Chapter 10

didalam mobil, Sheina yang tadinya banyak bicara, mendadak menjadi sosok pendiam.

Anggun menoleh sesaat padanya, " kenapa,? " tanya Anggun.

"ish tadi aja gue nanya nggak loe jawab. sekarang malah nanya kenapa,? " ucap Sheina mengurucutkan bibirnya, membuat Anggun tersenyum.

"Kak Kenzo sama Kak Rizal nyuruh gue jemput loe biar loe nggak kenapa-napa, " ucap Anggun.

"emang gue kenapa,? " tanya Sheina masih tak mengerti.

"huh, dasar lemot. kalau masalah pelajaran aja pinter, tapi kalau masalah insting uun, " ucap Anggun mencibir.

"ish Anggun mah gitu, " ucap Sheina menggerutu. membuat Anggun tertawa renyah.

"mereka tuh takut, loe kena buly lagi Sheina sayang, " ucap Anggun gemas.

Sheina hanya menganggukan kepala mengerti.

saat berhenti di lampu merah, mata Sheina tak sengaja menatap seseorang yang sepertinya ia kenal.

ia memicingkan matanya untuk memastikan itu benar atau tidaj.

lalu, Sheina melengkungkan bibirnya saat memastikan itu semua benar. " cih dasar ular, " gumam Sheina yang masih terdengar Anggun.

"loe ngomobg sama siapa Sheina, ?" tanya Anggun.

"eh, enggak kok yuk jalan, " ucap Sheina tersenyum.

sesampainya di sekolah, Anggun keluar lebih dulu dan kemudian di susul oleh Sheina.

mereka berdua tampak sangat menawan seperti seorang putri.

semua orang memandang tak percaya pada mereka berdua terlebih lagi pada Sheina gadis yang berapa minggu lalu sering di hina dengan sebutan abnormal, kini berubah seratus delapan puluh derajat.

membuat mereka semua terpana. sekaligus ada rasa nenyesal di hati masing-masing. karena, benar apa yang di katakan Anggun, jangan hina fisik seseorang jika fisiknya berubah, maka hanya akan ada penyesalan.

Sheina sama sekali tak memperdulikan tatapan para siswa, ia lebih memilih bermain ponsel miliknya.

hingga ia tak sengaja menabrak seseorang yang berada tepat di depanya.

bruk

"eh, maaf" ucap Sheina seraya memunguti buku yang berserakan di lantai.

"eh, loe lagi loe lagi, bener-bener ya loe, kalau hanya punya mata satu tuh di jaga jangan nabrak, " bentak Rifky yang sudah terlanjur tersulut emosi.

ia tak tau, jika gadis yang selama ini ia hina, talah menjadu gadis cantik jelita. karena ia sedari tadi asyik bercanda dengan teman-temanya.

nyatanya, hukuman yang di berikan kepala sekolah, atas permintaan Pak Reno seminggu lalu, tak merubah karakter dari Rifky.

karena mungkin baginya,jika ia di keluarkan maka ia akan dengan mudah mendapat gantinya

Sheina mendongak menatap Rifky dan teman-temanya dengan tatapan benci juga jengah.

"oh, iya maaf deh gue kan bukan manusia ya jadi gue nggak perlu nanggepin loe semua, " ucap Sheina yang langsung berlalu pergi.

meninggalkan Rifky dan teman-temanya yang masih tertegun seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"itu beneran Sheina si gadis abnormal kan,? kok bisa cantik gitu,? " tanya teman Rifky.

"tenang, segalak-galaknya cewek pasti akan luluh dengan permintaan maaf dan kata kata manis, " ucap Rifky dengan percaya diri.

"lha, bukanya loe naksir sama Anggun,? " tanya Andi teman Rifky.

"pindah target, " ucapnya tersenyum aneh lalu bergegas pergi meninggalkan teman-temanya.

Rifky memang tingkat kepercayaan dirinya sangat tinggi hingga menolak kenyataan pahit yang sering menghampiri kehidupan ini.

sementara itu, Sheina dan Anggun berjalan beriringan seraya bercanda ria di sepanjang koridor sekolah. dan tak jarang mereka berdua menjadi ousat perhatian.

"Sheina, loe tadi hebat tau bisa ngelawan Rifky dan teman- temanya, " ucap Anggun.

