Chapter 4

tak lama, setelah kedua orang tuanya pulang, Sheina terbangun karen hari juga sudah mulai sore.

"bapak, ibu, kalian sudah pulang, " uca Sheina seraya memeluk sang ibu yang sedang duduk di ruang tamu.

"eh sayangnya ibu, baru bangun nih,? masak anak prawan sore begini baru bangun,? " ucap ibu menggoda anaknya.

"eh, apa sih bu, " ucap Sheina seraya malu-malu. membuat bu Rianti dan pak Rayn tertawa renyah karena berhasil menggoda sang anak.

"kamu pasti belum makan kan,? " tanya bu Rianti dan di balas gelengan oleh Sheina. membuat bu Rianti tersenyum. lalu, mengajak Sheina untuk makan.

di meja makan sederhana itu, Sheina menunggu sang ibu yang tengah menyiapkanmakanan.

sembari menunggu, ia berbincang-bincang dengan sang bapak.

"gimana sekolah mu Sheina,? " tanya Pak Rayn seraya menatap putrinya.

membuat Sheina seketika menundukan kepalanya ia sudah terbayang dengan perlakuat buruk teman-temanya.

melihat wajah anaknya, Pak Rayn menjadi sedih sendiri. "maaf, " satu ucapan itu, membuat Sheina mendongak. menatap bingung sang bapak. "maafkan bapak yang belum bisa membawamu berobat nak, " lankuynya.

Sheina menggelengkan kepala. " nggak. bapak nggak salah pak, mungkin ini memang sudah takdir Sheina hidup seperti ini. biarlah semua orang merasa jijik pada Sheina, asalkan bapak sama ibu tetap berada di sisi Sheina insya'allah, Sheina akan kuat menjalani hidup ini, " ucapnya seraya menggenggam tangan sang ayah.

pak Raynpun tersenyum kearah sang putri, ia tau sebenarnya putrinya sungguh rapuh dan sudah tidak kuat jika harus seperti ini.

"bapak janji nak, setelah kebun blimbing kita maju, bapak akan membawa kamu berobat, " ucapnya seraya mengelus tangan anaknya.

tanpa mereka berdua sadari, bu Rianti mendengarkan dan melihat itu semua. membuatnya, menangis dalam hati.

lalu, berjalan mendekati ayah dan anak yang masih setia saling menggenggam itu.

"ekhem, kalau sudah berdua, ibu di lupain ini, " ucap bu Rianti menggoda anak dan suaminya.

membuat Sheina dan Pak Rayn menoleh jearah sumber suara.

"eh, ibu " ucap Sheina tersenyum kikuk seperti orang yang sedang ketahuan selingkuh. padahalkan itu ayahnya sendiri, ada ada aja nih si Sheina.

bu Riantipun ikut duduk di samping sang suami berhadapan debgan anaknya.

"makan Sheina, nih ibu masakin makanan kesukaan kamu, " ucap bu Rianti.

membuat Sheina tersenyum kearah ibunya. "makasih bu, " ucap Sheina seraya menasukan nasi dan lauk pauknya kedalam piring. setelah itu, mulai memasukanya kedalam mulutnya.

tak lama, terdengar pintu di ketuk dari luar membuat Sheina dan kedua orang tuanya, menghentikan kegiatan makanya.

"biar ibu saja yang buka pintu, " ucap bu Rianti bangun dari duduknya dan melangkah menuju pintu.

tak lama, bu Rianti datang dengan seorang gadis di belakangnya.

"Sheina, ada teman kamu nih nyari kamu, " ucap bu Rianti.membuat Sheina dan pak Rayn menoleh kearah sumber suara.

"Anggun, " ucap Sheina lirih dan tampak jelas sekali wajah terkejutnya.

karena tidak ada yang tau dimana alamat rumahnya dan sekarang, Anggun mengetahuinya.

"kok bengong, ayo makan sama kita, " ucap pak Rayn membuat Sheina berkata.

"jangan, " ucap Sheina membuat semua orang yang berada di sana, menatapnya bingung.

"Sheina, kenapa,? " tanya bu Rianti bingung.

dengan cepat, Sheina meluruskan omonganya. sungguh, sebenarnya ia belum siap bertemu dengan Anggun.

apalagi, Rifky sudah mewanti-wantinya agar tak mendekati Anggun lagi.

