HUBUNGAN II

Di ruang makan bergaya etnik dengan meja dan kursinya yang terbuat dari kayu jati yang di ukir, telah duduk seorang laki-laki dengan rambutnya yang telah memutih, meskipun demikian, laki-laki berumur tidak lebih dari 65 tahun itu tetap terlihat mempesona, gagah dengan pundaknya yang bidang dan tubuhnya yang tegap. Sepertinya postur jangkung dari Andreas turunan dari Ayahnya tersebut.

Andreas sendri langsung duduk di kursi tanpa bicara.

"Akan segera saya siapkan makanan nya. " Nanny menunduk, kemudian memberi kode kepada para Pelayan wanita yang berjajar untuk segera menghidangkan makanana.

"Tuan Besar, saya ijin kembali ke kantor." kata Rendy di dekat Laki-laki berumur 65 tahun itu. "Ada tamu dari kantor cabang di Jepang yang harus saya temui." lanjutnya.

"Terimakasih Ren, kau boleh pergi." jawabnya.

Rendy hanya menunduk, kemudian berjalan pergi. Sebelum ia keluar dari ruangan, Rendy sempat melirik ke arah Andreas yang duduk dengan wajah masam.

"Kemana kau selama seminggu ini?" tanya laki-laki yang di panggil Tuan Besar itu.

"Aku kan punya rumah sendri, tentu saja aku pulang ke rumah ku." jawab nya santai.

Kening orang tua itu sedikit berkerut mendengar jawaban dari anaknya. Di tatapnya Andreas lekat-lekat, Andreas sendiri tetap acuh dengan melihat burung-burung Bangau yang memang di pelihara sedang berenang di danau buatan yang terlihat dari jendela besar yang berada di ruang makan itu.

Hanya para Pelayan wanita dan Nanny lah yang masih sibuk menyiapkan makanan dan minuman. Para pelayan itu menunduk, tidak berani mengangkat wajahnya. Karena mereka tahu hubungan Kedua Tuannya itu tidak begitu baik, mereka hanya ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke belakang.

"Tuan Besar sengaja menyiapkan menu masakan Padang favorite Tuan Muda." Bisik Nanny kepada Andreas di sela-sela ia menyiapkan makanan.

Andreas tetap diam dengan wajah datarnya. Di letakkannya sepiring daging rendang di hadapan Andreas. "Nanny sendri yang memasak." lanjutnya. "Tuan Muda makan yang banyak yaa.." Ia tersenyum kepada Andreas sebelum kembali ke dapur bersama Para Pelayan.

Adnan Reinaldy Marthadinata, generasi ke empat dari keluarga pebisnis Marthadinata. Perusahaan besar yang bergerak hampir di semua bidang. Siapa yang tidak tahu Marthadinata Corp, yang anak cabangnya hampir ada di semua wilayah bahkan luar negeri. Ia lah puncak tertinggi dari kepemimpinannya. Pebisnis handal yang di segani rekan bahkan pesaingnya, tapi memiliki hubungan yang tidak begitu baik dengan anak nya.

Mereka segera memulai acara sarapan bersama, Andreas yang sudah lama tidak merasakan masakan Padang makan dengan lahap, terutama daging rendang buatan Nanny yang menjadi favorite nya dari kecil. Adnan diam-diam memperhatikan Andreas, ada senyum samar di wajahnya yang di penuhi kerutan.

"Apa kau masih marah karena mengirimmu ke Kanada?" tanya Adnan setelah mereka selesai makan.

"Sudah aku jelaskan, kalau aku memakainya untuk menjaga stamina." kening Andreas berkerut, tapi ia mencoba untuk tetap tenang. "Papa tahu sendri beratnya pekerjaanku."

"Manjaga stamina dengan mengkonsumsi bubuk setan??" suara Adnan meninggi.

"Aku tidak kecanduan!" bentak Andreas sengit.

"Tidak ada pecandu yang mengaku dirinya seorang pecandu! Kau dan teman-temanmu!"

