tak lama, setelah kedua orang tuanya pulang, Sheina terbangun karen hari juga sudah mulai sore.
"bapak, ibu, kalian sudah pulang, " uca Sheina seraya memeluk sang ibu yang sedang duduk di ruang tamu.
"eh sayangnya ibu, baru bangun nih,? masak anak prawan sore begini baru bangun,? " ucap ibu menggoda anaknya.
"eh, apa sih bu, " ucap Sheina seraya malu-malu. membuat bu Rianti dan pak Rayn tertawa renyah karena berhasil menggoda sang anak.
"kamu pasti belum makan kan,? " tanya bu Rianti dan di balas gelengan oleh Sheina. membuat bu Rianti tersenyum. lalu, mengajak Sheina untuk makan.
di meja makan sederhana itu, Sheina menunggu sang ibu yang tengah menyiapkanmakanan.
sembari menunggu, ia berbincang-bincang dengan sang bapak.
"gimana sekolah mu Sheina,? " tanya Pak Rayn seraya menatap putrinya.
membuat Sheina seketika menundukan kepalanya ia sudah terbayang dengan perlakuat buruk teman-temanya.
melihat wajah anaknya, Pak Rayn menjadi sedih sendiri. "maaf, " satu ucapan itu, membuat Sheina mendongak. menatap bingung sang bapak. "maafkan bapak yang belum bisa membawamu berobat nak, " lankuynya.
Sheina menggelengkan kepala. " nggak. bapak nggak salah pak, mungkin ini memang sudah takdir Sheina hidup seperti ini. biarlah semua orang merasa jijik pada Sheina, asalkan bapak sama ibu tetap berada di sisi Sheina insya'allah, Sheina akan kuat menjalani hidup ini, " ucapnya seraya menggenggam tangan sang ayah.
pak Raynpun tersenyum kearah sang putri, ia tau sebenarnya putrinya sungguh rapuh dan sudah tidak kuat jika harus seperti ini.
"bapak janji nak, setelah kebun blimbing kita maju, bapak akan membawa kamu berobat, " ucapnya seraya mengelus tangan anaknya.
tanpa mereka berdua sadari, bu Rianti mendengarkan dan melihat itu semua. membuatnya, menangis dalam hati.
lalu, berjalan mendekati ayah dan anak yang masih setia saling menggenggam itu.
"ekhem, kalau sudah berdua, ibu di lupain ini, " ucap bu Rianti menggoda anak dan suaminya.
membuat Sheina dan Pak Rayn menoleh jearah sumber suara.
"eh, ibu " ucap Sheina tersenyum kikuk seperti orang yang sedang ketahuan selingkuh. padahalkan itu ayahnya sendiri, ada ada aja nih si Sheina.
bu Riantipun ikut duduk di samping sang suami berhadapan debgan anaknya.
"makan Sheina, nih ibu masakin makanan kesukaan kamu, " ucap bu Rianti.
membuat Sheina tersenyum kearah ibunya. "makasih bu, " ucap Sheina seraya menasukan nasi dan lauk pauknya kedalam piring. setelah itu, mulai memasukanya kedalam mulutnya.
tak lama, terdengar pintu di ketuk dari luar membuat Sheina dan kedua orang tuanya, menghentikan kegiatan makanya.
"biar ibu saja yang buka pintu, " ucap bu Rianti bangun dari duduknya dan melangkah menuju pintu.
tak lama, bu Rianti datang dengan seorang gadis di belakangnya.
"Sheina, ada teman kamu nih nyari kamu, " ucap bu Rianti.membuat Sheina dan pak Rayn menoleh kearah sumber suara.
"Anggun, " ucap Sheina lirih dan tampak jelas sekali wajah terkejutnya.
karena tidak ada yang tau dimana alamat rumahnya dan sekarang, Anggun mengetahuinya.
"kok bengong, ayo makan sama kita, " ucap pak Rayn membuat Sheina berkata.
"jangan, " ucap Sheina membuat semua orang yang berada di sana, menatapnya bingung.
"Sheina, kenapa,? " tanya bu Rianti bingung.
dengan cepat, Sheina meluruskan omonganya. sungguh, sebenarnya ia belum siap bertemu dengan Anggun.
apalagi, Rifky sudah mewanti-wantinya agar tak mendekati Anggun lagi.
