15 : Menghindar Berkedok Kesibukan

Dua hari berlalu. Tepatnya sekarang hari Kamis. Linggar telah berusaha keras menjaga jarak dari Shanum, tanpa membuat istrinya itu berpikir yang tidak-tidak. Namun sore ini tepat setelah Shanum pulang dari melihat lahan sekolah. Istrinya itu tiba-tiba saja datang ke Lazuardi Hotel, memintanya duduk bersama dan berbicara.

Linggar tentu tiada pilihan selain setuju.

"A-ku buat salah, ya? Kamu kelihatan menghindar dari aku akhir-akhir ini," ujar Shanum yang mencengkram gamis yang dipakainyanya erat.

"Enggak, Sayang. Aku biasa aja, kok. Aku nggak merasa menghindari kamu. Aku kan udah bilang akhir-akhir ini aku memang agak sibuk," elak Linggar mencoba menyakinkan Shanum.

Shanum terdiam.

"Aku cuma sibuk, Sayang," ulang Linggar, lagi.

"Sesibuk itu, ya, kamu?" Shanum menunduk. "Sampai berangkat pagi buta, pulang pun kamu dini hari. Aku bahkan nggak bisa ketemu kamu, atau bahkan sekedar lihat kamu."

Linggar mengaku ini salah. Tetapi ini adalah pilihan yang tepat, karena ia takut tidak bisa menahan hasratnya. "Aku memang sibuk. Akhir-akhir ini banyak yang wedding di Hotel, Sayang. Aku bantu-bantu staf aku."

Shanum hanya mengangguk.

"Iris ... sekertaris kamu itu ..." Shanum menatap Linggar ragu-ragu. "Jadwal berangkatnya sama kayak kamu?"

"Iya. Karena Iris sekertaris aku," jawab Linggar singkat yang berpura-pura sibuk dengan berkas-berkas entah apa ini. "Bahkan dia bisa berangkat lebih awal dari aku."

"Dia punya suami?"

Pertanyaan Shanum yang tiba-tiba membuat Linggar langsung menatap istrinya itu. "Dia belum menikah," jawabnya.

"Punya pacar?"

Linggar mengangkat bahu. Matanya kembali fokus berpura-pura pada berkas. "Aku Bosnya. Bukan Ayahnya. Mana aku tahu, Sayang."

"Dia ... cantik, Linggar."

Linggar memilih mengakhiri kepura-puraannya. Ia meletakkan berkas dan menatap Shanum lekat-lekat. "Dia perempuan jelas cantik, kan? Begitu juga dengan Tania, Bu Prita. Semua yang berjenis kelamin perempuan cantik."

Shanum mengangguk pelan.

"Tapi kamu ... maksudku ... kamu nggak tertarik sama Iris?" tanya Shanum terbata-bata.

Linggar menatapnya.

"A-aku nggak mau dengar berita dari luar, ti-tiba-tiba ada yang bilang kalau Linggar Adiwangsa punya hubungan---"

"Hubungan sama siapa, Shanum?" Linggar menjeda. "Iris? Enggak akan. Kamu lupa? Kalau buat jadi menantu keluarga Adiwangsa itu nggak sembarang orang. Iris itu memang cantik dan berprestasi. Tapi dia nggak termasuk kriteria menantu yang di mau sama Kakek."

Shanum diam. Entah mengapa ia jadi berpikir, apakah ia termasuk dalam kriteria menantu idaman Kakek Manggala? Hingga beliau menerima pernikahannya dengan Linggar. Padahal beliau tahu bahwa ia adalah korban dari kasus ruda paksa itu.

"Lagi pula, aku lebih suka bekerja sama dengan orang asing. Aku nggak suka melibatkan perasaan atau semacamnya dalam perkerjaan. Karena itu sangat mengganggu, Shanum," lanjut Linggar.

Shanum selalu paham jika Linggar sudah menyebut namanya, berarti lelaki itu sedang tegas dan serius. Tetapi hati siapa yang tahu? Sering bertemu dengan Iris bisa saja membuat Linggar memiliki perasaan lebih.

Lagi pulanya juga. Cantik kamu ke mana-mana, batin Linggar. "Udah, nggak usah bahas ini, Sayang. Kamu tadi gimana lihat lahan sekolahnya?"

"Bagus." Shanum melirik ke arah lain. "Aku boleh tanya?"

"Tanya apa?"

"Katamu hari ini libur. Tanggal delapan belas, kamu bilang, udah ambil libur buat anterin aku lihat lahan sekolah." Shanum berdeham. "Tapi kenapa tiba-tiba batal? Sesibuk-sibuknya kamu jadi manajer ka-kalau udah ambil hari libur ... pasti libur, kan?"

