19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan

"Soal ..." Shanum melirik ke arah lain. "Bulan madu."

"Bulan madu?" ulang Linggar. "Maksud kamu bulan madu yang di tawarkan Om Tama sama Tante Cecil?"

"Iya." Shanum menatap Linggar. "Kenapa kamu nggak cerita soal itu?"

Linggar melangkah melewati Shanum, untuk memasuki kamar. Kemudian ia duduk di ranjang dan menatap istrinya yang masih berdiri. "Kalau aku cerita ... memangnya kamu mau? Aku cuma ngerasa ... hal semacam itu nggak perlu, selama bisa tinggal sama-sama di rumah. Bagi aku setiap harinya itu bulan madu kita."

"Aku juga tahu kalau kamu masih belum mau keluar jauh-jauh, kan?" lanjut Linggar.

Shanum berujar, "Tapi kalau ... ka-kamu mau ... aku bisa usahakan, Linggar."

"Usahakan yang bagaimana, Sayang? Aku bener-bener nggak mau usaha kamu menyulitkan diri kamu sendiri." Linggar menjeda. "Lebih baik aku menolak tawaran---"

"Enggak, jangan!" sanggah Shanum dengan sedikit keras. "Ma-maksudku, jangan gitu, Linggar. Kamu ... kamu sama aja kayak nggak menghargai Om Tama sama Tante Cecilia."

Linggar menatap datar Shanum. "Kalau aku terima. Itu sama aja aku nggak menghargai kamu sebagai istriku, kan? Jadi buat apa, Sayang? Kalau kamu masih belum bisa, aku minta jangan paksa diri kamu. Kalau kamu masih tetep maksa itu bakal berakhir nggak baik."

"Iya. Aku nggak bakal maksa diri aku ... tapi gi-gimana cara kamu bilang ke ... Om Tama? Aku bener-bener nggak mau beliau ngerasa ... nggak di hargai," ujar Shanum pelan.

"Aku tinggal cari alasan yang tepat. Jadi kamu nggak perlu khawatir," akhir Linggar yang mulai menaiki ranjang. "Ayo tidur, Sayang. Kamu pasti capek."

Minggu sore.

Kawasan kafe anak muda yang berada di tengah kota menjadi titik temu Linggar dan Gari. Lelaki dari organisasi ilegal itu nampak membaur menjadi satu dengan anak-anak kota pada umumnya. Paras dan juga pakaian yang di gunakan menampilkan ciri khas orang kota, dan Gari tidak seperti pertemuan pertama yang nampaknya lebih sangar.  Sekarang Gari berkali-kali lipat lebih seperti manusia pada umumnya, tidak seperti orang sewaan.

Tetapi Gari lebih cenderung seperti orang sibuk. Karena lelaki itu membawa iPad yang mana Linggar yakini berisi informasi penting. Tidak lupa Gari juga memakai kaca anti radiasi, mungkin.

"Santai aja. Kayak manusia normal," ucap Gari.

Linggar spontan terkekeh. "Dari dulu gue manusia normal, kok. Lo aja yang kadang-kadang kelihatan nggak normal."

"Sekarang enggak, kan? Gue udah nyamar sebisa mungkin, ya walau risih," keluh Gari.

"Lumayan. Kelihatan manusianya," serius Linggar.

Gari berdecak. "Anjir."

iPad yang semula berada di atas meja yang menghadap pada Gari. Kini di ubah, beralih pada Linggar. "Baca," titah Gari.

Sekitar satu menit Linggar membaca dengan serius, matanya seksama dalam melihat setiap kata yang tersusun. Satu lembar berisi kontrak perjanjian dengan organisasi yang menaungi Gari. Lembaran-lembaran lainnya adalah informasi yang penting. Bahkan spontan membuat Linggar terbelalak.

"Hermawan Upasama keluar?" Mata Linggar menatap Gari. "Siapa yang ngejamin dia? Gila ..."

