20 : Cassia Upasama.

"Cassia. Anak Hermawan itu ... lo mau gue apain dia?"

Linggar masih tidak bicara.

"Bunuh? Siksa? Atau semacam ... balasan yang sama?" Gari menghela napas, menatap Linggar yang tanpa ekspresi. "Sekalipun bukan Hermawan yang perkosa cewek lo. Dia juga termasuk dalang. Nggak memungkiri dia pernah punya niat macam-macam ke cewek lo, kan?"

"Sialan," gumam Linggar.

"Linggar Adiwangsa ... perjanjian yang lo buat sama organisasi gue ini ngabisin uang. Gue tahu keluarga lo termasuk elite global juga. Tapi kenapa ... cuma buat ngurusin orang semacam Hermawan yang kastanya di bawah keluarga lo gini ... lo jauh-jauh datang ke tempat kotor kita?" sambung Gari.

Pandangan Linggar langsung ke mata Gari. "Menurut lo? Gunanya organisasi lo ada itu buat apa? Kalau nggak buat bantuin masalah yang nggak bisa di selesain secara hukum?"

"Hmm. Gue setuju." Gari tersenyum miring. "Kalau masalah gini. Kadang-kadang, hukum jadinya samar. Bahkan penjara pun kayaknya masih kurang jera buat pelaku. Gue paham perasaan lo."

Linggar mengusap wajahnya.

"Jadi, lo mau gue gimana? Sesuai kontrak. Lo punya kebebasan suruh-suruh, karena lo udah bayar mahal. Beberapa bawahan gue juga siap bantu," sambung Gari.

Mata Linggar mengkilap. Kemudian senyum miring terlihat. "Cassia Upasama. Anak Hermawan itu ... teror dia."

"Istri mudanya, juga?"

Linggar menatap datar. "Menurut lo istri muda dia penting? Dia jadiin cewek itu istri palingan cuma buat nges*ex aja."

Gari melongo sejenak. "Gue nggak nyangka. Gue pikir lo lemah pekara cewek."

"Lemah?"

"Iya. Semacam nggak tega?"

Linggar terkekeh. "Nggak juga. Salah dia sendiri harus jadi anaknya Hermawan." Gue nggak peduli kalau Abhimata tahu. Cewek itu bukan bagian dari Adiwangsa. Bukan istri Abhimata juga. Kalau sampai dia celaka, peduli apa gue? Abhimata cuma bisa ngejar-ngejar cewek nggak jelas itu, sambungnya dalam hati.

Vincent

Seminggu lebih nih. Lo nggak ada niatan ngumpul? Kebetulan nanti malam ada Abhimata, Abhimana sama Aldo. Ke sini lah kali-kali.

Linggar menatap datar pesan singkat itu. Jika harus berkumpul di klub malam Vincent, Linggar akan langsung menolak detik itu juga. Bukan karena Shanum, tetapi karena kesadaran diri saja. Bahkan niat hatinya ke karaoke pun berakhir mabuk hanya karena satu tempat dengan klub malam.

Betapa sialnya Linggar saat itu.

Vincent

Biasa di klub gue. Janji gue nggak bakal kasih lo buat mabuk. Kita cuma ngumpul aja. Nggak bakalan ada cewek juga. Gue tahu lo risih.

Linggar mengetik.

^^^Linggar^^^

^^^Gue sibuk. Minggu depan mungkin bisa.^^^

Vincent

Anjirlah. Selama jadi general manager lo sibuk banget. Yaudah lo janji minggu depan, awas aja lo nggak mampir.

[read]

"Linggar!"

Suara yang cukup nyaring itu dari Shanum. Entah mengapa terdengar bahagia dan ceria, istrinya itu memegang gawai dan mendekatinya.

"Ada apa, Sayang?" tanya Linggar.

Shanum duduk tepat di sebelahnya, dengan gawai yang berada di pangkuan. "Sekolah aku kan ... udah mulai di bangun. Aku berencana i-tu ... ajak temenku jadi guru di sekolah lukis aku."

"Itu ide bagus, Sayang."