"hmn gue males aja selalu di tindas sama mereka, gue akan menjadi orang yang mengerikan bagi mereka yang mendzolimi gue, " ucap Sheina mendramatisir membuat Anggun tertawa renyah.

"duh, temen gue sekarang udah jadi antagonis nih ye, " ucap Anggun menggoda.

"Anggun! " teriak Sheina seraya berlari mengejar sang sahabat

pemandangan itu, tak luput dari pandangan mata dari seseorang yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku mereka.

bel masukpun berbunyi dan semua siswa masuk kedalam kelas.

termasuk juga Anggun dan Sheina yang harus berpisah karena berbeda kelas.

Sheina masuk ke dalam kelasnya. ia tak memperdulikan tatapan semua siswa yang menatapnya.

entah sudah terbiasa atau apa, namun kini Sheina lebih memilih menatap lurus dengan tatapan datar.

setelah itu, ia duduk di bangkunya yang terletak paling belakang. dan sudah sibuk dengan pensil dan bukunya.

brak

tiba-tiba, Shandy datang dengan menggebrak meja, hingga Sheinapun mendongak dan menatap dingin gadis cantik didepanya.

"kenapa,? " tanya Sheina dengan ekspresi datar dan aura dingin yang sangat terasa.

membuat Shandy sedikit takut. namun dengan segera, gadis cantik itu menepis rasa takutnya.

"loe nggak usah sok cantik di sini karena yang paling tercantik itu, adalah gue,! " ucap Shandy seraya menngebu-gebu.

membuat Sheina menautkan alisnya karena bingung," sejak kapan gue cantik,? " tanyanya pada gadis di depanya.

""alah gak usah sok polos deh loe, semua orang oun memperhatikan loe tau, " ucap Shandy.

"terus loe nyalahin gue gitu, kalau semua orang natap gue,? ya mungkin aja mereka natap gue karena ada yang aneh, seperti biasa," ucapnya datar. "jika perlu congkel tuh bola mata mereka, " lanjutnya seraya melanjutkan menulisnya.

membuat Shandy mengepalkan tanganya dan berlalu pergi dan kembali duduk di tempat duduknya.

tak lama, guru pun datang dan mulai mengabsen satu oersatu siswa.

sejenak, tatapan guru tersebut, terfokus pada gadis yang berada paling belakang.

siapa lagi jika bukan Rian. guru tampan itu menatap Sheina sejenak dengan tatapan yang sulit diartikan.

sementara itu, Sheina tak memperdulikanya. ia memilih untuk mengerjakan yang lebih berfaedah.

sementara itu, Rian mulai menerangkan materi dan mulai pembelajaranya.

saat semua siswa sedang fokus mengerjakan termasuk Sheina, Rian tak henti-hentnya menatap kebelakang.

hingga Sheina yang sebenarnya tau tengah di perhatikanpun, memilih setenang mungkin

setelah hampir dua jam, pelajaran bahasa Inggrispun selesai. dan setelah Rian mengucapkan salam, Sheina langsung berlalu keluar kelas ubtuk menemui Anggun.

"Nggun, mau kemana,? " tanya Sheina yang bertemu di koridor sekolah.

"oh, ini mau ngambil buku di mobil, loe duluan aja kekantin. nanti loe oesenin gue sekalian," ucap Anggun.

membuat Sheina menganggukan kepala dan berlalu menuju kantin. sebenarnya, ia malas bertemu dengan mereka kembali. namun, kondisi perutnya memaksanya melangkahkan kakinya kekantin.

setibanya di kantin, seperti dugaanya, ia langsung menjadi pusat perhatian.

namun, Sheina memilih bodoamat seraya nengedikan bahu.

saat ia akan melangkahkan kakinya, Shandy menjulurkan kakinya hingga Sheina hampir saja menubruk pinggiran meja.

beruntunglah, Sheina dapat mengimbangi badanya hingga ia langsung menarik tubuhnya yang hampir ambruk itu.

Sheinapun melanjutkan kakinya menuju meja kantin yang kosong.

setelah itu, ia mendudukan dirinya di tempat itu dan mulai memesan sesuatu.

Bersambung.........

Terpopuler

Comments

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun

tunggu pembalasan kalian yg ska ngebui sheina

2023-01-31

0

𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻

𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻

YESS MAMPUS LO SEMUA

2022-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!