MENCINTAIMU

Erwin dan Lenna langsung mendatangi tempat di mana Marisa berada. Di situ Marisa di dudukkan di kursi dalam kondisi tidak sadarkan diri, pengunjung yang melihat mencoba memberikan pertolongan, namun ada pula yang hanya menjadi penonton dengan pandangan ingin tahu.

Erwin langsung membopong Marisa. "Lenna, kau ikut dengan saya!" perintahnya. "Dika, kau yang bertanggung jawab selama saya pergi!" kata Erwin lagi kepada Karyawan paling senior.

"Baik,Pak!" jawab Dika lantang.

"Yang lain tetap bekerja seperti biasa, jika ada hal mendesak segera telpon ke ponsel saya."

"Baik, Pak!" Serentak semua karyawan menjawab.

Erwin segera membawa Marisa ke rumah sakit dengan Lenna yang mengikuti di belakang.

"Sepertinya aku tidak ada harapan lagi.." seorang karyawan wanita berkata dengan wajah memelas saat di lihatnya Erwin mengendong Marisa.

"Apa dulu kau punya harapan..??" karyawan wanita yang lain tertawa.

"Iya,semua juga sudah tahu kalau Pak Erwin ada hati dengan Marisa." seorang karyawan wanita ikut menimpali.

"Sayang Marisa sok jual mahal."yang lain ikutan nyinyir.

Sesampainya di UGD Marisa segera mendapatkan perawatan.

"Anemia." kata dokter muda itu kepada Marisa yang tengah berbaring lemah di ranjang UGD dengan Erwin dan Lenna yang menunggui.

"Saya resepkan beberapa obat, setelah makan nanti langsung di minum yaa.." Dokter muda itu itu tersenyum ramah.

Ia menyerahkan resep obat kepada Erwin kemudian pamit untuk visit ke pasien lain.

"Terimakasih Pak, Lenna.." kata Marisa."Maaf kalau merepotkan..."

"Yang repot cuma Pak Erwin kok, kalau aku sih enggak." kata Lenna dengan gaya khasnya yang ceplas-ceplos. "Pak Erwin mengendong mu dari Restoran sampai parkiran, Kau sampai sini juga yang menyetir Pak Erwin dan memakai mobil pribadi beliau juga."

"Sudahlah Lenna, nangan di bahas." Erwin terlihat malu.

Sebaliknya Marisa hanya menunduk.Ia tidak mau Erwin terlalu baik pada nya.

"Bagaimana kalau kita makan siang?" usul Lenna. "Ada Cefe yang steak nya enak di dekat sini,"Lenna terlihat antusias.

"Boleh, kau juga harus segera makan lalu minum obat Marisa." kata Erwin, Marisa hanya menjawab dengan angguk an.

Sesaat kemudian, mereka bertiga telah duduk di bangku Cafe yang di maksud Lenna. Cafe berkonsep Outdoor itu menyajikan masakan barat dengan menu andalan steak daging sapi dengan bumbu khas cafe tersebut. Dan benar kata Lenna, rasanya enak dengan bumbu yang meresap dan daging nya yang empuk.

Lenna begitu cepat saat makan, ia sampai tersedak karena terlalu terburu-buru.

"Pelan-pelan, Len." kata Marisa sambil membantu minum Lenna yang terbatuk-batuk.

"Kau suka sekali ya dengan steak?" Erwin tertawa.

Lenna cuma nyengir, Ia ingin cepat-cepat menghabiskan makannya supaya ia bisa pergi dan bisa meninggalkan Marisa dan Erwin berdua. Tak di sangka, ia sampai tersedak dan terbatuk-batuk.

"Memalukan." kata Lenna dalam hati, ia memukul kepalanya sendiri pelan.

Dan benar saja, setelah makanannya habis, dengan alasan kembali ke tempat kerja ia pamit pergi.

"Kenapa tidak kembali sama-sama?" tanya Marisa saat Lenna pamit.

"Jangan, kau masih sakit. Dari pada kembali bekerja, lebih baik kau pulang ke rumah untuk istirahat." kata Lenna, dan tanpa menunggu Marisa kembali bicara ia langsung pamit pergi.

Erwin hanya diam, ka tahu Lenna memberi dia kesempatan untuk berdua dengan Marisa. Di pandanginya wajah Marisa yang terlihat kecewa melihat Lenna pergi.

"Apa kau keberatan hanya berdua dengan saya..?" tanyanya.

"Ah, tidak Pak...tentu saja tidak..." Marisa tergagap, kemudian kembali menundukkan wajah.

Dalam diam Erwin memperhatikan Marisa, pipi wanita itu agak tirus dengan lingkaran hitam di bawah mata. Selama hampir tiga tahun ia memperhatikan Marisa,.baru kali ini ia melihat Marisa dalam keadaan tak berdaya seperti ini.

