisa air mata. Ia tak habis pikir kenapa Dosennya itu menciumnya.

"Apa dia bermaksud mempermainkan ku..?atau balas dendam karena aku menamparnya waktu itu...?" tanya Marisa dalam hati.

Ia mengambil cermin kecil dari sakunya, di lihatnya wajahnya pada pantulan cermin. Wajahnya terlihat sembab,dan matanya masih merah.

"Sekali lihat orang pasti tahu kalau aku habis menangis..." Marisa menunduk lesu.

"Marisa?"

Marisa menengok ke sumber suara, Erwin telah berdiri di ambang pintu yang terbuka

"..Ma,maaf Pak." Marisa tergagab, Ia menundukkan wajahnya ketika Erwin berjalan ke arahnya.

"Saya mencari-cari mu dari tadi." kata Erwin setelah dekat. "Tamu di ruang VIP baru saja pulang, Kau tidak mengantar mereka?" tanya nya.

Marisa makin tergagap. "Maafkan saya Pak, tadi saya tidak enak badan dan bermaksud mencari Lenna untuk menggantikan saya.Tapi tidak ketemu." Marisa menunduk, ia berbohong.

"Lenna itu kalau istirahat memang lupa waktu." Erwin berkacak pinggang.

"Aah, tapi memang belum waktunya Lenna selesai istirahat kok,Pak." Marisa mencoba membela Lenna.

Ia tidak ingin Lenna mendapat masalah karena kebohongannya.

Erwin mendegus kesal. "Ya sudah,lebih baik kau pulang kalau memang tidak enak badan." Erwin menepuk pundak Marisa.

"Tidak Pak, saya masih bisa tetap bekerja. "kata Marisa cepat, ka tidak ingin kehilangan uang lemburannya.

"Tidak,tidak.." Erwin mengelengkan kepalanya. "Jarang-jarang kau bilang tidak enak badan. Biasanya walaupun sakit kau tetap memaksa bekerja, kali ini kau sampai bilang sendiri tidak enak badan.Lebih baik kau Istirahat saja di rumah. Saya tidak ingin kau menahan sakit sampai menangis." lanjutnya.

Marisa langsung menundukkan wajahnya, rupanya Erwin salah paham. Ia mengira Marisa menangis karena sakit.

Sementara itu mobil yang di kendarai Andreas dan Rendy telah melaju dj jalan tol, Rendy menyetir dengan kecepatan tinggi. Wajahnya terlihat serius, Andreas yang duduk di sampingnya meremas-remas jari-jati tangannya dengan kalut. Mereka berdua langsung pulang begitu Rendy mendapat kabar jika Adnan pingsan karena serangan jantung. Eva sempat ingin ikut, tapi di larang oleh Andreas karena kalau sampai Adnan mendapat serangan jantung pasti ada hal serius yang terjadi. Ia tidak ingin Eva yang anak salah satu pemegang saham di Perusahaannya mengetahui permasalahan itu.

"Beberapa hari sebelum anda pulang, Johan dari perusahaan saingan kita datang menemui Tuan Besar." kata Rendy sambil tetap menyetir dengan kecepatan di atas 100km/jam. "Saya tidak tahu apa yang ia bicarakan, tapi tampaknya Tuan sangat marah."

"Johan...sudah lama aku tidak bertemu dengannya."Andreas mengepalkan tangannya menginggat saingan lamanya itu

Beberapa saat kemudian Andreas dan Rendy telah sampai di rumah.Yang pertama kali menyambut adalah Nanny dengan wajah yang kelihatan cemas.

"Tuan Muda Andre, tolong jagan bicara terlalu keras dulu dengan Tuan Besar." Nanny memegangi lengan Andreas.

Ia khawatir akan terjadi perdebatan yang berakhir dengan pertengkaran seperti biasanya.

Andreas tidak berkata apa pun, tapi ia menepuk-nempuk tangan Nanny perlahan sambil tersenyum.

Andreas dan Rendy berjalan memasuki kamar dengan interior mewah dengan gaya klasik dengan banyaknya ukiran kayu khas jepara.

Di tempat tidur besar dengan dipan kayu ukiran naga di atas sandarannya, terlihat Adnan terbaring dengan wajah yang pucat. Andreas berjalan mendekatinya dan duduk di pinggir ranjang sementara Rendy berdiri di belakangnya.

"Pah..." panggil Andreas.

Perlahan-lahan Adnan membuka matanya, di lihatnya Andreas yang telah duduk di sampingnya. "Kau kemari...?"tanyanya.

Andreas mengangguk. "Ada apa Pah...?" tanyanya.

Lelaki dengan rambut yang telah memutih itu meghela nafas sebelum ia kembali melihat Andreas.

