Fredy datang untuk liburan, dia saudara sepupu Alyn, sudah kuliah umurnya tiga tahun lebih tua dari Alyn. Fredy sudah seperti saudara kandung sendiri hubungan mereka sangatlah dekat.
Dulu Fredy ikut keluarga Alyn saat ia masih kecil, ayah Fredy meninggal kala dia masih kelas tiga SD, saat itu ibunya sedang terguncang jiwanya. Orang tua Alyn membawa Fredy untuk tinggal bersama mereka.
Fredy ikut keluarga Alyn sampai dia lulus dari SD dan melanjutkan sekolah SMP di kota kelahiran ibunya.
"Lyn besok Kakak antar jemput kamu sekolah ya," Fredy berbincang dengan Alyn di teras rumahnya.
"Hu um, pulang sekolah kita jalan-jalan ya Kak," ajak Alyn manja.
"Ok, aku juga udah lama gak kesini pasti sudah banyak yang berubah,"
Ada sepasang mata tengah memandang penuh cemburu melihat Alyn bercengkrama dengan pemuda lain. Adrian terus mengintai Alyn, pria ini benar-benar terobsesi pada mantan pacarnya.
"Sial, pantas kamu tidak cemburu melihatku dengan Putri, rupanya kamu sudah ada yang baru," gerutu Adriab kesal, dia pergi meninggalkan rumah Alyn, tak tahan melihat Alyn tertawa riang dengan lelaki lain.
Ponsel Adrian berdering, nama Putri tertera di layar ponselnya. Adrian menerima panggilan dari Putri.
"Kak Adrian ke mana aja sih?" rengek Putri manja.
"Hmm aku gak ke mana-mana," jawab Adrian datar.
"Kog Kakak susah ditemuin, apa Putri membuat Kakak marah?" tanya Putri cemas.
"Nggak kog Put, Kakak lagi banyak tugas, maaf ya," elak Adrian.
"Kakak gak perlu minta maaf, Putri senang bisa telponan sama Kakak. Kakak lagi dimana sekarang?" tanya Putri lagi.
"Sebentar lagi aku sampai di rumahmu,"
Saat Putri menelpon Adrian langsung membawa mobilnya ke arah rumah Putri, dia butuh pengalihan rasa cemburu di hatinya. Bersama Putri setidaknya rasa kesalnya sedikit berkurang.
"Hah serius Kak?" Putri melonjak girang.
"Serius, tunggulah di depan aku mau mengajakmu jalan-jalan," ujar Adrian.
"Aku ganti baju dulu Kak," pamit Putri
"Nggak usah, pakai aja yang kamu pakai sekarang, aku cuma butuh teman buat berbincang," sergah Adrian.
"Ok," Putri mengambil jaket karena dia cuma memakai rok mini dan tank top.
"Bu Putri keluar sebentar ya," pamit Putri pada ibunya.
"Kemana?" tanya ibu Putri
"Paling ke Gram**** beli buku," sahut Putri.
"Ya udah jangan malam-malam pulangnya, nanti ayahmu pulang bisa marah kalau kamu belum di rumah malam-malam," pesan ibu Putri.
"Ok Bu," Putri berlari ke depan dan benar saja mobil Adrian baru saja memasuki gang rumahnya.
Putri segera masuk ke dalam mobil Adrian saat mobil Adrian berhenti di depan rumahnya. Adrian melirik paha putih Putri, dada Putri yang menyembul nakal membuat darah Adrian berdesir.
"Kamu seksi sekali?" tegur Adrian sambil melajukan mobilnya.
"Lah Kakak tadi gak bolehin Putri ganti baju,"
"Hmmm ya sudahlah berarti kita di dalam mobil aja kalau gitu, ntar kamu masuk angin kalau pakai baju kayak gitu," ujar Adrian.
"Suka hati Kakaklah, tapi jangan malam pulangnya ya Kak, ayah jam delapan sudah pulang nanti Putri kena marah," pinta Putri.
"Ok, kamu mau apa?" Adrian membelokkan mobilnya ke gerai KF*
"Burger sama ice cream ya Kak,"
Adrian memesan dua burger sama ice cream dan coca colla, setelah menerima pesanannya Adrian membawa mobilnya ke arah pantai dan parkir di tempat yang sepi.
Mereka menikmati burger sambil memandang laut lepas, Adrian lebih banyak diam, dan Putri yang banyak berbicara.
"Kakak emang selalu jutek ya sama cewek?" tegur Putri membuat Adrian tersentak.
"Hah ... apa aku terlihat jutek," tanya Adrian.
"Kakak tuh nyebelin tau, untungnya Kakak ganteng eh ...," Putri langsung diam karena malu keceplosan.
Adrian tersenyum ternyata mengajak Putri jalan membuatnya sedikit lupa pada Alyn.
"Kamu tuh emang bawel ya tiap hari?" balas Adrian sengit.