Matanya yang biasanya bersinar dengan penuh semangat, sekarang terlihat redup, seperti ada kesedihan yang dalam di sana. Seandainya ia bisa menjadi tempat bersandar untuk wanita itu, tentu Erwin tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya.

"Marisa..." panggil Erwin.

Marisa menoleh ke arahnya, wajah sendunya membuat Erwin ingin memeluknya.

"Ya..?"

"Aku mencintaimu..." kata Erwin sungguh-sungguh.

Mata Marisa membulat, di pegangnya tangan Marisa lembut. "Aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu."

Marisa masih terdiam, ia benar-benar tak menyangka Erwin akan menyatakan cintanya.

Dari kejauhan sepasang mata berwarna coklat terang itu memperhatikan keduanya.Wajahnya terlihat datar tapi ada perasaan tak enak di hatinya, perasaan ngilu yang ia sendiri tak mengerti.

"Andre, sampai kapan kau melamun?" Adnan yang duduk di kursi roda berkata. Matanya menyipit menahan panas sinar matahari di siang yang terik.

"Siapa yang melamun..?" Andreas kembali berjalan sambil mendorong kursi roda yang di duduki Ayahnya, memasuki halaman Rumah Sakit.

Sesaat ia masih melihat ke arah Erwin dan Marisa yang berpegangan tangan, sebelum ia kembali acuh. Beberapa langkah di belakang, mengikuti dua orang bodyguard bertubuh besar dan berpakaian hitam yang bertugas mengawal.

Siang ini Andreas mengambil jam makan siangnya untuk mengantar Adnan cek up di Rumah Sakit tersebut. Ia tak menyangka akan melihat pemandangan yang membuatnya tersenyum sinis.

"Bukankah kau ada janji makan siang dengan Hertoni untuk membahas kerjasama di bidang pertambangan?" tanya Adnan tanpa menoleh ke arah Andreas yang sedang mendorong kursi rodanya. "Kenapa tiba-tiba kau malah ikut ke sini...?"

"Aah, aku wakilkan Rendy." jawab Andreas enteng. "Sekali-kali aku juga ingin berbakti kepada orang tua." ia tertawa.

"Bukan karena kau tidak ingin bertemu dengan Eva kan?" selidik Adnan.

"Kenapa aku tidak mau bertemu dengannya..?" Andreas balik bertanya. "Aku hanya ingin mengantarkan Papa.." Ia kembali tersenyum.

Adnan menengok ke arahnya sebentar, kemudian kembali melihat ke depan. Jika anaknya tersenyum-senyum tidak jelas seperti itu, bisa di pastikan suasana hatinya sedang tidak baik.

"Aku bukannya tidak tahu kalau kau sering main-main dengan banyak wanita, Aku membiarkannya karena tahu sifatmu." kata Adnan. "Tapi Eva lain, suka atau tidak suka dia adalah tunanganmu. Jika kalian menikah, bersama keluarga Sanjaya kita bisa menyingkirkan para pesaing dan membuat kerajaan bisnis kita bertambah besar. Masalah perijinan dan pembukaan lahan pun akan lebih mudah. Eva adalah menantu paling ideal untuk keluarga Marthadinata. Jangan pernah mengecewakannya, mengecewakannya sama dengan kau menghancurkan semua."

Andreas hanya diam mendengarkan sambil terus mendorong kursi roda yang di duduki Ayahnya.

Sementara itu di sebuah Restoran Mewah dengan interiornya yang bergaya Victoria. Di Private Roomnya, duduk Rendy dengan Hertoni dan Eva yang duduk di depannya.

Wajah Rendy tampak tegang, berkali-kali ia memutar bola matanya menghindari tatapan membunuh dari Eva.

"Tuan Muda Andre meminta maaf tidak bisa datang, beliau mengantar Tuan Besar untuk cek up di Rumah Sakit." akhirnya Rendy bisa bersikap tenang.

"Anak yang berbakti." ucap Hertoni singkat sambil meminum kopi nya.

"Ah,saya sudah membawakan laporannya." Rendy membuka laptopnya, dan dengan segera ia teribat pembicaraan yang serius dengan Hertoni.

Eva yang duduk di samping Ayahnya tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Ia sudah berdandan dengan sangat cantik, memilih gaun terbaik, dan membatalkan pemotretannya untuk ikut. Karena ia tahu, Ayahnya ada janji makan siang dengan Andreas untuk membahas project. Kenyataanya yang duduk di hadapannya sekrang bukan Andreas tetapi malah Rendy, ia mendengus kesal.

Evangeline Prameswari Sanjaya

Terpopuler

Comments

Rohatul

Rohatul

Perasaan visual nya ke bolak balik dech😄👍🏻

2022-12-26

0

Lyana🌹

Lyana🌹

oh..eva cantik cocok dengan rendy

2021-06-27

0

ciby😘

ciby😘

andreas mulai ada rasa...tapi dia tk menyadari nya

2021-05-04

0

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!