Chapter 14

Sheina segera keluar kelas, saat bel istirahat berbunyi.

ia juga menyusuri koridor sekolah menuju kantin seorang diri. karena Anggun entah berada dimana. karena sedari tadi pagi, ia tak melihat gadis cantik itu.

di tengah jalan, seorang siswi menghadang jalanya. membuat gadis itu menghentikan langkahnya, " ada apa,? " tanya Sheina.

"ini, ada titipan dari pak Rian, " jawab gadis itu seraya menyerahkan sebuah kotak kepada Sheina.

Sheina tersenyum sinis seraya memandangi kotak berwarna pink itu.

lalu, ia sedikit membukanya untuk melihat apa isi di dalamnya.

Sheina semakin tersenyum sinis ketika melihat apa isi di dalamnya.

"kita lihat saja, siapa yang akan menyerah terlebih dahulu. " gumamnya. lalu berjalan menuju kantin.

dan ada sepasang mata yang menyaksikan dengan senyum mengembang di wajahnya.

siapa lagi jika bukan Rian. entah setan apa yang merasuki pria itu, hingga mau meluangkan waktunya yang berharga hanya untuk memasak. apalagi untuk dirinya.

dan entah sejak kapan pria muda itu memperhatikan gadis yang bersetatus muridnya.

Sheina segera mendudukan dirinya d meja kantin dan segera memesan makanan. sementara kotak bekal yang berada di hadapanya, ia abaikan begitu saja.

tak lama, Anggun datang menghampiri Nasya yang sedari tadi bermain ponselnya.

"sibuk ya sekarang,? " ucapnya seraya mendudukan dirinya di hadapan Sheina.

sejenak, gadis itu mendongak dan menatap Anggun, " krmana aja loe, kok dari berangkat sekolah gue nggak lihat loe,? " tanya Sheina.

"emm sory gue ada urusan tadi, " ucspnya segera mengambil jus jeruk di depanya.

"eh, itu punya gue tau,, " ucap Sheina.

"enggak papa dikit doang. dan lagi, biar semua orang percaya kalau gue itu temenan saa loe tulus, " ucapnya seraya terenyum.

"hmm iya deh sebahagia loe aja. eh iya kak Kenzo nayain lo tau, " ucap Sheina saat mengingat jika Kenzo menanyakan kabar Anggun.

"hmm biarin lah, gue udh mulai nyerah Sheina sama kak Kenzo dan sepertinya ia suka sama loe." ucap Anggun tersenyum.

uhuk uhuk uhuk

seketilka, Sheina langsung tersedak mendengarkan ocehan ngelantur sahabatnya itu.

"ngaco aja loe kalau ngomong" ucap Sheina seraya mengatur nafasnya.

"ya siapa tau bener kan Kak Kenzo naksier loe," ucap Anggun mencoba tersenyum waupun itu sulit.

"enggak mungkin dan nggak akan mungkin Angun sayang, " ucap Sheina merasa gemas sendiri.

"kenapa loe bisa seyakin ini, " tanya Anggun

"karena feling gue mengatakan, gue sama kak Kenzo gak akan terjadi apa-apa, " ucap Sheina.

Anggun hanya menganggukan kepalanya. menandakan gadis itu mengerti.

setelah malam itu, Anggun memutuskan untuk menceritakan semua pada Sheina. mulai dari perasaanya dulu, sekarang, dan ketakutanya yang berlebihan jika Kenzo akan memilih Sheina.

Sheina merasa terkejut saat mendengarkan semua uneg-uneg Anggun pada dirinya. dan dengan sabar, Sheina meyakinkan Anggun jika dirinya tqk akan memiliki hubungan apapun dengan Kenzo.

tak sengaja, tatapan matanya melihat benda asing di depan Sheina.

"itu bekal siapa,? " tanya Anggun.

sebelum menjawab, Sheina menghirup udara sebanyak mungkin dan menghembuskanya keluar.

"dari pak Rian buat gue, entah apa tujuanya gue nggak tau, "ucap Sheina.

membuat Anggun membulatkan matanya karena merasa terkejut.

"oh, pantesan loe kekeuh bilang kalau loe nggak akan jatuh cinta sama kak Kenzo, ternyata udah punya incaran, " ucap Anggun terkikik geli.

membuat Sheina, seketika membulatkan matanya. lalu menatap tajam gadis di depanya itu.