"Tampaknya hanya kau yang bisa Papa andalkan." Di pandanginya langit-langit kamarnya. "Perusahaan Prawira merebut tender kita, sepertinya di perusahaan kita ada mata-mata."

"Siapa?" tanya Andreas.

Rendy yang berada di belakannya ikut menyimak.

"Entahlah...Tapi kita akan segera tahu." jawab Adnan. Ia menatap Andreas. "Aku kembalikan posisimu sebagai CEO."

Andreas dan Rendy sama-sama terkejut.

"Apa...?" ucap Andreas, Ia ingin memastikan kalau ia tidak salah dengar.

"Iyaa, aku kembalikan posismu sebagai CEO." ulang Adnan.

Di belakang Rendy tersenyum lebar mendengarnya.

"Kau mulai bisa bekerja kembali di kantor pusat, soal kau berhenti mengajar, biar nanti aku suruh orang untuk menggantikannya."

"Heh, Papa mengembalikan posisiku di saat genting begini..??" Andreas menyringai.

"Supaya orang tahu bahwa waktu lima tahun tidak merubah kecerdasan berpikirmu dalam bisnis." puji Adnan menutupi.

Andreas hanya melengos. "Aku tahu itu bukan pujian."

Rendy tertawa mendengarnya dan di sambut tatapan mata dari Andreas dan Ayahnya, ia segera diam dan pura-pura melihat ke arah lain.

Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, di kamarnya Marisa masih sibuk mengerjakan tugas kuliahnya. Tapi berkali-kali kejadian siang tadi terbayang di pikirannya, Marisa menyerah dengan tugas-tugasnya, ia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi.

Ia bertopang pada dagunya, di lihatnya wajahnya pada pantulan cermin kecil yang berada di meja tempatnya belajar. Ia memegangi bibirnya, pikiran Marisa bertambah kalut, seumur hidup hanya tiga orang yang pernah menciumnya, Ayahnya, ibunya dan Andreas.

\* \* \* \* \*

Pagi itu dengan mengendarai mobil Ferari 488 Spider warna hitamnya Andreas tiba di Universitas Jayabaya. Ia ingin mengajar untuk yang terakhir kalinya sekaligus berpamitan dengan mahasiswanya.

Baru beberapa langkah ia keluar dari mobil, dari kejauhan di lihatnya Marisa yang berjalan ke arahnya. Begitu melihat Andreas, Marisa langsung berbalik arah dan mempercepat langkahnya, tidak tinggal diam Andreas segera mengejarnya.

"Hei..!" di raihnya lengan Marisa, tapi Marisa berusaha melepaskannya. "Hei,dengarkan aku..!" kata Andreas dengan suara yang meninggi. Di raihnya kedua pundak Marisa menghadapnya.

"Mau apa lagi anda?!" Marisa terlihat marah. Di tatapnya Andreas dengan perasan kesal. "Apa anda mau mengancam dan mempermalukan saya lagi?" tanyanya lagi.

Andreas mengkerutkan keningnya, sebenarnya ia bermaksud mamgatakan kepada Marisa,bahwa ia akan tetap mendapatkan beasiswa. Tapi melihat sikap Marisa seperti itu, ia menjadi ikut emosi. "Itu hanya sebuah ciuman tidak lebih. Seharusnya kau beruntung di cium seorang Marthadinata."

Marisa memandang benci pada Andreas, Harga dirinya terluka mendengar Andreas dengan entengnya berbicara seperti itu

"Saya tidak tahu sehebat apa keluarga Martahdinata, tapi jika semua anggota keluarga itu seperti anda, berarti seluruh anggota keluarga anda adalah orang-orang kaya sombong tak bermoral!" kata Marisa sengit.

"Keluarga yang kau hina itu pemilik dan pemberi beasismu kau tau...!" Andreas makin emosi,baru kali ini kelurganya yang terhormat di hina oleh orang miskin

"Saya tidak peduli!" bentak Marisa berani."Sudah terlalu sering anda memggunakan beasiswa itu untuk mengancam saya."

Andreas mengepalkan tangganya. "ini hari terakhirmu menginjakkan kaki di Kampus ini!" Andreas menunjuk Marisa kemudian berbalik pergi.

Marisa Raharja

Terpopuler

Comments

Rohatul

Rohatul

Walaupun cantik tp kurang cocok marisa nya yg itu. Cocokan jd eva itu mah. Tp untung cuma halu sih...🤣👍🏻

2022-12-26

0

Hani Hanifah

Hani Hanifah

syantiek syekaleee😍

2022-12-23

0

Tatik Ajach

Tatik Ajach

poollll....

2022-03-09

1

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!