"emm maksudnya jangan kasih makanan pada Anggun sembarangan bu, nanti kalau sakit perut, kan kita yang susah, " ucapnya.
"loh, memang kenapa, kan makanan ibusehat bersih juga, " ucap bu Rianti semakan bingung.
"bu-bukan begitu bu, Anggun kan orang kaya, nanti kalau gara-gara makanan kita terus dia jadi sakit gimana, " ucap Sheina seraya menggigit bibir bawahnya.
ia tau, jika kata-katanya akan melukai hati sahabatnya.
satu-satunya orang yang mau berteman dengannya di sekolah.
"oh, " bu Rianti dan pak Rayn hanya menganggukan kepala.
sementara itu, Anggun sedikit tertegun dengan ucapan sahabatnya itu. namun, sesaat kemudian ia menyadari, jika Sheina sedang berusaha menghindarinya.
dengan cepat, ia ikut duduk di samping Sheina. "kata siapa Sheina, gue pernah lagi makan makanan seperti ini, ini kan juga makanan manusia, " ucap Anggun seraya melirik Sheina yang tampak terkejut.
"oh kalau bugitu silahkan nak Anggun, kalau mau ikut makan, " ucap bu Rianti mempersilahkan.
"makasih bu, " ucap Anggun dan mulai mengambil nasi dan beberapa lauknya. "emm enak bu, " ucap Anggun.
"wah makasih loh nak Anggun atas pujianya. padahal kan cuma ikan gurami dan sambel trasi, "ucap bu Rianti.
"emm tapi Anggun nggak bohong kok bu, ini enak banget, " ucapnya seraya memasukan makanan dalam mulutnya.
"ya sudah di habiskan kalau gitu, " ucap bu Rianti dan di balas anggukan oleh Anggun.. sementara itu, Sheina menatap sahabatnya itu sekilas dengan wajah tak percaya.
bagaimana bisa, Anggun makan makanan sederhana seperti ini, apakah perutnya aman,
setelah selesai maka, Sheina pamit pada kedua orang tuanya untuk kembali kekamar. bersama Anggn tentnya.
"Sheina, loe kenapa sih ngehindari gue, " ucap Anggun saat mereka sudah berada di kamar Sheina.
Sheina tak langsung menjawab pertanyaan Anggun. ia terlebih dulu nenghembuskan nafas panjang.
"gue cuma nggak mau terlalu banyak musuh kalau gue deket sama loe Nggun," ucap Sheina.
"apa ini soal Rifky dan Indra, " ucap Anggun mencoba menebak dan Sheina hanya bisa semakin menunduk. dan jawaban itu, semakin membuat Anggunyakin akan fimiranya.
"loe tenang aja gue akan ngelindungi loe, apapun yang terjadi. bahkan kalau perlu gue akan pindah kelas, " ucap Anggun yakin. membuat Sheina menggelengkan kepala.
"jangan, gue nggak mau nambah masalah, dan sebaiknya loe nggak usah temenan lagi sama gue, " ucap Sheina turun dari ranjangnya. dan meatap jendela.
"sampai kapanpun gue, enngak akan ninggalin loe, kita sahabat. bahkan kalau loe mau orang tua gue bisa bantu kok buat biaya nyembuhin loe, " ucap Anggun
membuat Sheina, dengan cepat menggelengkan kepalanya, " loe nggak usah repot-repot Nggun. loe mau berteman sama gue aja gue udah seneng, " ucap Sheina sersya tersenyum.
"oke, kalau begitu, loe janji nggakakan ngehindari gue lagi kan,? " tanya Anggun.
di angguki oleh Sheina dan mereka kini tertawa bersama.
dari luar, bu Rianty dan Pak Rayn, menatap kamar putrinya, dengan perasaan haru dan bahagia
"ternyata di dunia masih ada orang yang tulus berteman dengan anak kita ya bu, " ucap pak Rayn
"iya pak, ibu juga tidak menyangka, " ucap bu Rianti tersenyum.
"semoga saja, suatu saat nanti, ada jodoh untuk anak kita yang bisa menerimanya dengan tulus, " ucap pak Rayn.
"aamiin, " ucap bu Rianti.
BERSAMBUNG.......
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN GAES
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Pinka 77
Shena kamu harus kuat
2023-04-03
0
𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻
seru cuu jalan critanya
2022-07-11
0