"Suap?" Gari berdeham, dan menggeser cangkir kopinya ke kiri. "Gue bukan ahli hukum tapi katanya kasus pemerkosaan ini dua belas tahun penjara. Kata Google, sih. Sumbernya terpercaya."

"Tapi kan Hermawan nggak terlibat langsung sama pemerkosaan itu, dia lebih ke penggelapan uang. Dan katanya itu pun di pidana paling lama empat tahun sama bayar denda. Sedangkan sekarang ... berapa tahun berlalu?" ucap Gari.

Linggar menatap serius. "Lima tahun?"

"Lo bisa perpikirain sendiri. Dan yang gue denger dari lapas, beberapa orang bilang, Hermawan nggak ikut campur soal kasus pemerkosaan. Bahkan pengacara dia bilang kalau itu murni kemauan Djoko." Gari memajukan duduknya. "Jadi lo bisa simpulin. Kalau dia masuk penjara karena kasus pengelapan aja. Selebihnya tentang kasus pemerkosaan, dia bebas. Dia diputuskan pengadilan kalau dia nggak terlibat sama sekali."

"Bajingan," gumam Linggar kesal.

"Biasa." Gari tersenyum miring. "Elite global."

"Gue denger-denger sekalipun banyak harta Hermawan yang di sita. Di bisnis-bisnis lainnya dia masih ada pemasukan lho. Dan waktu di periksa sama pihak berwajib hebatnya ... tempat-tempat dia bersih dari yang namanya uang haram," lanjut Gari.

Linggar mencengkram erat meja.

"Hebat juga, sih, dia. Berarti yang di buat bangun bisnis hasil jerih payah sendiri. Atau mungkin itu buat peninggalan dia, ya? Kan Hermawan punya anak satu. Cewek, lagi. Itu ... siapa sih? Ca ... siapa Cas ... Cassia, ya?" ujar Gari, lagi.

Linggar masih membisu, hanya menatapi Gari saja.

"Kalau mau balas dendam. Sekalian aja, deh." Gari mengangkat cangkir kopinya dan meminum sedikit. Kemudian meletakkannya lagi, dan menatap Linggar dengan tersenyum miring. "Cassia. Anak Hermawan itu ... lo mau gue apain dia?"

[.]

Terpopuler

Comments

Laksmi Amik

Laksmi Amik

jngn linggar kasian cassian dia baik lho

2024-01-13

0

Santidew

Santidew

gakbisa kasihan cassia

2022-09-06

2

Bintang kejora

Bintang kejora

Tega lah Linggar membalaskan sakit hatinya pd Cassia, putri Hermawan?! Nyata² ini bkn kesalahan Cassia, dia tdk ada sangkut pautnya dg kesalahan atau kejahatan ayahnya.

