3 : Anak Dan Suami.

Aku nggak bohong. Kamu harus percaya, Shanum, batin Linggar yang menatapi sang istri seperti gugup, berkeringat dingin dan tangan kurus itu mencengkeram kuat gamis yang dipakai.

"Shanum ..."

Shanum menunduk dan menggeleng. "Kamu ... bohong. Ka-mu kenapa bentak ... Mama, Linggar?"

"Aku nggak bentak Mama, Sayang. Aku cuma nggak sengaja aja bicara keras ke Mama." Linggar selalu sulit untuk berhadapan dengan Shanum. Spontanitasnya selalu saja menyentuh, dan Shanum tidak akan pernah bisa semudah itu menerima. "Coba kamu lihat aku."

Shanum menggeleng. "A-aku denger semuanya."

Linggar memejamkan mata sejenak. Sialan. Mengapa harus seperti ini? Bukankah ia berjanji untuk membahagiakan Shanum? Tetapi mengapa berakhir menyakiti Shanum seperti ini?

"Sayang." Perlahan-lahan Linggar menyentuh tangan Shanum. "Aku izin sentuh."

Shanum masih tertunduk.

"Jangan dengerin apapun yang di ucapin sama Mama. Karena menurut aku yang salah di sini itu Mama---"

Shanum langsung mendongak dan menyanggah, "Enggak, Linggar. Ke-napa kamu nyalahin Mama? Yang salah itu aku. Yang salah juga pernikahan kita ini. Kenapa ... kenapa kamu mau menikah sama aku? Bahkan dalam ... kurun waktu lima bulan pun aku nggak bisa menyesuaikan diri. Aku nggak bisa jadi me-nantu yang Mama mau. Aku juga nggak bisa jadi istri seperti wanita lain yang sudah menikah. Aku ..."

"Enggak-enggak, Sayang. Enggak. Nggak ada yang salah sama kamu, nggak ada yang salah sama pernikahan kita." Tangan Linggar yang semula berada di jari jemari, kini mengusap lembut pipi sang istri yang menitikkan air mata. "Jangan nangis gini. Aku jadi ikut sakit."

"Mama jadi marah sama kamu ... itu semua karena aku, Linggar." Shanum mengusap-usap ekor matanya. "Toh, yang di bilang Mama bener. Kamu itu pemimpin dalam pernikahan ini, ka-mu yang berhak menentuin semua. Aku ini cuma istri ... yang harus menurut dan melayani suaminya. A-aku ... nggak berhak larang kamu. Bahkan ... kamu ... nggak perlu izin aku buat ... nyentuh tubuh aku di bagian mana pun---"

"Enggak, Sayang. Berhenti. Jangan bicara apa-apa lagi." Ma, kenapa sih? Mama kenapa harus kayak gini ke istri aku? lanjut Linggar dalam hati. "Dengerin aku."

"Pernikahan ini pilihan hidupku. Dan aku tahu Mama itu yang melahirkan aku, tapi kesalahan manusia itu nggak bisa di ukur dari tua mudanya, kan? Sekali pun Mama itu Ibuku, kalau beliau salah apa aku harus bela?" Linggar menatap dalam pada mata Shanum. "Aku sayang sama Mama. Aku marah, aku ngebentak beliau pun karena spontanitas aku yang udah nggak tahan denger Mama gituin kamu, Sayang."

"Aku ini emang anak Mama. Tapi aku ini juga suami kamu. Siapa yang jamin aku nggak berdosa waktu biarin Mama bicara begitu tentang kamu? Tugas aku itu nggak sekedar nafkahi kamu aja, aku juga menjamin kesehatan batin kamu. Apalagi kamu bilang, kamu denger semua ucapan Mama," lanjut Linggar.

Shanum semakin terisak-isak. Tangannya spontan menyusup pada pinggang Linggar, tanpa sadar memeluk suaminya dengan begitu erat. "Ta-tapi kamu nggak harus kayak gitu ke Mama."