Tangan Andreas mengepal, wajahnya sudah merah padam menahan emosi, suasana tenang tadi menjadi memanas.

"Selama ini aku membebaskan mu berbuat semaumu.Tapi tidak dengan hal ini!" kata Adnan. "Jika kau tetap di sini bersama teman-temanmu itu, kau sudah rusak sekarang!"

"Tapi bukan berarti Papa memberhentikanku dari posisiku kan?" kata Andreas emosi. "Perusahaan yang Papa serahkan kepadaku itu hampir bangkrut, aku yang selama bertahun-tahun berusaha menghidupkannya kembali. Itu Karirku..! Hidupku selama bertahun-tahun aku curahkan di situ..! Tapi kenapa hanya karena satu kesalahan lantas Papa membuangku ?!" Andreas terlihat sangat frustasi.

Adnan hanya diam memandangnya.

"Dan menyuruhku menjadi Dosen...?" Andreas terkekeh, kemudian mengusap wajahnya kesal.

"Universitas Jayabaya juga salah satu dari aset kita." kata Adnan tenang. "Kau menjadi Dosen di situ juga atas permintaan dari Tante mu sendiri yang sedang cuti melahirkan. Dalam tempo yang singkat ini, kau pasti akan belajar banyak dan menambah pengalamanmu." Adnan menjelaskan.

"Omong kosong!" Andreas meremehkan. "Aku sudah muak, dan aku tidak berniat melanjutkannya." Andreas beranjak dari tempatnya duduk.

"Jangankan posisimu sebagai CEO, satu sen pun kau tidak akan mendapatkannya jika kau terus keras kepala dan bertindak semaumu sendiri!" kata Adnan tegas saat Andreas mulai berjalan keluar.

Sesaat langkah Andreas terhenti, keningnya berkerut mendengar perkataan Ayahnya, namun ia tetap diam sebelum akhirnya melangkah keluar.

Sudah hampir 3 jam Marisa dan yang lainnya menunggu Dosen mereka datang untuk mengajar. Marisa menghela nafas bosan,.di lihatnya sebagian bangku telah kosong, termasuk Jesica dan Ganknya, yang lebih memilih pergi ke Mall dari pada menunggu terlalu lama di kelas.

Dua orang terakhir pergi meninggal kan kelas, kini tinggal Marisa seorang diri.

"Kalau memang tidak mengajar kenapa nggak konfirmasi apa-apa sih..??" gerutu nya sambil bersiap-siap untuk pergi.

Namun baru saja ia berdiri, Andreas telah masuk ke dalam kelas. Mereka saling pandang, Marisa tergagap karena terkejut.

"Kenapa hanya ada kau, yang lain ke mana..?" tanya nya sambil meletakkan beberapa buku tebal di atas meja kemudian duduk.

"Yang lain sudah pergi,Pak." jawab Marisa.Ia kembali duduk di bangkunya. "Apa Bapak tidak sadar kalau sudah terlambat selama tiga jam lebih dan tanpa konfirmasi apa pun?" tanya balik Marisa.

Ia agak kesal dengan pertanyaan Andreas yang seolah tanpa rasa bersalah, waktu baginya sangat berharga, bisa-bisanya Dosennya tersebut membuat nya menunggu selama itu.

"Kalau kau merasa keberatan, kau bisa pergi dari sini." kata Andreas santai tanpa melihat ke arah Marisa.

Kening Marisa berkerut,dari awal bertemu ia sudah tidak suka dengan sikap Andreas. "Mana ada Dosen seenaknya sendiri seperti Bapak!" ucap Marisa, tanpa sadar ia terbawa emosi menginggag kecelakaan yang dulu.

Andreas langsung berdiri dan berjalan ke arahnya. Marisa terkejut saat Andreas mendekatkan wajahnya.

"Apa masih kurang uang dan motor yang sudah kau dapatkan..??" tanyanya.

