Sheina segera duduk di hadapan Anggun.
"lama ya bu, " ledek Anggun pada Sheina.
"ya maaf Nggun, gue tadi ada perlu," ucap Sheina berbohong.
Anggun yang mendengarnya pun memutar bola mata malas dan berdecih.
"cih, terus aja nyembunyiin semua dari gue, " degua Anggun. "ingat Sheina, loe itu anak baik-baik dan loe itu nggak cocok berbohong, " ucap Anggun.
Sheina hanya tersenyum manis mendengar omelan sahabatnya itu.
tak lama, seseorang pun memasuki kantin, membuat semua siswa/i berubah riuh,
takterkecuali Anggun.
gadis cantik yang biasanya cuek itu mendadak tersihir karena keindahan paras orang yang baru saja masuk kedalam kantin.
sementara Sheina hanya tertunduk saat tau siapa yang nemasuki kantin.
"duh gantengnya pak Rian, gue mau donk kalau jadi pacarnya" ucap seorang siswi.
"duh gue juga mau lah anjir, " sahut yang lain.
ya seorang yang baru saja masuk, adalah Rian, guru baru yang tadi pagi menghina Sheina habis-habisan.
kantin di sekolahan ini memang bersatu dengan kantin guru, gunanya agar semuanya bisa nenyesuaikan diri.
maksusnya, di kelas tampak formal, namun di luar bisa menjelma menjadi sahabat yang tentunya, masih dalam batas wajar.
"ya Allah, ganteng banget ya Sheina, " ucap Anggun tak sadar memujinya.
sementara Sheina hanya tersenyum kecil mendengar ucapan sahabatnya.
ia juga melihat guru magang itu sempat meliriknya sinis dan duduk bergabung bersama rekan guru yang lain.
karena guru di sekolahan ini, memang masih muda semua.
paling senior saja baru berumur tiga puluh taun.
setelah Sheina dan Anggun selesai makan, mereka berdiri untuk kembali ke kelasnya. namun, Shandy dengan sengaja menjulurkan kakinya kearah Sheina. membuat gadis itu terhuyung kedepan.
tubuhnya menabrak meja Rian dan menubruk tubuh kekar laki-laki itu.
semua orang menertawakanya.
Rian bangkit dari duduk dan menatap tajam.
'dasar kamu!! gak punya mata apa hah,? " geram Rian.
membuar Sheina ketakutan dan memundurkan tubuhnya.
"dia mana punya mata pak, matanya saja ketutuo benjolan, " ucap seseorang yang tak lain adalah Shandy.
hahaha
semua orang nenertawakanya. membuat Rian tersenyum menghina.
"eh, iya saya lupa diakan hanya punya satu mata, " ucapnya menatap jijik orang didepanya." makanya kamu itu tidak cocok sekolah di sini karena kamu bukan manusia, " sambungnya. membuat semua orang kembali tertawa.
Deg
tiba-tiba, jantung Sheina merasa sakit di hina dan di oermalukan seperti ini oleh seseorang.
apalagi, jika seseorang itu, adalah orang yang seharusnya membimbing orang agar menjadi pintar.
ternyata benar apa kata orang, mempunyai ilmu tinggi, tak serta merta mempunyai adab yang tinggi pula.
banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi, namun nol dalam ahlak.
Sheina yang sebelumnya menunduk, dengan cepat ia menatap nyalang pada orang di hadapanya itu.
"maaf bapak Rian yang terhormat, saya rasa kata-kata anda sungguh sangat tidak pantas keluar dari mulut anda yang mempunyai pendidikan tinggi dan jabatan sebagai pahlawan itu. ternyata benar apa kata orang. bahwa, orang berpenampilan baik, belum tentu akhlaknya baik, terbukti sekarang di hadapan saya, seorang yang mestinya membimbing, malah mengolok-oloknya, menghancurkan mentalnya dengan menghina fisiknya. siapa yang mau sih di lahirkan dalam keadaan kurang, jika ia bisa memilih, maka ia akan memilih menjadi wanita yang sangat cantik saat di lahirkan. tapi, apa boleh buat, ia tak bisa nemilih bagaimana ia di lahirkan. jika itu terjadi pada keluarga kalian, bagaimana, apa yang kalian lakukan jika keluarga kalian di hna seperti ini,?dan untuk itu, saya minta maaf atas semuanya. maaf sekali lagi, " ucap Sheina berlalu pergi meninggalkan semua orang yang memandangnya.
bukan memandang jijik atau aneh. namun, memandang dengan ekspresi tidak percaya seorang Sheina yang di kenal penakut dan pendiam, hari ini meluapkan emosinya.
setelah Sheina pergi, Anggun menggebrak meja kantin. membuat semua siswa dan para guru yang terhipnotis akan tingkah Sheina, tersadar.
brak.