Shanum mengangkat gawainya, dan menunjukkan sesuatu pada Linggar. "Ini kandidatnya. Coba kamu lihat, kira-kira cocok nggak mereka?"

Ada tiga perempuan. Nama pertama Linggar tidak mengenal, mungkin teman istrinya di Singapura. Nama kedua pun juga. Namun nama ketiga membuat Linggar membeku, karena ia tahu nama dari perempuan ini.

"Kira-kira siapa, Linggar?" ulang Shanum.

Linggar tersadar dan menatap istrinya. "Sebentar, Sayang ... Ini ... Cassia? Cassia Upasama?"

Shanum mengangguk-angguk.

Ah iya. Sampai detik ini mungkin Shanum nggak pernah mau tahu tentang kasus pemerkosaan yang menimpah dia. Pasti dia pun juga nggak tahu kalau Hermawan terlibat, batin Linggar.

"Cassia itu ... temen aku." Shanum menatap polos. "Aku nggak pernah cerita ya ke kamu kalau aku temenan sama Cassia?"

Linggar menggeleng.

"Berarti aku lupa," sambung Shanum. "Dia baik. Aku kenal dia karena Om Sadajiwa sering bawa Cassia ke rumah waktu meeting sama Kak Sambara."

Ngapain juga bawa Cassia segala. Anak Om Sadajiwa kan Evita, batin Linggar kesal. "Oh. Terserah kamu, Sayang."

"Kok ... terserah? Kamu ..." Shanum menatap Linggar takut. "Nggak suka ya aku ajak---"

"Kapan aku bilang nggak suka, Sayang? Aku nggak salah bilang terserah kamu, kan? Lagi pula yang tahu terampil enggaknya mereka ya kamu, bukan aku," jelas Linggar.

"Iya juga ya," gumam Shanum. Kemudian ia tersenyum tipis. "Siapapun yang nanti aku pilih kamu bakalan setuju, kan?"

Linggar mengangguk.

"Sayang, aku boleh tanya?" ucap Linggar beberapa detik kemudian.

"Boleh."

"Sekarang kamu masih berhubungan sama Cassia?"

Shanum mengangguk. "Kadang-kadang, sih. Dulu waktu aku masih di Singapura dia sempat nge-DM."

"DM gimana?"

Shanum berpikir sejenak. "Seingatku dia minta maaf."

"Padahal aku nggak ngerasa dia buat salah apa-apa. Agak aneh, tapi yaudah aku balas aja aku maafin dia. Bahkan dia minta ketemu, tapi aku ... ya gitu, aku masih belum bisa ketemu sama temen-temen sekolah," sambung Shanum.

Andai kamu tahu alasan dia minta maaf. Apa kamu bakalan tetep berteman sama dia, Shanum? batin Linggar yang memandang lurus pada istrinya.

[.]

Terpopuler

Comments

Santidew

Santidew

sakit bgt loh klau sampai shanum tau maksud cassia minta maay

2022-09-06

1

Bintang kejora

Bintang kejora

Ternyata Shanum tdk tau mksd dari permintaan maaf Cassia. Andai dia tau keterlibatan ayahnya Shanum atas apa yg menimpa dirinya, msh bskah Shanum berteman baik dg Cassia??