Marisa tergagap saat kedua mata coklat terang milik Andreas menatapnya.

"Jangan di kira aku tidak mengenalimu."lanjutnya.

"Apaa..?" akhirnya Marisa berhasil menguasai diri. "Anda menabarak kami, bahkan anda minta maaf pun tidak."

"Sudah di beri sebanyak itu masih menuntut permintaan maaf??" Andreas terkekeh.

Marisa tersinggung dengan kata-kata Andreas, wajahnya memerah menahan malu. Andai saja Marvin tidak seenaknya sendri.

"Orang-orang miskin seperti kalian memang tidak ada bedanya, kalian seperti lintah yang menyedot uang kami." kata Andreas sambil memasukan tanganya ke saku celana.

Ia akan berbalik ke mejanya, ketika Marisa dengan cepat menampar wajahnya.

"PLAAAKK...!!"

Mereka berdua sama-sama terkejut. Marisa membuka mulutnya tak percaya dengan apa yang barusan ia perbuat. Ia memegangi tangannya yang baru saja ia gunakan untuk menampar Dosennya sendri.

"Ya Tuhan..." bisiknya lemah.

Andreas memegangi pipinya yang memerah. Selama 30 tahun ia hidup, tidak ada seorang pun yang berani menamparnya. Apa lagi seorang wanita yang derajatnya jauh di bawahnya. Ia mendesis marah, seketika di tariknya rambut panjang Marisa."Berani nya kau..!" bentaknya.

Terpopuler

Comments

Herlina Yugaswati

Herlina Yugaswati

aduuuh kena tampar deh

2022-05-27

0

Kasmawati S. Smaroni

Kasmawati S. Smaroni

sy pribadi biarpun kita muskin tapi menerima bantuan yg berlebihan atas kecelakaan,tidaklah du benarkan

