6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur

Sambara sudah pulang. Linggar kembali bekerja. Jika mengingat-ingat ucapan Kakak iparnya, sejujurnya ia sedikit terluka. Bagaimana bisa Sambara berpikir bahwa ia akan menyewa wanita untuk memuaskan diri? Sedangkan, cinta yang di milikinya pada Shanum lebih besar dari rasa ia ingin menyentuh istrinya.

Ia tahu mungkin orang-orang tidak akan pernah percaya. Karena kenyataan yang ia tahu, hubungan intim dalam pernikahan pun bisa di bilang mempererat kedua pasangan. Namun bagi Linggar, tidak. Hidup bersama dengan saling mengerti pun, itu sudah lebih dari mempererat benang merah pernikahan ini.

Walau lagi-lagi Papanya---Gumira pun tidak akan percaya. Linggar akan tetap memberi pengertian. Karena diri ini adalah miliknya. Dan yang bisa menyimpulkan bertahan tidaknya ia dalam menahan sesuatu yang seharusnya adalah dirinya sendiri. Bukan Sambara, bukan juga Gumira.

"Tuan Muda Linggar, sibuk banget, yak?"

Lamunan Linggar pecah saat mendengar suara tidak asing dari saudara kembarnya.  "Ngapain lo ke sini?"

"Nggak pa-pa. Mau mampir aja. Masa nggak boleh," ujar Lingga yang mengambil duduk di sofa hitam yang berhadap-hadapan dengan Linggar.

"Kerjaan lo emang udah beres?" tanya Linggar yang menatap datar.

"Lumayan." Lingga merenggangkan otot tubuhnya. "50 persen beres. Gue rencana mau pindah kerja lagi deh."

"Pindah ke mana lagi? Lo itu nggak bisa gitu mantap ke satu bidang?" tanya Linggar kesal.

Lingga mengangkat bahu. "Nggak tahu juga. Gue jelajahi aja kali ya semua bisnis keluarga kita?"

"Terserah lo!"

Gawai Linggar yang berada di meja bergetar beberapa kali. Ada notifikasi masuk. Ia kira pekerjaan, ia kira juga mungkin keluarganya. Namun ternyata, siapa sangka itu adalah Shanum!

Shanum

Linggar, kamu sibuk?

^^^Enggak, Sayang. Ada apa?^^^

Shanum

(Kirim gambar)

Aku mau beli alat lukis baru kayak gini, buat di sekolah khusus wanita aku.

Menurut kamu gimana?

Linggar membuka gambar yang di kirim istrinya. Ia memperhatikan secara detail. Kemudian membalas.

^^^Bagus, Sayang.^^^

Shanum

Ya udah. Aku beli.

Oh iya, aku udah kirimi desain yang kira-kira aku mau buat sekolah, ke alamat email kamu.

Sekejap tangan Linggar berpindah pada laptop, membuka email dan melihat apa yang di kirim istrinya.

^^^Iya, Sayang. Aku udah lihat.^^^

^^^Selera kamu bagus.^^^

Shanum

Ya udah.

Nanti kamu pulang kayak biasanya?

^^^Iya, Sayang.^^^

Shanum

Aku mau masakin kamu.

Kamu mau makan apa?

^^^Apa yang kamu masak aku makan, Sayang.^^^

Shanum

Ya udah.

Semangat kerjanya, Linggar.

Seulas senyum tipis Linggar tampakkan. Ia memilih untuk tidak membalas pesan terakhir itu. Karena sejujurnya ia berdebar-debar, Shanum sangat jarang mengirimnya pesan singkat seperti ini.

"Wah gila! Senyum-senyum sendiri!"

Linggar menatap lurus pada Lingga. "Lo ngapain sewot? Nggak suka? Pergi sana lo!"

"Anjir." Lingga menggeleng tidak habis pikir. Jeda beberapa detik Lingga kembali berujar, "Gue bener-bener nggak ngerti sama lo, Gar. Lo udah nikah. Tapi kayak orang yang belum nikah. Lo bisa gitu hidup tanpa publikasi hubungan yang ... sakral, ini? Kalau sekedar pacaran oke-oke aja. Tapi ini pernikahan. Jatuhnya lo sama Shanum kayak nikah kontrak aja takut semua orang tahu."

"Apa peduli lo? Nggak usah ikut campur," ketus Linggar.

Lingga berdecak. "Gue kalau jadi lo nggak mau."

