7 : Setara

Linggar tidak menyangka Shanum memasak. Lima bulan dari sekarang ia lihat-lihat Shanum mulai bisa menyesuaikan diri. Atau mungkin, semua ini karena ucapan Mamanya waktu itu?

Ah, tidak mungkin.

Linggar menggeleng pelan. Jika memang Shanum sedang berusaha, sebagai seorang suami ia harus menghargai. Lingga salah, ia tidak pernah mendukung Shanum untuk tidak sembuh. Justru dengan memenuhi permintaan Shanum ia mendukung untuk kesembuhan istrinya. Linggar selalu yakin, Shanum akan perlahan-lahan membaik. Istrinya itu tidak akan menderita lebih lama. Kehidupan pernikahannya pun akan segera normal, bukan tersembunyi seperti ini.

"Linggar, makanan buatanku nggak enak, ya?" tanya Shanum tiba-tiba.

Linggar tersenyum tipis dengan tangan yang siap mengangkat sendok lagi. "Enak, Sayang. Aku suka."

"Alhamdulillah." Shanum juga melahap makanannya. Sesekali ia melirik Linggar lagi. "Kerja kamu gimana?"

"Lancar, Sayang."

"Kamu nggak lupa sholat lima waktu, kan?"

Linggar meletakkan sendok, dan menatap istrinya. "Enggak. Aku selalu inget. Kenapa?"

"Nggak pa-pa." Shanum bingung. Ia harus berbicara mengenai apa lagi? Bagi Linggar pasti pernikahan ini sangat membosankan. Karena hanya bertemu, berbicara seperlunya, lalu tidur. Seperti itu saja, tidak ada yang lain. "Biasanya, kapan kamu libur?"

"Biasanya aku ambil tanggal libur dulu, Sayang. Nggak bisa libur seenaknya aja," jawab Linggar.

"Oh ... gitu." Shanum menjeda. "Berarti kamu udah ambil tanggal libur buat anterin aku lihat lahan sekolah, ya?"

"Iya."

"Itu tanggal berapa kalau aku boleh tahu?"

"Delapan belas." Linggar telah melahap habis makanannya. Kemudian ia meneguk segelas air dan bertanya, "Memangnya kenapa, Sayang?"

"Nggak pa-pa." Kenapa sih? Lagi-lagi kalau Linggar tanya alasannya aku selalu bilang nggak pa-pa nggak pa-pa terus? batin Shanum yang kesal terhadap dirinya sendiri.

Linggar berdiri. "Besok aku berangkat agak siang. Mungkin sekitar jam dua belas."

Shanum menatap Linggar.

"Kamu mau sholat zuhur berjamaah?"

Mata Shanum melebar. "Sama ... kamu?"

"Iya. Aku imamin. Tapi kalau kamu nggak mau nggak pa-pa, Sayang." Linggar berbalik berjalan ke wastafel. Kebiasaan suaminya sesudah makan adalah mencuci bersih piring dan gelas kotornya. "Nanti yang kotor bawa sini. Sekalian aku cuciin."

Aku mau. Tapi ... enggak, Shanum. Kenapa harus ada tapi sih?! Linggar itu suami kamu! batin Shanum yang meyakini diri. "Iya. Aku ... mau."

📍 Kediaman Citaprasada.

Sambara selalu mematikan cctv tersembunyi di kamar pengantin Shanum dan Linggar. Meskipun kesepakatan dulunya bersama Linggar adalah seluruh penjuru ruangan, dan terkecuali kamar mandi. Sambara tetap berpura-pura setuju. Karena sebagaimana pun ia tetap harus menghargai adiknya. Lalu, jika sewaktu-waktu Linggar datang dan mengakui telah menyentuh Shanum, Sambara akan berkata jujur.

Pernikahan ini adalah pilihan adiknya. Tetapi dirinya masih tidak sepenuhnya percaya bahwa Linggar adalah lelaki yang tepat. Sekalipun keturunan Adiwangsa itu telah bertahan hampir lima bulan dengan pernikahan ini, tanpa adanya hubungan intim. Tidak memungkiri pula lelaki itu bisa menyewa wanita penghibur di luar sana untuk memuaskan diri. Siapa yang bisa bertahan tanpa menyentuh wanita yang bahkan telah berstatus sebagai istrinya?

Sambara ingin tahu. Linggar akan bertahan sejauh mana?

"Arista, apa menurutmu Shanum benar-benar mencintai Linggar?"