Sial. Gue lupa. Gue janjiin Shanum, batin Linggar yang bingung untuk mengelak. "Maaf, Sayang. Aku lupa. Semua juga kayak yang kamu lihat, kan? Aku sibuk, Sayang."

Shanum hanya mengangguk. Kemudian ia bangkit. "Kalau gitu aku pulang. Maaf aku ganggu kamu kerja. Assalamualaikum."

"Aku antar aja---"

"Enggak usah. Assalamualaikum."

"Waalaikumussalam."

"Tuan Muda ingin makan malam apa?" tanya Iris.

Linggar meletakkan gawainya. Ia menatap Iris sejenak. "Saya sedang tidak ingin makan malam. Tapi jika chef membuat menu kebab malam ini ... bisa tolong kamu siapkan, Iris?"

"Baik, Tuan Muda."

Iris pamit.

Linggar langsung mematikan komputer dan mengangkat kepala. Lelah, rasanya. Belum lagi pikiran yang bertambah karena Shanum berpikir ia memiliki perasaan pada Iris yang jelas-jelas saja tidak mungkin. Lagi pula Iris satu-satunya orang yang tahu bahwa ia telah menikah. Karena lagi-lagi Iris adalah sekertarisnya, perempuan itu setidaknya harus tahu bahwa ia telah menikah.

Anggap saja kesadaran dini supaya Iris tidak berpikir untuk menjadi kekasihnya.

Drrrtt.

Gawainya yang berada di samping meja bergetar. Ada satu notifikasi masuk dari Kak Faleesha.

Kak Fale

Jangan lupa nanti malam datang ke syukuran anaknya Tante Callista.

Linggar menghela napas panjang. Begitu banyak hal yang ia lupa, pertama lupa memenuhi janji pada Shanum. Kedua ia lupa akan syukuran besar, yang diadakan oleh keluarga Adyuta dan Jayantaka. Belum lagi mengenai bulan madu yang di bahas oleh Om Tama.

Sialan. Semua saja ia lupakan.

"Permisi, Tuan Muda."

Pintu ruangannya kembali terbuka. Iris datang dengan kebab yang ia mau. Setidaknya ia berharap makanan ini bisa mengembalikan moodnya yang buruk.

^^^Absen nggak bisa, Kak?^^^

^^^Gue kirim hadiah aja deh.^^^

Kak Fale is calling ...

"Pakai telepon segala," gumam Linggar yang buru-buru mematikan panggilan.

Sedangkan Iris terlihat meletakkan kebab di mejanya. "Silakan, Tuan Muda," ujar Iris.

"Terima kasih."

Iris berdeham. "Tuan Muda ... maaf. Saya ingin izin pulang lebih awal dan saya ingin mengambil cuti besok. Apa boleh?"

"Mendadak." Linggar menatap Iris. "Ada apa memangnya?"

"Ibu saya sakit, Tuan Muda," jawab Iris.

Linggar terdiam sejenak. "Baik. Kamu boleh cuti. Untuk jadwal saya besok. Jangan lupa kamu kirim ke email saya."

"Terima kasih, Tuan Muda."

Iris pergi, pamit pulang. Linggar mengetik pesan untuk Kak Fale.

^^^Iya. Gue dateng, Kak.^^^

Setelahnya ia mencari-cari nomor Shanum dan langsung menghubungi dalam panggilan.

"Halo, Sayang?"

Shanum menjawab, "Assalamualaikum."

"Ah, iya. Waalaikumussalam." Linggar menjeda sejenak. "Sayang, kamu mau ke acara keluarga?"

Hening lima detik Shanum akhirnya berujar, "Acara keluarga kamu?"

"Iya. Syukuran anaknya Tante Callista sama Om Maheer."

Shanum terdiam.

"Sayang?" ulang Linggar.

"Ya-sudah. Mau. Aku tunggu kamu di rumah."

[.]

Maaf jarang update. Ibu saya lagi di RS. Dan saya yang jaga. Tapi Insya Allah tetap saya usahakan nulis.

Terpopuler

Comments

Laksmi Amik

Laksmi Amik

semoga cpt sembuh ibunya y thor

2024-01-13

0

Bintang kejora

Bintang kejora

Smoga ibunya cpt sehat kembali ya Thor.
Ttp semangat 💪🏻💪🏻💪🏻 & jaga kesehatan 😷😷..

