Chapter 8

Reno tampak menghela nafas, saat Anggun selesai berbicara.

jadi selama ini, ia sudah kecolongan sebagai pemilik yayasan, ia membiarkan aksi oerundungan itu terjadi, oh bagaimana bisa, ia kecolongan seperti ini,

kini, mereka semua terhanyut dalam lamunan masing-masing.seraya menunggu Sheina menjalani oprasinya.

dua jam lamanya, hingga Dokter Rizal keluar dari ruang operasi.

"bagaimana Dok,? " tanya Anggun yang langsung berdiri dan menghampirinya.

"alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar, kami sudah mengangkat benjolan pada matanya dan mengambil sedikit kulit punggungnya untuk di pasangkan pada area wajah, " ucap Dokter Rizal tersenyum.

"alhamdulilah ya Allah" ucap semua orang yang berada di sana.

tak lama, Sheina keluar dari ruang oprasi dan akan di pindahkan ke ruang perawatan biasa.

"kalau begitu, berikan gadis ini pelayanan yang maksimal saya akan pergi sebentar, "ucap Reno beranjak dari duduknya, dan melangkah pergi.

"papah mau kemana,? " tanya Kenzo pada sang ayah.

Reno menghentikan langkahnya dan berbalik badan "papah akan membereskan kekacauan ini Ken, kau jaga gadis itu, " ucap Reno melangkahkan kakinya menuju luar rumah sakit.

ia akan memberikan oerhitungan pada mereka yang berani melakukan perundungan di dalam lingkungan yayasanya.

segera, ia memasuki mobilnya dan melajukanya menuju sekolah.

namun, hal itu ia urungkan karena kini hari sudah beranjak petang dan semua pasti sudah pulang. ia memutuskan akan kembali besok.

🌸🌸🌸

sementara itu, di temoat lain orang tua Sheina sedang merasa gelisah dan cemas karena putrinya belum juga kembali padahal sudah hampir maghrib.

"duh, pak si Sheina kemana ini,? sudah mau maghrib kok belum pulang,? " bu Rianti yang sedari tadi mondar-mandir, karena merasa cemas dan khawatir.

tiba-tiba ponsel Sheina yang sengaja di tinggalkan dirumah berdering. dengan perlahan, bu Rianti mengangkatnya.

"halo, " sapa bu Rianti pelan. hatinya kini benar-benar was-was.

"halo bu, ini Anggun, " ucapan Anggun terhenti sesaat karena ia ragu akan menyampaikan hal ini pada orang tua Sheina.

"iya, nak Anggun ada apa,? apa Dheina bersama nak Anggun,? " beberapa pertanyaan Anggun dapatkan dari bu Rianti.

Anggun di sebrang sana merasa gamang, antara memberitahu atau tidak. lama ia trrmenung, Anggun tersentak saat tangan Kenzo menyentuh pundaknya.

Anggun mulai mengeluarkan suara saat mendapat anggukan dari Kenzo.

"beri tahu orang tua gadis itu sekarang, lagipun, sekarang keadaan Sheina sudah membaik, " ucap Kenzo beberapa waktu yang lalu.

Anggun menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum akhirnya berucap.

"bu, sekarang Sheina sedang berada di rumah sakit, " ucap Anggun dengan hati-hati, " ia nengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumahsakit Citra, " sambungnya.

Deg

jantung bu Rianti seakan berhenti berputar dan seketika itu, ia menjerit histeris.

"Sheina!! " seraya menjatuhkan ponsel dan hampir pingsan. jika tidak di topang oleh pak Rayn.

"bu, ada apa,? " tanya Pak Rayn khawatir saat melihat keadaan sang isteri.

"She-Sheina pak, " ucapan bu Rianti terbata-bata. tubuhnya hampir limbung, serasa tak mempunyai tenaga untuk berdiri.

"kenapa,? ada apa dengan Sheina,? " tanya pak Rayn juga ikut panik saat sang isteri seperti itu.

"Sheina mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit Citra pak, " ucap bu Rianti seraya sesenghukan di dalam pelukan suaminya.

pak Rayn tertegun sesaat mendengar penuturan sang isteri. lalu ia kembali tersadar, saat mendenngar tangisan isterinya.

segera, laki-laki paruh baya itu mengambil kunci motornya dan segera mengendarai membawanya ke rumah sakit yabg di tuju.

tiga puluh menit, orang tua Sheina pun sampai dengan cepat, ia menghampiri Anggun yang tengah duduk di ruang tunggu.

dimana dia nak,? " tanya bu Rianti saat ia sudah sampai di drpan ruwng rawat Sheina.

