membuat Anggun tersedak minuman yang baru saja masuk ke dalam tenggorokannya.
uhuk uhuk.
"nah kan loe kalau minum tuh pelan-pelan kenapa sih,? " tanya Kevin seraya menepuk punggung gadia itu pelan.
"ya lagian loe kalau ngomong sembarangan aja deh," ucap Anggun mendegus kesal pada pria di depannya.
membuat Kevin, memutar bolq mata malasnya. "loe sebenarnya peka gak sih, kalau kemarin tuh loe di perhatikan terus sama kak Kenzo, " ucap Kevin.
membuat Anggun menoleh dan menatap pria di sampingnya itu dengan tatapan intens untuk mencari kebohongan di mata pria itu.
namun, Anggun tak menemukannya karena memqng Kevin berkata benar.
namun, Anggun tak seratus persen percaya ia masih berusaha mengelak karena takut sakit hati kembali.
"ya kan memang punya mata Vin. gunanya mata kan emang buat perhatiin orang, " ucap Anggun mencoba mengelak.
"duh, susah banget sih ngomong sama loe, kayak ngomong sama orang bego, " ucap Kevin menggerutu.
membuat Anggun tertawa lepas dan mereka segera kekelas karena bel sudah berbunyi sedari tadi. ya, kalau membangkang sedikit nggak ada masalah sih selama masih batas wajar.
merekapun kembali kekelas masing-masing karena nemang kelas mereka berbeda.
🌸🌸🌸
sementara itu di tempat lain, Sheina masuk kedalam ruang guru. dan di sana, ternyata hanya ada Rian karena srmua guru sedang pergi mengajar.
"selamat siang pak, ada apa ya memaanggil saya,? " tanya Sheina setenang mungkin. padahal di dalam hatinya sudah tak menentu.
"duduk, " ucapnya membuat Sheina menghembuskan nafas kasar. lalu menurut untuk duduk.
lama sekali mereka saling diam membuat Sheina berkali-kali mendegus kesal.
"maaf pak jika tidak ada perlu yang penting, saya mohon undur diri karena sekarang jamnya pak Agus, " ucap Sheina pada akhirnya.
membuat Rian, menghentikan aktivitasnya. lalu, menatap kearah gadis itu.
bukanya menjawab, Rian justru tersenyum manis seraya menatapnya lekat-lekat.
membuat Sheina memutar mata malas dan hendak beranjak dari kursi. namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara dari belakang.
"tunggu lima menir lagi saya ada urusan sama kertas ini. duduklah dulu, " ucapnya.
namun, Sheina bukanya menurut, justru gadis itu malah semakin menjauh. karena, mendadak perasaanya tidak enak.
ia hendak berbalik untuk keluar. namun, tanganya keburu di tarik oleh Rian hingga gadis itu hampir jatuh jika tak di tangkap oleh tangan besar Rian.
"pak, bapak jangan macam macam ya, sebenarnya apa sih mau bapak,? belum puaskah menyakiti hati saya, " ucap Sheina hampir menangis. namun, dengan sekuat tenaga ia menahanya. ia tak ingin di rendahkan kembali dengan pria di depannya itu.
"maaf saya hanya ingin meminta maaf padamu. tolong jangan menangis." ucap Rian yang hendak menyentuh wajah gadis itu.
namun, dengan cepat Sheina menepie kasar tangan kekar Rian.
"maaf pak, tapi saya rasa memaafkan itu adalah kehendak hati saya. jika hati saya tidak mau memaafkan, maka saya juga tidak mau, " ucap Sheina segera berlalu pergi dari ruang guru.
meninggalkan Rian yang tertegun sesaat melihat dan mendengar ucapan dan aura kebencian yang terasa nyata dan menyakitkan.
lalu, Rian mendudukkan dirinya di kursi dengan wajah lesunya.
"sampai kapan gue harus berjuang,? " tanya pada dirinya sendiri. ia merasa pesimis. namun, sesaat ia mengembangkan senyumanya saat mendapatkan ide.