2022-06-18

2

lihat semua
Episodes
1 Satu : Pernikahan Tersembunyi
2 Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3 3 : Anak Dan Suami.
4 4 : Hak Dan Kewajiban
5 5 : Ucapan Sambara.
6 6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7 7 : Setara
8 8 : Ingatan Linggar.
9 9 : Bukan Salah Linggar.
10 10 : Kesengajaan.
11 11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12 12 : Bekas Orang Lain.
13 13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14 14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15 15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16 16 :
17 17: Gistara Dan Gumira
18 18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19 19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20 20 : Cassia Upasama.
21 21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22 21 (2) : Pengakuan Shanum.
23 22 :
24 23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25 24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26 25 : Pujian Linggar.
27 26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28 27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29 28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30 29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31 30 : Linggar Murka Pada Lingga
32 31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33 32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34 33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35 34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36 35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37 36 : Sentuhan.
38 37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39 Garis Keturunan Adiwangsa
40 38 : Bersiap Untuk Berangkat
41 39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42 40 : Ibu Kandung Shanum.
43 41 : Ulah Shanum.
44 42 : Tegang.
45 43 : I Would Love You
46 44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47 45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48 46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49 47 : Bulan Madu (1)
50 48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51 49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52 50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53 51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54 52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55 53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56 54 : Keluarga Citaprasada.
57 55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58 56 : Di Kamar Hotel Saja.
59 57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60 58 : Salahku Bukan Salahmu.
61 59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62 60 : Tiba-tiba Pulang.
63 61 : Tiba Di Surabaya.
64 62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65 63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66 64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67 65 : -
68 66 :
69 67 : Surat Dari (M)
70 68 : Jatuh Berdua Lagi.
71 69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72 70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73 71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74 72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75 73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76 74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77 75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78 76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79 76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80 77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81 78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82 79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83 80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84 81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85 82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86 83 : -
87 Sedikit Pemberitahuan.
88 84 : Ke Klinik.
89 85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90 86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91 87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92 88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93 89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94 90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95 91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96 92 : Pengakuan Mesya.
97 93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98 94 : Ketidakjelasan Shanum.
99 95
100 96
101 97
102 98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103 99
104 100 [Pergi]
105 101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106 102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107 103 [Beban Orang-orang]
108 104
109 105
110 106
111 107 [Mengandung?]
112 108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113 108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114 109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115 109 (2)
