4 : Hak Dan Kewajiban

📍 Kediaman Gumira Adiwangsa.

Saat datang bersama Shanum. Linggar tidak melihat batang hidung sang Mama sama sekali. Mungkin hanya ada beberapa pelayan, dan Lingga serta Kak Faleesha. Sedangkan Ayahnya, sepertinya belum pulang dari Adiwangsa Hospital.

"Shanum! Sini sama aku," ujar Kak Faleesha.

Ekor mata Linggar tidak menangkap sama sekali pergerakan sang istri. Hingga mau tidak mau Linggar menengok dengan tersenyum tipis ia berujar, "Kamu mau duduk sama Kak Faleesha? Kalau kamu nggak mau, aku bakal kasih alasan ke Kakak."

"A-aku malu."

"Malu kenapa?"

"Aku takut nggak bisa nyambung di ajak bicara sama ... Kak Fale," jawab Shanum jujur.

Linggar beralih menatap sang Kakak. "Kak!"

"Apa?"

"Mau tutorial kerudung baru nggak yang dipakai sama Shanum gini? Kakak kan mau kondangan."

Shanum jujur terkejut. Sedangkan Netra Kak Faleesha berbinar-binar. "Mau-mau! Ayo ke kamar Kakak, yuk Shanum!" Kak Faleesha sudah berdiri dan mendekat. "Gila sih. Kakak kan ada temen keturunan arab gitu mau nikah. Lah sedangkan ... Kakak ini nggak bisa pakai kerudung yang bener-bener pas nempel ke rambut gitu. Katanya Kakak di suruh beli apa itu ... liliput, ya?"

"Bu-kan, Kak. Ciput."

Senyum Faleesha kian lebar, membuat Shanum merasa nyaman. "Ya itu maksudnya! Kakak pinjem punyamu boleh nggak?"

"Boleh, Kak," cicit Shanum.

Linggar tiba-tiba menyahut, "Aku tinggal dulu ke Mama, ya?"

"Iya."

Linggar membiarkan Shanum bersama Faleesha. Segala kepercayaan sudah ia berikan penuh pada Kakaknya, bahwa Kakaknya tidak akan pernah menyakiti Shanum dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama dengan Mamanya.

Seperti permintaan Shanum juga. Ia menaiki anak tangga satu persatu untuk menghampiri dapur khusus di mana Mama Gistara membuang stress. Linggar telah siap menghadapi sang Mama. Ia ke mari untuk meminta maaf, bukan untuk mengajak berdebat lagi.

"Mama," ucap Linggar saat melihat Mama Gistara duduk dengan memegangi dahinya.

"Mau apa kamu ke rumah Mama?" Mama Gistara mengibas tangannya. "Pulang sana."

Linggar mendekat, dan perlahan-lahan ia merendahkan diri, duduk bersimpuh di samping Mamanya. "Ma ..."

Mama Gistara terdiam.

"Mama inget nggak pernah bilang ke aku gini?" Linggar menjeda dengan menatapi paras Mamanya. "Mama bakal izinin siapapun masuk ke kehidupan aku, Lingga, dan Kak Faleesha. Selama orang itu memberi pengaruh baik untuk anak-anak Mama sekarang dan nantinya."

"Mama setuju aku memperistri Shanum. Mama bahkan setuju bahwa Shanum punya pengaruh baik di kehidupan aku." Linggar menunduk. "Tapi ... kenapa Mama tiba-tiba kayak gini?"

Mama Gistara hendak membuka mulut. Namun tertahan saat Linggar berbicara lagi.

"Tolong berhenti berpikir kalau aku belain Shanum, Ma. Bukannya Mama sendiri yang bilang, kalau aku harus jadi suami yang bertanggung jawab?" Linggar menghela napas pelan. "Aku minta maaf udah bentak, Mama. Aku yang salah. Jadi tolong Mama berhenti berpikir kalau seakan-akan aku dikendaliin sama Shanum."

