Chapter 6

Sheina segera duduk di hadapan Anggun.

"lama ya bu, " ledek Anggun pada Sheina.

"ya maaf Nggun, gue tadi ada perlu," ucap Sheina berbohong.

Anggun yang mendengarnya pun memutar bola mata malas dan berdecih.

"cih, terus aja nyembunyiin semua dari gue, " degua Anggun. "ingat Sheina, loe itu anak baik-baik dan loe itu nggak cocok berbohong, " ucap Anggun.

Sheina hanya tersenyum manis mendengar omelan sahabatnya itu.

tak lama, seseorang pun memasuki kantin, membuat semua siswa/i berubah riuh,

takterkecuali Anggun.

gadis cantik yang biasanya cuek itu mendadak tersihir karena keindahan paras orang yang baru saja masuk kedalam kantin.

sementara Sheina hanya tertunduk saat tau siapa yang nemasuki kantin.

"duh gantengnya pak Rian, gue mau donk kalau jadi pacarnya" ucap seorang siswi.

"duh gue juga mau lah anjir, " sahut yang lain.

ya seorang yang baru saja masuk, adalah Rian, guru baru yang tadi pagi menghina Sheina habis-habisan.

kantin di sekolahan ini memang bersatu dengan kantin guru, gunanya agar semuanya bisa nenyesuaikan diri.

maksusnya, di kelas tampak formal, namun di luar bisa menjelma menjadi sahabat yang tentunya, masih dalam batas wajar.

"ya Allah, ganteng banget ya Sheina, " ucap Anggun tak sadar memujinya.

sementara Sheina hanya tersenyum kecil mendengar ucapan sahabatnya.

ia juga melihat guru magang itu sempat meliriknya sinis dan duduk bergabung bersama rekan guru yang lain.

karena guru di sekolahan ini, memang masih muda semua.

paling senior saja baru berumur tiga puluh taun.

setelah Sheina dan Anggun selesai makan, mereka berdiri untuk kembali ke kelasnya. namun, Shandy dengan sengaja menjulurkan kakinya kearah Sheina. membuat gadis itu terhuyung kedepan.

tubuhnya menabrak meja Rian dan menubruk tubuh kekar laki-laki itu.

semua orang menertawakanya.

Rian bangkit dari duduk dan menatap tajam.

'dasar kamu!! gak punya mata apa hah,? " geram Rian.

membuar Sheina ketakutan dan memundurkan tubuhnya.

"dia mana punya mata pak, matanya saja ketutuo benjolan, " ucap seseorang yang tak lain adalah Shandy.

hahaha

semua orang nenertawakanya. membuat Rian tersenyum menghina.

"eh, iya saya lupa diakan hanya punya satu mata, " ucapnya menatap jijik orang didepanya." makanya kamu itu tidak cocok sekolah di sini karena kamu bukan manusia, " sambungnya. membuat semua orang kembali tertawa.

Deg

tiba-tiba, jantung Sheina merasa sakit di hina dan di oermalukan seperti ini oleh seseorang.

apalagi, jika seseorang itu, adalah orang yang seharusnya membimbing orang agar menjadi pintar.

ternyata benar apa kata orang, mempunyai ilmu tinggi, tak serta merta mempunyai adab yang tinggi pula.

banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi, namun nol dalam ahlak.

Sheina yang sebelumnya menunduk, dengan cepat ia menatap nyalang pada orang di hadapanya itu.

"maaf bapak Rian yang terhormat, saya rasa kata-kata anda sungguh sangat tidak pantas keluar dari mulut anda yang mempunyai pendidikan tinggi dan jabatan sebagai pahlawan itu. ternyata benar apa kata orang. bahwa, orang berpenampilan baik, belum tentu akhlaknya baik, terbukti sekarang di hadapan saya, seorang yang mestinya membimbing, malah mengolok-oloknya, menghancurkan mentalnya dengan menghina fisiknya. siapa yang mau sih di lahirkan dalam keadaan kurang, jika ia bisa memilih, maka ia akan memilih menjadi wanita yang sangat cantik saat di lahirkan. tapi, apa boleh buat, ia tak bisa nemilih bagaimana ia di lahirkan. jika itu terjadi pada keluarga kalian, bagaimana, apa yang kalian lakukan jika keluarga kalian di hna seperti ini,?dan untuk itu, saya minta maaf atas semuanya. maaf sekali lagi, " ucap Sheina berlalu pergi meninggalkan semua orang yang memandangnya.

bukan memandang jijik atau aneh. namun, memandang dengan ekspresi tidak percaya seorang Sheina yang di kenal penakut dan pendiam, hari ini meluapkan emosinya.

setelah Sheina pergi, Anggun menggebrak meja kantin. membuat semua siswa dan para guru yang terhipnotis akan tingkah Sheina, tersadar.

brak.

