Sambara sudah pulang. Linggar kembali bekerja. Jika mengingat-ingat ucapan Kakak iparnya, sejujurnya ia sedikit terluka. Bagaimana bisa Sambara berpikir bahwa ia akan menyewa wanita untuk memuaskan diri? Sedangkan, cinta yang di milikinya pada Shanum lebih besar dari rasa ia ingin menyentuh istrinya.
Ia tahu mungkin orang-orang tidak akan pernah percaya. Karena kenyataan yang ia tahu, hubungan intim dalam pernikahan pun bisa di bilang mempererat kedua pasangan. Namun bagi Linggar, tidak. Hidup bersama dengan saling mengerti pun, itu sudah lebih dari mempererat benang merah pernikahan ini.
Walau lagi-lagi Papanya---Gumira pun tidak akan percaya. Linggar akan tetap memberi pengertian. Karena diri ini adalah miliknya. Dan yang bisa menyimpulkan bertahan tidaknya ia dalam menahan sesuatu yang seharusnya adalah dirinya sendiri. Bukan Sambara, bukan juga Gumira.
"Tuan Muda Linggar, sibuk banget, yak?"
Lamunan Linggar pecah saat mendengar suara tidak asing dari saudara kembarnya. "Ngapain lo ke sini?"
"Nggak pa-pa. Mau mampir aja. Masa nggak boleh," ujar Lingga yang mengambil duduk di sofa hitam yang berhadap-hadapan dengan Linggar.
"Kerjaan lo emang udah beres?" tanya Linggar yang menatap datar.
"Lumayan." Lingga merenggangkan otot tubuhnya. "50 persen beres. Gue rencana mau pindah kerja lagi deh."
"Pindah ke mana lagi? Lo itu nggak bisa gitu mantap ke satu bidang?" tanya Linggar kesal.
Lingga mengangkat bahu. "Nggak tahu juga. Gue jelajahi aja kali ya semua bisnis keluarga kita?"
"Terserah lo!"
Gawai Linggar yang berada di meja bergetar beberapa kali. Ada notifikasi masuk. Ia kira pekerjaan, ia kira juga mungkin keluarganya. Namun ternyata, siapa sangka itu adalah Shanum!
Shanum
Linggar, kamu sibuk?
^^^Enggak, Sayang. Ada apa?^^^
Shanum
(Kirim gambar)
Aku mau beli alat lukis baru kayak gini, buat di sekolah khusus wanita aku.
Menurut kamu gimana?
Linggar membuka gambar yang di kirim istrinya. Ia memperhatikan secara detail. Kemudian membalas.
^^^Bagus, Sayang.^^^
Shanum
Ya udah. Aku beli.
Oh iya, aku udah kirimi desain yang kira-kira aku mau buat sekolah, ke alamat email kamu.
Sekejap tangan Linggar berpindah pada laptop, membuka email dan melihat apa yang di kirim istrinya.
^^^Iya, Sayang. Aku udah lihat.^^^
^^^Selera kamu bagus.^^^
Shanum
Ya udah.
Nanti kamu pulang kayak biasanya?
^^^Iya, Sayang.^^^
Shanum
Aku mau masakin kamu.
Kamu mau makan apa?
^^^Apa yang kamu masak aku makan, Sayang.^^^
Shanum
Ya udah.
Semangat kerjanya, Linggar.
Seulas senyum tipis Linggar tampakkan. Ia memilih untuk tidak membalas pesan terakhir itu. Karena sejujurnya ia berdebar-debar, Shanum sangat jarang mengirimnya pesan singkat seperti ini.
"Wah gila! Senyum-senyum sendiri!"
Linggar menatap lurus pada Lingga. "Lo ngapain sewot? Nggak suka? Pergi sana lo!"
"Anjir." Lingga menggeleng tidak habis pikir. Jeda beberapa detik Lingga kembali berujar, "Gue bener-bener nggak ngerti sama lo, Gar. Lo udah nikah. Tapi kayak orang yang belum nikah. Lo bisa gitu hidup tanpa publikasi hubungan yang ... sakral, ini? Kalau sekedar pacaran oke-oke aja. Tapi ini pernikahan. Jatuhnya lo sama Shanum kayak nikah kontrak aja takut semua orang tahu."
