setelah itu, Sheina menuju gerbang sekolah, dan mendapati seseorang yang dirinya kenal.
membuat gadis itu, menyunggingkan senyum manisnya pada pria di depanya.
"udah lama nunggunya kak,? " tanya Sheina menghampiri mobil Kenzo.
membuat laki-laki itu, menoleh kesamping dan tersenyum. " baru kok. eh iya, kamu kok udah keluar, Anggun mana,? " tanya Kenzo yang merasa heran karena tak melihat gadis itu.
"Anggun belum keluar kelas kak jarena aku sudah keluar kelas duluan, " ucap Sheina tersenyum lebar.
Kenzo yang mendengar pun, menganggykan kepala faham. karena laki-laki itu, sebelumnya telah di beritahu oleh Anggun, jika Sheina merupakan siswa yang sangat cerdas.
tak lama, semua siswa/siswi keluar dari gerbang setelah terdengar bel panjang tanda sekolah berakhir.
tak lama, Anggun keluar dari kelas dan hendak menuju parkiran.
namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang dari belakang. Anggun segera menoleh dan mendapati Sheina sedang melambaikan tangan di samping mobil Kenzo.
"kak Kenzo, dengan perlahan Anggun hendak berbalik menuju mobilnya. namun ia langsung menghentikan langkahnya saat teringat sesuatu.
"gak boleh, gue gak boleh menghindar. gue harus bersikap seperti biasa, supaya kak Kenzo tak curiga.
dengan langkah pasti, Anggun berjalan mendekati Sheina dan Kenzo di gerbang sekolah.
"eh, kak Kenzo, kenapa ,?" tanya Anggun berusaha setebang mungkin. tapi di dalam hatinya, percayalah jantungnya seperti berdisko ria.
bukan karena rasa suka yang berlebihan, nanun karena takut, Kenzo akan bertanya, mengapa akhir-akhir ini menghindar.
sungguh, ia tak mempu untuk menjauhi pria itu. rasa sayangnya, lebih besar dari rasa lelahnya.
lelah, karena menyimpan rasa di dadanya terlalu lama. lelah, karena hanya dirinya yang berjuang, dan lelah semuanya.
"ayo Nggun masuk," ucap Kenzo seraya membukakan pintu.
terus motor aku bagaimana kak,? " tanya Anggun ingin menolak secara halus.
"tenang Nggun, motor kamu sam motor Sheina nanti di antar orang suruhan Kakak, " ucap Kenzo tersenyum.
Anggun hanya menurut seraya masuk kedalam mobil. sementara Sheina hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala.
"semoga loe senang Nggun," ucapnya dalam hati lalu masuk kedalam mobil Kenzo.
segera, Kenzo melajukan mobil meninggalkan area sekolah.. dan tatapan seseorang mengawasi kegiatan mereka. terutama, Sheina.
"duh, gue kok jadi gelisah dan cemas seperti ini, apa gue beneran naksir sama gadia itu,? " gumam Rian seraya melirik jam di pergelangan tanganya.
setelah itu, Rian keluar dari ruang guru dan melangkah menuju parkiran.. sesamainya di dalam mobil, Rian merogoh saku celananya, untuk nengambil ponselnya.
"halo, ketemuan di cafe Z sekarang, " ucap Rian langsung menutup panggilanya.
ia segera melajukan mobilnya, menuju tempat tujuan. butuh lima belas menit, untuk sampai di lokasi tujuanya.
sesampainya di sana, Rian segera menghampiri teman-temanya.
"hai bro, ada apa kenapa muka loe kusut banget,? " tanya teman Rian.
Rian segera mendudukan diri di kursi kosong yang ada di meja itu.
" kita makan dulu, soalnya gue belum makan, " ucap Rian seraya melambaikan tangan pada salah satu pelayan.
"mbak, saya pesen ayam bakar dan minumanya jus jeruk, " ucapnya seraya menutup buku menu. "loe mau pesen apa,? " tanya Rian pada teman-temanya.
"pesen samain aja sama loe Rian, " ucap Kido salah satu teman Rian.
"oh, oke. berarti ayam bakarnya tiga dan jus jeruk tiga, "ucap Rian pada si mbak pelayan. dan pelayan itu mengangguk dan segera berlalu.