"jadi seperti ini orang-orang yang berada di sekolah ini, semua merasa dirinya sempurna, oh ayolah kenapa gue baru tau kalau sekolah ini isinya bajingan! " ucal Anggun tertawa perih.

lalu ia menatap Rian yang sedari tadi diam karena masih terkejut dengan tindakan muridnya itu.

"dan untuk anda bapak Rian yang terhormat, semoga saja, anda tidak akan menyesali perbuatan anda saat ini. jika itu terjadi, maka anda pasti sudah terlambat, " ucap Anggun dan beranjak pergi dari kantin.

langkahnya terhenti saat Anggun teringat sesuatu. "dan satu lagi, saya menyesai karena sempat mengagumi anda, " Anggun kembali melangkahkan kaki untuk mengejar sahabatnya itu.

Sheina keluar dari kantin dengan berderai air mata. ia tak memperdulikan tatapan dari para siswa yang menatapnya.

ia tergesa-gesa menaiki motornya dan mengendarai meninggalkan area sekolah.

hingga ia tak menyadari ada sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan dan.

citt

brak

brug

sebuah kecelakaan tak bisa di hindari membuat gadis itu terpental cukup jauh dan terseret aspal hingga satu kilo membuat wajah sebelah kirinya terluka parah.

segera semua orang yang ada diaana berhambur mengelilingi gadis malang tersebut.

"duh kasianya, " ucap salah satu orang.

"tunggu apa lagi kakian, cepat panggil ambulance, " seru salah aatu ibu-ibu.

tiba-tiba dari belakang, seorang pria memasuki kerumunan manusia itu, dan langsung menggendongnya.

"biar saya saja yang membawanya kerumah sakit, " ucap pria itu tegas dan langsung memasuki mobil. melesat meninggalkan lokasi tersebut.

laki-laki itu, membawa gadis itu kerumah sakit terdekat. ia adalah laki-laki berumur dua puluh sembilan tahun.

anak dari pemilik sekolah yang di tempati Sheina untuk menuntut ilmu.

namanya Kenzo Adiguna yang merupakan anak dari Reno Adiguna.

pemilik sekolah yang kemarin mengamati Sheina menangis seraya berlari.

ia merasa kasihan dengan gadis itu, dan berniat akan menolongnya.

namun, ia tidak tau cara untuk menolong gadis itu. sehingga Reno menyuruh Kenzo yang memantau.

hingga Kenzo mendapati kejadian yang tak mengenakan ini. ia tak sengaja menabrak motor gadis itu, saat hendak ke sekolah itu.

sepanjang jalan, Kenzo terus nenggenggam tangan gadis itu memberikan kekuatan padanya.

"bertahankah anak baik, " ucap Kenzo menggenggam tangan halus Sheina.

sementara itu, Anggun merasa kebingungan mencari Sheina.

gadis cantik itu mengumpat dan menggerutu kesal. "sial! loe kemana sih Sheina, " ucap Anggun.

lalu matanya nelihat jalanan dan entah dorongan dari mana, Anggun melangkahkan Kakinya menyusuri jalan itu.

ia menemui beberapa orang yang masih ada yang berkerumun.

"maaf pak, buk, ini ada apa ya,? " tanya Anggun pada mereka.

"oh, ini dek tadi ada yang tabrakan anak SMA, tapi langsung di bawa ke rumah sakit Citra, " ucap seorang ibu oada Anggun.

Deg

tiba, -tiba, hatinya merasa takut, takut itu adalah Sheina sahabatnya.

BERSAMBUNG..........

Terpopuler

Comments

Kaisar Tampan

Kaisar Tampan

kak udah aku mampir.
bantu dukung karyaku juga ia
simpanan brondong tampan
terima kasih

2022-07-08

0

Ryskha Priska

Ryskha Priska

kasihan banget sama sheina😭😭

2022-06-28

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!