Shanum ... kamu peluk aku? batin Linggar yang berdebar-debar merasakan sentuhan yang di mulai dari Shanum untuk pertama kalinya.

"Nanti malam kamu ke rumah. Kamu minta maaf ke Mama," lanjut Shanum.

Linggar hanya mengangguk dengan hati yang benar-benar tidak karuan saat merasakan dekapan hangat ini.

"Linggar?"

"Iya, Sayang. Tapi kamu harus ikut."

Spontan Shanum melepaskan dekapannya. "A-aku di rumah ... saja."

"Kalau aku datang minta maaf ke Mama, pasti di sana bakalan ada Papa. Aku yakin Papa juga pasti tanya. Bahkan nggak segan Papa juga menilai siapa yang benar dan salah."

Shanum menggeleng. "Jangan sampai Papa tahu, Linggar. Aku nggak mau ... Mama makin nggak suka sama aku."

Disclaimer:

Cerita ini itu mengarah ke pernikahan yang dipenuhi dengan rasa trauma —akibat ruda paksa. Mungkin akan merujuk ke hal-hal dewasa.

Disini akan di bahas tentang dunia malam, pandangan masyarakat/orang terdekat tentang korban, kesehatan mental Shanum, bahkan juga pandangan Linggar sebagai suami —maybe ini si yang seperti akan sering terbahas, karena kan Linggar sama Shanum suami istri. (Jika ada yang tanya saya tahu dari mana? Jelas semua saya riset dari kejadian nyata/lingkungan sekitar, buku-buku yang saya baca, dan hal-hal lainnya. Dan ya ... saya tinggal di kota besar hal yang samar, masih bisa terlihat dan ditela'ah.) Saya memahami bahwa pergaulan bebas adalah kerusakan yang nyata dan meninggalkan bekas, jaga diri kalian dengan sebaik-baiknya.

Dimohonkan kebijakannya dalam membaca, dan ambil serta pahami beberapa pesan moral yang akan saya sampaikan. Hal buruk sebaiknya dibuang. Namun apabila berdampak buruk saat membaca, akan lebih baik tidak usah diteruskan. Cerita ini adalah fiksi. Terimakasih.

Terpopuler

Comments

Laksmi Amik

Laksmi Amik

ok..aku mengerti thor

2024-01-13

0

Hulapao

Hulapao

pgn suami kek linggar :"

haloo kak aku nyicil bacanya yaa
jangan lupa mampir di karya terbaruku 'save you'
thankyouuu ❤