2022-06-18

2

lihat semua
Episodes
1 Satu : Pernikahan Tersembunyi
2 Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3 3 : Anak Dan Suami.
4 4 : Hak Dan Kewajiban
5 5 : Ucapan Sambara.
6 6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7 7 : Setara
8 8 : Ingatan Linggar.
9 9 : Bukan Salah Linggar.
10 10 : Kesengajaan.
11 11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12 12 : Bekas Orang Lain.
13 13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14 14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15 15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16 16 :
17 17: Gistara Dan Gumira
18 18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19 19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20 20 : Cassia Upasama.
21 21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22 21 (2) : Pengakuan Shanum.
23 22 :
24 23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25 24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26 25 : Pujian Linggar.
27 26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28 27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29 28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30 29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31 30 : Linggar Murka Pada Lingga
32 31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33 32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34 33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35 34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36 35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37 36 : Sentuhan.
38 37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39 Garis Keturunan Adiwangsa
40 38 : Bersiap Untuk Berangkat
41 39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42 40 : Ibu Kandung Shanum.
43 41 : Ulah Shanum.
44 42 : Tegang.
45 43 : I Would Love You
46 44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47 45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48 46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49 47 : Bulan Madu (1)
50 48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51 49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52 50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53 51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54 52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55 53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56 54 : Keluarga Citaprasada.
57 55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58 56 : Di Kamar Hotel Saja.
59 57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60 58 : Salahku Bukan Salahmu.
61 59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62 60 : Tiba-tiba Pulang.
63 61 : Tiba Di Surabaya.
64 62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65 63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66 64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67 65 : -
68 66 :
69 67 : Surat Dari (M)
70 68 : Jatuh Berdua Lagi.
71 69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72 70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73 71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74 72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75 73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76 74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77 75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78 76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79 76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80 77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81 78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82 79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83 80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84 81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85 82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86 83 : -
87 Sedikit Pemberitahuan.
88 84 : Ke Klinik.
89 85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90 86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91 87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92 88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93 89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94 90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95 91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96 92 : Pengakuan Mesya.
97 93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98 94 : Ketidakjelasan Shanum.
99 95
100 96
101 97
102 98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103 99
104 100 [Pergi]
105 101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106 102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107 103 [Beban Orang-orang]
108 104
109 105
110 106
111 107 [Mengandung?]
112 108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113 108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114 109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115 109 (2)
116 110 (1)
117 110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118 111 (1)
119 111 (2)
120 112 (1)
121 112 (2) Hidden Twin.
122 113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123 113 (2) : POV Shanum.
124 114 (1)
125 114 (2)
126 Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Satu : Pernikahan Tersembunyi
2
Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3
3 : Anak Dan Suami.
4
4 : Hak Dan Kewajiban
5
5 : Ucapan Sambara.
6
6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7
7 : Setara
8
8 : Ingatan Linggar.
9
9 : Bukan Salah Linggar.
10
10 : Kesengajaan.
11
11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12
12 : Bekas Orang Lain.
13
13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14
14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15
15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16
16 :
17
17: Gistara Dan Gumira
18
18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19
19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20
20 : Cassia Upasama.
21
21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22
21 (2) : Pengakuan Shanum.
23
22 :
24
23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25
24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26
25 : Pujian Linggar.
27
26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28
27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29
28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30
29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31
30 : Linggar Murka Pada Lingga
32
31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33
32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34
33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35
34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36
35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37
36 : Sentuhan.
38
37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39
Garis Keturunan Adiwangsa
40
38 : Bersiap Untuk Berangkat
41
39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42
40 : Ibu Kandung Shanum.
43
41 : Ulah Shanum.
44
42 : Tegang.
45
43 : I Would Love You
46
44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47
45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48
46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49
47 : Bulan Madu (1)
50
48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51
49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52
50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53
51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54
52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55
53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56
54 : Keluarga Citaprasada.
57
55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58
56 : Di Kamar Hotel Saja.
59
57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60
58 : Salahku Bukan Salahmu.
61
59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62
60 : Tiba-tiba Pulang.
63
61 : Tiba Di Surabaya.
64
62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65
63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66
64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67
65 : -
68
66 :
69
67 : Surat Dari (M)
70
68 : Jatuh Berdua Lagi.
71
69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72
70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73
71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74
72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75
73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76
74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77
75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78
76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79
76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80
77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81
78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82
79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83
80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84
81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85
82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86
83 : -
87
Sedikit Pemberitahuan.
88
84 : Ke Klinik.
89
85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90
86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91
87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92
88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93
89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94
90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95
91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96
92 : Pengakuan Mesya.
97
93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98
94 : Ketidakjelasan Shanum.
99
95
100
96
101
97
102
98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103
99
104
100 [Pergi]
105
101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106
102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107
103 [Beban Orang-orang]
108
104
109
105
110
106
111
107 [Mengandung?]
112
108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113
108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114
109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115
109 (2)
116
110 (1)
117
110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118
111 (1)
119
111 (2)
120
112 (1)
121
112 (2) Hidden Twin.
122
113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123
113 (2) : POV Shanum.
124
114 (1)
125
114 (2)
126
Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!