Putri yang sedang menikmati ice creamnya langsung kesal dan memukul Adrian, reflek Adrian menangkis tangan Putri hingga ice cream di tangan Putri tumpah di dada dan paha Putri.
"Yah tumpah 'man jadinya," dengus Putri kesal.
"Sorry sorry kamu sih pakai acara mukul Kakak segala,"
Adrian mengambil tisu mengelap dada Putri dan paha Putri yang terkena ice cream. Putri malah memejamkan matanya.
Adrian mematikan lampu di dalam mobil, dia mencium Putri dalam gelap. Gadis itu menuntun tangan Adrian ke bukitnya
Adrian membayangkan sedang bercumbu dengan Alyn, Putri yang memang sangat menyukai Adrian, malam itu dia rela melepaskan mahkotanya.
"Alyyynnn ..." desah Adrian di telinga Putri.
Mendengar itu Putri kesal dan mendorong tubuh Adrian, dia menangis sakit hati bisa-bisanya Adrian menyebut nama Alyn saat bersamanya.
"Sorry ... sorry Put,"
Adrian merasa bersalah, dia merapikan pakaiannya dan pakaian Putri. Putri terisak menahan perih di bagian bawahnya ditambah rasa sakit hatinya.
"Kakak jahat, ini balasan Kakak pada Putri!" Putri memukul Adrian.
"Maaf ... maaf." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Adrian.
"Kakak tau 'kan Putri masih virgin, semua Putri serahkan pada Kakak tapi ini balasannya," Putri terus memukuli Adrian, Adrian tak menangkis pukulan Putri. Dia biarkan gadis itu melampiaskan kekesalannya.
"Pukul lah sampai kamu puas," ucap Adrian pasrah.
Putri menghentikan pukulannya karena tangannya kesakitan memukul tubuh kekar Adrian. Dia pun terdiam membuang pandangannya ke luar jendela mobil.
"Maafkan Kakak, kalau Kakak bisa menebus segala kesalahan Kakak padamu," cicit Adrian penuh sesal
"Jadi setelah ini Kakak akan menghindari ku seperti pengecut!" bentak Putri.
"Tidak, aku akan bersamamu menebus kesalahanku." Adrian berjanji.
"Kakak masih mencintai kak Alyn?" tanya Putri lirih.
"Kamu tahu 'kan aku sudah lama dengan dia, jadi aku belum terbiasa melupakannya," ucap Adrian pelan.
"Tapi Kakak janji akan menyayangi Putri?"
"Tentu tapi beri aku waktu ya,"
Putri memeluk Adrian, dia yakin pria itu akan jadi miliknya seutuhnya. Adrian membelai rambut Putri, gadis itu merasa senang.
"Kak Putri boleh nanya?" Putri melepaskan pelukannya.
"Apa?" sahut Adrian lemah.
"Apa Kakak juga melakukan itu dengan Kak Alyn?" tanya Putri.
"Hanya denganmu,"
Mendengar itu Putri semakin senang, sakit hatinya langsung hilang. Dia yakin Adrian sudah menjadi miliknya sekarang.
"Yuk pulang," ajak Adrian.
"Hah bentar lagi ayah pulang Kak, yuk cepetan." Setelah melihat jam di ponselnya Putri langsung panik, mengajak Adrian pulang.
"Apa masih sakit?" tanya Adrian.
"Hmm iya nyeri Kak." Rasa perih masih terasa dibbagian bawahnya.
"Apa perlu kita beli obat?" Adrian khawatir.
"Hmm nanti Putri pakai air hangat saja Kak," elak Putri.
Adrian melajukan mobilnya ke arah rumah Putri. Dia memacu mobilnya dengan cepat agar tidak keduluan ayahnya Putri pulang.
Sesampainya di rumah Putri, dia langsung turun dari mobil Adrian dan berjalan masuk rumah sambil menahan perih, berharap ibunya tidak berada di ruang tamu agar tidak curiga kepadanya.
"Put ...!" mendengar suara pintu dibuka, ibu Putri yang di dapur memanggilnya.
"Iya Bu," jawab Putri.
"Oh kirain bukan kamu,"
Putri cepat-cepat masuk ke kamarnya sebelum ibunya menemuinya. Dia langsung membersihkan dirinya, saat air hangat mengenai belahannya rasanya begitu perih dan kulitnya terasa menebal.
Putri mencuci ****** ***** dan rok mininya agar ibunya tidak menemukan bekas bercinta. Putri membaringkan tubuhnya, bibirnya mengulas senyum mengingat momen indah bersama Adrian tadi. Denyut perih yang dia rasakan berubah jadi rasa ketagihan dia ingin mengulangnya lagi di lain waktu.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Ernys Noviswife
putri kamu kok GT c gak nyesel ntar , semangat thor
2022-02-17
0
Umi Salamah
ya alloh kls satu sma?????ngeri smoga ankku bsk slamat dr free sex gt
2021-04-26
0
NaNa Vero
haduuhhh si putri... scepat itu
2020-10-21
0