Meninggalkan kota

Alyn melanjutkan kuliah di kampus yang sama dengan Fredy sepupunya, dengan pertimbangan tidak perlu kos, tinggal di rumah Fredy. Papanya juga tidak khawatir, ada Fredy yang akan menjaganya.

"Fred, Om titip jaga adikmu selama di sana. Om kasih kamu wewenang dan tanggung jawab untuk melindungi Alyn," pesan papa Alyn saat mereka mau berangkat.

"Baik Om, jangan khawatir, kalau dia macam-macam Fredy akan jitak kepalanya." Fredy mencubit hidung Alyn, gadis itu meringis karena sakit.

Setelah berpamitan Fredy dan Alyn berangkat ke bandara, Fredy sengaja datang menjemput Alyn saat dia bilang mau kuliah di kotanya.

Sementara di tempat Putri, Bimo juga datang untuk berpamitan, sore ini dia akan berangkat untuk menempuh studi di kota lain.

"Put, sore ini Kakak berangkat, kamu baik-baik ya disini. Kabarin Kakak kalau ada apa-apa," pamit Bimo.

Sejak kejadian bersama Adrian Putri berubah menjadi pendiam, bayangan perlakuan kasar Adrian selalu menghantui bahkan sering datang dalam mimpi.

"Iya Kak, Kakak hati-hati di sana. Putri akan menunggu Kak Bimo pulang." Putri menundukkan wajah dia sangat sedih, satu-satunya pria yang menyayanginya akan pergi jauh.

"Kakak akan datang lagi, kamu gak usah sedih gitu, Kakak gak pergi jauh kog," bujuk Bimo membelai kepala Putri.

Dada Putri terasa sesak, biasanya setiap hari dia melihat Bimo, bercanda dengannya. Sekarang dia tidak akan melihat Bimo di sekolah. Walau mereka masih bisa saling mengabari lewat telpon, tapi rasanya sangat berbeda dengan melihat langsung, dan bisa menyentuhnya.

Adrian memilih kuliah di Bandung, dia ingin melupakan kenangan buruk semasa di SMA, membuka lembaran baru di kota itu. Adrian sekarang bukan Adrian yang dulu lagi, dia tidak mau dipermainkan wanita lagi, kali ini dia yang akan mempermainkan wanita.

***

Alyn dan Fredy sudah sampai di rumah. Tante Farida ibu Fredy menyambut ke datangannya bersama suaminya, ayah tiri Fredy.

"Hai Alyn, kamu sudah sebesar ini sekarang." Tante Farida memeluk ponakannya.

"Alyn, Kakak udah siapin kamarmu, semoga kamu betah tinggal disini." Fredy membawa barang Alyn ke kamar yang sudah dia siapkan.

"Terimakasih Kak, Tante, Alyn senang tinggal di sini," ucap Alyn sambil tersenyum.

"Kamu istirahat dulu, besok kamu baru mulai mengurus pendaftaran kuliahmu, anggap saja di rumah sendiri. Besok Kakak hanya antar aja ya, gak bisa nungguin, karena Kakak harus kembali bekerja." Fredy mengantar Alyn ke kamar agar beristirahat.

Alyn menyusun bajunya ke dalam lemari kemudian beristirahat. Ini baru pertama kali dia datang ke rumah Fredy, dulu waktu kecil pernah berkunjung tapi di rumah yang lama. Sejak kejadian yang menimpa orang tua Fredy, rumah itu di jual mereka pindah ke sini.

Alyn senang merasa seperti di rumah sendiri, walaupun Tante Farida bukan adik kandung mamanya, tapi mereka sangat dekat, apa lagi saat kecil Fredy pernah ikut di keluarganya.

***

Dengan berat hati, Bimo meninggalkan kota kelahirannya melanjutkan kuliah, hatinya juga merasa kehilangan. Ternyata jauh dari Putri membuatnya tak nyaman, apa lagi tragedi yang Putri alami sebelum dia pergi. Bimo berjanji akan kembali setelah lulus kuliah nanti.