"Kalau lo setuju cuma karena Shanum yang minta. Berarti lo ngedukung istri lo itu buat nggak sembuh." Lingga menatap, saudara kembarnya yang menatapi datar. "Bro, apa salahnya sama pernikahan ini? Semua orang harus tahu kalau Shanum istri lo, dan lo itu suami Shanum. Biar cewek-cewek sadar diri, nggak sembarangan deketin lo. Lagian juga siapa yang jamin Shanum nggak cemburu? Siapa juga yang jamin kalau Shanum nggak ngira lo macem-macem di luar?"

Linggar terdiam.

"Gue nggak bakal tanya lo udah ml atau belum sama dia. Itu urusan rumah tangga lo. Tapi gue setuju sama Mama. Pernikahan lo ini harus secepatnya orang-orang tahu. Udah lima bulan juga, kan? Kalau tiba-tiba istri lo hamil? Lo mau Kakek sama Mama, Papa malu?" lanjut Lingga.

Lo nggak bakalan ngerti, Lingga, batin Linggar.

"Atau kalau mungkin lo belum ml sama dia. Terus tiba-tiba Sambara lihat lo jalan cewek lain? Lo bisa jamin Kakak ipar lo itu nggak berpikir yang bukan-bukan?" Lingga menyikap rambutnya ke belakang.

"Udah selesai lo bacotnya?" ujar Linggar.

Lingga berdiri. "Sebenarnya, belum. Tapi lo udah sewot banget. Gue balik!"

Jika dikatakan bosan atau tidak di rumah. Sejujurnya Shanum sedikit bosan. Sedari tadi ia membuka aplikasi belanja online untuk mencari-cari barang yang cocok di sekolah lukisnya. Namun saat sedang asik, dan melihat ke bagian bawah. Ia melihat ada toko yang menjual baju tidur wanita. Ah, tidak. Lebih tepatnya ini, lingerie.

Bagus, batinnya.

Tapi sayangnya, ia tidak punya keberanian untuk memakai. Padahal ... sejujurnya, ia ingin. Akh, sialan! Netranya melebar, ia tidak sengaja meng-klik pesanan! "Gimana ini? Cara---aduh, batalin pesanannya gimana?"

"Nona Shanum, permisi."

Gawainya terjatuh dari genggaman. Saat mendengar suara dari salah satu pelayan rumah. "Iya, Bi? Ada apa?"

"Tuan Muda Linggar sudah datang, Non."

Linggar datang? Ah, kenapa tadi bisa kepencet, sih? batin Shanum pasrah yang langsung berdiri. "Iya, Bi. Saya keluar habis ini."

Shanum terburu-buru memasang kerudungnya. Lalu keluar dari kamar, tetapi sejenak ia melihat dari jendela luar, mobil Linggar baru saja di masukkan bagasi. Namun di sana hanya ada sopir, di mana suaminya?

"Sayang?"

Shanum terkejut. "Astaghfirullah, Linggar."

"Kamu ngapain, Sayang?"

Shanum menggelengkan kepala. "A-aku cuma lihat keluar. A-ku pikir ... kamu belum masuk."

"Aku udah masuk." Linggar mendekatkan tangan kanannya. "Mau salim?"

"I-iya lah." Shanum mengambil tangan Linggar dan mengecup singkat punggung tangan suaminya. "Aku udah siapin makannya. Kamu mau mandi dulu?"

"Enggak. Tapi aku mau ke kamar mandi sebentar, Sayang."