"gue tau harus apa, " gumamnya.
sementara itu, Sheina kembali ke kelasnya dengan hati dongkol.
bisa-bisanya gurunya itu melakukan hal sedemikian rupa hanya untuk mendapatkan maafnnya.
bukanya, ia bilang bahwa kehadiranya tidak penting dan tak dianggap, lalu kenapa sekarang mengharapkan kata maaf darinya.
memang sangat aneh dan menjengkelkan. sesampainya di kelas, Sheina segera mendudukan dirinya dengwn kasar.
membuat Kevin yang menelungkupkqn wajahnya di meja, mendongak karena merasa terusik.
"kenapa loe,? " tanya Kevin seraya mengucek matanya.
Sheina tak menjawab. gadis itu memilih mengeluarkan bukunya dan menulis sesuka hatinya mengeluarkan semua isi hatinya.
"jangan terlalu benci, karena benci dan bucin itu hanya setipis kain tisu, " bisik Kevin seraya menaik turunkan alisnya.
"gue nggak akan pernah suka sama manusia modelan begitu, " ucapnya yakin.
"dih pede gila seakan loe bisa mengetahui kapan hati loe akan up and down, " ucap Kevin.
"gue yakin Kevin, kalau perlu gue cium loe, " ucap Sheina yang ketularan somplaknya.
"dih, amit-amit gue di cium sama cewek bar-bar kaya loe bisa turun pamor gue, "ucap Kevin menggerutu.
membuat Sheina mengulum senyum.
bel pulang telah berbunyi lima belas menit yang lalu, namun Sheina, Kevin dan Anggun masih betah mengobrol.
"eh, Sheina temenin gue yuk ke kafe S," ucap Anggin saat sudah berada di pikiran sekolah.
"mau apa,? " tanya Sheina.
"udah nanti loe juga tau kok, " ucapnya seraya menuju kendaraan masing-masing.
Kevin yang ingin pulangpun terpaksa ikut karena tarikan tangan kedua gadis itu dan rengekan mereka.
"ayo ikut lah Vin sebentar aja, " ucap Sheina seraya membuat mimik wajah seimut mungkin.
"oke oke nanti gue ikut, " ucapnya pasrah dan segera mereka menaiki kendaraan masing-masing.
lima belas menit kemudian, mereka bertiga sampai di kafe S.
Anggun celingukan mencari sesuatu. lalu seseorangmelambaikan tangan padanya.
membuat Anggun tersenyum dan segera menghampiri orang tersebut.
"udah lama ya kak, ?" tanya Anggun pada pria uang tak lain adalah Rizal.
"baru saja kakak kemari gimana keadaan Sheina,? " tanya Rizal pada Sheina.
gadis itu hanya mengangguk seraya tersenyum
"syukurlah jika sudah membaik, " ucapnya membalas senyuman Sheina.
"oh iya dia siapa,? " tanya Rizal saat melihat seorang anak muda seusiaAnggun dan Sheina yang duduk di antara kedua gadis itu
"oh itu, namanya Kevin kak dia anak baru pindahan dari bandung, " ucap Anggun.
"oh, jadi ini orang yang membuat Kenzo uring-uringan selama beberapa hati itu, " ucap Rizal menganggukan kepala mengerti.
"hah, uring-uringan kok bisa,? " tanya Anggun.
"bisalah Nggun orang Kenzo suka sama kamu, " ucap Rizal.
"boong banget si kak Rizal, mana mungkin sih kak Kenzo suka sama aku " ucap Anggun mengelak.
"dih, di bilangin nggak percaya. nih aku tunjukin gimana bucinya si Kenzo sama kamu, " ucap Rizal mulai memutar video rekaman saat Kenzo sedang marah-marah padanya.
bahkan, Rizal menyentuh kertas bekas coretan tangan Anggunpun ia akan marah besar.
membuat mereka berempat tertawa terbahak-bahak dan senyum Anggun terus terpancar setelah itu.
"duh, seneng banget kayaknya, " goda Sheina saat mereka berjalan keluar cafe.
sementara Kevin dan Rizal berada di belakang.
"eh, tunggu gue punya rencana, " ucap Anggun tiba-tiba menghentikan langkahnya.
membuat semua orang juga ikut berhenti.
"apaan,? " tanya Kevin. mendadak perasaanya tak enak.
BERSAMBUNG.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Nengsih Wahyudi
lanjut kak.. penasaran asliii.. gimana rencanaya si anggung
2022-05-08
0