"emm maksudnya jangan kasih makanan pada Anggun sembarangan bu, nanti kalau sakit perut, kan kita yang susah, " ucapnya.

"loh, memang kenapa, kan makanan ibusehat bersih juga, " ucap bu Rianti semakan bingung.

"bu-bukan begitu bu, Anggun kan orang kaya, nanti kalau gara-gara makanan kita terus dia jadi sakit gimana, " ucap Sheina seraya menggigit bibir bawahnya.

ia tau, jika kata-katanya akan melukai hati sahabatnya.

satu-satunya orang yang mau berteman dengannya di sekolah.

"oh, " bu Rianti dan pak Rayn hanya menganggukan kepala.

sementara itu, Anggun sedikit tertegun dengan ucapan sahabatnya itu. namun, sesaat kemudian ia menyadari, jika Sheina sedang berusaha menghindarinya.

dengan cepat, ia ikut duduk di samping Sheina. "kata siapa Sheina, gue pernah lagi makan makanan seperti ini, ini kan juga makanan manusia, " ucap Anggun seraya melirik Sheina yang tampak terkejut.

"oh kalau bugitu silahkan nak Anggun, kalau mau ikut makan, " ucap bu Rianti mempersilahkan.

"makasih bu, " ucap Anggun dan mulai mengambil nasi dan beberapa lauknya. "emm enak bu, " ucap Anggun.

"wah makasih loh nak Anggun atas pujianya. padahal kan cuma ikan gurami dan sambel trasi, "ucap bu Rianti.

"emm tapi Anggun nggak bohong kok bu, ini enak banget, " ucapnya seraya memasukan makanan dalam mulutnya.

"ya sudah di habiskan kalau gitu, " ucap bu Rianti dan di balas anggukan oleh Anggun.. sementara itu, Sheina menatap sahabatnya itu sekilas dengan wajah tak percaya.

bagaimana bisa, Anggun makan makanan sederhana seperti ini, apakah perutnya aman,

setelah selesai maka, Sheina pamit pada kedua orang tuanya untuk kembali kekamar. bersama Anggn tentnya.

"Sheina, loe kenapa sih ngehindari gue, " ucap Anggun saat mereka sudah berada di kamar Sheina.

Sheina tak langsung menjawab pertanyaan Anggun. ia terlebih dulu nenghembuskan nafas panjang.

"gue cuma nggak mau terlalu banyak musuh kalau gue deket sama loe Nggun," ucap Sheina.

"apa ini soal Rifky dan Indra, " ucap Anggun mencoba menebak dan Sheina hanya bisa semakin menunduk. dan jawaban itu, semakin membuat Anggunyakin akan fimiranya.

"loe tenang aja gue akan ngelindungi loe, apapun yang terjadi. bahkan kalau perlu gue akan pindah kelas, " ucap Anggun yakin. membuat Sheina menggelengkan kepala.

"jangan, gue nggak mau nambah masalah, dan sebaiknya loe nggak usah temenan lagi sama gue, " ucap Sheina turun dari ranjangnya. dan meatap jendela.

"sampai kapanpun gue, enngak akan ninggalin loe, kita sahabat. bahkan kalau loe mau orang tua gue bisa bantu kok buat biaya nyembuhin loe, " ucap Anggun

membuat Sheina, dengan cepat menggelengkan kepalanya, " loe nggak usah repot-repot Nggun. loe mau berteman sama gue aja gue udah seneng, " ucap Sheina sersya tersenyum.

"oke, kalau begitu, loe janji nggakakan ngehindari gue lagi kan,? " tanya Anggun.

di angguki oleh Sheina dan mereka kini tertawa bersama.

dari luar, bu Rianty dan Pak Rayn, menatap kamar putrinya, dengan perasaan haru dan bahagia

"ternyata di dunia masih ada orang yang tulus berteman dengan anak kita ya bu, " ucap pak Rayn

"iya pak, ibu juga tidak menyangka, " ucap bu Rianti tersenyum.

"semoga saja, suatu saat nanti, ada jodoh untuk anak kita yang bisa menerimanya dengan tulus, " ucap pak Rayn.

"aamiin, " ucap bu Rianti.

BERSAMBUNG.......

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES

Terpopuler

Comments

Pinka 77

Pinka 77

Shena kamu harus kuat

2023-04-03

0

𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻

𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻

seru cuu jalan critanya

2022-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!