"Mama itu Ibu aku. Orang yang paling ngerti aku siapa kalau bukan Mama? Tapi sekarang anak Mama ini udah jadi suami. Aku punya tanggung jawab penuh ke istri aku, Ma. Aku menikahi Shanum itu bukan atas dasar cinta aja, aku yakin Shanum juga bisa jadi Ibu yang baik untuk mendidik cucu-cucu Mama dan Papa nantinya," lanjut Linggar.

Mama Gistara menatap tanpa ekspresi. "Kamu bicara seakan-akan kamu yakin bahwa Shanum akan bersedia kamu sentuh, Linggar."

"Aku bisa menunggu, Ma."

Mama Gistara menggeleng tidak habis pikir. "Menunggu yang bagaimana lagi, Linggar? Sudah lima bulan. Kamu mau menunggu sampai satu tahun? Kamu menafkahi dia dengan bekerja keras, dan kamu nggak dapat imbalan apa-apa itu percuma, Linggar!"

Linggar terdiam.

"Padahal melayani suami itu adalah kewajiban seorang istri." Mama Gistara sedikit tersulut emosi. "Buat apa dia berhijab? Kalau dia nggak tahu apa hak dan kewajiban seorang istri pada suaminya?"

"Ma ... tolong jangan---"

"Jangan apa, Linggar? Mama memang setuju dia jadi istri kamu. Tapi dalam kurun waktu lima bulan pun kamu dan dia belum berhubungan intim itu buat apa?! Harusnya kamu sadar, kalau dia nggak menganggap kamu itu suami. Setrauma apapun dia, dia nggak akan merasa segan untuk mencoba kalau itu sama suami dia sendiri!" jelas Mama Gistara.

Mama, bicara seolah-olah jadi Shanum itu gampang, batin Linggar yang mulai pasrah mendengar semua apa yang di bicarakan oleh Mamanya.

"Jangan pernah temuin Mama, sebelum dia benar-benar sudah melayani kamu dengan baik sebagai seorang istri." Mama Gistara mendorong pelan bahu sang anak. "Pulang, Linggar!"

Linggar bangkit. "Iya, Ma. Aku pulang."

Aku nggak ngerti sama Mama. Padahal Mama itu perempuan juga, tapi kenapa rasanya Mama nggak punya empati ke Shanum sama sekali? Mama nganggap seakan-akan Shanum itu cuma korban pelecehan biasa. Padahal apa yang di alami Shanum itu lebih dari yang Mama kira, batin Linggar yang hanya bisa pulang dengan segala rasa kecewa. Bahkan nantinya, ia harus berbicara apa pada Shanum? Haruskah ia mengatakan bahwa sang Mama memaafkannya? Dan, apakah Shanum akan percaya?

Entahlah.