Bimo sengaja memilih kuliah di kota yang tidak terlalu jauh dari kotanya, kalau rindu dia bisa pulang tanpa khawatir ongkos mahal, kuliah di mana saja menurutnya sama, toh yang penting ilmunya.

Empat jam perjalanan, Bimo sampai di kota tujuannya, dia langsung menuju tempat kos yang sudah di pesan jauh-jauh hari sebelum berangkat ke sini. Setelah menemui pemilik kos dia mendapatkan kunci kamar, Bimo bergegas ke kamar menyusun barang bawaannya, kemudian mengabari Putri.

"Hai Put, lagi ngapain? Kakak udah sampai, sekarang udah di kosan." Bimo mengirim pesan pada Putri.

"Kak Bimo udah sampai, Putri udah cemas dari tadi," balas Putri.

"Kakak lagi di jalan naik bis, jadi hp gak ku keluarin. Jangan cemas, Kakak udah gede gak bakalan ilang. Kamu jaga diri ya, Sayang," balas Bimo.

"Iya Kak, Putri janji gak akan bandel lagi. Kakak juga ya jangan nglirik cewek lain di sana!" balas Putri lagi.

"Duh masa gak boleh nglirik sih, bisa buram mata Kakak," balas Bimo menggoda.

"Kakaaak! awas ya kalau nakal!" Putri kesal membanting hpnya di kasur.

"Gitu aja marah, nglirik boleh dong yang penting hatiku tetap untukmu," balas Bimo merayu.

Putri tak membalas pesan Bimo, dia sewot dan pergi ke ruang keluarga menonton tv membiarkan hpnya di kamar. Bimo tertawa tahu kalau Putri sedang marah kepadanya. Dia pun beristirahat, kemudian tertidur.

***

Adrian baru saja turun dari pesawat, menghirup udara kota Bandung dengan senyum sumringah. Apa lagi saat itu dia jalan beriringan dengan gadis cantik yang tadi duduk bersebelahan dengannya.

"Kamu bawa barang banyak, Tin?" tanya Adrian pada gadis itu yang bernama Tina.

"Lumayan, kamu?" Tina balik bertanya.

"Cuma sekoper, yuk barengan ambil bagasi nanti kita sama-sama aja naik taksinya biar hemat," Adrian melancarkan usahanya.

"Nggak apa-apa, ntar malah ngrepotin kamu?" balas Tina.

"Tenang aja, 'kan kita searah. Lagian kamu udah tahu jalan, nah aku baru di kota ini, nanti kamu jadi penunjuk jalanku selama di sini?"

Tina juga kuliah di kota ini, saat ini dia sudah semester dua. Kampusnya berbeda dengan kampus yang akan Adrian pilih. Adrian yang ramah, ganteng membuat Tina merasa cocok berteman dengan Adrian

Mereka naik taksi bersama menuju tempat kos, Tina turun lebih dahulu sebelum ke tempat kos Adrian. Tina kos tak jauh dari kampusnya, sedangkan Adrian memilih kos di tempat yang bebas, juga tak jauh dari kampus pilihannya.

"Aku turun dulu, oh, ya ini uang taksinya." Tina menyerahkan ongkos taksi.

"Nggak usah, biar aku aja, nanti ku telpon ya Tin." Adrian menolak uang Tina, dan melanjutkan perjalanannya.

Sesampainya di kos dia langsung menghubungi Tina, Tina senang mengenal Adrian walau mereka baru sekali bertemu.

Sikap Adrian yang begitu perhatian, membuat Tina yang belum mempunyai pacar merasa istimewa. Tina tersenyum sendiri setelah menerima telpon dari Adrian, hatinya terasa hangat saat berbicara dengan Pria itu.

***

Terpopuler

Comments

Larchelleen

Larchelleen

kerenn kak😁 Mantapppp!

2020-06-22

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!