Terpopuler

Comments

Hulapao

Hulapao

shanum lucu jugak wkwk

Save You hadir lagi kak 🥰

2022-09-17

1

Yen Lamour

Yen Lamour

Cowo model macam linggar cmn di novel adanya kali yak 😝

2022-05-16

1

Rama Sakha Samosir

Rama Sakha Samosir

semangat mbak, 😍😍😍😍😍

2022-05-13

3

lihat semua
Episodes
1 Satu : Pernikahan Tersembunyi
2 Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3 3 : Anak Dan Suami.
4 4 : Hak Dan Kewajiban
5 5 : Ucapan Sambara.
6 6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7 7 : Setara
8 8 : Ingatan Linggar.
9 9 : Bukan Salah Linggar.
10 10 : Kesengajaan.
11 11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12 12 : Bekas Orang Lain.
13 13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14 14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15 15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16 16 :
17 17: Gistara Dan Gumira
18 18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19 19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20 20 : Cassia Upasama.
21 21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22 21 (2) : Pengakuan Shanum.
23 22 :
24 23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25 24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26 25 : Pujian Linggar.
27 26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28 27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29 28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30 29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31 30 : Linggar Murka Pada Lingga
32 31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33 32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34 33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35 34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36 35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37 36 : Sentuhan.
38 37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39 Garis Keturunan Adiwangsa
40 38 : Bersiap Untuk Berangkat
41 39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42 40 : Ibu Kandung Shanum.
43 41 : Ulah Shanum.
44 42 : Tegang.
45 43 : I Would Love You
46 44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47 45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48 46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49 47 : Bulan Madu (1)
50 48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51 49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52 50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53 51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54 52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55 53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56 54 : Keluarga Citaprasada.
57 55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58 56 : Di Kamar Hotel Saja.
59 57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60 58 : Salahku Bukan Salahmu.
61 59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62 60 : Tiba-tiba Pulang.
63 61 : Tiba Di Surabaya.
64 62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65 63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66 64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67 65 : -
68 66 :
69 67 : Surat Dari (M)
70 68 : Jatuh Berdua Lagi.
71 69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72 70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73 71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74 72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75 73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76 74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77 75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78 76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79 76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80 77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81 78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82 79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83 80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84 81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85 82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86 83 : -
87 Sedikit Pemberitahuan.
88 84 : Ke Klinik.
89 85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90 86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91 87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92 88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93 89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94 90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95 91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96 92 : Pengakuan Mesya.
97 93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98 94 : Ketidakjelasan Shanum.
99 95
100 96
101 97
102 98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103 99
104 100 [Pergi]
105 101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106 102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107 103 [Beban Orang-orang]
108 104
109 105
110 106
111 107 [Mengandung?]
112 108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113 108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114 109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115 109 (2)
116 110 (1)
117 110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118 111 (1)
119 111 (2)
120 112 (1)
121 112 (2) Hidden Twin.
122 113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123 113 (2) : POV Shanum.
124 114 (1)
125 114 (2)
126 Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Satu : Pernikahan Tersembunyi
2
Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3
3 : Anak Dan Suami.
4
4 : Hak Dan Kewajiban
5
5 : Ucapan Sambara.
6
6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7
7 : Setara
8
8 : Ingatan Linggar.
9
9 : Bukan Salah Linggar.
10
10 : Kesengajaan.
11
11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12
12 : Bekas Orang Lain.
13
13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14
14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15
15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16
16 :
17
17: Gistara Dan Gumira
18
18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19
19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20
20 : Cassia Upasama.
21
21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22
21 (2) : Pengakuan Shanum.
23
22 :
24
23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25
24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26
25 : Pujian Linggar.
27
26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28
27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29
28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30
29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31
30 : Linggar Murka Pada Lingga
32
31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33
32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34
33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35
34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36
35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37
36 : Sentuhan.
38
37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39
Garis Keturunan Adiwangsa
40
38 : Bersiap Untuk Berangkat
41
39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42
40 : Ibu Kandung Shanum.
43
41 : Ulah Shanum.
44
42 : Tegang.
45
43 : I Would Love You
46
44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47
45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48
46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49
47 : Bulan Madu (1)
50
48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51
49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52
50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53
51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54
52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55
53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56
54 : Keluarga Citaprasada.
57
55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58
56 : Di Kamar Hotel Saja.
59
57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60
58 : Salahku Bukan Salahmu.
61
59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62
60 : Tiba-tiba Pulang.
63
61 : Tiba Di Surabaya.
64
62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65
63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66
64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67
65 : -
68
66 :
69
67 : Surat Dari (M)
70
68 : Jatuh Berdua Lagi.
71
69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72
70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73
71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74
72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75
73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76
74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77
75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78
76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79
76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80
77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81
78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82
79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83
80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84
81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85
82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86
83 : -
87
Sedikit Pemberitahuan.
88
84 : Ke Klinik.
89
85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90
86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91
87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92
88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93
89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94
90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95
91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96
92 : Pengakuan Mesya.
97
93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98
94 : Ketidakjelasan Shanum.
99
95
100
96
101
97
102
98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103
99
104
100 [Pergi]
105
101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106
102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107
103 [Beban Orang-orang]
108
104
109
105
110
106
111
107 [Mengandung?]
112
108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113
108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114
109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115
109 (2)
116
110 (1)
117
110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118
111 (1)
119
111 (2)
120
112 (1)
121
112 (2) Hidden Twin.
122
113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123
113 (2) : POV Shanum.
124
114 (1)
125
114 (2)
126
Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!