116 110 (1)
117 110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118 111 (1)
119 111 (2)
120 112 (1)
121 112 (2) Hidden Twin.
122 113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123 113 (2) : POV Shanum.
124 114 (1)
125 114 (2)
126 Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128 HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Satu : Pernikahan Tersembunyi
2
Dua : Sesuatu Hal Yang Mulai Dipermasalahkan
3
3 : Anak Dan Suami.
4
4 : Hak Dan Kewajiban
5
5 : Ucapan Sambara.
6
6 : Orang-orang Yang Mulai Ikut Campur
7
7 : Setara
8
8 : Ingatan Linggar.
9
9 : Bukan Salah Linggar.
10
10 : Kesengajaan.
11
11 : Kenormalan Dan Objektifikasi.
12
12 : Bekas Orang Lain.
13
13 : Kejadian Yang Terbisit Dan Kekhawatiran.
14
14 : Kekhawatiran Sambara Dan Pandangan Mata Linggar.
15
15 : Menghindar Berkedok Kesibukan
16
16 :
17
17: Gistara Dan Gumira
18
18 : Kepantasan Dan Ketidakpantasan
19
19 : Usaha Shanum Dan Sesuatu Yang Gari Sampaikan
20
20 : Cassia Upasama.
21
21 (1) : Berat. Namun Harus Di Bahas.
22
21 (2) : Pengakuan Shanum.
23
22 :
24
23 : Cassia Membenci. Sedangkan, Linggar Merasa Marah.
25
24 : Kamu Mau Ninggalin Aku?
26
25 : Pujian Linggar.
27
26 : Pekerjaan Cassia Dan Rahasia Lingga.
28
27 : Pertemuan Linggar Dan Gari.
29
28 : Spontanitas Yang Tak Terduga.
30
29 : Pikiran Shanum Dan Linggar. Juga Kabar Dari Lingga.
31
30 : Linggar Murka Pada Lingga
32
31 : Derita Yang Lebih Menyakitkan Dari Shanum.
33
32 : Pikiran Shanum Tentang Linggar
34
33 : Alasan Linggar Merasa Malu Dan Perubahan Shanum.
35
34 : Dua Kubu Yang Berbeda
36
35 : Kesenangan Linggar Yang Terselip Kekesalan.
37
36 : Sentuhan.
38
37 : Pertemuan Dengan Iris Dan Beres-beres.
39
Garis Keturunan Adiwangsa
40
38 : Bersiap Untuk Berangkat
41
39 : Batasan Yang Mulai Terkikis Dari Linggar.
42
40 : Ibu Kandung Shanum.
43
41 : Ulah Shanum.
44
42 : Tegang.
45
43 : I Would Love You
46
44 : Tembok Besar Yang Runtuh
47
45 : Shanum Dan Linggar. Mesya Dan Tuan Jaiz.
48
46 : Kepada Mesya, Ibu Dari Shanum. Dan Pertanyaan Tiba-tiba Dari Sambara.
49
47 : Bulan Madu (1)
50
48 : Bulan Madu (2) : Kekhawatiran Berlebih.
51
49 : Bulan Madu (3) : Shanum Kesal.
52
50 : Konflik Batin Shanum Dan Mesya.
53
51 : Bulan Madu (4) : Yang Pertama.
54
52 : Perasaan Shanum Dan Gistara.
55
53 : Mendekam Di Kamar Hotel Dan Menerima Telepon.
56
54 : Keluarga Citaprasada.
57
55 : Informasi Yang Membuat Mood Buruk
58
56 : Di Kamar Hotel Saja.
59
57 : Kekecewaan Mendarah Daging.
60
58 : Salahku Bukan Salahmu.
61
59 : Konflik Batin Shanum, Linggar Dan Mesya.
62
60 : Tiba-tiba Pulang.
63
61 : Tiba Di Surabaya.
64
62 : Bukan Sekadar Pajangan.
65
63 : Informasi Terbaru Dari Gari.
66
64 : Oleh-oleh Yang Mendapat Sambutan Berbeda-beda.
67
65 : -
68
66 :
69
67 : Surat Dari (M)
70
68 : Jatuh Berdua Lagi.
71
69 : Sabtu Hari Pernikahan Lingga Dan Cassia.
72
70 : Pikiran Linggar Dan Shanum.
73
71 : Di Kediaman Manggala Adiwangsa.
74
72 : Bertemu Lingga Dan Cassia.
75
73 : Pembicaraan Shanum Dan Cassia.
76
74 : Bermesraan Di Kamar Tamu.
77
75 : Gistara Mendengar Sesuatu.
78
76 (1) : Mama Gistara Akan Bicara.
79
76 (2) : Mama Gistara Yang Sebenarnya.
80
77 : Bertemu Dengan Gari Di Honey Bunch.
81
78 : Kenikmatan Yang Di Angan-angan.
82
79 : Bukan Yang Pertama Bagi Shanum.
83
80 : Permintaan Maaf Yang Di Benci.
84
81 : Janji Linggar Dan Keingintahuan Sambara.
85
82 : Pertemuan Linggar Dan Sambara.
86
83 : -
87
Sedikit Pemberitahuan.
88
84 : Ke Klinik.
89
85 : Perubahan Shanum Dan Ucapan Lingga Tentang Pernikahan.
90
86 : Akrab Kembali Dan Informasi Dari Gari.
91
87 : Pembahasan Mengenai Shanum.
92
88 : Kesalahan Linggar Meninggalkan Laptop.
93
89 : Mencari Seluk Beluk Muci*kari.
94
90 : Masuk Ke Rumah Bordil.
95
91 : Perbincangan Panjang Dengan Muci*kari
96
92 : Pengakuan Mesya.
97
93 : Cctv Yang Mulai Dipertanyakan.
98
94 : Ketidakjelasan Shanum.
99
95
100
96
101
97
102
98 : Flashback Dan Permintaan Maaf.
103
99
104
100 [Pergi]
105
101 [Pemahaman Yang Berbeda]
106
102 [Permasalahan Yang Muncul Karena Kepergian Shanum]
107
103 [Beban Orang-orang]
108
104
109
105
110
106
111
107 [Mengandung?]
112
108 (1) Semua Orang Harus Tahu.
113
108 (2) Kebersamaan Linggar Dan Shanum.
114
109 (1) Bertemu Ibu Kandung.
115
109 (2)
116
110 (1)
117
110 (2) Pertemuan Ibu Dan Anak.
118
111 (1)
119
111 (2)
120
112 (1)
121
112 (2) Hidden Twin.
122
113 (1) Suami Mana Yang Nggak Butuh Istrinya?
123
113 (2) : POV Shanum.
124
114 (1)
125
114 (2)
126
Rilis Cerita Lingga dan Cassia
127
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 1 : Apa Yang Salah Dengan Ballerina?
128
HARSHADA s² — Kaluna Bagian 2 : Apa Kehadiran Kami Adalah Hal Buruk Bagi Ayah?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!