"jadi seperti ini orang-orang yang berada di sekolah ini, semua merasa dirinya sempurna, oh ayolah kenapa gue baru tau kalau sekolah ini isinya bajingan! " ucal Anggun tertawa perih.
lalu ia menatap Rian yang sedari tadi diam karena masih terkejut dengan tindakan muridnya itu.
"dan untuk anda bapak Rian yang terhormat, semoga saja, anda tidak akan menyesali perbuatan anda saat ini. jika itu terjadi, maka anda pasti sudah terlambat, " ucap Anggun dan beranjak pergi dari kantin.
langkahnya terhenti saat Anggun teringat sesuatu. "dan satu lagi, saya menyesai karena sempat mengagumi anda, " Anggun kembali melangkahkan kaki untuk mengejar sahabatnya itu.
Sheina keluar dari kantin dengan berderai air mata. ia tak memperdulikan tatapan dari para siswa yang menatapnya.
ia tergesa-gesa menaiki motornya dan mengendarai meninggalkan area sekolah.
hingga ia tak menyadari ada sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan dan.
citt
brak
brug
sebuah kecelakaan tak bisa di hindari membuat gadis itu terpental cukup jauh dan terseret aspal hingga satu kilo membuat wajah sebelah kirinya terluka parah.
segera semua orang yang ada diaana berhambur mengelilingi gadis malang tersebut.
"duh kasianya, " ucap salah satu orang.
"tunggu apa lagi kakian, cepat panggil ambulance, " seru salah aatu ibu-ibu.
tiba-tiba dari belakang, seorang pria memasuki kerumunan manusia itu, dan langsung menggendongnya.
"biar saya saja yang membawanya kerumah sakit, " ucap pria itu tegas dan langsung memasuki mobil. melesat meninggalkan lokasi tersebut.
laki-laki itu, membawa gadis itu kerumah sakit terdekat. ia adalah laki-laki berumur dua puluh sembilan tahun.
anak dari pemilik sekolah yang di tempati Sheina untuk menuntut ilmu.
namanya Kenzo Adiguna yang merupakan anak dari Reno Adiguna.
pemilik sekolah yang kemarin mengamati Sheina menangis seraya berlari.
ia merasa kasihan dengan gadis itu, dan berniat akan menolongnya.
namun, ia tidak tau cara untuk menolong gadis itu. sehingga Reno menyuruh Kenzo yang memantau.
hingga Kenzo mendapati kejadian yang tak mengenakan ini. ia tak sengaja menabrak motor gadis itu, saat hendak ke sekolah itu.
sepanjang jalan, Kenzo terus nenggenggam tangan gadis itu memberikan kekuatan padanya.
"bertahankah anak baik, " ucap Kenzo menggenggam tangan halus Sheina.
sementara itu, Anggun merasa kebingungan mencari Sheina.
gadis cantik itu mengumpat dan menggerutu kesal. "sial! loe kemana sih Sheina, " ucap Anggun.
lalu matanya nelihat jalanan dan entah dorongan dari mana, Anggun melangkahkan Kakinya menyusuri jalan itu.
ia menemui beberapa orang yang masih ada yang berkerumun.
"maaf pak, buk, ini ada apa ya,? " tanya Anggun pada mereka.
"oh, ini dek tadi ada yang tabrakan anak SMA, tapi langsung di bawa ke rumah sakit Citra, " ucap seorang ibu oada Anggun.
Deg
tiba, -tiba, hatinya merasa takut, takut itu adalah Sheina sahabatnya.
BERSAMBUNG..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Kaisar Tampan
kak udah aku mampir.
bantu dukung karyaku juga ia
simpanan brondong tampan
terima kasih
2022-07-08
0
Ryskha Priska
kasihan banget sama sheina😭😭
2022-06-28
1