Terpopuler

Comments

Hulapao

Hulapao

linggarrr 😭

2022-09-14

1

Santidew

Santidew

bisa-bisanya Gistara

2022-09-02

1

Santidew

Santidew

Linggar Linggar yaampunnnn

2022-09-02

1

lihat semua
Episodes
1 Satu : Pernikahan Tersembunyi
2 Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3 3 : Anak Dan Suami.
4 4 : Hak Dan Kewajiban
5 5 : Ucapan Sambara.
6 6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7 7 : Setara
8 8 : Ingatan Linggar.
9 9 : Bukan Salah Linggar.
10 10 : Kesengajaan.
11 11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12 12 : Bekas Orang Lain.
13 13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14 14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15 15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16 16 :
17 17: Gistara Dan Gumira
18 18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19 19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20 20 : Cassia Upasama.
21 21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22 21 (2) : Pengakuan Shanum.
23 22 :
24 23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25 24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26 25 : Pujian Linggar.
27 26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28 27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29 28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30 29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31 30 : Linggar Murka Pada Lingga
32 31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33 32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34 33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35 34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36 35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37 36 : Sentuhan.
38 37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39 Garis Keturunan Adiwangsa
40 38 : Bersiap Untuk Berangkat
41 39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42 40 : Ibu Kandung Shanum.
43 41 : Ulah Shanum.
44 42 : Tegang.
45 43 : I Would Love You
46 44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47 45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48 46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49 47 : Bulan Madu (1)
50 48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51 49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52 50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53 51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54 52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55 53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56 54 : Keluarga Citaprasada.
57 55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58 56 : Di Kamar Hotel Saja.
59 57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60 58 : Salahku Bukan Salahmu.
61 59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62 60 : Tiba-tiba Pulang.
63 61 : Tiba Di Surabaya.
64 62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65 63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66 64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67 65 : -
68 66 :
69 67 : Surat Dari (M)
70 68 : Jatuh Berdua Lagi.
71 69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72 70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73 71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74 72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75 73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76 74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77 75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78 76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79 76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80 77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81 78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82 79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83 80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84 81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85 82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86 83 : -
87 Sedikit Pemberitahuan.
88 84 : Ke Klinik.
89 85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90 86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91 87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92 88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93 89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94 90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95 91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96 92 : Pengakuan Mesya.
97 93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98 94 : Ketidakjelasan Shanum.
99 95
100 96
101 97
102 98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103 99
104 100 [Pergi]
105 101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106 102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107 103 [Beban Orang-orang]
108 104
109 105
110 106
111 107 [Mengandung?]
112 108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113 108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114 109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115 109 (2)
116 110 (1)
117 110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118 111 (1)
119 111 (2)
120 112 (1)
121 112 (2) Hidden Twin.
122 113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123 113 (2) : POV Shanum.
124 114 (1)
125 114 (2)
126 Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Satu : Pernikahan Tersembunyi
2
Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3
3 : Anak Dan Suami.
4
4 : Hak Dan Kewajiban
5
5 : Ucapan Sambara.
6
6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7
7 : Setara
8
8 : Ingatan Linggar.
9
9 : Bukan Salah Linggar.
10
10 : Kesengajaan.
11
11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12
12 : Bekas Orang Lain.
13
13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14
14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15
15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16
16 :
17
17: Gistara Dan Gumira
18
18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19
19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20
20 : Cassia Upasama.
21
21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22
21 (2) : Pengakuan Shanum.
23
22 :
24
23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25
24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26
25 : Pujian Linggar.
27
26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28
27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29
28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30
29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31
30 : Linggar Murka Pada Lingga
32
31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33
32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34
33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35
34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36
35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37
36 : Sentuhan.
38
37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39
Garis Keturunan Adiwangsa
40
38 : Bersiap Untuk Berangkat
41
39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42
40 : Ibu Kandung Shanum.
43
41 : Ulah Shanum.
44
42 : Tegang.
45
43 : I Would Love You
46
44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47
45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48
46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49
47 : Bulan Madu (1)
50
48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51
49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52
50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53
51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54
52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55
53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56
54 : Keluarga Citaprasada.
57
55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58
56 : Di Kamar Hotel Saja.
59
57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60
58 : Salahku Bukan Salahmu.
61
59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62
60 : Tiba-tiba Pulang.
63
61 : Tiba Di Surabaya.
64
62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65
63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66
64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67
65 : -
68
66 :
69
67 : Surat Dari (M)
70
68 : Jatuh Berdua Lagi.
71
69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72
70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73
71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74
72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75
73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76
74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77
75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78
76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79
76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80
77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81
78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82
79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83
80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84
81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85
82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86
83 : -
87
Sedikit Pemberitahuan.
88
84 : Ke Klinik.
89
85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90
86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91
87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92
88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93
89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94
90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95
91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96
92 : Pengakuan Mesya.
97
93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98
94 : Ketidakjelasan Shanum.
99
95
100
96
101
97
102
98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103
99
104
100 [Pergi]
105
101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106
102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107
103 [Beban Orang-orang]
108
104
109
105
110
106
111
107 [Mengandung?]
112
108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113
108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114
109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115
109 (2)
116
110 (1)
117
110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118
111 (1)
119
111 (2)
120
112 (1)
121
112 (2) Hidden Twin.
122
113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123
113 (2) : POV Shanum.
124
114 (1)
125
114 (2)
126
Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!