2022-06-14

3

rumi

rumi

semoga lekas sehat kak

2022-06-09

3

lihat semua
Episodes
1 Satu : Pernikahan Tersembunyi
2 Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3 3 : Anak Dan Suami.
4 4 : Hak Dan Kewajiban
5 5 : Ucapan Sambara.
6 6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7 7 : Setara
8 8 : Ingatan Linggar.
9 9 : Bukan Salah Linggar.
10 10 : Kesengajaan.
11 11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12 12 : Bekas Orang Lain.
13 13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14 14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15 15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16 16 :
17 17: Gistara Dan Gumira
18 18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19 19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20 20 : Cassia Upasama.
21 21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22 21 (2) : Pengakuan Shanum.
23 22 :
24 23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25 24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26 25 : Pujian Linggar.
27 26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28 27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29 28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30 29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31 30 : Linggar Murka Pada Lingga
32 31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33 32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34 33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35 34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36 35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37 36 : Sentuhan.
38 37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39 Garis Keturunan Adiwangsa
40 38 : Bersiap Untuk Berangkat
41 39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42 40 : Ibu Kandung Shanum.
43 41 : Ulah Shanum.
44 42 : Tegang.
45 43 : I Would Love You
46 44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47 45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48 46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49 47 : Bulan Madu (1)
50 48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51 49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52 50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53 51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54 52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55 53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56 54 : Keluarga Citaprasada.
57 55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58 56 : Di Kamar Hotel Saja.
59 57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60 58 : Salahku Bukan Salahmu.
61 59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62 60 : Tiba-tiba Pulang.
63 61 : Tiba Di Surabaya.
64 62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65 63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66 64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67 65 : -
68 66 :
69 67 : Surat Dari (M)
70 68 : Jatuh Berdua Lagi.
71 69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72 70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73 71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74 72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75 73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76 74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77 75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78 76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79 76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80 77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81 78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82 79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83 80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84 81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85 82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86 83 : -
87 Sedikit Pemberitahuan.
88 84 : Ke Klinik.
89 85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90 86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91 87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92 88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93 89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94 90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95 91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96 92 : Pengakuan Mesya.
97 93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98 94 : Ketidakjelasan Shanum.
99 95
100 96
101 97
102 98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103 99
104 100 [Pergi]
105 101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106 102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107 103 [Beban Orang-orang]
108 104
109 105
110 106
111 107 [Mengandung?]
112 108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113 108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114 109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115 109 (2)
116 110 (1)
117 110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118 111 (1)
119 111 (2)
120 112 (1)
121 112 (2) Hidden Twin.
122 113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123 113 (2) : POV Shanum.
124 114 (1)
125 114 (2)
126 Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Satu : Pernikahan Tersembunyi
2
Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3
3 : Anak Dan Suami.
4
4 : Hak Dan Kewajiban
5
5 : Ucapan Sambara.
6
6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7
7 : Setara
8
8 : Ingatan Linggar.
9
9 : Bukan Salah Linggar.
10
10 : Kesengajaan.
11
11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12
12 : Bekas Orang Lain.
13
13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14
14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15
15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16
16 :
17
17: Gistara Dan Gumira
18
18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19
19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20
20 : Cassia Upasama.
21
21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22
21 (2) : Pengakuan Shanum.
23
22 :
24
23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25
24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26
25 : Pujian Linggar.
27
26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28
27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29
28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30
29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31
30 : Linggar Murka Pada Lingga
32
31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33
32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34
33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35
34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36
35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37
36 : Sentuhan.
38
37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39
Garis Keturunan Adiwangsa
40
38 : Bersiap Untuk Berangkat
41
39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42
40 : Ibu Kandung Shanum.
43
41 : Ulah Shanum.
44
42 : Tegang.
45
43 : I Would Love You
46
44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47
45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48
46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49
47 : Bulan Madu (1)
50
48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51
49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52
50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53
51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54
52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55
53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56
54 : Keluarga Citaprasada.
57
55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58
56 : Di Kamar Hotel Saja.
59
57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60
58 : Salahku Bukan Salahmu.
61
59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62
60 : Tiba-tiba Pulang.
63
61 : Tiba Di Surabaya.
64
62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65
63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66
64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67
65 : -
68
66 :
69
67 : Surat Dari (M)
70
68 : Jatuh Berdua Lagi.
71
69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72
70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73
71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74
72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75
73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76
74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77
75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78
76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79
76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80
77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81
78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82
79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83
80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84
81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85
82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86
83 : -
87
Sedikit Pemberitahuan.
88
84 : Ke Klinik.
89
85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90
86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91
87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92
88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93
89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94
90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95
91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96
92 : Pengakuan Mesya.
97
93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98
94 : Ketidakjelasan Shanum.
99
95
100
96
101
97
102
98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103
99
104
100 [Pergi]
105
101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106
102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107
103 [Beban Orang-orang]
108
104
109
105
110
106
111
107 [Mengandung?]
112
108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113
108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114
109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115
109 (2)
116
110 (1)
117
110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118
111 (1)
119
111 (2)
120
112 (1)
121
112 (2) Hidden Twin.
122
113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123
113 (2) : POV Shanum.
124
114 (1)
125
114 (2)
126
Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!