Chapter 2

saat Sheina hendak membuka pintu kelas, tiba-tiba..

byurr..

ember yang berada di atas pintu tumpah mengenai dirinya.

hahaha tawa renyah dari teman-temanya memenuhi seluruh ruang kelas X-A

"ini balasan karena loe udah buat Anggun nampar gue, " ucap seseorang dari belakang.

Sheina menoleh dan mendapati sosok Rifky yang tadi di kantin di tampar oleh Anggun karena membela dirinya.

Rifky dengan kasar, menarik rambut Sheina debgan kuat. hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.

"awh ampun sakit, " ucap Sheina berusaha memberontak. namun bukanya melepaskan, Rifky malah semakin menarik kuat rambut Sheina.

lalu dengan kasar mendorong tubuh Sheina hingga menghempas tembok. membuat gadis itu, meringis karena sakit.

"ingat! jangan pernah kau mempengaruhi Anggun untuk benci sama gue, kalau loe masih mau hidup! " ucap Rifky segera berlalu pergi.

"iwh jijik banget bau lagi, " ucap Shandy cewek yang juga femous seperti Rifky.

"sana pergi loe, dasar menjijikan, " ucap Indra membentak.

karena tidak tahan lagi, Sheina berlari keluar kelas dan menyusuri koridor menuju kamar mandi.

setelah sampai kamar mandi, Sheina segera masuk dan mengguyur tubuhnya menggunakan kran air yang ia nyalakan.

"aaah kenapa harus seperti ini, " ucap Sheina menjerit di bawah guyuran air dari pancuran kran

setelah puas menangis, Sheina keluar dari kamar mandi. dan mendapati Anggun sudah berdiri di depan pintu kamar mandi, dengan wajah cemas.

ia segera menjauh, saat Anggun hendak menyentuhnya.

"jangan Nggun, gue nggak mau gue kena masalah karena deket sama loe, " ucap Sheina menghentikan tangan Anggun yang hendak menyentuhnya.

"loe ngomong apa,? " tanya Anggun yang hendak mendekati dirinya.

namun dengan cepat, Sheina menghindar dan langsung berlalu pergi. meninggalkan toilet sekolah dan area sekolah karena ini sudah masuk jam pulang sekolah.

Anggun menatap kepergian gadis malang itu, dengan ekspresi yang tidak pernah bisa di baca.

segerai ia melangkah menuju kelas X-A dimana, disana masih ada Indra dan teman-temanya.

Brak

semua orang yang berada di ruang kelas itu, terkejut akibat pintu yang terlalu keras di dorong oleh Anggun.

"apa-apaan loe,? " ucap Shandy nenghampiri Anggun.

Anggun tak menghiraukan pertanyaan gadis di depanya. matanya menelisik menatap kearah Indra dan Rifky yang juga ikut terkejut.

"kalian yabg apa-apaan, kalian fikir, kalian sudah merasa hebat begitu dengan membuly manusia lain, " ucap Anggun menatap tajam kearah dua orang laki-laki yang sedari tadi menatapnya.

"dan loe berdua, kenapa loe selalu ganggu Sheina, hah padahal Sheina tak lernah mengganggu kalian, " ucapnya.

"loe mau tau gue kenapa ganggu dia, karena dia itu tidak pantas sekolah di sini. disini itu tempat sekolah manusia. bikan makhluk aneh seperti si Sheina, " ucap Indra seraya tertawa di ikuti oleh yang lainya.

Brak

kembali Anggun menggebrak meja. membuat mereka semua terdiam.

"owh jadi menurut loe, Sheina bukan manusia begitu,? " tanya Anggun.

"ya bukan lah mana ada manusia yang hanya bermata satu, " ucap Rifky.

membuat Anggun tertegun sesaat. jadi seperti ini pola fikir teman-temanya di sekolah ini,

" jangan kalian hina Sheina hanya karena fisiknya. mungkin bagi kalian, fisiknya buruk tapi hatinya cantik. bukan seperti kalian yang cantik penampilanya, namun busuk hatinya, "ucap Anggun dan langsung pergi meninggalkan kelas tersebut.

🌸🌸🌸

Sheina dengan buru-buru, menaiki motornya. semua siswa menatap dirinya dengan beberapa tatapan. ada yang acuh, ada yang jijik, ada yang merasa kasihan sebenarnya melihat Sheina selalu di bully.

dengan terburu-buru, Sheina mengendarai motornya dengan air mata bercucuran di wajahnya. hingga ia tak menyadari, ada mobil yang ingin melaju dari gang

tiit.

mobil itu mengerem mendadak, membuat Sheina terjatuh di aspal. hingga, membuat sikunya mendarat lebih dulu di aspal.