Anggun mendongak lalu tersenyum kearah orang tua Sheina. " dia ada di dalam bu, ibu tidak usah kawatir semua sudah baik-baik saja, " ucap Anggun memeluk bu Rianti. mengajak wanita paruh baya itu duduk.

"bagaimana ini bisa terjadi nak,? " tanya pak Rayn. membuat gadis itu tertunduk.

"maafkan saya pak bu, " ucap Anggun. iapun menceritakan semuanya pada kedua orang tua itu.

membuat bu Rianti menjerit dan tangispun pecah seketika.

"ya Allah, Sheina, " ucap bu Rianti menangis tersedu-sedu.

"sudah bu, sebentar lagi, mereka akan di tindak, " ucap Anggun menenangkan.

tak lama, pintu ruang rawat terbuka, dan Dokter Rizal kekuar dari ruang tersebut.

"pasien sudah sadar, " ucap Dokter Rizal. " siapa yang mau masuk dulu,? " tanya Dokter Rizal.

"saya Dok, " ucap bu Rianti dengan cepat dan langsung berdiri,.

"baik silahkan masuk, " ucapnya.

bu Rianti dan pak Raynpun masuk dan mendapati sang anak masih tak sadarkan diri,

"ya Allah nak, malang sekali nasipmu, " ucap bu Rianti terisak dan perlahan mendekati brankar anaknya.

sementara di luar ruangan, terlihat Krnzo dan Dokter Rizal tengah berbincang bincang.

"bagaimana tentang keadaan gadis itu,? " tanya Kenzo pada Dokter Rizal.

"sejauh ini sih kondisinya sudah membaik, " ucap Dokter Rizal.

"Syukurlah, semoga setelah ini semua akan baik-baik saja, " ucap Kenzo bernafas lega.

tak lama, bu Rianti dan pak Rayn keluar dari kamar rawat anaknya.

"pak, bu, " sapa Kenzo pada kedua orang tua itu

mereka berdua tampak saling pandang. lalu kembali menatap Kenzo.

"anda ini siapa,? " tanya bu Rianti

"dia orang yabg sudah menolong Sheina bu, " ucap Anggun. membuat mereka langsung mengucapkan banyak terimakasih.

"terimakasih nak, " ucap bu Rianti.

keesokan paginya...

kini bu Rianti dan pak Rayn tengah berada di ruang kepala sekolah.

"saya sangat kecewa dengan aksi peeundungan ini, dan lebih kecewanya lagi, kalian para guru, membiarkan aksi itu terjadi, " ucap Pak Reno murka.

saat pagi tadi, pak Reno menelpon Kenzo dan mengatakan akan menjemput orang tua Sheina untuk ikut membrri pelajaran pada orang yang semena-mena.

"dari saya mendirikan sekolah ini, saya melarang keras adanya perundungan. tapi, kenapa bisa kecolongan,? " tanya Pak Reno penuh amarah.

"kalian semua, " tunjuk Pak Reno pada Shandy, Rifky, Indra, dan Rian. " saya kecewa sama kalian semua, kalian akan mendapatkan sangsi paling ringan yaitu di skorsing selama satu minggu dan paling berat saya akan memutus tali hubungan dengan orang tua kalian" tegas Pak Reno. membuat mereka semua ketakutan.

"tolong pak, jangan lakukan itu, " ucap Shandy ketakutan. karena, berkat kerjasama kedua orang tuanya dengan Pak Reno, ia menjadi ratu.

"seharusnya kalian menyadari konsekuensi yang kalian ambil saat melakukan sesuatu. hukum tabur tua itu berlaku, " lanjutnya.

"saya merasa sangat terpuku dengan kejadian ini, " ucap bu Rianti terisak hatinya hancur menyadari kenyataan ini.

siapa orang tua yang menginginkan anaknya terlahir seperti itu.

BERSAMBUNG......

Terpopuler

Comments

Ryskha Priska

Ryskha Priska

nyesek banget

2022-06-28

0

Nndaarflis

Nndaarflis

ceritanya bagus tpi ko yng like sdkit ya😣

2022-05-13

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!