Arista yang duduk berhadap-hadapan dengan suaminya menjawab, "Kalau menurut kamu cinta dalam pernikahan hanya bisa di ukur dari bersedia tidaknya Shanum berhubungan intim. Mungkin kamu akan menyimpulkan bahwa Shanum sama sekali tidak mencintai Linggar. Tapi kalau menilai dari segi kehidupan bersama tanpa adanya keinginan lain, kamu bisa menyimpulkan bahwa Shanum mencintai Linggar."

"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?"

Arista menunduk sejenak dan tersenyum tipis. "Aku hanya berpikir, selayaknya wanita yang ingin dicintai saja, Sam."

Sambara terdiam.

"Shanum pasti juga berpikir seperti itu." Arista menjeda. "Karena tidak sedikit wanita merasa takut diperlakukan rendah hanya karena cinta yang dia miliki untuk suaminya."

"Justru menurutku, Arista. Cara menyimpulkan wanita itu mencintai dan ikhlas tidaknya menikah denganku adalah melakukan hubungan intim bersama." Sambara menatap istrinya. "Karena selain itu adalah kewajiban istri. Itu juga hakku sebagai suami."

"Bukankah ... wanita cenderung ikhlas melakukan sesuatu untuk orang yang dicintainya? Bahkan anak-anak remaja jaman sekarang yang belum berstatus menikah pun suka rela menyerahkan diri untuk kekasihnya," lanjut Sambara.

Arista terdiam, mencerna apa yang dikatakan suaminya.

"Lalu sekarang kamu memintaku menilai dari segi pernikahan? Yang jelas-jelas apapun yang dilakukan bersama berujung pada pahala?" Sambara melihat istrinya mengerut kening. "Kamu perlu tahu, Arsita. Bahwa keintiman dan cinta adalah sesuatu yang harus setara dalam pernikahan. Kedua hal itu harus seimbang untuk membangun keharmonisan rumah tangga. Karena bagi laki-laki kepuasan dirinya adalah yang utama."

"Apa yang aku bilang ini benar. Karena kami sebagai laki-laki memang kecenderungan egois. Bahkan sampai melupakan kepuasan diri seorang istri," lanjut Sambara.

Arista mengangguk-angguk. "Jadi begitu cara laki-laki berpikir?"

"Kebanyakan dari kami memang berpikir seperti ini, Arista," ujar Sambara.

"Lalu menurutmu Linggar juga laki-laki yang berpikir seperti itu?" tanya Arista.

"Iya." Sambara memutuskan kontak matanya dengan Arsita. "Aku akan menunggu sampai di mana dia bisa bertahan hidup dengan pernikahan yang seperti ini."

.

Note: Arsita guru seni di Upasama High School dulunya. Yang udah baca WIYATI pasti tahu. Cerita ini sama WIYATI itu fokus ke Shanum sama Linggar. Dan pastinya ada tokoh-tokoh penting. Kalau tiba-tiba Bu Arista nikah sama Sambara jangan kaget, ya?

Terpopuler

Comments

KUNCORO'S Days

KUNCORO'S Days

justru aku dulu pengin Sambara dan Arista menikah. Tapi kaget juga tau2 mereka udah nikah, kok ga kasih undangan...😀😀

2022-09-27

1

Yuyun ImroatulWahdah

Yuyun ImroatulWahdah

cie Bua Arista jadi bininya Sam, setuju banget aku

2022-07-23

4

Bintang kejora

Bintang kejora

Sdh ku duga bhwa Bu Arista, guru Shanum bakal menikah dg kakaknya, Sambara.
Krn di keluarga Shanum tdk ada perempuan, maka mrk membutuhkan Bu Arista dlm proses pengobatan Shanum dr trauma.

2022-05-25

3

lihat semua
Episodes
1 Satu : Pernikahan Tersembunyi
2 Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3 3 : Anak Dan Suami.
4 4 : Hak Dan Kewajiban
5 5 : Ucapan Sambara.
6 6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7 7 : Setara
8 8 : Ingatan Linggar.
9 9 : Bukan Salah Linggar.
10 10 : Kesengajaan.
11 11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12 12 : Bekas Orang Lain.
13 13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14 14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15 15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16 16 :
17 17: Gistara Dan Gumira
18 18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19 19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20 20 : Cassia Upasama.
21 21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22 21 (2) : Pengakuan Shanum.
23 22 :
24 23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25 24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26 25 : Pujian Linggar.
27 26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28 27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29 28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30 29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31 30 : Linggar Murka Pada Lingga
32 31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33 32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34 33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35 34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36 35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37 36 : Sentuhan.
38 37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39 Garis Keturunan Adiwangsa
40 38 : Bersiap Untuk Berangkat
41 39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42 40 : Ibu Kandung Shanum.
43 41 : Ulah Shanum.
44 42 : Tegang.
45 43 : I Would Love You
46 44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47 45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48 46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49 47 : Bulan Madu (1)
50 48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51 49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52 50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53 51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54 52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55 53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56 54 : Keluarga Citaprasada.
57 55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58 56 : Di Kamar Hotel Saja.
59 57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60 58 : Salahku Bukan Salahmu.
61 59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62 60 : Tiba-tiba Pulang.
63 61 : Tiba Di Surabaya.
64 62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65 63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66 64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67 65 : -
68 66 :
69 67 : Surat Dari (M)
70 68 : Jatuh Berdua Lagi.
71 69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72 70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73 71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74 72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75 73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76 74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77 75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78 76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79 76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80 77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81 78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82 79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83 80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84 81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85 82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86 83 : -
87 Sedikit Pemberitahuan.
88 84 : Ke Klinik.
89 85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90 86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91 87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92 88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93 89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94 90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95 91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96 92 : Pengakuan Mesya.
97 93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98 94 : Ketidakjelasan Shanum.
99 95
100 96
101 97
102 98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103 99
104 100 [Pergi]
105 101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106 102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107 103 [Beban Orang-orang]
108 104
109 105
110 106
111 107 [Mengandung?]
112 108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113 108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114 109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115 109 (2)
116 110 (1)
117 110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118 111 (1)
119 111 (2)
120 112 (1)
121 112 (2) Hidden Twin.
122 113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123 113 (2) : POV Shanum.
124 114 (1)
125 114 (2)
126 Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Satu : Pernikahan Tersembunyi
2
Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3
3 : Anak Dan Suami.
4
4 : Hak Dan Kewajiban
5
5 : Ucapan Sambara.
6
6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7
7 : Setara
8
8 : Ingatan Linggar.
9
9 : Bukan Salah Linggar.
10
10 : Kesengajaan.
11
11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12
12 : Bekas Orang Lain.
13
13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14
14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15
15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16
16 :
17
17: Gistara Dan Gumira
18
18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19
19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20
20 : Cassia Upasama.
21
21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22
21 (2) : Pengakuan Shanum.
23
22 :
24
23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25
24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26
25 : Pujian Linggar.
27
26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28
27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29
28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30
29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31
30 : Linggar Murka Pada Lingga
32
31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33
32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34
33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35
34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36
35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37
36 : Sentuhan.
38
37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39
Garis Keturunan Adiwangsa
40
38 : Bersiap Untuk Berangkat
41
39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42
40 : Ibu Kandung Shanum.
43
41 : Ulah Shanum.
44
42 : Tegang.
45
43 : I Would Love You
46
44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47
45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48
46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49
47 : Bulan Madu (1)
50
48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51
49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52
50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53
51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54
52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55
53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56
54 : Keluarga Citaprasada.
57
55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58
56 : Di Kamar Hotel Saja.
59
57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60
58 : Salahku Bukan Salahmu.
61
59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62
60 : Tiba-tiba Pulang.
63
61 : Tiba Di Surabaya.
64
62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65
63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66
64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67
65 : -
68
66 :
69
67 : Surat Dari (M)
70
68 : Jatuh Berdua Lagi.
71
69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72
70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73
71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74
72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75
73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76
74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77
75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78
76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79
76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80
77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81
78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82
79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83
80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84
81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85
82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86
83 : -
87
Sedikit Pemberitahuan.
88
84 : Ke Klinik.
89
85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90
86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91
87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92
88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93
89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94
90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95
91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96
92 : Pengakuan Mesya.
97
93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98
94 : Ketidakjelasan Shanum.
99
95
100
96
101
97
102
98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103
99
104
100 [Pergi]
105
101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106
102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107
103 [Beban Orang-orang]
108
104
109
105
110
106
111
107 [Mengandung?]
112
108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113
108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114
109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115
109 (2)
116
110 (1)
117
110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118
111 (1)
119
111 (2)
120
112 (1)
121
112 (2) Hidden Twin.
122
113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123
113 (2) : POV Shanum.
124
114 (1)
125
114 (2)
126
Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!