Chapter 18

membuat Anggun tersedak minuman yang baru saja masuk ke dalam tenggorokannya.

uhuk uhuk.

"nah kan loe kalau minum tuh pelan-pelan kenapa sih,? " tanya Kevin seraya menepuk punggung gadia itu pelan.

"ya lagian loe kalau ngomong sembarangan aja deh," ucap Anggun mendegus kesal pada pria di depannya.

membuat Kevin, memutar bolq mata malasnya. "loe sebenarnya peka gak sih, kalau kemarin tuh loe di perhatikan terus sama kak Kenzo, " ucap Kevin.

membuat Anggun menoleh dan menatap pria di sampingnya itu dengan tatapan intens untuk mencari kebohongan di mata pria itu.

namun, Anggun tak menemukannya karena memqng Kevin berkata benar.

namun, Anggun tak seratus persen percaya ia masih berusaha mengelak karena takut sakit hati kembali.

"ya kan memang punya mata Vin. gunanya mata kan emang buat perhatiin orang, " ucap Anggun mencoba mengelak.

"duh, susah banget sih ngomong sama loe, kayak ngomong sama orang bego, " ucap Kevin menggerutu.

membuat Anggun tertawa lepas dan mereka segera kekelas karena bel sudah berbunyi sedari tadi. ya, kalau membangkang sedikit nggak ada masalah sih selama masih batas wajar.

merekapun kembali kekelas masing-masing karena nemang kelas mereka berbeda.

🌸🌸🌸

sementara itu di tempat lain, Sheina masuk kedalam ruang guru. dan di sana, ternyata hanya ada Rian karena srmua guru sedang pergi mengajar.

"selamat siang pak, ada apa ya memaanggil saya,? " tanya Sheina setenang mungkin. padahal di dalam hatinya sudah tak menentu.

"duduk, " ucapnya membuat Sheina menghembuskan nafas kasar. lalu menurut untuk duduk.

lama sekali mereka saling diam membuat Sheina berkali-kali mendegus kesal.

"maaf pak jika tidak ada perlu yang penting, saya mohon undur diri karena sekarang jamnya pak Agus, " ucap Sheina pada akhirnya.

membuat Rian, menghentikan aktivitasnya. lalu, menatap kearah gadis itu.

bukanya menjawab, Rian justru tersenyum manis seraya menatapnya lekat-lekat.

membuat Sheina memutar mata malas dan hendak beranjak dari kursi. namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara dari belakang.

"tunggu lima menir lagi saya ada urusan sama kertas ini. duduklah dulu, " ucapnya.

namun, Sheina bukanya menurut, justru gadis itu malah semakin menjauh. karena, mendadak perasaanya tidak enak.

ia hendak berbalik untuk keluar. namun, tanganya keburu di tarik oleh Rian hingga gadis itu hampir jatuh jika tak di tangkap oleh tangan besar Rian.

"pak, bapak jangan macam macam ya, sebenarnya apa sih mau bapak,? belum puaskah menyakiti hati saya, " ucap Sheina hampir menangis. namun, dengan sekuat tenaga ia menahanya. ia tak ingin di rendahkan kembali dengan pria di depannya itu.

"maaf saya hanya ingin meminta maaf padamu. tolong jangan menangis." ucap Rian yang hendak menyentuh wajah gadis itu.

namun, dengan cepat Sheina menepie kasar tangan kekar Rian.

"maaf pak, tapi saya rasa memaafkan itu adalah kehendak hati saya. jika hati saya tidak mau memaafkan, maka saya juga tidak mau, " ucap Sheina segera berlalu pergi dari ruang guru.

meninggalkan Rian yang tertegun sesaat melihat dan mendengar ucapan dan aura kebencian yang terasa nyata dan menyakitkan.

lalu, Rian mendudukkan dirinya di kursi dengan wajah lesunya.

"sampai kapan gue harus berjuang,? " tanya pada dirinya sendiri. ia merasa pesimis. namun, sesaat ia mengembangkan senyumanya saat mendapatkan ide.

