Reno tampak menghela nafas, saat Anggun selesai berbicara.
jadi selama ini, ia sudah kecolongan sebagai pemilik yayasan, ia membiarkan aksi oerundungan itu terjadi, oh bagaimana bisa, ia kecolongan seperti ini,
kini, mereka semua terhanyut dalam lamunan masing-masing.seraya menunggu Sheina menjalani oprasinya.
dua jam lamanya, hingga Dokter Rizal keluar dari ruang operasi.
"bagaimana Dok,? " tanya Anggun yang langsung berdiri dan menghampirinya.
"alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar, kami sudah mengangkat benjolan pada matanya dan mengambil sedikit kulit punggungnya untuk di pasangkan pada area wajah, " ucap Dokter Rizal tersenyum.
"alhamdulilah ya Allah" ucap semua orang yang berada di sana.
tak lama, Sheina keluar dari ruang oprasi dan akan di pindahkan ke ruang perawatan biasa.
"kalau begitu, berikan gadis ini pelayanan yang maksimal saya akan pergi sebentar, "ucap Reno beranjak dari duduknya, dan melangkah pergi.
"papah mau kemana,? " tanya Kenzo pada sang ayah.
Reno menghentikan langkahnya dan berbalik badan "papah akan membereskan kekacauan ini Ken, kau jaga gadis itu, " ucap Reno melangkahkan kakinya menuju luar rumah sakit.
ia akan memberikan oerhitungan pada mereka yang berani melakukan perundungan di dalam lingkungan yayasanya.
segera, ia memasuki mobilnya dan melajukanya menuju sekolah.
namun, hal itu ia urungkan karena kini hari sudah beranjak petang dan semua pasti sudah pulang. ia memutuskan akan kembali besok.
🌸🌸🌸
sementara itu, di temoat lain orang tua Sheina sedang merasa gelisah dan cemas karena putrinya belum juga kembali padahal sudah hampir maghrib.
"duh, pak si Sheina kemana ini,? sudah mau maghrib kok belum pulang,? " bu Rianti yang sedari tadi mondar-mandir, karena merasa cemas dan khawatir.
tiba-tiba ponsel Sheina yang sengaja di tinggalkan dirumah berdering. dengan perlahan, bu Rianti mengangkatnya.
"halo, " sapa bu Rianti pelan. hatinya kini benar-benar was-was.
"halo bu, ini Anggun, " ucapan Anggun terhenti sesaat karena ia ragu akan menyampaikan hal ini pada orang tua Sheina.
"iya, nak Anggun ada apa,? apa Dheina bersama nak Anggun,? " beberapa pertanyaan Anggun dapatkan dari bu Rianti.
Anggun di sebrang sana merasa gamang, antara memberitahu atau tidak. lama ia trrmenung, Anggun tersentak saat tangan Kenzo menyentuh pundaknya.
Anggun mulai mengeluarkan suara saat mendapat anggukan dari Kenzo.
"beri tahu orang tua gadis itu sekarang, lagipun, sekarang keadaan Sheina sudah membaik, " ucap Kenzo beberapa waktu yang lalu.
Anggun menghirup udara sebanyak-banyaknya sebelum akhirnya berucap.
"bu, sekarang Sheina sedang berada di rumah sakit, " ucap Anggun dengan hati-hati, " ia nengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumahsakit Citra, " sambungnya.
Deg
jantung bu Rianti seakan berhenti berputar dan seketika itu, ia menjerit histeris.
"Sheina!! " seraya menjatuhkan ponsel dan hampir pingsan. jika tidak di topang oleh pak Rayn.
"bu, ada apa,? " tanya Pak Rayn khawatir saat melihat keadaan sang isteri.
"She-Sheina pak, " ucapan bu Rianti terbata-bata. tubuhnya hampir limbung, serasa tak mempunyai tenaga untuk berdiri.
"kenapa,? ada apa dengan Sheina,? " tanya pak Rayn juga ikut panik saat sang isteri seperti itu.
"Sheina mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit Citra pak, " ucap bu Rianti seraya sesenghukan di dalam pelukan suaminya.
pak Rayn tertegun sesaat mendengar penuturan sang isteri. lalu ia kembali tersadar, saat mendenngar tangisan isterinya.
segera, laki-laki paruh baya itu mengambil kunci motornya dan segera mengendarai membawanya ke rumah sakit yabg di tuju.
tiga puluh menit, orang tua Sheina pun sampai dengan cepat, ia menghampiri Anggun yang tengah duduk di ruang tunggu.
dimana dia nak,? " tanya bu Rianti saat ia sudah sampai di drpan ruwng rawat Sheina.