"loe kenapa, kusut amat tuh muka, " ucap Kido.
"gue... " Rian menceritakan semua pada teman-temanya.
"gila loe, masak loe suka sama anak murid loe sendiri,? " tanya Kido seakan tak percaya yang baru saja ia dengar.
"entahlah, sepertinya gue kena karma, " ucapnya seraya menyadarkan kepalanya di kursi.
"cih, benar itu karma karena loe selalu menghina orang lain. dari dulu sampai sekarang, sifat loe tuh nggak berubah, " ucap Kido menceramahi temanya itu.
ia merasa geram pada perlakuan temanya pada salah satu teman sekolahnya dulu.
hingga si cewek merasa minder dan hampir bun** diri karena hinaan Rian.
"gue menyesal dan benar-benar ingin mendekati gadis itu, tapi gadis itu benar-benar menjauhiku, " ucap Rian semakin kusut.
"loe datang aja kerumah orang tuanya, dekati orang tuanya minta maaflah pada mereka, karena loe bukan hanya menyakiti gadis itu, tapi loe juga menyakiti hati orang tuanya, " ucap Ramon angkat bicara.
karenasedari tadi, Ramon dan Erik hanya diam dan mendengarkan keluh kesah Rian.
Rian hanya mengangguk. dan tak lama, makanan sampai dan mereka segera menikmati makananya seraya berbincang-bincang pengalaman mereka masing-masing.
🌸🌸🌸
sementara itu, mobil Kenzo sudah sampai di pekarangan rumah Sheina.
"makasih kak, " ucap Sheina hendak turun. namun, suara Kenzo menghentikan aktivitas Sheina.
"tunggu, kalian segera ganti baju dan ikut kakak yuk, " ucap Kenzo.
membuat Sheina dan Anggun menoleh secara bersamaan.
"mau kemana,? " tanya Sheina penasaran.
"sudahlah. ikut saja, " ucap Kenzo.
"tapi, aku nggak bawa baju ganti " ucap Anggun membuat Kenzo menoleh kearah samping.
"kamu, pakai saja baju Sheina, " ucap Kenzo.
Anggun menganggukan kepala. sementara Sheina, gadis itu membulatkan mata.
"ish aku nggak punya baju ganti kak Ken, bajuku kuno senua, " ucap Sheina.
"ish nggak papa Sheina, gue mau kok," ucap Anggun tersenyum.
"tapi,... " ucapan Sheina terhenti di udara saat mendengar suara Anggun.
"udah nggak papa kok, " ucap Anggun cepat. ia tau kalau Sheina pasti akan menolaknya.
mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam rumah Sheina.
sesampainya di dalam rumah, Sheina masih saja mengerutu.. "duh Nggun, gue tuh nggak punya baju bagus tau nggak,? " ucap Sheina seraya nemilihkqn baju untuk Anggun.
"santai Sheina, gue bukan orang yang suka menghina, " ketus Anggun..
gadis di depanya itu, memang selalu merendahkan dirinya sendiri. dan sikapnya yang seperti itu, membuat Anggun merasa sedih.
karena, sejatinya, semua manusia di ciptakan sama dan hanya amal yang membedakan.
setelah Sheina memilihkan baju untuk Anggun, segera gadis itu berganti baju.
tak lama, Sheina dan Anggun keluar rumah seraya memakai dres selutut bermotif bunga dan kupu-kipu.
sesaat, Kenzo tertegun saat menatap penampilqn Anggun yang tampak begitu anggun.. sungguh, namanya sesuai dengan kepribadian orang yang tampak perfect.
untuk beberapa saat, pandangan itu tak lepas dari sosok Anggun. membuat Anggun sedikit menunduk karena merasa malu.
sehingga, Kenzopun tersadar dari lamunanya dan berdehem untuk mencairkan suasana.
"ehem, ayo kita berangkat nanti keburu malam, " ucap Kenzo.
merekw berduapun menurut dan masuk kedalam mobil.
Kenzo segera menjalankan mobilnya untuk pergi kesuatu tempat.
"kita mau kemana sih kak,? " tanya Sheina yang sedari tadi hanya diam.
BERSAMBUNG.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments