Pembalasan Gadis Abnormal

Pembalasan Gadis Abnormal

Chapter 1

pagi ini, di sebuah parkiran, seorang yang baru saja turun dari motor, mendadak jadi sorotan. padahal ia sudah setengah tahun sekolah di sana.

Dia adalah Patricia Sheina Atmanegara. gadis yang sebenarnya wajahnya lumayan cantik.

namun harus tertutup dengan tanda lahir yang berada di wajah sebelah kirinya. di tambah ada seperti benjolan pada wajahnya, yang membuat semua orang merasa jijik melihatnya.

Sheina sebenarnya sangat tidak percaya diri dengan semua ini. namun, ia tidak biaa berbuat apa-apa selain pasrah.

disamping ekonomi yang merosot di keluarganya, Sheina juga tidak berani untuk meminta sesuatu pada kedua orang tuanya.

bukan karna galak, tapi mungkin karena Sheina adalah sosok gadis pendiam sejak kecil.

sepanjang koridor sekolah, babyak para siswa yang mencibir dirinya. dan Sheina hanya bisa menunduk karena tak kuasa untuk melawan.

sesampainya di kelas, Sheina langsung mendudukan diri di bangkunya yang terletak di paling belakang karena tak ada yang mau duduk sebangku denganya.

ia juga tak mempunyai teman banyak. hanya Anggun teman dia satu-satunya itupun beda kelas dengan Sheina.. sehingga di kelas X-A ini, Sheina tak mempunyai teman sama sekali.

"heh gadis jelek, loe di panggil tuh sama bu Winda, " ucap teman sekelasnya seraya menggebrak meja.

Sheina nendongak sebentar, lalu menunduk kembali. ia bergegas keruangan bu Winda untuk menemui wali kelasnya tersebut.

sepanjang jalan menuju ruang guru, Sheina selalu menundukan kepalanya.

hingga ia tak sebgaja menabrak seseorang yang kebetulan lewat.

"eh ma-maaf" ucap Sheina terbata lalu ia mendongak untuk melihat siapa yang menabraknya.

Sheina kembali menunduk. saat tau ia menabrak pria paling femaus di sekolahan itu.

"loe punya mata gak,? " tanya Pria yang tak lain adalah Rifky, anak paling hits di sekolah.

"yah dia mana ada mata sih Ky, matanyakan ketutup sama benjolan itu, ih menjijikan. " ucap temanya lalu mereka semua tertawa.

semua siswa yang melihat itu, juga ikut tertawa.

dengan buru-buru, Sheina meninggalkan para manusia yang maha sempurna itu, untuk menuju ruang bu Winda.

setelah sampai di ruang bu Winda, Sheina mengetuk pintu.

"masuk, " kata bu Winda dari dalam ruangan. dengan perlahan, Sheina masuk dan menuju meja bu Winda.

"Sheina, ini tolong kamu kasih ke ketua kelas kamu ya dan suruh menulis di papan.

"baik bu, " ucap Sheina masih menunduk.

"ya sudah kamu boleh pergi ya, " ucap bu Winda pada Sheina.

Sheina hanya mengangguk dan lwngsung keluar dari ruang guru.

setelah Sheina keluar, bu Wibda tampak termenung di kursinya. hingga membuat bu Susi, terheran.

"apa ada masalah bu,? " tanya bu Susi.

"tidak bu, saya hanya merasa kasihan oada Sheina. dia anak yang cerdas. tapi sayang wajahnya sedikit aneh, " ucap bu Winda yang nerasa iba.

"iya bu, memang Sheina sangat pintar bu tapi kepintaranya tak sejalan dengan Wajahnya, untung Anggun mau berteman denganya, " ucap bu Susi menimpali.

seperti halnya tadi, Sheina keluar juga mendapatkan tatapan sinis dari semua siswa yang melihatnya.

namun, Sheina tak memperdulikanya. ia tetap melangkah menuju ruang kelasnya.

sesampainya di dalam kelas, Sheina segera menghampiri meja ketua kelasnya

"heh, ngapain loe ke mari,? " tanya ketua kelasnya yang bernama Indra.

"suka kali sama loe Ndra, " ucap temanya. membuat semua orang menertawakanya.

"idih amit-amit drh gue bisa sial, " ucap Indra nenatap sinis kearah Sheina. "buruan ada apa,? " bentak Indra.

membuat Sheina ketakutan dan memundurkan tubuhnya.

"ini ada tugas dari bu Winda, " ucap Sheina pelan.

"oh yaudah sana! ngapain loe masih di sini, " ucap Indra.

dengan segera, Sheina berlalu pergi dan langsung menuju bangkunya.

dan mengeluarkan buku tulisnya untuk mencatat apa yang di berikan oleh bu Winda.

setelah kurang lebih satu jam, akhirnya Sheila keluar daei kelas untuk menuju kantin.

setelah masuk kekantin, tatapan tak suka dari para siswi ia dapatkan.

seolah sudah terbiasa, Sheina tak menghiraukan tatapan mereka yang membencinya.

setelah ia menatap sekeliling, ia mendapati temanya Anggun, melambaikan tangan kearahnya.

dengan segera, Sheina menghampiri gadis cantik itu. yang sedang makan.

"loe mau makan apa Shein,? " tanya Anggun menatap Sheina.

"enggak usah, Nggun gue nggak laper, " ucap Sheina seraya menggelenkan kepala.

Anggun hanya menganggukan kepala.

Anggun Pradista Lesmana, adalah anak tunggal dari pasangan Agung Lesmana dan Daisy Arianty. seorang pengusaha kaya yang bergerak di bidang pakan ternak.

ia pertama kali melihat Sheina langsung tertarik dan tanpa fikir panjang menjadikan Sheina sahabat. walau banyak sekali cibiran di sana. namun Anggun tak menghiraukanya.

"gue masih bingung deh Nggun, loe kenapa mau temenan sama gue, " tanya Sheina pelan.

Anggun tersenyum seraya memukul pelan pundak Sheina.

"emg kenapa, loe gak mau gitu temenan sama gue,? " tanya Anggun mengerucutkan bibirnya.

"iya bukan gitu kali maksud gue Nggun, loe kan banyak yang ngedeketin, terus kenapa loe malah milih gue,? " pertanyaan Sheina membuat Anggun menghentikan aktivitas makanya.

"Sheina, dengerun gue ya, gue mau temenan sama loe itu karena loe asyik tau, bukan karena apa-apa. apalagi fisik " ucap Anggun menatap serius.

Sheina tersenyum haru mendapati jawaban Anggun. lalu mereka berdua melanjutkan obrolanya.

hingga kedatangan Rifky membuat semua siswavsatu jantin heboh. lalu dengan langkah angkuhnya, ia menghampiri meja di mana Sheina dan Anggun duduk.

lalu tanpa basa-basi, Rifky menarik tangan Sheina dengan kasar dan mendirong gadis itu. hingga Sheina hampir terjungkal kedepan.

"loe apa-apaan hah,? " bentak Anggun berdiri dan menghampiri Sheina. " loe nggak papa, " tanya Anggun pada Sheina. di jawab gelengan olehnya.

"halah Nggun Nggun, cewek gini aja loe bela, ' ucap Rifky mencibir.

Anggun maju satu langkah menghanpiri Rifky dan teman-temanya.

"cewek gimana maksud loe, ?" tanya Anggun menatap tajam.

" ya cewek abnormal, " jawab Rifky santai menbuat Anggun membeku karena ucapan Rifky.

Plak

satu tamparan mendarat mulus di pipi laki-laki itu

"loe denger baik-baik Ky, nggak ada yang mau di takdirin dengan lahir seperti Sheina. tapi mau bagaimana, itu sudah takdir. dan satu lagi jangan menghina fisik seseorang, jika Tuhan menghendakinya sembuh, maka loe akan nyesel, " ucap Anggun menarik tangan Sheina untuk pergi dari katin.

meninggalkan Rifky dan teman-temanya yang masih tertegun.

"gila, kasih pelajaran aja tuh cewe udik, " ucap teman Rifky.

"tau tuh berani-beraninya dia nampar loe Ky, " sahut yang lain.

"tenang gaes, gue punya rencana buat tuh cewek buruk rupa, " ucap Rifky seraya menanoilkan senyum iblisnya.

🌸🌸🌸

sementara itu, Sheila melangkah menuju kelasnya. dan saat ia membuka pintu kelas, tiba-tiba..

Bersambung........

jangan lupa tinggalkan jejak gaes..

Terpopuler

Comments

Pinka 77

Pinka 77

bagus anggun kasih pelajaran buat yg menghina seina

2023-04-03

0

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

good job anggun👏👏👏

2023-01-31

0

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

ini yg g ska dr cara orang melihat dr segi fisik semata

2023-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!