saat Sheina hendak membuka pintu kelas, tiba-tiba..
byurr..
ember yang berada di atas pintu tumpah mengenai dirinya.
hahaha tawa renyah dari teman-temanya memenuhi seluruh ruang kelas X-A
"ini balasan karena loe udah buat Anggun nampar gue, " ucap seseorang dari belakang.
Sheina menoleh dan mendapati sosok Rifky yang tadi di kantin di tampar oleh Anggun karena membela dirinya.
Rifky dengan kasar, menarik rambut Sheina debgan kuat. hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.
"awh ampun sakit, " ucap Sheina berusaha memberontak. namun bukanya melepaskan, Rifky malah semakin menarik kuat rambut Sheina.
lalu dengan kasar mendorong tubuh Sheina hingga menghempas tembok. membuat gadis itu, meringis karena sakit.
"ingat! jangan pernah kau mempengaruhi Anggun untuk benci sama gue, kalau loe masih mau hidup! " ucap Rifky segera berlalu pergi.
"iwh jijik banget bau lagi, " ucap Shandy cewek yang juga femous seperti Rifky.
"sana pergi loe, dasar menjijikan, " ucap Indra membentak.
karena tidak tahan lagi, Sheina berlari keluar kelas dan menyusuri koridor menuju kamar mandi.
setelah sampai kamar mandi, Sheina segera masuk dan mengguyur tubuhnya menggunakan kran air yang ia nyalakan.
"aaah kenapa harus seperti ini, " ucap Sheina menjerit di bawah guyuran air dari pancuran kran
setelah puas menangis, Sheina keluar dari kamar mandi. dan mendapati Anggun sudah berdiri di depan pintu kamar mandi, dengan wajah cemas.
ia segera menjauh, saat Anggun hendak menyentuhnya.
"jangan Nggun, gue nggak mau gue kena masalah karena deket sama loe, " ucap Sheina menghentikan tangan Anggun yang hendak menyentuhnya.
"loe ngomong apa,? " tanya Anggun yang hendak mendekati dirinya.
namun dengan cepat, Sheina menghindar dan langsung berlalu pergi. meninggalkan toilet sekolah dan area sekolah karena ini sudah masuk jam pulang sekolah.
Anggun menatap kepergian gadis malang itu, dengan ekspresi yang tidak pernah bisa di baca.
segerai ia melangkah menuju kelas X-A dimana, disana masih ada Indra dan teman-temanya.
Brak
semua orang yang berada di ruang kelas itu, terkejut akibat pintu yang terlalu keras di dorong oleh Anggun.
"apa-apaan loe,? " ucap Shandy nenghampiri Anggun.
Anggun tak menghiraukan pertanyaan gadis di depanya. matanya menelisik menatap kearah Indra dan Rifky yang juga ikut terkejut.
"kalian yabg apa-apaan, kalian fikir, kalian sudah merasa hebat begitu dengan membuly manusia lain, " ucap Anggun menatap tajam kearah dua orang laki-laki yang sedari tadi menatapnya.
"dan loe berdua, kenapa loe selalu ganggu Sheina, hah padahal Sheina tak lernah mengganggu kalian, " ucapnya.
"loe mau tau gue kenapa ganggu dia, karena dia itu tidak pantas sekolah di sini. disini itu tempat sekolah manusia. bikan makhluk aneh seperti si Sheina, " ucap Indra seraya tertawa di ikuti oleh yang lainya.
Brak
kembali Anggun menggebrak meja. membuat mereka semua terdiam.
"owh jadi menurut loe, Sheina bukan manusia begitu,? " tanya Anggun.
"ya bukan lah mana ada manusia yang hanya bermata satu, " ucap Rifky.
membuat Anggun tertegun sesaat. jadi seperti ini pola fikir teman-temanya di sekolah ini,
" jangan kalian hina Sheina hanya karena fisiknya. mungkin bagi kalian, fisiknya buruk tapi hatinya cantik. bukan seperti kalian yang cantik penampilanya, namun busuk hatinya, "ucap Anggun dan langsung pergi meninggalkan kelas tersebut.
🌸🌸🌸
Sheina dengan buru-buru, menaiki motornya. semua siswa menatap dirinya dengan beberapa tatapan. ada yang acuh, ada yang jijik, ada yang merasa kasihan sebenarnya melihat Sheina selalu di bully.
dengan terburu-buru, Sheina mengendarai motornya dengan air mata bercucuran di wajahnya. hingga ia tak menyadari, ada mobil yang ingin melaju dari gang
tiit.
mobil itu mengerem mendadak, membuat Sheina terjatuh di aspal. hingga, membuat sikunya mendarat lebih dulu di aspal.
"awh " pekik Sheila karena merasa nyeri pada sikunya.
dan si empunya mobil pun keluar. " heh, kalau nggak bisa naik motor, mending nggak usah pakai motor, nyusahin aja, " ucapnya seraya berkacak pinggang.
Sheina mendongak untuk mengetahui siapa yang hampir menabraknya.
sontak saja, laki-laki itu tertawa terbahak-bahak mendapati wajah gadis itu, yang menurutnya sangat aneh.
"owh jadi mata loe ketutup tho, makanya gak bisa lihat jalan, " ucapnya mencibir.
tak lama, seorang wanita cantik pun keluar dari mobil menghampiri pria di depan Sheina itu.
"eh sayang, siapa ini yang kamu tabrak,? " tanya si Wanita seraya bergelayut manja di lengan sang kekasih.
"nggak tau, bukan manusia mungkin, " ucapnya mengejek.
"oh iya sih, manusia masak aneh gini bentuknya, " ucap si wanita ikut mencibir
"yaudah yuk pergi, " ucap laki-laki itu. namun langkahnya terhenti saat, tanganya di tarik oleh sang kekasih. "apa sih sayang, "ucapnya.
"kamu nggak mau ngasih dia sedekah gitu, mungkin buat beli makan atau merubah penampilan yang jelek itu, " ucap waita itu merendahkan harga diri Sheina.
entah ada keberanian dari mana, Sheina menatap tajam kearah sepasang kekasih yang sedari tadi menghinanya.
"maaf, bapak dan ibu yang terhormat, saya manusia biasa. saya bukan binatang ataupun mahluk astral yang seperti kalian ucapkan, " ucap Sheina menatap sinis. " dan satu lagi, apakah begini cara orang berpendidikan tinggi, menghargai manusia lainya. " lanjutnya seraya menaiki motor dan meninggakan kedua orang itu, yang masih tertegun.
dengan cepat Sheina menaiki motornya menuju rumahnya.
rumah sederhana yang memiliki kebun blimbing di samping rumahnya.
"assalamu'alaikum bu, " ucap Sheina masuk kedalam rumah, setelah memarkirkan motornya.
"wa'alaikum salam, " ucap bu Ranti dan Pak Rayn bersamaan.
"loh nak, kok kamu basah kuyup begini, ada apa? " tanya bu Ranti yang kaget melihat putrinya basah kuyub.
"oh ini bu, tadi aku sama Anggun main air dulu di wahana kolam renang, " jawab Sheina tersenyum pada kedua orang tuanya.
"oh alah ibu kira kenapa," ucap bu Ranti seraya terkekeh.
"yaudah mandi sana, " ucap pak Rayn. dan Sheina hanya mengangguk dan menurut nasuk kedalam kamarnya.
setelah Sheina masuk, bu Rianti tak kuasa menahan tangis. bagaimana tidak, wanita paruh baya itu memang mengetahi penderitaan sang putri. namun, ia tak bisa apa-apa karena memang yang mereka hadapi adalah orang-orang berpengaruh.
"maafkan ibu nak, " ucap bu Rianti sesenggukan. pak Rayn pun merasakan apa yang isterinya rasakan.
andai saja perkebunan belimbingnya tidak bangkrut, pasti ia bisa membawa berobat sang anak.
namun, angan-anganya pupus saat mendapati kabar perkebunan belimbingnya bangkrut oleh kerabatnya sendiri. padahal sudah di percaya oleh pak Rayn selama sepuluh tahun.
sementara sheina, masuk kedalam kamar dengan wajah lesunya. ia nenguatkan dirinya dengan apa yang akan terjadi besok.
BERSAMBUNG.......
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Gede Artha
ku tunggu kau pembalasan lebih Kejam untuk orang-orang yg Membully'mu Sheina
2023-03-21
0
𝐏𝐂𝐇|||✿༺ d꙰yaa ༻
seru thorr
2022-07-11
0