2022-09-13

1

Santidew

Santidew

Huwaaaaa Linggar😭

2022-09-02

1

lihat semua
Episodes
1 Satu : Pernikahan Tersembunyi
2 Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3 3 : Anak Dan Suami.
4 4 : Hak Dan Kewajiban
5 5 : Ucapan Sambara.
6 6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7 7 : Setara
8 8 : Ingatan Linggar.
9 9 : Bukan Salah Linggar.
10 10 : Kesengajaan.
11 11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12 12 : Bekas Orang Lain.
13 13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14 14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15 15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16 16 :
17 17: Gistara Dan Gumira
18 18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19 19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20 20 : Cassia Upasama.
21 21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22 21 (2) : Pengakuan Shanum.
23 22 :
24 23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25 24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26 25 : Pujian Linggar.
27 26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28 27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29 28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30 29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31 30 : Linggar Murka Pada Lingga
32 31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33 32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34 33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35 34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36 35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37 36 : Sentuhan.
38 37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39 Garis Keturunan Adiwangsa
40 38 : Bersiap Untuk Berangkat
41 39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42 40 : Ibu Kandung Shanum.
43 41 : Ulah Shanum.
44 42 : Tegang.
45 43 : I Would Love You
46 44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47 45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48 46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49 47 : Bulan Madu (1)
50 48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51 49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52 50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53 51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54 52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55 53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56 54 : Keluarga Citaprasada.
57 55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58 56 : Di Kamar Hotel Saja.
59 57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60 58 : Salahku Bukan Salahmu.
61 59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62 60 : Tiba-tiba Pulang.
63 61 : Tiba Di Surabaya.
64 62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65 63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66 64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67 65 : -
68 66 :
69 67 : Surat Dari (M)
70 68 : Jatuh Berdua Lagi.
71 69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72 70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73 71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74 72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75 73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76 74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77 75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78 76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79 76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80 77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81 78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82 79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83 80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84 81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85 82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86 83 : -
87 Sedikit Pemberitahuan.
88 84 : Ke Klinik.
89 85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90 86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91 87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92 88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93 89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94 90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95 91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96 92 : Pengakuan Mesya.
97 93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98 94 : Ketidakjelasan Shanum.
99 95
100 96
101 97
102 98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103 99
104 100 [Pergi]
105 101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106 102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107 103 [Beban Orang-orang]
108 104
109 105
110 106
111 107 [Mengandung?]
112 108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113 108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114 109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115 109 (2)
116 110 (1)
117 110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118 111 (1)
119 111 (2)
120 112 (1)
121 112 (2) Hidden Twin.
122 113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123 113 (2) : POV Shanum.
124 114 (1)
125 114 (2)
126 Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Satu : Pernikahan Tersembunyi
2
Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3
3 : Anak Dan Suami.
4
4 : Hak Dan Kewajiban
5
5 : Ucapan Sambara.
6
6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7
7 : Setara
8
8 : Ingatan Linggar.
9
9 : Bukan Salah Linggar.
10
10 : Kesengajaan.
11
11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12
12 : Bekas Orang Lain.
13
13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14
14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15
15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16
16 :
17
17: Gistara Dan Gumira
18
18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19
19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20
20 : Cassia Upasama.
21
21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22
21 (2) : Pengakuan Shanum.
23
22 :
24
23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25
24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26
25 : Pujian Linggar.
27
26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28
27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29
28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30
29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31
30 : Linggar Murka Pada Lingga
32
31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33
32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34
33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35
34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36
35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37
36 : Sentuhan.
38
37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39
Garis Keturunan Adiwangsa
40
38 : Bersiap Untuk Berangkat
41
39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42
40 : Ibu Kandung Shanum.
43
41 : Ulah Shanum.
44
42 : Tegang.
45
43 : I Would Love You
46
44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47
45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48
46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49
47 : Bulan Madu (1)
50
48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51
49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52
50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53
51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54
52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55
53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56
54 : Keluarga Citaprasada.
57
55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58
56 : Di Kamar Hotel Saja.
59
57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60
58 : Salahku Bukan Salahmu.
61
59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62
60 : Tiba-tiba Pulang.
63
61 : Tiba Di Surabaya.
64
62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65
63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66
64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67
65 : -
68
66 :
69
67 : Surat Dari (M)
70
68 : Jatuh Berdua Lagi.
71
69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72
70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73
71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74
72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75
73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76
74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77
75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78
76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79
76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80
77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81
78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82
79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83
80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84
81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85
82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86
83 : -
87
Sedikit Pemberitahuan.
88
84 : Ke Klinik.
89
85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90
86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91
87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92
88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93
89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94
90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95
91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96
92 : Pengakuan Mesya.
97
93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98
94 : Ketidakjelasan Shanum.
99
95
100
96
101
97
102
98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103
99
104
100 [Pergi]
105
101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106
102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107
103 [Beban Orang-orang]
108
104
109
105
110
106
111
107 [Mengandung?]
112
108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113
108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114
109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115
109 (2)
116
110 (1)
117
110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118
111 (1)
119
111 (2)
120
112 (1)
121
112 (2) Hidden Twin.
122
113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123
113 (2) : POV Shanum.
124
114 (1)
125
114 (2)
126
Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!