"Apa peduli lo? Nggak usah ikut campur," ketus Linggar.
Lingga berdecak. "Gue kalau jadi lo nggak mau."
"Kalau lo setuju cuma karena Shanum yang minta. Berarti lo ngedukung istri lo itu buat nggak sembuh." Lingga menatap, saudara kembarnya yang menatapi datar. "Bro, apa salahnya sama pernikahan ini? Semua orang harus tahu kalau Shanum istri lo, dan lo itu suami Shanum. Biar cewek-cewek sadar diri, nggak sembarangan deketin lo. Lagian juga siapa yang jamin Shanum nggak cemburu? Siapa juga yang jamin kalau Shanum nggak ngira lo macem-macem di luar?"
Linggar terdiam.
"Gue nggak bakal tanya lo udah ml atau belum sama dia. Itu urusan rumah tangga lo. Tapi gue setuju sama Mama. Pernikahan lo ini harus secepatnya orang-orang tahu. Udah lima bulan juga, kan? Kalau tiba-tiba istri lo hamil? Lo mau Kakek sama Mama, Papa malu?" lanjut Lingga.
Lo nggak bakalan ngerti, Lingga, batin Linggar.
"Atau kalau mungkin lo belum ml sama dia. Terus tiba-tiba Sambara lihat lo jalan cewek lain? Lo bisa jamin Kakak ipar lo itu nggak berpikir yang bukan-bukan?" Lingga menyikap rambutnya ke belakang.
"Udah selesai lo bacotnya?" ujar Linggar.
Lingga berdiri. "Sebenarnya, belum. Tapi lo udah sewot banget. Gue balik!"
Jika dikatakan bosan atau tidak di rumah. Sejujurnya Shanum sedikit bosan. Sedari tadi ia membuka aplikasi belanja online untuk mencari-cari barang yang cocok di sekolah lukisnya. Namun saat sedang asik, dan melihat ke bagian bawah. Ia melihat ada toko yang menjual baju tidur wanita. Ah, tidak. Lebih tepatnya ini, lingerie.
Bagus, batinnya.
Tapi sayangnya, ia tidak punya keberanian untuk memakai. Padahal ... sejujurnya, ia ingin. Akh, sialan! Netranya melebar, ia tidak sengaja meng-klik pesanan! "Gimana ini? Cara---aduh, batalin pesanannya gimana?"
"Nona Shanum, permisi."
Gawainya terjatuh dari genggaman. Saat mendengar suara dari salah satu pelayan rumah. "Iya, Bi? Ada apa?"
"Tuan Muda Linggar sudah datang, Non."
Linggar datang? Ah, kenapa tadi bisa kepencet, sih? batin Shanum pasrah yang langsung berdiri. "Iya, Bi. Saya keluar habis ini."
Shanum terburu-buru memasang kerudungnya. Lalu keluar dari kamar, tetapi sejenak ia melihat dari jendela luar, mobil Linggar baru saja di masukkan bagasi. Namun di sana hanya ada sopir, di mana suaminya?
"Sayang?"
Shanum terkejut. "Astaghfirullah, Linggar."
"Kamu ngapain, Sayang?"
Shanum menggelengkan kepala. "A-aku cuma lihat keluar. A-ku pikir ... kamu belum masuk."
"Aku udah masuk." Linggar mendekatkan tangan kanannya. "Mau salim?"
"I-iya lah." Shanum mengambil tangan Linggar dan mengecup singkat punggung tangan suaminya. "Aku udah siapin makannya. Kamu mau mandi dulu?"
"Enggak. Tapi aku mau ke kamar mandi sebentar, Sayang."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Hulapao
shanum lucu jugak wkwk
Save You hadir lagi kak 🥰
2022-09-17
1
Yen Lamour
Cowo model macam linggar cmn di novel adanya kali yak 😝
2022-05-16
1
Rama Sakha Samosir
semangat mbak, 😍😍😍😍😍
2022-05-13
3