"gue tau harus apa, " gumamnya.

sementara itu, Sheina kembali ke kelasnya dengan hati dongkol.

bisa-bisanya gurunya itu melakukan hal sedemikian rupa hanya untuk mendapatkan maafnnya.

bukanya, ia bilang bahwa kehadiranya tidak penting dan tak dianggap, lalu kenapa sekarang mengharapkan kata maaf darinya.

memang sangat aneh dan menjengkelkan. sesampainya di kelas, Sheina segera mendudukan dirinya dengwn kasar.

membuat Kevin yang menelungkupkqn wajahnya di meja, mendongak karena merasa terusik.

"kenapa loe,? " tanya Kevin seraya mengucek matanya.

Sheina tak menjawab. gadis itu memilih mengeluarkan bukunya dan menulis sesuka hatinya mengeluarkan semua isi hatinya.

"jangan terlalu benci, karena benci dan bucin itu hanya setipis kain tisu, " bisik Kevin seraya menaik turunkan alisnya.

"gue nggak akan pernah suka sama manusia modelan begitu, " ucapnya yakin.

"dih pede gila seakan loe bisa mengetahui kapan hati loe akan up and down, " ucap Kevin.

"gue yakin Kevin, kalau perlu gue cium loe, " ucap Sheina yang ketularan somplaknya.

"dih, amit-amit gue di cium sama cewek bar-bar kaya loe bisa turun pamor gue, "ucap Kevin menggerutu.

membuat Sheina mengulum senyum.

bel pulang telah berbunyi lima belas menit yang lalu, namun Sheina, Kevin dan Anggun masih betah mengobrol.

"eh, Sheina temenin gue yuk ke kafe S," ucap Anggin saat sudah berada di pikiran sekolah.

"mau apa,? " tanya Sheina.

"udah nanti loe juga tau kok, " ucapnya seraya menuju kendaraan masing-masing.

Kevin yang ingin pulangpun terpaksa ikut karena tarikan tangan kedua gadis itu dan rengekan mereka.

"ayo ikut lah Vin sebentar aja, " ucap Sheina seraya membuat mimik wajah seimut mungkin.

"oke oke nanti gue ikut, " ucapnya pasrah dan segera mereka menaiki kendaraan masing-masing.

lima belas menit kemudian, mereka bertiga sampai di kafe S.

Anggun celingukan mencari sesuatu. lalu seseorangmelambaikan tangan padanya.

membuat Anggun tersenyum dan segera menghampiri orang tersebut.

"udah lama ya kak, ?" tanya Anggun pada pria uang tak lain adalah Rizal.

"baru saja kakak kemari gimana keadaan Sheina,? " tanya Rizal pada Sheina.

gadis itu hanya mengangguk seraya tersenyum

"syukurlah jika sudah membaik, " ucapnya membalas senyuman Sheina.

"oh iya dia siapa,? " tanya Rizal saat melihat seorang anak muda seusiaAnggun dan Sheina yang duduk di antara kedua gadis itu

"oh itu, namanya Kevin kak dia anak baru pindahan dari bandung, " ucap Anggun.

"oh, jadi ini orang yang membuat Kenzo uring-uringan selama beberapa hati itu, " ucap Rizal menganggukan kepala mengerti.

"hah, uring-uringan kok bisa,? " tanya Anggun.

"bisalah Nggun orang Kenzo suka sama kamu, " ucap Rizal.

"boong banget si kak Rizal, mana mungkin sih kak Kenzo suka sama aku " ucap Anggun mengelak.

"dih, di bilangin nggak percaya. nih aku tunjukin gimana bucinya si Kenzo sama kamu, " ucap Rizal mulai memutar video rekaman saat Kenzo sedang marah-marah padanya.

bahkan, Rizal menyentuh kertas bekas coretan tangan Anggunpun ia akan marah besar.

membuat mereka berempat tertawa terbahak-bahak dan senyum Anggun terus terpancar setelah itu.

"duh, seneng banget kayaknya, " goda Sheina saat mereka berjalan keluar cafe.

sementara Kevin dan Rizal berada di belakang.

"eh, tunggu gue punya rencana, " ucap Anggun tiba-tiba menghentikan langkahnya.

membuat semua orang juga ikut berhenti.

"apaan,? " tanya Kevin. mendadak perasaanya tak enak.

BERSAMBUNG.....

Terpopuler

Comments

Nengsih Wahyudi

Nengsih Wahyudi

lanjut kak.. penasaran asliii.. gimana rencanaya si anggung

2022-05-08

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!