Anggun mendongak lalu tersenyum kearah orang tua Sheina. " dia ada di dalam bu, ibu tidak usah kawatir semua sudah baik-baik saja, " ucap Anggun memeluk bu Rianti. mengajak wanita paruh baya itu duduk.
"bagaimana ini bisa terjadi nak,? " tanya pak Rayn. membuat gadis itu tertunduk.
"maafkan saya pak bu, " ucap Anggun. iapun menceritakan semuanya pada kedua orang tua itu.
membuat bu Rianti menjerit dan tangispun pecah seketika.
"ya Allah, Sheina, " ucap bu Rianti menangis tersedu-sedu.
"sudah bu, sebentar lagi, mereka akan di tindak, " ucap Anggun menenangkan.
tak lama, pintu ruang rawat terbuka, dan Dokter Rizal kekuar dari ruang tersebut.
"pasien sudah sadar, " ucap Dokter Rizal. " siapa yang mau masuk dulu,? " tanya Dokter Rizal.
"saya Dok, " ucap bu Rianti dengan cepat dan langsung berdiri,.
"baik silahkan masuk, " ucapnya.
bu Rianti dan pak Raynpun masuk dan mendapati sang anak masih tak sadarkan diri,
"ya Allah nak, malang sekali nasipmu, " ucap bu Rianti terisak dan perlahan mendekati brankar anaknya.
sementara di luar ruangan, terlihat Krnzo dan Dokter Rizal tengah berbincang bincang.
"bagaimana tentang keadaan gadis itu,? " tanya Kenzo pada Dokter Rizal.
"sejauh ini sih kondisinya sudah membaik, " ucap Dokter Rizal.
"Syukurlah, semoga setelah ini semua akan baik-baik saja, " ucap Kenzo bernafas lega.
tak lama, bu Rianti dan pak Rayn keluar dari kamar rawat anaknya.
"pak, bu, " sapa Kenzo pada kedua orang tua itu
mereka berdua tampak saling pandang. lalu kembali menatap Kenzo.
"anda ini siapa,? " tanya bu Rianti
"dia orang yabg sudah menolong Sheina bu, " ucap Anggun. membuat mereka langsung mengucapkan banyak terimakasih.
"terimakasih nak, " ucap bu Rianti.
keesokan paginya...
kini bu Rianti dan pak Rayn tengah berada di ruang kepala sekolah.
"saya sangat kecewa dengan aksi peeundungan ini, dan lebih kecewanya lagi, kalian para guru, membiarkan aksi itu terjadi, " ucap Pak Reno murka.
saat pagi tadi, pak Reno menelpon Kenzo dan mengatakan akan menjemput orang tua Sheina untuk ikut membrri pelajaran pada orang yang semena-mena.
"dari saya mendirikan sekolah ini, saya melarang keras adanya perundungan. tapi, kenapa bisa kecolongan,? " tanya Pak Reno penuh amarah.
"kalian semua, " tunjuk Pak Reno pada Shandy, Rifky, Indra, dan Rian. " saya kecewa sama kalian semua, kalian akan mendapatkan sangsi paling ringan yaitu di skorsing selama satu minggu dan paling berat saya akan memutus tali hubungan dengan orang tua kalian" tegas Pak Reno. membuat mereka semua ketakutan.
"tolong pak, jangan lakukan itu, " ucap Shandy ketakutan. karena, berkat kerjasama kedua orang tuanya dengan Pak Reno, ia menjadi ratu.
"seharusnya kalian menyadari konsekuensi yang kalian ambil saat melakukan sesuatu. hukum tabur tua itu berlaku, " lanjutnya.
"saya merasa sangat terpuku dengan kejadian ini, " ucap bu Rianti terisak hatinya hancur menyadari kenyataan ini.
siapa orang tua yang menginginkan anaknya terlahir seperti itu.
BERSAMBUNG......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Ryskha Priska
nyesek banget
2022-06-28
0
Nndaarflis
ceritanya bagus tpi ko yng like sdkit ya😣
2022-05-13
0