"awh " pekik Sheila karena merasa nyeri pada sikunya.

dan si empunya mobil pun keluar. " heh, kalau nggak bisa naik motor, mending nggak usah pakai motor, nyusahin aja, " ucapnya seraya berkacak pinggang.

Sheina mendongak untuk mengetahui siapa yang hampir menabraknya.

sontak saja, laki-laki itu tertawa terbahak-bahak mendapati wajah gadis itu, yang menurutnya sangat aneh.

"owh jadi mata loe ketutup tho, makanya gak bisa lihat jalan, " ucapnya mencibir.

tak lama, seorang wanita cantik pun keluar dari mobil menghampiri pria di depan Sheina itu.

"eh sayang, siapa ini yang kamu tabrak,? " tanya si Wanita seraya bergelayut manja di lengan sang kekasih.

"nggak tau, bukan manusia mungkin, " ucapnya mengejek.

"oh iya sih, manusia masak aneh gini bentuknya, " ucap si wanita ikut mencibir

"yaudah yuk pergi, " ucap laki-laki itu. namun langkahnya terhenti saat, tanganya di tarik oleh sang kekasih. "apa sih sayang, "ucapnya.

"kamu nggak mau ngasih dia sedekah gitu, mungkin buat beli makan atau merubah penampilan yang jelek itu, " ucap waita itu merendahkan harga diri Sheina.

entah ada keberanian dari mana, Sheina menatap tajam kearah sepasang kekasih yang sedari tadi menghinanya.

"maaf, bapak dan ibu yang terhormat, saya manusia biasa. saya bukan binatang ataupun mahluk astral yang seperti kalian ucapkan, " ucap Sheina menatap sinis. " dan satu lagi, apakah begini cara orang berpendidikan tinggi, menghargai manusia lainya. " lanjutnya seraya menaiki motor dan meninggakan kedua orang itu, yang masih tertegun.

dengan cepat Sheina menaiki motornya menuju rumahnya.

rumah sederhana yang memiliki kebun blimbing di samping rumahnya.

"assalamu'alaikum bu, " ucap Sheina masuk kedalam rumah, setelah memarkirkan motornya.

"wa'alaikum salam, " ucap bu Ranti dan Pak Rayn bersamaan.

"loh nak, kok kamu basah kuyup begini, ada apa? " tanya bu Ranti yang kaget melihat putrinya basah kuyub.

"oh ini bu, tadi aku sama Anggun main air dulu di wahana kolam renang, " jawab Sheina tersenyum pada kedua orang tuanya.

"oh alah ibu kira kenapa," ucap bu Ranti seraya terkekeh.

"yaudah mandi sana, " ucap pak Rayn. dan Sheina hanya mengangguk dan menurut nasuk kedalam kamarnya.

setelah Sheina masuk, bu Rianti tak kuasa menahan tangis. bagaimana tidak, wanita paruh baya itu memang mengetahi penderitaan sang putri. namun, ia tak bisa apa-apa karena memang yang mereka hadapi adalah orang-orang berpengaruh.

"maafkan ibu nak, " ucap bu Rianti sesenggukan. pak Rayn pun merasakan apa yang isterinya rasakan.

andai saja perkebunan belimbingnya tidak bangkrut, pasti ia bisa membawa berobat sang anak.

namun, angan-anganya pupus saat mendapati kabar perkebunan belimbingnya bangkrut oleh kerabatnya sendiri. padahal sudah di percaya oleh pak Rayn selama sepuluh tahun.

sementara sheina, masuk kedalam kamar dengan wajah lesunya. ia nenguatkan dirinya dengan apa yang akan terjadi besok.

BERSAMBUNG.......

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK

Terpopuler

Comments

Gede Artha

Gede Artha

ku tunggu kau pembalasan lebih Kejam untuk orang-orang yg Membully'mu Sheina

2023-03-21

0

𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻

𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻

seru thorr

2022-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chpter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 chapter 51
52 Chapter 52.
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57.
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65.
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chaprter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117 Ending
118 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32 + visual Pemeran PGA
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chpter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
chapter 51
52
Chapter 52.
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57.
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65.
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chaprter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117 Ending
118
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!