2022-05-21

0

buk e irul

buk e irul

weh! gelud

2022-03-04

0

lihat semua
Episodes
1 MARISA
2 KEHIDUPAN KAMPUS
3 KELUARGA
4 BERUNTUNG ATAU SIAL
5 ANDREAS
6 HUBUNGAN
7 HUBUNGAN II
8 PELARIAN
9 RENDY
10 TUNANGAN
11 PERASAAN
12 KEPUTUSAN
13 KEKUASAAN
14 TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15 KEHORMATAN
16 HARGA
17 HATI YANG HANCUR
18 BENCI
19 MENCINTAIMU
20 TAK MENGERTI
21 AMARAH
22 RISAU
23 PENGAKUAN
24 BERTEMU
25 BERTEMU ll
26 BIO CAST
27 KEINGINAN
28 BIMBANG
29 SEDIH DAN BAHAGIA
30 KEHAMILAN MARISA
31 RENCANA BRYAN
32 TARUHAN
33 PERASAAN ANDREAS
34 CEMBURU
35 MELUPAKANNYA
36 KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37 MAWAR PUTIH
38 PASANGAN SERASI
39 ERWIN TAHU
40 KESEDIHAN
41 JIWA YANG SAKIT
42 SYARAT DARI ERWIN
43 MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44 MILIKKU
45 TITIK BALIK
46 CINTA YANG MENYAKITI
47 CINTA YANG MENYAKITI II
48 HARI PERNIKAHAN
49 MALAM PERTAMA
50 MENINGGALKAN SEMUA
51 EVA
52 KHAYALAN
53 PERUBAHAN
54 SAKITNYA MELAHIRKAN
55 KEKECEWAAN
56 KIRANA
57 PESTA
58 SEBUAH KEPERCAYAAN
59 KITA SAMA
60 TIDAK MAU BERTEMU
61 TIDAK MAU BERTEMU ll
62 MENCOBA BICARA
63 LUPAKAN AKU
64 BIARKAN AKU BAHAGIA
65 TENTANG RENDY
66 INGATAN I
67 INGATAN II
68 INGATAN III
69 YANG DI MAKSUD MENYESAL
70 MENGEMIS PADANYA
71 TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72 BUKAN ANDREAS
73 DI LUAR KENDALI
74 SASARAN
75 PULANG
76 IKATAN
77 SAUDARA
78 SAUDARA ll
79 ORANG TUA DAN ANAK
80 AKU KAMU
81 SEORANG AYAH
82 DEJA VU
83 MEMELUKMU
84 TUAN MUDA
85 DARI HATI KE HATI
86 SUDUT PANDANG
87 MENGENALINYA
88 MENGENALINYA II
89 MEMBUKA DIRI
90 PERTEMUAN PERTAMA
91 TERLALU MIRIP
92 PERMINTAAN TOLONG
93 ANAKKU
94 IBU DAN DADDY
95 PERGULATAN BATIN
96 SEPERTI KELUARGA
97 SEMAMPUNYA AKU
98 DENGAN JUJUR
99 MENGHADAPINYA
100 DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101 DAVE
102 YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103 BERDAMAI
104 KELUARGA MARTADINATA
105 KELUARGA MARTADINATA II
106 MEMILIHMU
107 PEMAHAMAN
108 KEBAHAGIAAN
109 PERASAANMU
110 TENTANG PERASAANKU
111 RENCANA PERNIKAHAN KITA
112 COBAAN
113 LUKA MASA LALU
114 LUKA MASA LALU II
115 KENANGAN BURUK
116 LELAH
117 TEMAN LAMA
118 TELEPON DARI LENNA
119 TERBAYANG
120 MARISA DAN EVA
121 MARISA DAN EVA II
122 AKU BAHAGIA
123 CERITA HARI INI
124 CERITA HARI INI II
125 HASRAT TAK TERBENDUNG
126 GUNDAH
127 KARENA KAU MILIKKU
128 HUJAN DI SORE HARI
129 MARISA KU
130 AKU
131 TAMPAK SAMA
132 SAKIT
133 SALAH PAHAM
134 CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135 MURKA
136 PENYELESAIAN
137 TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138 KESEMPATAN KEDUA
139 KESEPAKATAN
140 HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141 HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142 PESTA TOPENG
143 TAK BERUJUNG
144 JOHAN
145 TRAGEDI
146 HARAPAN
147 MENUNGGU
148 MENUNGGU II
149 KEINGINANMU TERKABUL
150 WAKTU TERUS BERJALAN
151 TAKARAN KEBAHAGIAAN
152 HATI YANG MENYATU
153 OSAKA
154 HELLO...
155 HANAMI
156 SEBENARNYA...
157 BISMILLAH
158 ALHAMDULILLAH
159 SEDUCING MISS INTROVERT
Episodes

Updated 159 Episodes

1
MARISA
2
KEHIDUPAN KAMPUS
3
KELUARGA
4
BERUNTUNG ATAU SIAL
5
ANDREAS
6
HUBUNGAN
7
HUBUNGAN II
8
PELARIAN
9
RENDY
10
TUNANGAN
11
PERASAAN
12
KEPUTUSAN
13
KEKUASAAN
14
TEMPAT YANG SEHARUSNYA
15
KEHORMATAN
16
HARGA
17
HATI YANG HANCUR
18
BENCI
19
MENCINTAIMU
20
TAK MENGERTI
21
AMARAH
22
RISAU
23
PENGAKUAN
24
BERTEMU
25
BERTEMU ll
26
BIO CAST
27
KEINGINAN
28
BIMBANG
29
SEDIH DAN BAHAGIA
30
KEHAMILAN MARISA
31
RENCANA BRYAN
32
TARUHAN
33
PERASAAN ANDREAS
34
CEMBURU
35
MELUPAKANNYA
36
KAU YANG MEMBUAT AKU GILA
37
MAWAR PUTIH
38
PASANGAN SERASI
39
ERWIN TAHU
40
KESEDIHAN
41
JIWA YANG SAKIT
42
SYARAT DARI ERWIN
43
MEMILIH MEMPERTAHANKAN
44
MILIKKU
45
TITIK BALIK
46
CINTA YANG MENYAKITI
47
CINTA YANG MENYAKITI II
48
HARI PERNIKAHAN
49
MALAM PERTAMA
50
MENINGGALKAN SEMUA
51
EVA
52
KHAYALAN
53
PERUBAHAN
54
SAKITNYA MELAHIRKAN
55
KEKECEWAAN
56
KIRANA
57
PESTA
58
SEBUAH KEPERCAYAAN
59
KITA SAMA
60
TIDAK MAU BERTEMU
61
TIDAK MAU BERTEMU ll
62
MENCOBA BICARA
63
LUPAKAN AKU
64
BIARKAN AKU BAHAGIA
65
TENTANG RENDY
66
INGATAN I
67
INGATAN II
68
INGATAN III
69
YANG DI MAKSUD MENYESAL
70
MENGEMIS PADANYA
71
TENTANG HATI DAN SIAPA YANG TERLUKA
72
BUKAN ANDREAS
73
DI LUAR KENDALI
74
SASARAN
75
PULANG
76
IKATAN
77
SAUDARA
78
SAUDARA ll
79
ORANG TUA DAN ANAK
80
AKU KAMU
81
SEORANG AYAH
82
DEJA VU
83
MEMELUKMU
84
TUAN MUDA
85
DARI HATI KE HATI
86
SUDUT PANDANG
87
MENGENALINYA
88
MENGENALINYA II
89
MEMBUKA DIRI
90
PERTEMUAN PERTAMA
91
TERLALU MIRIP
92
PERMINTAAN TOLONG
93
ANAKKU
94
IBU DAN DADDY
95
PERGULATAN BATIN
96
SEPERTI KELUARGA
97
SEMAMPUNYA AKU
98
DENGAN JUJUR
99
MENGHADAPINYA
100
DOSA YANG TAK TERMAAFKAN
101
DAVE
102
YANG TAK MUNGKIN DI RAIH
103
BERDAMAI
104
KELUARGA MARTADINATA
105
KELUARGA MARTADINATA II
106
MEMILIHMU
107
PEMAHAMAN
108
KEBAHAGIAAN
109
PERASAANMU
110
TENTANG PERASAANKU
111
RENCANA PERNIKAHAN KITA
112
COBAAN
113
LUKA MASA LALU
114
LUKA MASA LALU II
115
KENANGAN BURUK
116
LELAH
117
TEMAN LAMA
118
TELEPON DARI LENNA
119
TERBAYANG
120
MARISA DAN EVA
121
MARISA DAN EVA II
122
AKU BAHAGIA
123
CERITA HARI INI
124
CERITA HARI INI II
125
HASRAT TAK TERBENDUNG
126
GUNDAH
127
KARENA KAU MILIKKU
128
HUJAN DI SORE HARI
129
MARISA KU
130
AKU
131
TAMPAK SAMA
132
SAKIT
133
SALAH PAHAM
134
CEMBURU YANG MEMBUTAKAN
135
MURKA
136
PENYELESAIAN
137
TUAN MUDA DAN ANAK ANGKAT
138
KESEMPATAN KEDUA
139
KESEPAKATAN
140
HUBUNGAN KEKELUARGAAN
141
HUBUNGAN KEKELUARGAAN II
142
PESTA TOPENG
143
TAK BERUJUNG
144
JOHAN
145
TRAGEDI
146
HARAPAN
147
MENUNGGU
148
MENUNGGU II
149
KEINGINANMU TERKABUL
150
WAKTU TERUS BERJALAN
151
TAKARAN KEBAHAGIAAN
152
HATI YANG MENYATU
153
OSAKA
154
HELLO...
155
HANAMI
156
SEBENARNYA...
157
BISMILLAH
158
ALHAMDULILLAH
159
SEDUCING MISS INTROVERT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!