"enak aja, gue nggak punya rasa ya sama dia, dan nggak akan punya rasa. " ucapnya seraya menggebu-ngeebu.

membuat tawa Anggun pecah seketika. bahkan, sampai mengeluarkan air mata karena saking kerasnya tertawa.

"ia gue cuma bercanda sayang, " ucapnya " eh, tapi kalau dia beneran suka sama loe gimana,? " tanya Anggun kini berucap dengan serius.

"bodoamat gue nggak peduli sayang, " ucsp Sheina seraya melanjutkan makanya.

dan tanpa mereka sadari, Rian mendengarkan semua obrolan yang di lakukan oleh kedua siswanya itu.

Rian tampak murung setelah mendengar kata-kata Sheina yang menurutnya sedikit melukai hatinya.

"apa sesakit itu rasa di hatimu, sehingga kamu membenciku,? " tanya Rian memelas. dan entah berbicara pada siapa.

sementara itu, Sheina berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya.

ia berhenti sejenak, saat melihat tong sampah. kemudian, tanganya terulur hendak membuang makanan itu.

namun, sebuah tangan kekar langsung nenarik kotak makanan itu dan membawanya.

"jangan di buang, " ucap seseorang di sampingnya, yang ternyata adalah Rian.

laki-laki itu sejak tadi, mengikuti langkah Sheina yang sepertinya ingin membuang sesuatu.

dan benar saja, ternyata ia ingin membuang kotak makanan yang ia buat dengan susah payah.

Sheina menoleh dan menatap Dingin pria di depanya. " oh, baguslah jika anda mengerti dengan gerak-gerik saya, jika saya merasa tidak nyaman dengan perlakuan anda, " ucap Sheina berlaku dingin pada gurunya tersebut.

membuat Rian seketika sedikit memundurkan tubuhnya karena perkataan Sheina.

setelah mengatakan itu, Sheina kembali melangkahkan kakinya menuju kelas.

setelah sampai kelas, ternyata sudah ada bu Winda yang baru saja tiba.

"maaf bu, saya terlambat, " ucapnya seraya mengetuk pintu.

"oh, tidak apa-apa Sheina, silahkan duduk" ucap bu Winda yang langsung menerangkan materi.

setelah itu, Sheina segera mengerjakan dan mengumpulkan tugasnya, sebagai syarat pulang lebih awal.

Sheina keluar dari kelas, menuju gerbang sekolah. dwn sembari main punsel, Sheina terus berjalan dan tak sengaja menabrak seseorang yqng baru saja lewat.

"eh, maaf pak tidak sengaja," ucap Sheina segera menunduk sebagai rasa hormatnya.

"tidak apa-apa, lain kali jangan main ponsel sambil jalan ya, nggak baik. " tuturnya.

Sheina mendongak menatap siapa yang ia tabrak. karena sedari tadi, ia hanya menunduk saja.

setelah tau ternyata yang di tabrak adalah Rian, Sheina hendak berlalu pergi. namun, di hentikan oleh suara Rian.

"kenapa kamu tak pernah menerima pangilanku dqn membalas chatku, ?" tanya Rian.

Sheina tertegun sesaat. lalu membalikan tubuhnya menatap guru baru tersebut.

"maaf pak, tapi saya tidak ada waktu untuk membalas hal yang tak penting. lagipun, saya tidak ada hubungan dengan anda, jadi saya rasa saya tak berhak membalasnya," ucap Sheina.

sebenarnya ia merasa tak nyaman mendapat chat dari guru barunya tersebut. walaupun hanya sekedar meminta maaf.

karena, sepertinya hatinya terlalu sakit untuk memaafkan perlakuan Rian.

tak lama, ada panggilan dari seseorang dan dengan segera, Sheina mengangkatnya seraya tersenyum senang.

"halo, kak Ken ada apa,? " tanya Sheina seraya berjalan menjauhi tempat semula.

"kamu pulang naik apa,? " tanya Kenzo dari seberang sana.

"emm naik motor kak" ucap Sheina.

"oh kalau begitu, nanti kakak jemput ya, sekalian sama Anggun. karena sudah hampir dua hari ini, anak itu berubah, " ucap Kenzo dari seberang sana. dan tampak Sheina yang tersenyum.

dan pemandangan itu, sulses membuat Rian merasa gusar.

"apa aku jatuh cinta sama muridku sendiri,? ah tapi rasanya tak mungkin ini pasti karena rasa bersalah saja, " gumamnya.

BERSAMBUNG.......

Terpopuler

Comments

𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻

𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻

sheina kek judes bt nying, abis glow up😔

2022-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!